
Tok
Tok
Tok
"Masuk"
Ceklek
"Tuan ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani" Dirga meletakkan tumpukan berkas di meja Kenzo.
Pakg
Kenzo yang masih menyimpan amarah terhadap Dirga langsung memukul kepala Dirga dengan berkas di tangannya
"Ssst Tuan" Dirga hanya bisa meringis tanpa melakukan Protes.
"Hanya masalah sekecil itu kau sampai merepotkan ku." kata Kenzo dengan geram.
"Maaf Tuan tapi mereka tidak ingin melakukan pertemuan jika bukan Tuan yang datang" kata Dirga mencoba membela diri.
"Lain kali batalkan saja" kata Kenzo enteng.
"Kalau keuntungan nya besar" tanya Dirga.
"Saya bilang batal yah batal berani membatah ha..." hardik Kenzo.
"Tidak Tuan" jawab Dirga menundukkan kepala.
"Dulu saja anda jadi Raja kerja Sekarang Tuan malah seenaknya memutuskan hubungan kerja sama." batin Dirga melirik Kenzo yang nampak masih menahan kekesalannya.
"Sekarang keluar. kerjakan pekerjaan mu cepat setelah selesai datang kembali ke ruanganku" kata Kenzo mengusir Dirga.
"Baik Tuan" Dengan paruh Dirga berjalan keluar dari ruangan Kenzo.
"HAAAA kurasa aku tak akan bisa pulang cepat sayang" desah Kenzo menatap wallpaper ponselnya yang berupa gambar Alisya saat sedang tidur.
Setelah Puas menatap wajah Alisya walau di ponselnya Kenzo mulai serius mengambil satu persatu berkas di atas meja membaca dan menanda tangani terus ia lakukan.
Jarum jam terus berputar tak terasa hari kini telah berganti malam tapi Kenzo belum ada tanda-tanda untuk selesai.
Kenzo terus fokus membaca dan menanda tangani berkas yang ia anggap sesuai. tangannya begitu cepat mencoret-coret berkas itu hingga menjadi sebuah tanda tangan.
Beberapa menit kemudian terlihat Kenzo yang merapikan tumpukan berkas-berkas di atas meja. Kenzo merenggangkan kedua tangannya lebar-lebar hingga terdengar
Krek
krek
krek
Entah otot atau tulang-tulang yang di perbaiki karna terlalu lama duduk di depan komputer.
"Ah aku sungguh merindukanmu Baby. Tunggu aku" monolog Kenzo lalu segera berdiri lalu berjalan keluar.
__ADS_1
"Tuan" sapa Dirga yang baru keluar dari ruangannya juga.
"Hm"
Dirga mengernyitkan Alis mendengar jawaban Tuannya. Tuannya memang Dingin tapi semenjak bertemu Alisya Tuan dinginnya itu mulai sedikit Berbah walau masih dingin tapi tak sedingin dan secuek dulu lalu kenapa sekarang malah balik lagi pikir Dirga.
Kenzo berjalan dengan langkah lebar menuju Lift khusus di ikuti Dirga sampai disana Kenzo lalu menekan angka 1.
Ting
Kenzo keluar dari Lift lalu menuju lobby mencari mobil miliknya. setelah dapat mereka segera masuk lalu pergi meninggalkan perusahaan.
"Kita pulang di..."
"Ke rumah sakit" Potong Kenzo membuat Dirga lagi lagi hanya bisa pasrah sebagai bawahan mah selalu nurut mah bos pikir Dirga.
Skip....
"Pulanglah besok jemput" kata Kenzo singkat lalu segera turun dari mobil dan berjalan menuju ruang Alisya.
Ceklek
Cup
"Aku merindukanmu Baby" Bisik Kenzo mesra di telinga Alisya tapi tak di dengar sang empunya karna sudah tertidur lelap.
Kenzo hanya terkekeh lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah beberapa menit Kenzo keluar dengan pakaian yang berbeda bersyukur saja tadi Ia sudah membeli memang pakaian.
Kenzo berjalan mendekat ke ranjang Alisya lalu naik ke ranjang memeluk Alisya dari belakang.
"Enguhh" Alisya menggeliat di dalam tidurnya lalu dengan pelan-pelan mata itu terbuka.
"Kenzo" Lirih Alisya saat membuka mata ia langsung melihat wajah Kenzo di depannya.
"Tampan, Oh No Alisya kamu tidak boleh jatuh cinta kepadanya bisa saja dia mencampakkan kamu Nantinya" kata Alisya dalam hati yang Merutuki kebodohannya yang terpesona dengan wajah tampan Kenzo.
"Bukankah ini hari aku bisa pulang" Lirih Alisya dengan Sumringah lalu dengan selamat ia membangunkan Kenzo.
"Ken...Kenzo bangun aku mau pulang.....aku nggak mau tinggal di rumah sakit yang bau obat ini" celoteh Alisya mengguncang-guncang badan Kenzo.
"KENZO...." sentak Alisya yang kesal membuat Kenzo menggerjapkan matanya.
"Ada apa sayang" Tanya Kenzo yang masih menutup mata karna ia benar-benar mengantuk Tadi malam ia kembali sudah larut.
"Bangun, aku mau pulang" kata Alisya dengan senang.
"Tapi kamu belum sembuh total Sayang"
"Apanya yang nggak sembuh aku bahkan bisa lari-lari daripada disini aku bakalan cepat berada di kamar mayat" kata Alisya menggebu-gebu.
"ALISYA" Sentak Kenzo membuat Alisya kaget.
"Dengar, aku nggak suka kamu ngomong seperti itu lagi." Kata Kenzo yang langsung terduduk saat mendengar kata Mayat.
"Sekarang Dian biar aku yang membereskan semua keperluan kamu" kata Kenzo datar mau tidak mau Alisya hanya bisa nurut. Entah kenapa melihat muka datar Kenzo seketika ia langsung Ciut.
__ADS_1
Kenzo turun dari Brankar Alisya lalu mulai memasukan beberapa barang Alisya.
"Ini pakai" Kenzo memberikan pakaian kepada Alisya yang langsung di ambil oleh Alisya tanpa banyak tanya lalu Alisya berjalan menuju kamar mandi.
"Kamu tau sayang? jantung ku bahkan sampai berhenti berdetak saat kau mengatakan akan pindah ke kamar mayat. Aku sangat takut untuk kehilangan kamu, aku tak ingin kehilangan orang yang aku cintai lagi cukup mereka yang pergi." Batin Kenzo menatap pintu kamar mandi dengan kosong.
Ceklek
"Ken...Kenzo" panggil Alisya menepuk pelan Kenzo.
"Kamu sudah selesai" Tanya Kenzo yang tersadar dari lamunannya menatap Alisya dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Hm sudah" jawab Alisya mengalihkan pandangannya karna Kenzo terus menatapnya.
"Kamu tunggu disini aku keluar sebentar" kata Kenzo lalu berjalan menuju pintu.
"Setelah keluar dari sini aku harus menyusun rencana untuk membalas dendam. Tapi sebelum itu aku harus kembali ke China dulu karna semua harta yang di tinggalkan Kakek dan nenek untukku ada disana. Alexa Briana Beatrix, Revalina Beatrix, Edric Beatrix, Leonard Sward, Kalian semua tunggu pembalasan dariku" Alisya Mengepalkan kedua tangannya hingga telapak tangannya memutih.
Ceklek
Alisya langsung merubah Ekspresinya lalu menoleh ke pintu.
"Bagaimana apa sudah beres" tanya Alisya dengan senyum manis.
"Sudah. Ayo pergi Dirga sudah menunggu kita" kata Kenzo lalu mengambil tas kecil di samping Alisya dan tangan kirinya menggandeng tangan Alisya.
hggxg"Em....Kenzo aku....aku mau menjenguk Tuan Edric dulu" kata Alisya yang tampak ragu menatapnya.
Kenzo langsung mengernyitkan dahi mendengar Alisya memanggil ayahnya dengan sebutan Tuan tanpa embel-embel Daddy.
"Baiklah" Jawab Kenzo setuju lalu menarik Alisya untuk menuju ruangan Edric di rawat.
"Eh mau ngapain" tanya Alisya spontan menghentikan Kenzo yang ingin membuka pintu.
"Masuk" jawab Kenzo singkat padat dan jelas.
"Tidak usah kita lihat sampai disini saja" Kata Alisya lalu melihat ke dalam lewat kaca di depan pintu.
Alisya mengepalkan tangannya melihat pemandangan di dalam sana yang menunjukan kasih sayang seorang Ayah kepada Anaknya. Alisya semakin membenci keadaan itu hingga ia tak sadar meremas tangan Kenzo yang sedang menggenggam tangannya.
"Berbahagialah sebelum penderitaan itu datang menghampiri kalian. Aku bersumpah akan membuat hidup kalian bagai di neraka" Sumpah Alisya menatap Benci kepada Alexa dan Edric yang sedang berpelukan.
"Sialan..... bersabarlah sayang mereka akan segera mendapatkan balasan dariku" Kenzo hanya bisa mengumpat.
"Ayo kita pergi" kata Alisya pelan menundukkan kepalanya menyembunyikan Matanya yang memerah namun bukan air mata melainkan sebuah kebencian yang amat besar.
Sampai di mobil Kenzo langsung membuka pintu untuk Alisya Tanpa banyak protes Alisya langsung masuk di ikuti oleh Kenzo.
Selama di perjalanan tidak ada obrolan yang keluar, Alisya terlalu sibuk menenangkan emosinya yang siap kapan saja meledak. Kenzo yang melihat Alisya diam berinisiatif untuk membawa Alisya ke mensionnya.
"Ke mension" kata Kenzo datar.
"Mension siapa" tanya Alisya Dingin.
"Milikku"
__ADS_1
"TIDAK"