
Beberapa hari pun berlalu. hari yang di tunggu-tunggu Alexa akhirnya tiba juga yaitu hari pernikahannya dengan Leon.
Waktu yang di sebutkan oleh Leon tiga hari namun bagi Alexa waktu tiga hari itu baginya bagaikan 3 tahun. bagaimana tidak dalam 3 hari itu Reva semakin keras menyiksanya walau tidak bermain fisik namun mental dan batinnya terus di tekan oleh Reva yang Notabenenya adalah ibu kandungnya sendiri.
Sedangkan Edric? Pria itu hanya diam walau melihat Reva mencaci dan menyiksa Alexa secara batin. bahkan tanpa rasa bersalahnya Edric terus memaksa Alexa untuk melayaninya.
Emang bejat ini Edric anak sendiri kok di genjot tapi mau gimana lagi Edric seakan ketagihan dengan Alexa.
Dalam waktu 3 hari itu Edric terus meminta Alexa untuk melayaninya tanpa sepengetahuan Reva walau pada akhirnya Reva tetap tahu.
karna apa? karna Anna terus melaporkan kejadian itu pada Reva sehingga karna hal itu semakin membuat Reva stres dan membenci Alexa. bahkan Reva pernah menyerang Alexa dengan membabi-buta.
Jika saja Edric terlambat datang maka dapat di pastikan Alexa akan mati di tangan ibunya sendiri mengingat waktu itu Reva memegang pisau di tangannya.
"Sekarang kalian telah menjadi suami istri. silahkan Tuan cium istri anda" kata pak pendeta membuyarkan lamunan Alexa.
Cup
Leon mengecup kening lalu mencium lembut bibir Alexa.
"Aku mungkin belum mencintaimu namun aku akan berusaha mencintai kamu. oleh karna itu kita bangun hubungan kita dari awal lupakan masalah Alisya oke" bisik Leon yang di jawab anggukan oleh Alexa.
Leon memang licik tapi ia masih memiliki sedikit hati nurani begitu pula kedua orang tuanya. baik Marissa ataupun Wijaya mereka berdua membenci atau tidak Alexa karna tidak mempunyai apa-apa yaitu harta warisan tapi saat mendengar pengakuan Alexa yang hamil di tambah Leon mengatakan jika dirinya yang pertama untuk Alexa.
Wijaya dan Marisa hanya bisa menurut menikahkan Leon dan Alexa walau dalam hati mereka setengah ikhlas tapi mereka juga tidak ingin kehilangan cucu pertama mereka.
"Selamat sayang. akhirnya kamu menikah juga dengan Leon" kata Reva penuh senyum bahagia tapi tidak dengan matanya yang memancarkan tatapan tajam.
"Bolehkan Mommy memelukmu sebelum kamu ikut keluarga suami kamu?" kata Reva.
Sontak mendengar itu Alexa langsung mundur 2 langkah kebelakang. kepalanya langsung menggeleng kuat saat melihat Reva akan memeluknya.
"Alexa ayo peluk Mommy" kata Leon.
Mendengar itu Alexa hanya bisa menelan ludah lalu dengan sedikit ragu memeluk Reva.
"Ingat baik-baik. jangan pernah kembali ke rumah kami lagi jika kamu tidak ingin menghilang dari dunia ini" bisik Reva yang terdengar mengerikan.
"Selamat berbahagia sayang" kata Reva penuh senyuman lalu menarik Edric untuk segera menjauh.
Sedangkan Alexa langsung pucat pasi mendengar ancaman wanita yang menjadi ibunya itu. namun sayang apa yang di rasakan oleh Alexa tidak ada yang menyadarinya termaksud Leon.
__ADS_1
Setelah selesai pernikahan Alexa dan Leon segera meninggalkan area pernikahan di ikuti yang lainnya.
Di dalam mobil Alexa menutup mata dan menghembuskan napas lega karna sudah bebas dari neraka yang berwujud rumah serta iblis yang berwujud sebagai manusia.
"Akhirnya aku bisa bebas dari mereka berdua. aku benar-benar tidak menduga Mommy dan Daddy tega memperlakukan aku begitu buruk. bahkan Daddy dengan tega menjadikan aku pemuas nafsunya belaka." kata Alexa dalam hati.
"Ini semua karna kamu Alisya tunggu saja pembalasan dariku. kamu fikir aku akan diam saja membiarkan hidup kamu tenang dan bahagia sedangkan aku hidup tersiksa, TIDAK AKAN" lanjut Alexa penuh penekanan.
Alexa mengepalkan kedua tangannya mengingat satu persatu penyiksaan yang dia dapatkan dari kedua orang tuanya dan itu semua berawal dari Alisya.
****************
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang gadis yang sedang mengagungkan pedangnya (Katana) dengan membabi buta.
Gadis itu menyerang begitu brutal dan membantai habis musuh-musuhnya yang di ikuti seorang pria di belakangnya.
HAHAHAHAHA
"Ini sangat menyenangkan! aroma darah ini membuatku gila. hahahah" tawa gadis itu begitu nyaring dan terdengar mengerikan.
Gadis itu terus tertawa dengan keras namun terdengar mengerikan membuat kaki musuh menjadi gemetaran. gadis itu menyeringai lalu menghirup bau darah yang menempel di katana miliknya.
"Ini benar-benar memabukkan" Guman gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Alisya Arkana Demian atau bisa di sebut Alexi Arkana XU lebih tepatnya ketua Dark Devil.
"Benar-benar kejutan"
Batin semua orang termaksud anggota Dark Devil karna mereka belum pernah melihat secara langsung bagaimana Nona mereka bertarung walau Bimo Sang Wakil Nona pernah mengatakannya dan menggambarkan ke brutalan Nona mereka.
"Baby ayo kita masuk. biarkan sisanya mereka yang urus kita harus mencari Si David dan Robert sialan itu sebelum mereka kabur" kata Kenzo menghentikan kegiatan Alisya yang masih asyik mencincang tubuh anggota Black Dragon.
"Cih kabur lewat mana? bahkan jika lolos dari kepungan anggota mu belum tentu lolos dari kepungan anak buahmu" kata Alisya dengan sombong.
Bukannya marah Kenzo malah tersenyum dan merasa bangga karna wanitanya bukan wanita lemah.
Cup
"Jadi kamu menyiapkan rencana kamu sendiri?" tanya Kenzo yang masih sempat-sempatnya mengecup bibir Alisya di tengah-tengah perang.
Emang yah gays kalau udah cinta mau dimana pun dunia kek milik berdua dah yang lain mah pada ngontrak.
Walau jenius kalau sudah kena virus Cinta jadi Bucin bakal jadi bodoh dia mah kalau depan pawangnya.
__ADS_1
Kenzo dan Alexa langsung bergegas masuk dalam mension berlantai 3 itu.
Brak
Kenzo langsung menendang pintu hingga pintu itu terbuka lebar.
Dor
"Aw" Alisya langsung meringis saat merasakan lengannya di tembus sebuah peluru entah dari mana.
"Baby" kaget Kenzo.
Dor
Dor
Dor
"Sial" Umpat Kenzo dan Alisya secara bersamaan.
Hujaman peluru terus berdatangan membuat Alisya dan Kenzo terpisah cukup jauh lantaran menghindari hujaman peluru yang menargetkan mereka.
"Ramos Dirga segera ke dalam kami terpojok" Perintah Kenzo lewat Earphone yang terpasang di telinganya.
"Bimo serang bagian belakang dan kamu Justin cepat menyusulku" perintah Alisya yang melakukan hal yang sama seperti Kenzo.
"Baby are you oke?" suara Kenzo terdengar khawatir melalui earphone yang terpasang di telinga kiri Alisya sedangkan earphone yang di sebelah kanan khusus untuk para anggotanya.
"I'm fine" jawab Alisya seadanya.
Mata Alisya dan Kenzo terus mencari cela untuk menemukan asal peluru-peluru yang menghujam mereka.
"Sial. dimana asal peluru-peluru sialan ini" umpat Kenzo menggertakkan gigi dengan kekesalan yang sudah di ubun-ubun.
"Baby kamu melihat penembak jitu di sekitar sini" tanya Kenzo kepada Alisya yang sedang bersembunyi di balik dinding.
"Ini bukan peluruh dari penembak jitu tapi ini sistem keamanan rumah ini. arah peluruh ini memang mengincar musuh namun arahnya tidak menentu." kata Alisya yang mengawasi jalannya peluru-peluru itu.
Sontak mendengar itu Kenzo langsung mempertajam penglihatannya lalu mencoba keluar dari persembunyiannya.
"TUAN....." pekik Ramos dan Dirga yang melihat Kenzo keluar dari persembunyian.
__ADS_1
"Sialan..... Keparat..... Dasar tua Bangka licik" Umpat Kenzo.