Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Lahiran


__ADS_3

Waktu yang terus berjalan berlalu dengan cepat dari hari berlalu ke bulan. Tak terasa kehamilan Alisya sudah masuk 9 bulan tinggal menunggu lahiran saja.


Sejak pembahasan waktu beberapa bulan baik Kevin maupun Kenzo tidak ada lagi yang mengungkit jenis kelamin dari anak yang ada dalam kandungan Alisya. Bagi Kenzo apapun jenis kelaminnya mereka tetap anaknya yang akan mendapatkan kasih sayang yang sama rata.


Begitu pula Alisya yang tak peduli mau laki-laki ataupun perempuan semuanya sama. Tetap anak yang dia lahirkan, belajar dari masa lalu membuat Alisya bertekad untuk selalu berusaha memberi kasih sayang dan perhatian yang sama.


Sedangkan Kevin pria itu sudah seperti bodyguard yang selalu mengikuti kemana pun Alisya pergi.


Baik Kenzo maupun Kevin kedua pria itu akan sangat posesif dengan Alisya. Semakin besar perut Alisya maka semakin besar pula keposesifan Kenzo kepada istri tercintanya itu.


Seperti sekarang ini, Kenzo yang baru pulang dari kantor langsung membulatkan mata melihat Alisya yang berjalan sendirian di taman depan mension dengan sebuah keranjang bunga di tangannya.


“Baby….!” Kenzo membuang asal tas kerjanya berlari cepat menuju Alisya.


Alisya yang mendengar suara tak asing itu seger menoleh hingga melihat sang suami kenzo sedangkan berlari ke arahnya.


Grep….


Kenzo langsung memeluk Alisya dengan memeriksa apakah wanitanya itu terluka atau tidak.


“Syukurlah….” Guman Kenzo setelah yakin jika Alisya tidak kenapa-napa.


“Apa yang syukulah byy?” Tanya Alisya yang tak sengaja mendengar gumanan Kenzo.


“Tidak ada.Kenapa keluar sendiri? Dimana Kevin?” Tanya Kenzo yang mencari keberadaan Kevin karna biasanya pria itu akan selalu mengikuti kemana pun istrinya pergi.


“Aku tidak tahu, tapi tadi dia bilang jika ingin keluar karna ada yang mau di urus.” Jawab Alisya yang memang tidak tahu keman Kevin pergi karna pria itu tidak mengatakannya tadi.


“Ya suda… Mungkin dia lagi sibuk. Ayo kita masuk, angin malam tidakbagus untuk wanita hamil”Kata Kenzo yang mengajak Alisya untuk segera masuk ke dalam mension padahal hari masih sore tapi Kenzo sudah mengatakan malam.


Dengan gerakan pelan Kenzo menarik lembut tangan Alisya menuntunnya untuk masuk ke dalam mension. Walau masih ingin bermain di luar Alisya memutuskan untuk menuruti keinginan dari suaminya itu.


Kenzo meringis sendiri melihat Alisya berjalan. Wanita itu berjalan dengan pelan dan perut buncit yang menutupi jalannya. Jarak taman dan mension lumayan jauh membuat Alisya beberapa kali berhenti dan menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dengan pelan.


Kenzo yang melihat keringat dikening Alisya langsung mengambil sapu tangannya mulai menglap keringat istrinya itu.


“Kamu capek? Aku gendong saja yah….?” Bujuk Kenzo yang ingin menggendong Alisya. Namun, Alisya menggelengkan kepala pertanda tidak.


“Tidak apa-apa sedikit lagi..” Ucap Alisya yang kembali melanjutkan jalannya menuju mension.


“Setelah ini, kamu tidak boleh hamil lagi.” Ucap Kenzo datar saat posisi mereka sudah berada dalam lift.


Alisya yang sedang mengelus perutnya yang tengah bergerak-gerak langsung menghentikan usapannya saat mendengar perkataan Kenzo.


“Kenapa byy? Bukankah bagus kita punya anak banyak dengan begitu kita tidak akan kesepian?” Ucap Alisya yang menatap aneh suaminya itu.


“Tidak! Bagiku 2 saja cukup tidak perlu menambah lagi.” Balas Kenzo yang membuat Alisya mengerutkan dahi.


“Kok gitu? Kalau aku hamil lagi gimana?”


“Aku tidak akan membuat kamu hamil lagi baby. Aku tidak bisa melihat kamu tersiksa seperti itu. Setelah melahirkan nanti aku akan suntik penghenti kesuburan aku tidak mau membuat kamu tersiksa lagi.” Ujar Kenzo panjang kali lebar.

__ADS_1


“Tapi…..”


“Aku bisa saja menambah keturunan namun yang hamil adalah aku bukan kamu lagi.”


“Mana bisa seperti itu byy?”


“Justru mustahil jadi kamu di larang untuk hamil lagi.” Ucap Kenzo yang benar-benar serius dengan apa yang dia ucapkan.


Tak masalah bagi Kenzo jika hanya memounyai dua keturunan baginya itu cukup di bandingkan dengan harus melihat penderitaan wanita yang dia cintai kurang lebih selama 9 bulan.


Kenzo selalu memperhatikam Alisya yang tidak bisa tidur dengan bebas saat hamil. Alisya yang selalu bergerak gelisah saat posisi tidurnya tidak nyaman. Alisya yang terus terbangun saat calon bayi mereka terus menendang membuat wanita hamil itu tidak bisa tidur. Alisya yang terus bangun mondar mandir masuk kamar mandi hanya karna ingin membuang air kecil.


Melihat itu semua benar-benar mengiris hati Kenzo. Bagaimana dia tertidur lelap sedangkan Alisya kadang kala satu malam hanya bisa 3 sampai 4 jam saja.


Jangankan 2 bagi Kenzo 1 saja cukup baginya kenyamanan Alisya adalah tetap yang utama.


Sedangkan Alisya yang mendengar penjelasan dari Kenzo hanya bisa tersenyum. Alisya tahu Kenzo hanya terlalu mencintainya hingga tak mampu melihatnya tersiksa sedikit saja.


Alisya bersyukur setelah melewati kehidupan yang begitu miris Tuhan mengirimkan sosok Kenzo yang menghujaninya dengan berbagai cinta dan kasih sayang.


“Kamu ingin mandi biar aku siapkan..” Ucap Alisya yang berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Kenzo yang ingin menghentikan Alisya tidak sempat karna wanita hamil itu sudah berlalu pergi.


AAAAAA


“Baby…!


Kenzo yang mendengar suara teriakan dari Alisya langsung berlari kencang masuk ke dalam kamar mandi. Sampai di dalam kamar mandi Kenzo langsung membulatkan mata saat melihat Alisya yang sudah terduduk di wastafel.


“Sakit..!” Ringis Alisya yang memegang perutnya.


Mata kenzo langsung kaget saat melihat jika di betis sang istri sudah ada darah yang mengalir.


“Baby…. Ka…kamu berdarah…”


“Sepertinya aku mau melahirkan byy.” Ucap Alisya yang berusaha tenang.


Mendengar penuturan Alisya dengan tangan gemetar Kenzo langsung menggendong Alisya membawanya cepat keluar dari kamarnya.


“Tuan….”


“Cepat siapkan mobil istriku mau melahirkan!” Teriak Kenzo yang baru keluar dari lift berlari keluar.


“Kenzo, ASTAGA LITTLE GIRL KENAPA?” Teriak kevin yang baru saja sampai dan keluar dari mobil.


“Kevin…! Syukrlah, cepat masuk dan ke rumah sakit sekarang A…Alisya mau melahirkan.” Ucap Kenzo denganapas yang ngos-ngosan.


Kevin yang mendengar kalimat Kenzo langsung membuka pintu jok belakang agar Kenzo mudah masuk.


“Baby buka mata mu…!” Kenzo mengecup kening Alisya yang sudah berkeringat.

__ADS_1


“Sakit….”


“Tahan ya…. Kita akan segera sampai.” KKKenzo tidak tahu harus berbuat apa. Pria kaku itu hanya bisa menggenggam tangan Alisya dan mengelus perut buncit sang istri dengan harapan bayinya di dalam sana juga mengerti untuk tidak menyakiti Alisya.


“Kevin cepatlah…” Kenzo berucap dengan nada bergetar bagaimana tidak melihat wajah pucat dan genggaman tangan Alisya yang menguat dapat Kenzo yakini jika sakit yang di rasakan wanita yang di cintainya itu pasti sangat luar biasa.


“KEVIN CEPATLAH….! ISTRIKU KESAKITAN SIALAN.” Teriak Kenzo yang sudah benar-benar panik sekarang.


“Bersabarlah 5 menit lagi.” Balas Kevin.


“NO…..! 3 MENIT. 3 MENIT KITA HARUS SUDAH SAMPAI.” Bentak Kenzo yang tidak mau tahu harus sampai secepatnya sampai di rumah sakit.


Kenzo tidak bisa terus melihat Alisya yang kesakitan seperti itu. Jika bisa memilih akan lebih baik dirinya saja yang merasakan sakit itu jangan istrinya.


Sedangkan Kevin hanya diam berkonsentrasi menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi. Mendengar rintihan kesakitan Alisya di belakang membuat Kevin ikut panik. Suasana jalanan sepi membuat Kevin lebih leluasa dalam kebut-kebutan. Hingga 3 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit.


“Kita sampai..” Kevin dengan sigap langsung turun dari mobil dan langsung membukakan pintu untuk Kenzo.


“DOKTER….! TOLONG….! ADA YANG MAU MELAHIRKAN…!” Kevin berteriak memanggil Dokter.


“Letakan disini Tuan!” Salah satu suster datang membawa brankar.


Kenzo dengan cepat meletakan Alisya di atas brankar itu. Mereka langsung mendorong Alisya menuju ruang persalinan yang ternyata sudah di tunggu dokter di depan pintu.


“Cepat bawah masuk!”


“Maaf Tuan Tuan kalian di larang masuk. Jika pun ada yang boleh masuk itu suaminya.” Terang dokter yang menghentikan langkah Kevin dan Kenzo.


“Masuklah… Dampingi adikku berjuang.’ Ucap Kevin yang mundur menepulk pelan bahu Kenzo.


“Pasti!” Tanpa berlama-lama Kenzo segera masuk ke dalam ruang bersalinnya Alisya.


Sampai di dalam Kenzo terdiam kaku saat meliht bagaimana kesakitannya istrinya.


“Tuan cepat mendekat dan beri dukungan pada istri anda!”


Suara dokter itu membuat Kenzo sadar dan berjalan mendekat ke arah Alisya.


“Byyy ka..kamu masuk?”


“Diamlah.. Simpan tenaga kamu yah.. Kita berjuang sama-sama.” Bisik Kenzo yang mengecup kening Alisya.


“Dokter kepala bayinya sudah keluar sendir…!” Pekik seorang suster yang melihat jika bayi itu mendorong dirinya sendiri untuk keluar.


“Astaga…” Dokter itu segera menangkap kepala bayi itu bersamaan dengan keluarnya kepala bayi itu.


“Ayo nyonya dorong…..!”


Alisya yang mendengar intruksi dokter langsung menarik napas lalu mulai mengejan. Hanya satu kali dorongan bayi itu keluar sempurna.


Oeeek

__ADS_1


Dokter yang menyambut bayi itu ikut tersenyum. Bayi itu pun seperti sudah mengeri akan sebuag rasa yang tak ingin membuat ibunya tersakiti lama.


"Ayooo saatnya bayi kedua nyonya…"


__ADS_2