
**untuk episode ini khusus untuk part masalah
Alexa dan Leon jadi jangan heran kalau Alisya tidak muncul karna sengaja tidak di munculkan.
Sebelum lanjut saya meminta dengan sangat jika memang tidak suka Tolong...... saya meminta dengan sangat Tolong jangan memberikan komen yang bisa membuat saya sebagai Author down**.
...****************...
"Bersiaplah karna pembalasan orang tuaku akan segera aku tagih" kata Alisya dingin.
Deg
Mendengar kalimat Alisya tubuh Edric lang menegang lalu bergetar dengan kepala patah-patah Edric menoleh ke arah Alisya.
Edric semakin tambah gemetar melihat gerakan bibir Alisya yang sangat Edric tau bahasa bibir itu adalah,
"KEMATIAN"
"Galang keluar dan umumkan kita akan mengadakan rapat dadakan selama 30 menit ke depan" perintah Alisya kepada Galang sang sekretaris.
"Baik Nona" Galang segera keluar menjalankan perintah dari Nonanya.
Sedangkan Alisya langsung mengotak Atik ponselnya saat Galang keluar dari ruangannya.
"Hallo"
"Hallo Nona"
"Culik pria itu dan kirim ke markas pastikan tidak ada yang melukainya selama menjadi tahanan"
"Baik Nona"
"Setelah ini untuk sementara aku akan memberikan mereka sedikit waktu sampai waktu Alexa menikah dengan Leon" kata Alisya.
"TIDAK..........."teriak Alexa.
Tangannya gemetar memegang sebuah benda persegi panjang di tangannya yang menjukan garis dua yang mengatakan jika dia hamil.
"Tidak mungkin" guman Alexa menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Apanya yang tidak mungkin?"
Kata Reva yang baru saja masuk dalam kamar Alexa karna mendengar teriakan Alexa membuat waktu santainya terganggu hingga kemari untuk memberi pelajaran tapi malah dia melihat Alexa yang sedang terduduk di lantai dengan badan gemetar memegang benda persegi panjang.
Tunggu!
Reva langsung berjalan cepat ke arah Alexa dengan mata yang semakin tajam membuat Alexa takut.
"Mom........ Mommy kenapa bisa disini?" tanya Alexa dengan gugup menyembunyikan benda di tangannya ke belakang tubuhnya.
"Berikan" kata Reva mengadakan tangannya meminta benda yang di sembunyikan oleh Alexa.
"Be...... berikan a..... Apa Mom" ucap Alexa gugup.
"Berikan Alexa" sentak Reva namun Alexa terus menggelengkan kepalanya membuat Reva semakin meradang
Dengan amarah yang sudah memuncak Reva menarik Alexa lalu merampas benda di tangan Alexa.
"A.......apa ini. ka......kamu ha....hamil" ucap Reva bergetar melihat garis dua benda di tangannya yang tak lain dan tak bukan adalah Tespeck alat mengecek kehamilan.
"Mom....... A......aku bisa..."
PLAK
"Dasar anak sialan......" teriak Reva menarik rambut Alexa lalu menyeretnya keluar.
__ADS_1
"ANNA AMBILKAN SATA AIR PANAS" teriak Reva membahana.
"Kamu harus di beri pelajaran karna berani menggoda Daddy kamu sendiri"
Reva terus menyerang Alexa dengan membabi buta. Menjambak, menarik rambut Alexa, mencakar dan menampar di layangkan di wajah Alexa yang hanya bisa pasrah dan menangis.
"Nyonya ini air panasnya"
Anna tiba-tiba datang lalu menyodorkan sebaskom air panas mendidih kepada Reva dengan mata penuh binar menatap sinis ke arah Alexa.
"Ini dia hidangan utamanya" kata Reva tersenyum licik.
Sontak Alexa langsung membulatkan kedua matanya menatap ngeri uap air panas di baskom itu.
"Mom..... Jangan Mom" mohon Alexa kepada Reva.
Namun seribu sayang permohonan Alexa di anggap angin lalu oleh Reva. sepertinya di hati Reva sudah tidak tersisa lagi kasih sayang untuk putrinya itu. dengan senyum iblis Reva mengambil baskom itu lalu mengarahkannya pada Alexa.
PRANG......
"APA YANG KAMU LAKUKAN HA....? DIA ITU PUTRIMU" bentak Edric.
Edric yang baru masuk dalam rumah langsung membulatkan kedua matanya melihat Reva akan menyiram Alexa dengan air panas. melihat itu Edric langsung berlari lalu mendorong tangan Reva.
"PYTRIKU ATAU ****** YANG MEREBUT SUAMIKU HA......?" balas Reva menatap tajam Edric lalu Alexa.
"Sudah aku katakan jika itu adalah kecelakaan kenapa kau tidak mengerti Reva"
"Kecelakaan darimana? kau fikir aku bodoh he? Kau fikir aku tidak tau setiap malam kau selalu mengunjunginya ha.....?"
"Dimana hati nurani kamu ha.....? ada aku sebagai istrimu tapi kau malah dengan tanpa merasa bersalah malah mencari kepuasan batin pada anakmu sendiri. Yang istrimu itu aku atau dia ha.....?"
Reva berteriak nyaring di depan wajah Edric yang hanya bisa diam. Reva mengeluarkan semua uneg-unegnya yang dia rasakan selama ini.
"Dan karna perbuatan bejatmu itu anak kamu ini OPS salah bukan anak. tapi jalangmu ini sekarang sedang mengandung" lanjut Reva dengan napas yang memburu dan dada naik turun menahan elamarah.
"Ha.....hamil" beo Edric dengan mata yang melotot.
"Iya hamil dan itu pasti benih kamu" tunjuk Reva.
"Ba... bagaimana bi.....bisa?" gagap Edric.
"Yah bisalah kamu dan dia sama-sama tidak memakai pengaman" kata Reva yang semakin Emosi.
"AAAAAAA"
Edric langsung berteriak meremas rambutnya secara kasar. bagaimana dia akan menyelesaikan masalah ini sementara dia baru saja kehilangan pekerjaan sekaligus sumber kenyang-Nya belum lagi utang-piutang yang dia pinjam pada beberapa orang karna kebiasaannya yang selalu menyewa ****** dan selalu pergi ke kasino untuk berjudi.
Belum selesai masalah itu sekarang datang lagi masalah baru membuat kepala Edric sepertinya mau pecah namun hanya sebentar karna tiba-tiba saja Edric tersenyum licik
"Aku ada ide" ucap Edric tiba-tiba dengan senyum licik di bibirnya.
(Emang orang licik itu banyak ide yah hihihi)
"Apa" tanya Reva ketus.
Jika karna masih mencintai Edric makan sudah Reva pastikan akan segera membunuh pria di depannya ini. belum lagi Alexa jika saja ia tidak mengingat anak ini lahir dari rahimnya sudah musnahkan di malam ia melihat Penghianatan itu.
"Bagaimana jika kita memaksa Leon untuk bertanggung jawab bukankah malam itu juga mereka melakukannya bahkan Leon yang mengambil keperawanan Alexa" kata Edric.
Edric memilih memanfaatkan Leon untuk masalah ini agar kedepannya ada yang menghidupi mereka.
"Lagi pula dengan menikahkan Alexa dengan Leon kita akan pegengan hidup karna sekarang aku di pecat dari kantor. selain itu saham aku di perusahaan sudah berpindah tangan" lanjut Edric.
"APA......." teriak Reva kaget.
__ADS_1
"Karna itu nikahkan saja Alexa dengan Leon" kata Edric enteng.
"Cepat siap-siap kita akan segera menemui orang tua Leon" sentak Reva kepada Alexa yang hanya bisa menurut.
Beberapa menit kemudian terlihat Alexa sedang berjalan menuruni tangga dengan pelan karna jika boleh jujur kakinya sedikit sakit karna terbentur meja tadi saat Reva menariknya.
"Cepat! jangan hanya jadi siput disana" teriak Reva.
"Baik Mom" jawab Alexa yang mempercepat langkahnya menuju kedua orang tuanya yang sedang menunggunya.
"Sudah. Ayo berangkat" kata Edric berjalan duluan lalu di ikuti oleh Reva dan Alexa.
******
Sampai di kediaman kedua orang tua Leon. Edric dan keluarga segera di sambut oleh pelayan.
Kenapa di sambut? Karna sebelum berangkat Edric terlebih dahulu menghubungi Tuan Wijaya selaku Daddy Leon untuk mereka berkumpul di kediamannya.
"Selamat datang Tuan Edric" sambut Wijaya langsung berdiri lalu menjabat tangan Edric.
"Silahkan duduk Tuan Edric jeng dan Nak Alexa" kata Marissa yang mengajak mereka untuk duduk.
Akhirnya Edric sekeluarga duduk di depan Leon dan kedua orang tuanya.
"Mohon maaf jika memang kedatangan kami sekeluarga mengganggu waktu santai anda Tuan Wijaya dan Nyonya Marissa." kata Edric basa-basi.
"Aa itu tidak apa-apa Tuan" kata Wijaya dengan senyum kaku.
"Kedatangan saya dan keluarga saya datang kesini adalah untuk datang meminta pertanggung jawaban anak Tuan yaitu Leon terhadap putri saya Alexa" kata Edric dingin.
"Ma.....maksud Tu.....tuan apa?" tanya Wijaya terbata-bata menahan amarah jika yang di pikirkannya ini benar.
"Putri saya Alexa sedang hamil dan itu anak dari Leon"
Dhuarrrrr
Sontak Leon langsung terperanjat kaget mendengar penuturan Edric yang menyatakan Alexa sedang mengandung sedangkan untuk kedua orang tuanya hanya bisa mengepalkan tangan menahan amarah.
"Bagaimana mungkin? bisa saja itu anak orang lain kan? Bukan anak Leon" kata Marissa menahan amarah.
Deg
EDRIC?
REVA?
ALEXA?
Mereka bertiga langsung menegang mendengar pertanyaan Marisa itu. Reva langsung mencubit pinggang Alexa lalu menatapnya tajam.
Alexa hanya bisa meringis lalu menoleh ke arah Reva yang sedang menatapnya tajam.
"Le.......Leon ini benar-benar anak kamu. aku bahkan tidak keluar dari rumah setelah kejadian itu lagi pula kamu tau sendiri aku masih suci pada saat itu"
Deg
Mendengar itueon langsung kaget. Ia ingat betul jika malam itu dirinya adalah yang pertama bagi Alexa karna dia merasakan dan melihat sendiri nodah darah di seprey kamar hotel itu.
"Baiklah. aku akan segera menikahimu 3 hari lagi namun aku tidak menjanjikan pernikahan mewah karna keuangan perusahaan sedang terancam." kata Leon tegas.
"Lagi pula mengharapkan Alisya adalah hal yang mustahil mengingat yang menjadi sainganku adalah Tuan Kenzo. Jika aku menikahi Alexa setidaknya aku sedikit menyayangi dia di tambah akan ada seorang anak yang hadir di antara kami" lanjut Leon dalam hati.
"Tidak apa-apa yang penting sah secara hukum dan agama" kata Alexa cepat.
"Biarlah tidak meriah yang penting aku keluar dari neraka itu" kata Alexa dalam hati.
__ADS_1
Alexa benar-benar sudah tidak tahan hidup lebih lama lagi di rumah itu yang seharusnya tempatnya yang aman malah menjadi neraka untuknya.
Jika memang tidak suka tidak perlu menjatuhkan cukup di pendam saja atau di skip saja karna satu kata dari ketikan kalian bisa membuat seseorang jatuh 😔