
"Biar aku keringkan" ucap Kenzo yang mengambil alih alat pengering rambut itu lalu mulai mengeringkan rambut Alisya. sedangkan Alisya hanya menurut tanpa membantah keinginan.
Sambil menunggu Kenzo yang mengeringkan rambutnya Alisya memilih mulai mengoleskan make up sederhana di wajahnya agar terlihat lebih fresh.
"Jangan dandan terlalu cantik baby nanti jika kamu di rebut dari ku bagaimana?" kata Kenzo dengan muka cemberut.
"Astaga aku hanya mengoleskan begitu sedikit tidak banyak" balas Alisya yang memakai lipstik namun tidak terlalu tebal.
"Tapi tetap saja kamu terlalu cantik bahkan bertambah cantik karna kamu memakai itu dan itu" kata Kenzo menunjuk lipstik dan sebuah bedak kecil.
"Karna aku memang sudah cantik dari awal" balas Alisya dengan bangga.
"Kamu memang cantik baby oleh karena itu, aku tidak ingin kamu keluar tapi mau gimana lagi tidak mungkin aku terus mengurung kamu di kamar teru menerus" kata Kenzo dalam hati yang ikut menghela napas.
"Ayo berangkat" kata Alisya dengan riang berdiri lalu berjalan keluar di ikuti oleh Kenzo di belakang.
"Silahkan masuk my Queen" kata Kenzo dengan lembut yang sudah membukakan pintu mobil untuk sang istri"
"Lho kok ada mobil" kata Alisya heran namun tak menolak masuk ke dalam.
"Byy kamu belum jawab pertanyaan aku loh" kata Alisya yang cemberut.
"Ini hanya mobil murah baby jadi tak sulit untuk membelinya" jawab Kenzo yang langsung membawa sang istri di pelukannya.
Sedangkan Reiki di depan yang sedang menyetir rasanya ingin muntah darah mendengar Tuannya dengan enteng mengatakan kata murah.
"Apa Tuan benar-benar gila bagaimana bisa Tuan mengatakan mobil murah saat harga mobil ini bahkan mencapai ratusan juta" batin Reiki yang hanya bisa menelan ludah kasar.
"Kita kemana baby" Kenzo bertanya dengan terus memainkan rambut dan menghirup wangi rambut Alisya.
"Bagaimana jika di taman hiburan tadi aku lihat di internet katanya mereka mengada festival disana" ungkap Alisya dengan binar mata.
"Taman hiburan? tapi disana banyak orang baby" ucap Kenzo yang dengan niat menolak halus.
"Ya bagus kalau banyak orang pasti rame" balas Alisya dengan santai.
"Tapi baby"
"Eh Tuan supir ayo meluncur ke taman hiburan ini petanya" kata Alisya yang tak menghiraukan Kenzo langsung menyerahkan ponselnya kepada Reiki yang menunjukan lokasi taman hiburan yang di adakan festival itu.
__ADS_1
"Huuuuh pasti disana banyak oppa-oppa Korea itu aku harus menjaga istri ku dengan ketat jika tidak pasti banyak oppa-oppa yang akan meliriknya atau bahkan mendekatinya" batin Kenzo yang gelisah sudah memikirkan bagaimana cara menjaga istri nya itu.
Sedangkan di belakang mobil yang di tumpangi oleh Alisya dan Kenzo ada mobil hitam yang terus mengikuti mereka. ternyata orang dalam mobil itu adalah mata-mata yang di suruh Melinda untuk mengawasi dan mengikuti kemana pun Kenzo dan Alisya pergi.
"Aku harus melapor pada Nyonya" Guman pria itu yang langsung menghubungi orang yang menyuruhnya gak tak lain dan tak bukan adalah Melindu ibu kandung dari Kenzo.
"Ada apa?" suara wanita terdengar di sebrang sana.
"Saya sedang mengikuti Tuan Kenzo dan istri nya Nyonya dan mereka sepertinya menuju menuju ke taman hiburan yang berada di Xh karna rutenya menuju kesana" lapor pria itu yang terus mengawasi pergerakan mobil dari yang di tumpangi Kenzo.
"Terus awasi dan ikuti aku akan meluncur kesana" ucap Melinda.
"Baik Nyonya" Pria itu langsung mematikan ponselnya lalu fokus kembali mengikuti mobil di depannya.
Beberapa menit kemudian mobil yang di tumpangi Kenzo berhenti di sebuah taman yang begitu ramai karna banyak orang yang datang kesitu untuk menonton festival.
"Wahhh ini sangat ramai" ucap Alisya dengan pandangan mata kagum.
Tanpa menunggu persetujuan dari Kenzo, Alisya langsung menarik Kenzo masuk ke dalam taman mencoba berbagai jajanan di taman itu dan mencoba permainan yang ada bahkan tak henti-hentinya Alisya tertawa.
Kenzo yang melihat Alisya begitu bahagia hanya suatu hal kecil ikut menyunggingkan senyum. istrinya tak perlu barang mewah untuk membuatnya senang cukup hanya dengan menuruti keinginannya maka istrinya itu akan sangat bahagia padahal keinginannya adalah hal paling kecil di dunia ini.
Kenzo hanya bisa menatap Alisya dari jauh menatap senyum yang mengembang di bibir istrinya yang begitu terlihat bahagia bahkan istrinya itu tidak tahu atau mungkin tidak sadar jika dia sudah di kerumungi anak-anak karna terus meniupkan balon air di udara.
Hahahaha
hahahaha
hahahaha
"Ini sangat seru" teriak Alisya lantang yang tak peduli jika menjadi pusat perhatian orang-orang.
Alisya dari kecil hidup dalam tekanan yang begitu mencekam membuat ya tidak mengerti apa arti dari bahagia sesungguhnya. hidupnya terlalu sibuk memikirkan cara untuk membuat orang yang di anggap orang tuanya keluarganya agar menyayanginya tidak tau-taunya bahkan sampai dia dewasa dia tidak dapat merasakan hal itu dari mereka.
Namun sekarang untuk pertama kalinya Alisya benar-benar merasakan kebahagiaan yang begitu besar dan secara bebas. untuk pertama kalinya Alisya merasa bahagia walau dengan hal sederhana namun hatinya begitu gembira dan lapang.
Hahahah
Alisya tertawa bahagia saat anak-anak di sampingnya memegang tangannya hingga mereka semua membentuk lingkaran lalu membuat Alisya berada di tengah-tengah.
__ADS_1
"Kakak ayo tiup lagi balon airnya yang banyak"
"Iya kak ayo cepat"
Anak-anak kecil itu terus menyoraki Alisya untuk meniup balon-balon yang dari air yang di beri busa itu hingga menjadi banyak di udara.
Di saat seperti ini Alisya tidak terlihat sebagai wanita biasa melainkan seperti gadis yang berusia 18 tahun yang masih baru menemukan kebahagiaannya. orang-orang di sekitar bahkan berhenti lalu menatapnya penuh akan rasa kagum.
Alisya bagaikan sosok peri yang menari-nari dengan di temani beberapa anak kecil bahkan Alisya tak jijik saat tangan anak-anak itu memegangnya padahal tangan mereka kotor.
Anggota Kenzo yang melihat itu akan sikap dari Istri ketua mereka hanya tersenyum tipis dengan terus mengedarkan sekitar guna untuk menjaga keamanan dari wanita Bos mereka itu.
Mereka semua akhirnya tau kenapa Bos mereka begitu mencintai wanita di depan mereka sana bahkan mencintainya dengan gila ternyata dia memiliki hati yang begitu lembut kentara dengan cara memperlakukannya kepada anak-anak.
"Mana mereka" kata wanita paruh baya itu yang baru datang langsung menepuk punggung pria yang sedari tadi sedang mengawasi Kenzo.
Sosok wanita paruh baya itu tak lain dan tak bukan adalah Melinda Ibu Kenzo yang datang menyusul untuk melihat secara langsung istri pilihan dari Kenzo.
"Itu Tuan Kenzo dan istrinya adalah wanita yang sedang bermain dengan anak-anak itu." kata pria itu menunjuk Kenzo lalu menunjuk Alisya.
Melinda langsung melihat ke arah Ke zo yang sedang duduk menatap istrinya lalu Melinda mengalihkan pandangannya menatap wanita yang di duga istri dari Kenzo.
"Cih hanya anak miskin selain miskin dia juga hanya anak buangan tidak pantas bersanding dengan putra ku karna harta putra hanya akan menjadi milik ku apapun yang terjadi" kata wanita paruh baya itu menatap tajam Alisya.
"Em menurut informasi dia bukan wanita miskin Nyonya dia pewaris dari Beatrix Company dan pewaris satu-satunya perusahaan terbesar di China" terang pria itu.
"Apa kamu yakin?" tanya Melinda yang kurang yakin akan itu.
"Yakin Nyonya saya sudah mencari tahu tentang wanita itu dan semua itu memang kenyataannya" terang pria itu.
"Jadi dia kaya juga tapi tetap saja aku tidak menyukainya cepat atau lambat aku harus menyingkirkannya dari hidup Kenzo karna dia adalah batu halangan yang akan menghalangiku menguasai harta Kenzo. selain itu mungkin sebelum aku menyingkirkannya ada baiknya jika aku merebut dulu semua hartanya" kata Melinda dalam hati tersenyum licik menatap penuh kebencian ke arah Alisya.
Alisya yang merasakan seseorang menatapnya dengan aura yang membunuh segera mengedarkan pandangannya hingga ia bertatap mata dengan Melinda.
Alisya yang melihat Melinda di depan sana tiba-tiba menyerigai lalu tersenyum miring ke arah Melinda.
"Ternyata Ibu mertua ku tercinta sudah bergerak belum apa-apa ternyata anda sudah mengibarkan bendera permusuhan jangan salahkan aku jika aku membuat anda semakin menjauh dari suamiku" kata Alisya dalam hati yang lagi-lagi menyeringai licik.
Sedangkan di tempat Melinda, Melinda kaget saat melihat jika Alisya membalas tatapan tajamnya dan jangan lupakan senyumnya itu bukan senyum manis namun itu terlihat menakutkan membuat Melinda tertegun.
__ADS_1
"Dia sepertinya bukan wanita polos seperti dugaan ku" kata Maya dalam hati yang masih menatap Alisya.