
"Apalagi Tuan...?" teriak Dirga yang tak terima karna di tarik begitu saja keluar dari mobil.
"Temani istriku shopping"
"APA......"
Dirga yang tak pernah menemani orang belanja apalagi perempuan sontak membulatkan mata bahkan jika bisa matanya pasti sudah keluar dari tempatnya.
"Tapi Tuan......"
"Sudah-sudah anggap saja kamu sedang belajar untuk menyenangkan hati wanita yang sedang ngambek jadi kalau nanti kekasih mu ngambek kamu bisa tau apa yang dia mau dan apa yang dia inginkan" potong Kenzo yang langsung menyeret Dirga untuk ikut bersamanya masuk ke dalam.
Sedangkan di dalam Alisya dengan wajah kesal menuju toko perhiasan. entah kenapa dia ingin membeli sebuah perhiasan selama menikah dengan Kenzo, Alisya tak pernah membeli perhiasan sendiri selain yang di berikan Kenzo untuknya.
"Lihat saja akan aku kuras habis isi ATM miliknya itu" Gerutu Alisya dengan tertawa jahat. Namun, tiba-tiba Alisya menghentikan langkah kakinya dengan menggaruk-garuk kepalanya sendiri.
"Tapi..... apa aku bisa menghabiskannya? secara dia itu kaya tujuh turunan"
Niat hati ingin menghabiskan uang sang Suami Alisya malah di buat pusing sendiri memikirkan kekayaan Kenzo yang bahkan tujuh turunan tak akan habis.
"Cih gini nih kalau punya suami sultan mau belanja aja bikin pusing gimana mau menguras isi ATM nya. pantas saja banyak orang kaya yang main wanita, tapi jika suami aku ketahuan wanita akan aku kebiri burungnya itu"
Uhukk Uhuukkk
Kenzo yang baru masuk di pintu mall langsung tersedak sendiri dengan punggung yang dingin.
"Siapa yang mengumpat ku" geram Kenzo dalam hati.
Alisya melanjutkan langkah untuk ke toko perhiasan sampai disana dia langsung di sambut pelayan toko itu.
__ADS_1
"Silahkan di lihat-lihat Nona perhiasan-perhiasan ini baru tiba dan semuanya terbatas" sambut pelayan Toko itu dengan ramah.
Alisya yang mendapat sambutan ramah dari penjaga toko hanya membalas dengan senyuman tipis lalu mulai melihat satu persatu deretan perhiasan yang berada di dalam kaca khusus.
Terlihat Alisya mengamati satu persatu perhiasan yang berjejer rapi itu namun tak ada satupun yang masuk dalam kriterianya. perhiasan itu memang sangat indah namun bagi Alisya itu terlalu mencolok dan mewah. Alisya mencari sebuah perhiasan yang terlihat sederhana namun indah.
"Apa tidak ada yang lain? emmm maksud ku yang lebih sederhana namun indah" kata Alisya yang menatap pelayan toko yang menyambutnya ramah tadi.
"Cih hanya gadis miskin berani sok kayak" ucap seorang wanita yang tiba-tiba ada di samping Alisya.
Alisya yang mendengar suara langsung menoleh ke arah samping melihat penampilan wanita glamor itu dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Kenapa melihat aku seperti itu? kaget ya melihat penampilan aku yang begitu memukau?" ucap sombong wanita itu.
"Cih.benarkah kamu kaya dan aku miskin?" tanya Alisya datar yang menatap tajam wanita di depannya itu.
"Lihat penampilan mu dan bandingkan dengan penampilanku. lihat pakaian yang kamu gunakan itu begitu lusuh dan jelek pasti harganya hanya ratusan atau mungkin tidak sampai Sedangkan aku.... sekali lihat saja mereka akan tau jika aku adalah wanita sosialita tinggi dan tentunya keluarga terhormat sedangkan kau.... jika pun kamu bisa membeli satu perhiasan di antara semua ini sudah pasti kamu menjual tubuh jelek mu itu pada orang-orang berdompet" kata wanita itu dengan sinis.
Orang-orang yang berkumpul itu mulai berbisik-bisik menggunjing Alisya yang menjadi ****** hanya untuk membeli sebuah perhiasan sedangkan ada beberapa orang yang diam dengan tubuh yang berdiri kaku bagaimana tidak mereka yakin jika Alisya adalah istri dari sang Raja Bisnis itu.
Pakaian yang di kenakan Alisya memang terlihat sederhana dan apa adanya namun mereka tidak akan percaya dengan harga dari setiap pakaian yang di kenakan oleh Alisya yang bahkan hanya sebuah topi sudah mencapai puluhan juta, belum lagi baju dan Celana yang di kenakan ya walau sederhana namun semua itu berharga fantasi karna yang memilihkannya adalah sang suami tercinta.
Kenzo yang sangat mencintai Alisya jelas akan memilih semua yang kualitas terbaik untuk Alisya bahkan tak peduli jika ATMnya terkuras habis hanya karna sebuah kain yang seharga ratusan juta namun Kenzo tidak peduli karna itu akan di kenakan sang Istri tercinta.
Tidak jauh dari sana Kenzo berdiri dengan tangan yang mengepal kuat, mata yang menatap tajam dengan napas yang memburu menandakan sedang menahan amarah.
Jika bisa di lihat mereka pasti melihat asap yang keluar dari telinga dan hidung pria itu bahkan mungkin sudah ada dua tanduk yang keluar dari kepala Kenzo.
Kenzo ingin sekali menembak kepala wanita itu yang berani sekali menghina istrinya miskin belum lagi wanita tak tahu malu itu menyebut istrinya ******.
__ADS_1
"Dirga...!"
"Iya Tuan"
"Ingatkan aku untuk merobek mulut busuk wanita itu"
Glek
Dirga yang mendengar suara berat Sang Bos dengan hawa membunuh yang kuat membuat Dirga menelan ludah dengan susah payah. Dapat Dirga tebak saat ini Tuan-nya itu pasti sedang mati-matian menahan niat membunuhnya untuk membunuh wanita di depan sana karna berani menghina Ratunya.
"Apa wanita itu mempunyai nyawa 9 seperti nyawa kucing bagaimana bisa dia dengan bangga mengantarkan nyawanya pada kedua predator ini" kata Dirga dalam hati yang melirik Kenzo lalu melirik Alisya.
"Hey ****** kenapa diam? malu karna rahasia mu terbongkar" teriak Wanita itu yang semakin menambah asumsi orang-orang untuk mengejek Alisya.
"Ambilkan perhiasan yang paling mahal di toko ini" teriak wanita itu sombong.
Kedua Pelayan toko itu segera berlari ke dalam untuk mengambil pesanan wanita sombong itu.
"Lain kali jangan membuat masalah kamu bisa saja di pecat jika berurusan dengan orang-orang kaya seperti wanita itu" kata Pelayan B yang mengingatkan temannya untuk tidak terlalu ramah menyambut tamu.
"Tapi mereka adalah tamu dan pembeli kenapa harus kita bedakan lagipula walau miskin jika dia mampu membelinya kenapa? semua orang kan menyukai perhiasan" balas si pelayan A.
"Terserah kamu, kamu terlalu ramah dan baik tapi kebaikan kamu itu akan menjadi petaka untuk mu jika menghadapi orang kaya yang sombong seperti mereka." kata Pelayan B yang langsung mengangkat sebuah kotak yang berisikan sebuah perhiasan yang memiliki harga fantasi.
"Nona Nona ini adalah perhiasan yang paling terbaik dan tentunya mahal di toko kami" kata Pelayan B yang meletakkan kotak kaca yang berisikan sebuah cincin yang begitu indah.
Namun Alisya hanya acuh melihat itu dia lebih tertarik melihat sebuah cincin yang di bawah oleh pelayan A. Cincin itu sama seperti yang dia inginkan sederhana namun begitu indah dan menyilaukan.
"Aku ingin yang ini" kata Alisya yang bersamaan dengan wanita sombong itu.
__ADS_1