
"Disini sepi apa anda tidak takut di begal?" Dirga mencoba sabar menghadapi burung beo di depannya.
Burung beo? Yeah Dirga memberikan nama khusus untuk Maya dengan sebutan burung Beo lantaran Mata begitu cerewet menurut Dirga.
"Saya punya ini" balas Maya memutar-mutar pistol di tangannya.
Dirga lagi lagi harus tertegun melihat Maya memainkan pistol di tangannya karna selama ini walau Dirga tau Maya bisa bela diri tapi Dirga tidak pernah melihat Maya memegang pistol apalagi jika bisa menembak.
Dirga segera bergegas lalu turun dari mobil berjalan mendekat kepada Maya yang masih enteng di posisi semula.
"Dari mana Nona mendapatkan benda itu?" Dirga bertanya dengan aura dingin.
"Dari calon Nyonya kamu lah!" jawab Maya yang ngegas tak ada takut-takutnya sama sekali.
"Nona Alisya" guman Dirga lalu menyeringai.
"Nona masuklah karna jika sampai anda kenapa-kenapa maka saya yang akan di penggal" kata Dirga datar.
Sontak mendengar itu Maya langsung menatap Dirga dengan pandangan yang rumit sedangkan Dirga hanya menatap datar saat Maya menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Pergilah" usir Maya ketus.
"Gadis ini...... Dasar gadis keras kepala...." Dirga menggeram dalam hati menahan kesal karna penolakan Maya.
"Nona masuklah atau saya akan paksa" ancam Dirga menatap tajam Maya.
"Tuan Dirga yang terhormat apa anda tuli saya tidak mau. kalau saya naik di mobil anda lalu bagaimana dengan mobil ini apa harus saya tinggalkan? Lalu bagaimana jika mobilnya di culik eh ralat di curi? Saya tidak bisa menggantinya Tuan harga mobil ini ratusan juta sedangkan saya ini hanya gadis miskin biasa" kata Maya panjang kali lebar menatap kesal Dirga.
Sedangkan Dirga yang mendengar perkataan Maya hanya gadis miskin biasa ingin seperti muntah darah di tempat.
"Gadis biasa katanya? apa dia sedang menyindirku? Restoran miliknya bahkan sudah menyebar di berbagai tempat dan bahkan jika di jumlahkan pendapatan bisa setara dengan pendapatanku perbulannya. Apa dia sedang bercanda dengan mengatakan gadis miskin biasa"
Dirga mengomel dalam hati karna kesal dengan penuturan Maya yang menurutnya bukan menunjukan kepada Maya malah menyindir dirinya dan dia merasa tersindir akan itu.
"Lebih baik anda masuk Nona karna walau anda sudah bisa bela diri dan menembak namun kawasan ini adalah kawasan salah satu gangster yang cukup di segani" kata Dirga serius menatap sekitar dengan teliti.
"Benarkah? Ganster yang mana?" tanya Maya yang kurang percaya dengan info apa yang di katakan oleh Dirga
"Genk Lion, mereka selalu menculik gadis atau wanita-wanita cantik untuk di jual ke mucikari untuk menjadi wanita malam atau pelacur." kata Dirga.
__ADS_1
Deg
Maya langsung menegang saat mendengar mucikari masih teringat jelas peristiwa kelam beberapa bulan lalu saat dirinya di culik dan akan di jual ke mucikari jika saja Alisya terlambat datang maka di pastikan mungkin dirinya sekarang menjadi wanita yang menjijikan dan kotor bahkan akan lebih parahnya mungkin dia sudah tidak ada di dunia ini.
Memikirkan itu Maya langsung gemetar lalu dengan tergesa-gesa masuk ke dalam mobil mengambil Tasnya lalu masuk ke dalam mobil Dirga tanpa protes lagi.
Sedangkan Dirga yang melihat tingkah Maya hanya tersenyum licik lalu berjalan memutar dan masuk di bangku kemudi.
"Dasar burung beo...... Di ancam baru ketar ketir" kata Dirga dalam hati geleng-geleng kepala dengan senyum samar di sudut bibirnya.
Dirga sengaja mengancam Maya seperti itu padahal semua itu adalah rekayasa Dirga saja agar Maya mau naik di mobil miliknya walau tak semua apa yang dia katakan tadi adalah kebohongan.
Karna memang Genk Lion adalah salah satu kelompok yang memperdagangkan manusia dan organ-organ dalam manusia selain itu mereka juga salah satu musuh dari KL (King Lucifer) namun saat ini KL hanya berdiam diri tanpa mengusik mereka.
"Kunci mobil" guman Maya yang langsung panik langsung menggeledah tasnya namun tidak menemukan kunci mobil Alisya.
"Tenang saja nanti anak buahku akan membereskannya" kata Dirga tiba-tiba membuat Maya tertegun.
Selesai berkata seperti itu kini dalam mobil itu hanya di isi oleh keheningan dengan pikiran yang masing-masing.
Beberapa menit kemudian Dirga menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung bertingkat membuat Maya menatap ke luar.
"Terimah kasih Tuan" kata Maya lalu beranjak turun dan masuk ke dalam tanpa menoleh ke belakang lagi.
Bruk
"Capeknya"
guman Maya yang menjatuhkan dirinya di atas kasur menutup matanya membiarkan tubuhnya rileks.
Setelah 5 menit Maya memaksakan matanya untuk terbuka lalu dengan gerakan malas ia bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah seharian berlengketan dengan keringat.
Setelah 30 menit Maya keluar hanya dengan menggunakan jubah mandi di tubuhnya dengan handuk kecil yang bertengkar manis di atas kepalanya.
Maya yang memang sudah mengantuk langsung berjalan ke arah ranjang lalu naik berbaring dan menarik asal selimutnya lalu menutup mata yang langsung menuju alam mimpi lantaran terlalu mengantuk.
Sinar jingga baru saja muncul di sebelah timur bertetapan dengan Alisya yang menggeliat dan membuka matanya pelan.
"Sudah pagi" guman Alisya dengan senyum manis terlihat di bibirnya.
__ADS_1
"Mau kemana baby?" suara Serak khas bangun tidur Kenzo menghentikan pergerakan Alisya.
"Aku ingin bermain byy"
"APA.......?"
Kenzo yang masih mengantuk dan matanya masih tertutup langsung terbuka lebar saat mendengar Alisya ingin bermain.
"What are you doing baby?" Kenzo bertanya dengan wajah shock.
"Aku ingin bermain dengan mantan Daddy dan mantan Mommy" jawab Alisya dengan enteng membuat Kenzo lagi lagi hanya bisa melongo.
"Sepagi ini? ini masih pagi buta baby" kata Kenzo Frutasi.
Entah setan apa yang merasuki kekasihnya itu hingga pagi pagi buta malah bangun untuk bermain dengan tahanannya itu padahal Kenzo tahu jika kekasihnya itu adalah ratu kebo tapi kenapa sekarang berubah pikir Kenzo.
"Yah biar aku ingin menyambut pagi mereka dengan sedikit kejutan"
"Sialan.... gara-gara kecoak itu aku harus bangun pagi dan tidak puas memeluk kesayangan ku" umpat Kenzo dalam hati.
"Ayo keluar"
Alisya langsung menarik tangan Kenzo lalu dengan penuh senyuman keluar dari kamar Kenzo.
"Kenapa kau kita berjalan keluar markas baby?"
Kenzo bertanya dengan dahi yang mengkerut kepada Alisya. Bukankah ruangan tahanan ada di dalam lalu mengapa harus berjalan keluar dari markas pikir Kenzo.
Alisya hanya diam dan terus berjalan hingga sampai di depan pagar markas Kenzo. Disana terlihat pria berpakaian serbah hitam bersandar di mobil.
Kenzo langsung menyipitkan mata hingga tiba-tiba tatapan Kenzo langsung menajam seperti laser menghunus pria yang sudah dengan jelas ia lihat wajahnya.
"Bajingan kaku ini....." Umpat Kenzo dengan geram.
"Kakak" teriak Alisya lalu melepaskan tangan Kenzo dan berlari ke arah pria yang dia panggil Kakak.
Grep
"Jangan lari-lari Nona" ucap pria itu formal namun membalas pelukan Alisya.
__ADS_1
"Cih kak Bimo mah"
Bimo? yah pria itu adalah Bimo sang wakil Dark Devil sekaligus Kakak angkat Alisya. Bimo sengaja datang ke markas Kenzo karna Alisya memintanya membawakan sesuatu untuknya.