
TAK
Kris yang kesal langsung menjitak kepala Ramos dengan keras. Sampai membuat sang empu meringis kesakitan.
"Kenapa kamu memukul kepalaku sialan!" Sentak Ramos dengan suara tertahan. Tidak mungkin dia marah-marah di depan Clarissa yang ada citranya malah buruk di depan sang gadis di cintainya.
"KAMU BODOH ATAU BAGAIMANA HA....? KAMU LUPA DIA BARU SAJA SELESAI OPERASI BAHKAN JAHITANNYA MASIH BELUM KERING TAPI KAMU MALAH MAIN NYOSOR SAJA SEPERTI BEBEK" kesal Kris yang berkacak pinggang menatap tajam Ramos.
Ramos yang mendengar penuturan dari Kris hanya bisa garuk-garuk kepala. Sebenarnya Ramos tahu jika Clarissa habis melakukan operasi tapi mau bagaimana lagi. Pria itu tidak tahan untuk tidak menyentuh dan mencium Clarissa.
Apalagi wajah memerah Clarissa benar-benar membuatnya tambah tergoda untuk melakukan lagi dan lagi. Ramos akui sangat tergoda dengan wajah memerah wanita itu. Tak ada nafsu yang di rasakan Ramos baik itu nafsu untuk menyentuh lebih atau nafsu untuk keinginan menyiksa Clarissa seperti wanita pada umumnya yang ia siksa.
Ramos semakin mencintai Clarissa. Ramos bukan pria romantis tapi pria itu akan menunjukan terang-terangan rasa sukanya. Ramos merupakan salah satu pria yang tidak menyimpan rasa ketertarikannya pada lawan jenis.
"Tidak pergi menggaruk kepala mu seperti itu! Dan kamu gadis kecil!" Tunjuk Kris pada Clarissa. "Jangan pernah mau di sosor buaya buntung ini! Dia ini penjahat kelamin" kata Keris yang menunjuk Ramos.
Plak
"Aku bukan penjahat kelamin" bela Ramos.
"Kalau bukan penjahat kelamin apa namanya pria yang terus membawa wanita di atas ranjang tiap malam?" Tanya Kris yang menatap sinis ke arah Ramos
"Tapi aku tidak memasuki mereka sialan!"
"Tetap saja!"
"Ck aku hanya membantu malaikat menjalankan tugasnya untuk menyingkirkan hama di muka bumi ini"
"Cih dasar Bucin"
"Dasar pengecut"
"Hey apa maksud ucapan mu itu?" Kata Kris yang menatap tajam Ramos.
"Ck lalu apa namanya dengan pria yang pacaran diam-diam seperti pencuri"
"Kau.......sudahlah"
Kris segera beranjak meninggalkan Ramos laku berjalan mendekati Clarissa. Kris mulai memeriksa kembali Clarissa memastikan gadis itu baik-baik saja dan tidak drop.
"Syukurlah semua berjalan dengan baik." Guman Kris yang menerbitkan senyum kecil Ramos.
__ADS_1
"Ramos ikut ke ruangan ku sekarang juga!" Kata Kris yang penuh penekanan menatap tajam ke arah Ramos.
"Pergilah aku akan menyusul" usir Ramos tanpa perasaan sedikitpun kepada Kris.
"Cih dasar Bucin" Kris hanya bisa berdecak kesal berjalan keluar dari ruangan.
"Kamu istrahalah aku akan keluar sebentar" bisik Ramos yang mengecup pelipis Clarissa lalu beranjak pergi.
Di tempat lain dalam sebuah ruangan terlihat Kevin yang duduk angkuh di kursinya. Sedangkan di depannya ada pria paruh baya yang merupakan Walikota.
Pria paruh baya itu tak lain dan tak bukan adalah Daddy Amara. Pria paruh baya itu begitu murka saat melihat kepala sang putri tercinta dikirimkan kediamannya kediamannya dalam keadaan yang tak bernyawa dan terpisah dari badannya. Bukan hanya hal itu yang membuat amarah pria paruh baya itu meledak-ledak. Selain kepala anaknya di dalam kotak itu ada jantung yang diduga merupakan jantung dari Amara putrinya.
"Jadi ada apa gerangan sehingga Pak Walikota menemui saya di sini?" Tanya Kevin datar yang menatap tajam pria paruh baya di depannya itu.
"Saya ingin Tuan membunuh wanita ini" kata pria paruh baya itu yang meletakkan selembar foto di atas meja Kevin.
Kevin yang mendengar itu langsung mengerutkan alis mengambil selembar foto itu dan melihatnya. Untuk sesaat mata Kevin tertegun saat melihat target yang di inginkan oleh pria paruh baya di depannya itu. Wanita yang menjadi target pria paruh baya itu tak lain dan tak bukan adalah Alisya.
Wanita yang menjadi istri dari Kenzo yang merupakan musuh bebuyutannya. Akan tetapi, untuk saat ini Kevin tidak berani bergerak secara terang-terangan karena orang kepercayaannya yaitu Tommy sekaligus petarung paling handal di kelompoknya kini tengah terbaring tak berdaya karena serangan beberapa hari yang lalu.
"Bukankah dia merupakan istri dari seorang pengusaha sukses yang bernama Kenzo?" Tanya Kevin yang pura-pura tidak mengenal Kenzo.
"Benar tuan. Saya ingin Tuan membunuh wanita sundal itu." Balas pria paruh baya itu dengan mata yang memicing tajam.
"Karena Wanita itu membunuh putri saya. Bukan hanya membunuh wanita itu juga mengirim kepala dan jantung putri saya terpisah dari badannya ke kediaman saya"
Kevin yang mendengar penuturan dari pria paruh baya di depannya langsung membulatkan mata. Bagi Kevin itu mustahil di lakukan oleh Alisya. Walau wanita itu pandai berkelahi tapi tidak mungkin wanita sepertinya melakukan hal yang begitu mengerikan.
Kevin bisa menebak jika itu semua ulah Kenzo tapi apa masalahnya pikir Kevin.
"Berapa bayaran yang kamu tawarkan?" Tanya Kevin dengan sinis ke arah pria paruh baya di depannya.
"200juta" jawab pria itu dengan ragu.
Hahahahaha
Kevin yang mendengar jawaban pria paruh baya itu langsung tertawa terbahak-bahak.
"200juta? Cih Aku tidak akan melakukan misi dengan bayaran yang begitu murah apalagi dengan risiko yang begitu tinggi seperti melawan Tuan Kenzo itu" kata Kevin dengan datar.
Pria paruh baya yang mendengar penuturan dari Kevin hanya bisa manggut-manggut. Sebagai orang yang cukup berpengaruh di negara ini tiap paruh baya itu jelas tahu risiko melawan dari seorang Kenzo sang raja bisnis. Akan tetapi, sebagai seorang ayah pria paruh baya itu tidak akan membiarkan wanita yang menjadi penyebab kematian dari putrinya lolos begitu saja.
__ADS_1
Pria paruh baya itu telah bersumpah untuk membunuh wanita yang menjadi dalam dari pembunuhan Sang Putri Selain itu karena wanita yang bernama Alisya pula putrinya harus kehilangan orang yang dia cintai.
"Jadi berapa Tuan?" Tanya pria baru baya itu dengan ragu-ragu.
"Jika hanya misi untuk menyingkirkan pengusaha biasa aku memasang tarif sebanyak 500 juta. Tapi target yang kamu targetkan ini adalah orang yang sangat berpengaruh di negara ini bukan hanya berpengaruh tapi sangat berpengaruh di seluruh dunia. Mengusik wanita ini sama saja dengan mengusiknya terlalu banyak resiko daripada keberhasilan. Jika aku melakukan misi ini bukan nyawa kamu tapi nyawa aku yang terancam. Jadi......."
Kevin beda kalimatnya dengan terus menatap pria paruh baya di depannya. Sedangkan pria paruh baya itu hanya bisa meremas kedua tangannya yang dingin.
"Jadi....?"
"Aku akan melakukannya tapi dengan bayaran 1 miliar"
"APA.....?" Teriak pria paruh baya itu kaget yang langsung berdiri menatap tajam Kevin.
"Kau berani berteriak kepadaku?" Kata Kevin dengan suara datar.
"Bagaimana bisa semua hal itu? Aku hanya menginginkan wanita itu mati!" Ucap pria paruh baya itu yang penuh penekanan.
"Apa kamu belum juga mengerti pria tua? Wanita itu merupakan istri kesayangan Tuan Kenzo. Menurutmu apa yang akan di lakukan oleh Kenzo Jika ada yang mengusik istrinya? Dia akan mencarinya dan pasti akan membunuhku sialan!" Balas Kevin yang menatap kajian pria paruh baya itu.
"Tapi tetap saja itu mustahil Bagaimana bayaran bisa sama hal itu?"
"Ya sudah. Kelompok lain untuk melakukan keinginan anda itu tapi aku jamin tidak akan ada kelompok yang berani manusia pria yang terkenal dengan julukan Raja bisnis itu. Jika pun ada pembayarannya akan lebih mahal dibanding yang aku sebutkan" ucap Kevin yang tersenyum miring.
Mendengar penuturan dari Kevin pria paruh baya itu langsung terdiam kaku dengan mata melotot. Apa yang dikatakan oleh Kevin adalah kebenarannya di luar sana tidak akan ada kelompok yang mau membantunya untuk menuntaskan dendamnya. Mengingat Kenzo orang yang begitu berpengaruh membuat pria paruh baya itu menghilang nafas kasar mendudukkan dirinya kembali disebut di depan Kevin.
Sedangkan Kevin yang melihat keterdiaman pria paruh baya itu langsung menyunggingkan senyum licik. Sebenarnya Kevin sengaja memanfaatkan dia paruh baya di depannya itu untuk kepentingan pribadi
Saat ini kondisi keuangan perusahaan Kevin sedang krisis lantaran beberapa hari yang lalu tiba-tiba data perusahaan bocor ke internet. Ditambah dengan keadaan markasnya yang mengalami kerusakan lantaran serangan dari kamus beberapa hari yang lalu mengakibatkan juga orang kepercayaannya Tommy kini terbaring tak berdaya di rumah sakit dengan kedua tangannya yang patah.
Sejak Kevin mencegah Alisya waktu itu kini pergerakan Kevin telah di awasi dengan ketat oleh anak buah dari Kenzo. Oleh karena itu, Kevin memilih untuk diam sementara waktu karena bergerak sekarang pun tidak ada gunanya.
"A.....apa ti...tidak bisa lebih mu...murah sedikit Tuan" ucap pria paruh baya itu dengan penuh harap.
"Anda pikir ini pasar yang melakukan tawar-menawar? Jika anda tidak mampu membayar lebih baik anda kembali. Hilangkan saja niat anda untuk membalas dendam itu karena itu tidak akan pernah tercapai" balas Kevin dengan sinis.
"Tidak tidak ini tidak boleh di biarkan. Wanita sundal itu harus mati tidak boleh hidup lebih lama lagi menghirup udara segar di dunia ini. Dia juga harus menyusun putriku yang telah dia bunuh dengan tragis" kata pria paruh baya itu dalam hati penuh akan kemarahan dan denda yang membara kepada Alisya.
"Baiklah. Akan saya bayar. Ini cek 500 juta sebagai uang muka saya akan kirim sisanya setelah tugas Tuan selesai," ucap pria paruh baya itu yang meletakkan sebuah cek senilai 500 juta di atas meja Kevin.
"Deal"
__ADS_1
Kevin dan pria paruh baya itu saling berjabat tangan dan tersenyum licik. Kevin yang tersenyum karena mendapatkan modal untuk membangun kembali perusahaannya yang terancam gulung tikar. Sedangkan pria paruh baya itu tersenyum karena membayangkan Alisya a yang akan segera mati.