Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Hukuman Kenzo


__ADS_3

1 Minggu kemudian.


"Baby wake up now....." bisik seorang pria ke telinga seorang gadis yang masih nyaman di balik selimut tebalnya..


"Baby...." lagi lagi pria itu berbisik di telinga sang gadis namun sang empu punya telinga malah terlihat tidak terusik sama sekali.


Pria itu meremas kasar rambutnya melihat gadis yang dia cintai masih asyik tidur nyenyak di balik selimut. Pria itu tak lain adalah Kenzo sedangkan gadis yang masih asyik terlelap dalam tidurnya adalah Alisya.


Ceklek


"Masih belum bangun juga?" tanya sosok pria yang baru saja masuk dalam kamar bernuansa Hitam putih itu.


"Belum. kamu bangunin sana" kata Kenzo menyuruh pria di depannya yang adalah Bimo untuk membangunkan Alisya.


"Mohon maaf nih yah saya masih sayang nyawa. bangunin dia sudah kayak bangunin singa sedang tidur. kamu bum lihat Alexi ngamuk karna tidurnya di ganggu kan" tanya Bimo yang langsung di balas anggukan kepala oleh Kenzo.


"Alexi pernah membantai 150 orang yang mengganggu tidurnya hanya mengandalkan sebuah belati di tangannya. lalu banyangin jika tiba-tiba dia terbangun dan melihat kita disini, bisa mampus kita" kata Bimo.


Wajah Kenzo langsung pucat pasi memikirkan Alisya yang mengamuk apa yang di lakukan saja beberapa hari yang lalu sangat membekas di otaknya dan Kenzo berjanji tidak akan membuat Alisya mengamuk lagi.


Sedangkan Bimo menyeringai licik saat melihat wajah pucat Kenzo membuat Bimo memiliki ide lain untuk membuat Kenzo semakin apes.


"Tunggu sebentar" ucap Bimo pelan.


Bimo berjalan masuk ke dalam kamar mandi lalu keluar dengan sebuah gayung di tangannya yang penuh dengan air.


"Aku ingin lihat bagaimana wajah panik kamu itu menjadi kenyataan" kata Bimo dalam hati tersenyum licik ke arah Kenzo.


"Untuk apa air itu?" tanya Kenzo polos.


Entah polos atau bodoh nggak tau karna Polos dan bodoh itu beda-beda tipis seperti Kenzo sekarang menjadi bodoh seketika.


BYUR.......


"Ini pegang" kata Bimo memindahkan gayung di tangannya ke tangan Kenzo lalu langsung berlari duduk di sofa tunggal dalam kamar itu.


"Apa yang......" kalimat Kenzo langsung terputus oleh teriakan yang memekikkan telinga.


"SIAPA YANG MENGGANGGU TIDUR KU HA.....?" teriak Alisya yang langsung berdiri di atas ranjang menatap tajam Bimo.


"Jangan menatap ke arahku Alexi lihat ke belakang mu" ucap Bimo santai.


Alexi sontak langsung menoleh ke belakang matanya melotot melihat Kenzo sedang memegang gayung.


"APA YANG KAMU LAKUKAN KENZO DEVANDRA KEANO" pekik Alisya dengan kekesalan yang sudah di ubun-ubun.


"Baby ini......." baru saja Kenzo ingin menjelaskan tapi langsung di potong oleh Alisya.

__ADS_1


"Diam....! sekarang ikut aku" kata Alisya menarik tangan Kenzo.


Kenzo hanya bisa memasang wajah masam dan mengikuti langkah kaki Alisya seperti anak ayam mengikuti induknya.


Sedangkan Bimo langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah masam Kenzo tanpa bisa melawan Alisya.


HAHAHAHA


"Akhirnya aku bisa membalasnya mudah-mudahan saja Alexi memberi hujaman berat" Guman Bimo.


Bimo sangat masih menyimpan dendam kepada Kenzo namun Bimo tidak bisa apa-apa saat Alisya dengan lapang dada memaafkan kesalahan Kenzo membuat Bimo garuk kepala karna kesal.


Kembali ke sisi Alisya dan Kenzo kini Alisya terus menarik tangan Kenzo hingga mereka sampai di sebuah taman yang berada di belakang mension.


Ceklek


Krek


Suara pagar dan jaring besi terbuka, Alisya tanpa ba-bi-bu langsung menarik Kenzo masuk dalam taman itu.


"Kebetulan Snake ku belum mandi jadi kamu mandikan jangan lupa kasih makan juga makanannya ada di gubuk tengah-tengah sana" kata Alisya menunjuk gubuk tengah-tengah taman di dalam jaring besi itu.


"Dan air mandinya lihat ada selang mandikan dengan itu disitu juga lengkap dengan sabunnya." terang Alisya lalu mengunci besi itu kembali.


"Kamu tunggu saja disini nanti Snake juga datang sendiri" kata Alisya tersenyum licik lalu berbalik pergi meninggalkan Kenzo.


Sssssh


Kenzo yang mendengar suara itu langsung menegang di tempat badanya semua kaku hingga dengan pelan kepalanya di balikkan patah-patah ke arah suara itu hingga amta Ke zo membulat sempurna.


AAAAAAAAAAAA


Sedang di sisi Alisya baru saja masuk ke dalam ruang tamu hingga tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah belakang.


HAHAHAHAHA


Bukannya panik atau cemas Alisya malah tertawa terbahak-bahak hingga berguling-guling di lantai dengan memegang perutnya.


Hahaha


"Aku yakin ekspresi pasti sangat ketakutan hahaha" kata Alisya yang masih dengan sisa-sisa tawanya.


"Ada apa dengan tawa mu itu Alexi?"


Bimo yang baru saja dari kamar Alisya mengernyitkan alis melihat Alisya yang tengah tertawa di ruang tamu.


"Jangan kepo deh Kak" balas Alisya yang berlalu pergi

__ADS_1


"Cih kenapa dia sekarang menjadi menyebalkan" guman Bimo menatap kepergian Alisya.


"Dimana pria posesif itu?" ucap Bimo pelan mencari keberadaan Kenzo namun tidak menemukannya.


Sedangkan di tempat lain yaitu di taman belakang kini Kenzo berdiri dengan gemetar menatap takut dan ngeri hewan di depannya.


"Yaaaak jangan kesini, pergi kesana saja.." kata Kenzo mengusir hewan itu namun hewan itu malah menatapnya tajam.


"Jangan makan daging ku, daging ku busuk dan pahit kamu tidak akan di...suka" ucap Kenzo lagi dengan nada suara yang gemetar.


SSSSSH SLASH


"AAAAAAA MENJAUH DARIKU" teriak Kenzo panik segera berlari menjauh dari hewan itu yang tak lain adalah Ular.


Sumpah demi apapun Kenzo memang kejam namun kekejamannya akan hilang bila di hadap dengan hewan tak berkaki itu. Kenzo sangat menakuti hewan yang namanya ular dan sejenisnya entah apa alasannya.


Jika mafia lain begitu menyukai ular berbeda dengan Kenzo yang sangat takut akan ular bahkan setiap berhadapan dengan ular Kenzo akan selalu bergetar.


Hosh hosh hosh


suara napas Kenzo terdengar tersengal-sengal bersandar pada pohon besar di taman itu.


"S*al jika aku tau hewan kesayangan mu adala hewan ini aku tidak akan mau masuk kandang ini baby" kata Kenzo yang masih mengatur napasnya.


"Aku kira Snake itu adalah Singa karna namanya terdengar keren dan jantan tapi siapa yang sangka jika Snake adalah seekor ular" Guman Kenzo lagi.


Sssssh Sssssh Ssssssh


Ke zo yang masih mau membuat suaranya langsung tertelan kembali saat mendengar dengusan itu badannya berdiri kaku seperti patung.


Sssssh Ssssssh


Kenzo dengan segenap keberanian yang tersisa mendongak ke atas ke asal suara hingga matanya hampir keluar saat melihat ular hijau sedang membuka mulutnya lebar-lebar siap untuk menerkamnya.


"AAAAAAAAAA JANGAN MAKAN SAYA......" teriak Kenzo yang langsung berlari kembali menghindari kejaran Ular hijau itu.


"Tadi ular hitam sekarang ular hijau lagi, aku akan benar-benar mati berada disini. baby kenapa kamu menghukum ku dengan hukuman seperti ini" kata Kenzo dalam hati meratapi nasibnya yang sangat malang.


Kenzo bisa saja menembak mati ular di belakangnya dengan pistol di pinggangnya tapi Kenzo masih ingat jika Alisya mengatakan ini adalah hewan kesayangannya.


Beberapa menit kemudian berlari Kenzo melihat sebuah pohon besar dengan langkah lebar Kenzo menuju pohon itu.


Sampai disana Kenzo memerhatikan pohon itu apa ada ular atau tidak ada setelah memastikan tidak ada ular Kenzo langsung jatuh terduduk dengan napas yang terputus-putus.


"Aku harus menelfon Dirga hanya dia yang bisa mengeluarkan ku dari penjara yang menakutkan ini" kata Kenzo yang langsung merogoh ponselnya.


"Hallo"

__ADS_1


"DIRGA SEGERA DATANG DI MENSION ALISYA KELUARKAN. AKU DARI TAMAN BELAKANG MENSION SECEPATNYA AKU AKAN MENUNGGU MU 5 MENIT JIKA TIDAK TAU AKIBATNYA."


__ADS_2