Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Mengajak kerja sama


__ADS_3

"Ali......sya"


Mata Kenzo melotot saat tidak menemukan keberadaan Alisya di depannya.


"$hit" umpat Kenzo yang berlari keluar.


"Alisya mana?" tanya Kenzo saat melihat Dirga di depan ruangan miliknya.


"Sudah pergi Tuan" jawab Dirga.


"Kenapa kau tidak tahan" sentak Kenzo lalu berlari ke Lift


Sedangkan di bawah Alisya berjalan keluar dari lift lalu menuju pintu keluar perusahaan.


"Mau ada sekutu atau tidak aku akan tetap mencarimu bahkan jika harus ke neraka sekalipun" batin Alisya.


Grep


"Maaf" bisik seseorang yang Alisya kenali walau hanya lewat parfumnya.


"Kenzo" guman Alisya.


"Kita masuk dan kita bicarakan kembali" kata Kenzo yang masih terus mendekap Alisya dari belakang tanpa menyadari jika mereka menjadi pusat perhatian dari semua karyawan perusahaan Kenzo.


"Lepas kita di lihatin" bisik Alisya yang berusaha melepaskan lilitan tangan Kenzo di perutnya.


"Sudah ayo" Kenzo melepaskan pelukannya lalu menarik lembut tangan Alisya untuk masuk kembali.


"Apa yang kamu ketahui?" tanya Kenzo.


"Hampir semua mungkin," jawab Alisya santai.


Kenzo menatap dalam Alisya yang hanya bersikap tenang seakan tak ada sedikit pun ketakutan di matanya.


"DIRGA......." panggil Kenzo.


"Iya Tuan" jawab Dirga yang baru masuk.


"Gini amat nasib bawahan" batin Dirga tertekan.


"Kita ke markas sekarang" kata Kenzo lalu menarik lembut tangan Alisya.


Mereka bertiga segera keluar menuju lobby. sampai di lobby Dirga dengan sigap membukakan pintu untuk Kenzo sedangkan Alisya langsung masuk dan mengotak Atik ponselnya.


"Lebih baik aku jujur saja" batin Alisya menatap dalam Kenzo.


"Ada apa hm?" tanya Kenzo lembut.


"Di markas saja" jawab Alisya singkat.


Sampai di markas Kenzo mengernyitkan alis melihat beberapa anggotanya sedang mengepung sebuah mobil hitam dengan menodongkan senjata api.


"Ada apa ini?" tanya Kenzo datar.


"Mobil ini tiba-tiba berhenti disini Tuan, orang yang di dalamnya juga tidak ingin keluar" jawab anggota Kenzo.


Sedangkan Alisya dengan santai mendekati mobil itu lalu mengetuk jendelanya sebanyak 3 kali.


"Keluarlah" perintah Alisya datar dan dingin.

__ADS_1


Ceklek


Ceklek


Ceklek


Ketiga pintu mobil langsung terbuka secara bersamaan lalu muncul 2 orang pria dan 1 orang wanita.


"Salam Nona" ucap kedua orang pria itu dengan berlutut menekuk satu lutut seperti prajurit/jendral.


Deg


Maya dan Dirga langsung menjatuhkan rahang saat melihat kedua pria itu berlutut di depan Alisya begitu mudah. sedangkan Kenzo hanya bisa melihat dalam diam.


"Bangunlah''


"Terima kasih Nona"


"Aku butuh penjelasan mu baby" kata Kenzo datar lalu masuk ke dalam markas di ikuti yang lain di belakang.


"Dirga panggil Alvaro, Kris, dan Ramos untuk ke ruangan rapat!" perintah Kenzo.


"Baik Tuan" jawab Dirga yang langsung berjalan berlawanan arah dengan Kenzo.


Beberapa menit kemudian semua orang sudah berkumpul dalam ruangan itu. Kenzo langsung menatap tajam Alisya penuh dengan tuntutan.


Melihat semua orang sudah hadir, Alisya mengambil napas lalu menghembuskan perlahan-lahan.


"Sebelum memulai aku akan memperkenalkan diriku yang sebenarnya." kata Alisya datar dan dingin.


Membuat beberapa orang dalam ruangan itu merinding karna nada dan aura yang di keluarkan Alisya berbeda dengan beberapa bulan lalu bahkan Maya sampai bergidik ngeri.


Dhuarrrrr


Semua orang langsung menganga-nganga di tempat terutama Maya yang matanya sudah mau keluar.


"Kamu bohongin aku ya ......? bukannya kamu bilang jika Kakek XU. orang yang menolong mu hingga kamu ingin membalas budi" sentak Mata berapi-api.


Maya benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa sahabat yang selalu dia percaya selama ini malah menyembunyikan fakta sebesar ini.


"Maaf" cicit Alisya menatap sendu Maya.


"Sudahlah jangan memberikan aku tatapan seperti itu." kata Maya yang tidak bisa marah jika Alisya sudah menatapnya seperti anak anjing.


"Dan mereka berdua. Justin dan Bimo adalah orang kepercayaan ku di markas" kata Alisya menunjuk Justin dan Bimo.


"Bukannya anda pengacara hebat itu?" tanya Alvaro.


"Itu hanya pekerjaan sampingan Tuan" jawab Justin santai.


Uhukk uhukk


Sontak membuat Alvaro, Kris, dan Dirga langsung terbatuk-batuk mendengar jawaban Justin begitu santai.


"Kerja sampingan katanya! mana ada kerja sampingan seharga fantasi seperti itu" batin ketiganya kompak saling pandang.


"Aku ingin mengajak kalian untuk bekerja sama dengan Dark Devil untuk menghancurkan Black Dragon" kata Alisya to the point.


Mendengar ajakan Itu baik Kenzo maupun anggota inti tidak ada yang berani bicara. karna bagi mereka Black Dragon adalah Mafia yang terkena kelicikannya yang tidak pernah bisa di tangkap namun mereka juga tidak mengetahui pasti bagaimana kekuatan Dark Devil karna Dark Devil tidak pernah mengekspos keberadaan mereka bahkan mereka beranggapan jika Dark Devil hanya sebuah gosip biasa tapi hari ini mereka melihat dengan jelas ketua Dark Devil.

__ADS_1


"Kenapa? kenapa kamu ingin sekali menghancurkan Black Dragon?" tanya Kenzo setelah sekian lama diam.


"10 tahun lalu ketua Black Dragon membantai habis seluruh keluarga terkaya di China hingga meninggalkan satu orang saja karna dia berhasil lolos dan orang itu adalah kakek Xu" papar Alisya.


"Selama bertahun-tahun kakek hidup dalam pelarian dan persembunyian dari kelompok itu yang terus memburunya." lanjut Alisya mengepalkan kedua tangannya.


"Sejak aku di angkat menjadi Cucunya 8 tahun lalu aku sudah berjanji akan mencari orang itu lalu menyeret atau membawakan kepalanya di hadapan Kakek Xu"


"Jadi ini alasan kamu yang mati-matian untuk membalas dendam dan...... ternyata selama ini aku cemburu pada Kakeknya sendiri" kata Kenzo yang terkekeh dalam hati mengingat kecemburuan dirinya beberapa hari ini.


"Baiklah aku setuju untuk kerja sama" jawab Kenzo yang langsung membuat semua orang kaget terutama para bawahan inti Kenzo.


"Tapi Tuan Black Dragon bukanlah Mafia kecil seperti........" ucapan Ramos terhenti dengan,


"Tenang saja. aku hanya perlu kalian, anggota kalian 20 orang dengan tingkat S dan beberapa senjata ciptaan terbaru terutama racun anda Tuan Kris karna stok racun di Dark Devil menipis." potong Alisya.


Hah


Lagi lagi mereka di buat melongo oelh penuturan Alisya yang begitu santai namun berbeda dengan Justin dan Bimo yang hanya diam dengan wajah datar mereka karna mereka tau bagaimana dashyatnya kalau Nona mereka sudah marah.


"Kamu gila ya......? kita ini mau perang! bukan main-main Alisya kau pikir nyawamu ada sembilan ha.....?" teriak Maya yang emosi karna ucapan Alisya.


"Kalian tidak mengetahui bagaimana mengerikannya kekuatan Dark Devil jika mereka berniat menghancurkan bahkan ke amanan markas ini bisa aku porak-porandakan jika aku ingin. kamu tidak mungkin lupa dengan kemampuanku kan Maya?" tanya Alisya dengan tersenyum misterius ke arah Maya.


"Cih dasar Iblis kecil" Guman Maya namun masih di dengar oleh mereka semua.


"Kenapa kau sangat yakin Nona" kata Ramos yang kurang suka karna seakan-akan keamanan markas mereka di ragukan.


Mendengar itu Alisya langsung menoleh ke arah Ramos lalu ke arah Kenzo secara bergantian lalu tersenyum miring.


"Jangan salahkan aku" kata Alisya.


"Eh Alisya ja........" kalimat Maya terpotong dengan perintah Alisya langsung.


"Bimo berikan aku leptop" pinta Alisya


"Ini Nona" Bimo langsung meletakkan sebuah Leptop di depan Alisya.


Alisya tersenyum miring lalu menghidupkan leptop itu beberapa menit kemudian Alisya memanikan jari-jari tangannya di atas keyboard hingga terdengar.


Ting


Ting


Ting


"Itu......."


"Alarm peringatan" pekik Ramos membuat semua orang berdiri lalu berlari keluar namun terlmbat.


Bom


Ledakan kecil di ruangan khusus IT membuat Dirga dan Ramos saling lirik lalu menoleh ke arah Alisya yang dengan tenang tersenyum manis.


"Sebelum itu kenalkan namaku Iblis kecil sedangkan dia adalah Monster kecil. Kami adalah sosok yang sedang kalian cari-cari beberapa tahun ini karna pernah 5 tahun lalu aku pernah membobol perusahaan KEANO GROUP"


"APA........."


BRUK

__ADS_1


__ADS_2