
"Biar aku keringkan." Kenzo langsung mengambil alih hair dryer di tangan Alisya.
Dengan penuh kelembutan Kenzo mengambil helai demi helai rambut Alisya lalu mengeringkannya menggunakan hair dryer. Sedangkan Alisya wanita itu lebih memilih memakai krim di wajahnya.
"Kamu hanya boleh berdandan jika dalam mension saja baby." Ucap Kenzo dengan posesif.
"Loh kenapa byy?" Kaget Alisya yang menatap bingun Kenzo lewat pantulan kaca.
"Pokoknya tidak boleh!" Kata Kenzo lagi.
Kenzo tidak tahu intinya dirinya merasa istrinya itu semakin cantik dan menggoda saat Alisya hamil. Rasa-rasanya Kenzo tidak tenang bila Alisya di lihat pria lain tapi tidak mungkin dia mengurung istrinya untuk tetap di dalam mension. Ibu hamil juga butuh refreshing udara segar dan suasana yang tenang dan damai.
"Selesai. Ayo kita turun makan." Kenzo meletakkan hair dryer di laci meja lalu menuntun Alisya untuk turun makan.
Sampai di bawah ternyata Maya dan Dirga baru juga sampai. Kenapa tidak berbarengan karna Maya dan Dirga menggunakan tangga sedangkan Alisya dan Kenzo menggunakan lift.
Sreek
Kenzo dan Dirga dengan kompak menarikkan kursi untuk istri mereka duduki. Sedangkan Alisya dan Maya hanya tersenyum tipis atas apa yang di lakukan oleh suami mereka itu.
"Si Kepin mana?" Tanya Alisya pada kepala pelayan yang ada disana.
"Tidak tahu Nona mungkin ketiduran di kamarnya. Apa saya panggilkan?"
"Tidak perlu nanti dia bangun sendiri."
Ke 4 orang itu mulai makan dengan khidmat dan diam. Seperti biasa Alisya akan menghindari untuk memakan rumput alias sayuran. Sayur apapun itu tetap akan dia hindari.
Sedangkan di ruangan lain Kevin kini mondar mandi di kamar mandi karna perutnya terus mules sejak tadi.
"Ya Tuhan sampai kapan drama ini akan berakhir. Kenapa aku selalu sial di dekat kedua bumil itu." Gerutu Kevin yang berlari lagi masuk kamar mandi.
Kevin hanya bisa pasrah dan menggerutu karna ulah dari kedua bumil itu kini dirinya harus rela keluar masuk ke dalam kamar mandi.
"Tidurlah." Bisik Kenzo yang menyelimuti Alisya lalu membawa istri tercintanya itu masuk dalam pelukannya.
Di kamar lain Dirga dan Maya melakukan hal yang sama bedanya kedua insan itu tidak langsung tidur melainkan sing bercekrama.
"Sayang...." Panggil Dirga yang memeluk Maya.
"Hm"
"Maafkan aku."
"Maaf? Untuk apa?"
"Untuk semuanya, terutama aku tidak mengerti jika kamu membutuhkan perhatian aku juga. Maafkan aku karna sibuk bekerja aku sampai lupa pada kalian." Ungkap Dirga yang mengelus perut rata Maya tak lupa mengecup singkat kening sang istri.
"Tak perlu meminta maaf, aku tidak kesepian disini ada Alisya juga." Balas Maya.
"Tapi aku merasa bersalah, kamu tenang saja mulai besok aku akan usahakan pulang cepat demi kamu Dan bayi kita."
"Terserah kamu."
Maya tidak keberatan jika Dirga pulang larut karna Maya tahu suaminya itu seorang Asisten dari perusahaan besar. Maya tahu jika pasti banyak pekerjaan Dirga. Oleh karena itu, Maya tidak menuntut Dirga untuk pulang cepat atau tidak.
Cup
Dirga mengecup bibir Maya tapi saat merasakan benda kenyal itu Dirga bukan hanya mengecup tapi mulai menggerakkan bibirnya ******* bibir Maya.
Ciuman yang awalnya hanya kecupan kini justru semakin intens dengan saking *****4* dan saling menuntut. Tangan Dirga sudah bergerak dimana-mana mengelus dan memijit sensual titik-titik sensitif dari sang istri.
Ah.....
Suara laknat itu keluar dari bibir Maya saat Dirga mulai mencumbui d*d4nya. ******* kecil Maya membuat Dirga semakin intens memainkan buah semangka di depannya itu dengan ganas. Tak ayal Dirga akan menggigit kecil p*ting kemerahan itu membuat Maya semakin bergerak gelisah di bawah kukungannya.
__ADS_1
"Sam.sayang apa bisa aku mengunjungi baby sekarang?" Tanya Dirga dengan suara berat dan seksi menahan ga*rah yang sudah berada di ubun-ubun.
"Lakukan tapi pelan-pelan ya." Balas Maya dengan tatapan sayu.
Dirga yang mendengar jawaban dari Maya langsung turun dari ranjang melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya termaksud pakaian terakhir yang menutup are pribadinya.
Maya yang melihat sesuatu yang menegang itu hanya memalingkan wajah dengan wajah yang memerah malu seperti kepiting rebus.
"Kenapa wajah mu memerah hm? Malu?" Bisik Dirga yang kembali memainkan kuping dari Maya.
"Tak perlu malu, bukankah kamu sering melihatnya bahkan merasakannya." Bisik Dirga lagi.
Jleb
Kedua insan itu mendesah saat kedua benda tak bertulang itu bertemu dan saling merasakan. Dengan pelan Dirga mulai menggerakkan tubuhnya membuat Maya mendesah kecil.
Dinginnya AC tak membuat kedua insan yang sedang memadu kasih itu kedinginan. Justru yang terlihat sebaliknya kedua insan itu kepanasan dengan keringat yang membasahi tubuh keduanya hingga terlihat mengkilat.
Nyanyian Syahdu dan bisikan cinta terus terdengar di dalam kamar kedap suara itu. Bisikan cinta dan Nyanyian syahdu terus saling membalas membuat percintaan keduanya semakin panas dan menggairahkan.
Semakin lama semakin cepat pula pergerakan Dirga hingga di menit berikutnya terdengar ******* panjang dari mulut keduanya saat sesuatu di bawa sana meledak dan keluar.
"Terima kasih sayang...." Ucap Dirga yang mengecup kening Maya sebelum ambruk di samping Maya.
"Tidurlah" bisik Dirga yang memeluk Maya dari belakang.
Maya yang memang lelah hanya bisa mengangguk menutup matanya hingga di menit berikutnya kedua insan itu tertidur lelap.
Di tengah malam Alisya menggeliat terbangun karna merasakan perutnya lapar.
"Aku lapar." Guman Alisya yang mengelus perutnya.
Alisya menoleh melihat Kenzo yang tengah tertidur lelap. Alisya segera membangunkan Kenzo tanpa peduli masih mengantuk atau tidak.
"Byyy bangun.... Aku lapar." Ucap Alisya yang mengguncangkan tubuh Kenzo pelan.
"Ada apa baby?" Kenzo bertanya dengan mata yang setengah terbuka.
"Aku ingin makan jagung bakar." Kata Alisya yang mengelus perutnya.
Kenzo yang tadinya matanya menyipit seperti kerang langsung melek saat mendengar Alisya mengatakan keinginannya.
"Kamu ingin jagung bakar baby?"
"Hm"
"Jam segini?" Ucap Kenzo lagi yang melirik jam dinding yang menunjukan jam 2 dini hari. Alisya hanya menganggukan kepala dengan tatapan penuh harap.
"Kamu tunggu disini aku akan keluar mencari apa yang kamu inginkan." Kata Ke zo yang menarik jaket dan kunci mobil.
"Aku ingin ikut." Kata Alisya dengan mata berkaca-kaca.
Kenzo sebenarnya ingin menolak tapi melihat tatapan mata Alisya yang begitu berkaca-kaca membuat Kenzo hanya bisa menghela napas dan elus dada.
"Kemarilah."
Alisya dengan senang hati turun dari ranjang lalu mendekat ke arah Kenzo. Sampai di depan Kenzo, kenzo langsung memakaikan jaket ke tubuh Alisya.
"Ayo..!"
Kenzo menarik lembut tangan Alisya membawanya keluar. Sampai di mobil Alisya langsung masuk begitu pula Kenzo yang langsung masuk di jok kemudi.
Sudah hampir 30 menit Kenzo dan Alisya yang berputar-putar tapi belum juga menemukan warung atau apa yang menjual jagung bakar. Kenzo menghela napas kasar melihat istrinya yang sepertinya saat menginginkan menu itu.
"Sabar ya..." Kenzo mengelus kepala sang istri sambil matanya terus mengawasi jalanan siapa tahu ada warung penjual jagung bakar.
__ADS_1
Setelah berkeliling selama sejam akhirnya Kenzo melihat warung penjual jagung bakar. Sebenarnya Ke zo tidak ingin mampir karna warung itu hanya warung biasa tapi mau gimana lagi istrinya itu sudah melihat warung itu. Alisya tidak sabaran untuk menyantap jagung bakar itu mau tidak mau Kenzo hanya menurutnya.
Kenzo memarkirkan mobilnya di depan warung itu. Saat mobil berhenti Alisya langsung membuka pintu lalu berjalan cepat masuk ke dalam warung. Mencium aroma jagung bakar saja sudah membuat perutnya berdemo meminta di isi.
"Baby jangan berlari!" Teriak Kenzo panik yang langsung mengejar Alisya yang sudah masuk ke dalam warung.
Ternyata warung itu hanya beberapa pengunjung mungkin karna susah dini hari jadi sedikit yang datang.
"Pak jagung bakarnya 5!" Teriak Alisya yang langsung duduk di kursi kayu yang di siapkan oleh pemilik warung.
Kenzo tak langsung menuju istrinya. Pria itu justru berjalan ke arah penjual jagung bakar itu.
"Ada apa pak? Istrinya lagi hamil ya?" Kata bapak penjual jagung bakar.
"Iya Pak istri saya sedang hamil." Jawab Kenzo datar yang memperhatikan cara kerja bapak itu yang sedang membakar jagungnya.
"Bapak sangat pengertian sekali menemani istrinya yang sedang ngidam. Memang ibu hamil ngidamnya tidak melihat waktu Pak mau subuh atau tengah malam sekalipun. Keinginan itu bukan dari ibunya tapi dari si cabang bayinya." Kata bapak itu sambil melempar senyum kepada Kenzo.
Deg
Deg
Deg
Sedangkan Kenzo pria itu hanya diam namun percayalah dadanya berdetak begitu cepat saat bapak penjual jagung bakar itu mengatakan jika itu bukan hanya keinginan dari ibunya tapi dari cabang bayinya juga.
"Mereka makan bagaimana Pak mereka bahkan masih kecil? Perut istriku saja masih rata." Kata Kenzo yang menggaruk-garuk kepalanya dengan ekspresi bodoh.
Penjual jagung bakar itu hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Kenzo yang terkesan bodoh. Namun, bapak-bapak itu tahu jika pria muda itu hanya ingin tahu lebih dalam dan bentuk kepeduliannya terhadap istri dan anaknya.
"Pak saya bakar sendiri untuk istri saya boleh?" Walau terdengar datar tapi Kenzo cukup sopan.
"Silahkan!" Bapak penjual itu segera bergeser memberi ruang kepada Kenzo.
Kenzo dengan senang hati melakukan apa yang seperti di lakukan oleh bapak penjual jagungnya.
"Kehamilan pertama ya Pak?" Tanya Penjual jagung sambil membakar jagung.
"Iya Pak."
"Mereka memang tidak bisa memakannya secara langsung tapi saat ibunya memakan apa yang di inginkan mereka juga bisa merasakannya." Terang penjual jagung yang lagi lagi membuat Kenzo tertegun.
Beberapa menit kemudian jagung bakar Kenzo telah masak. Dengan semangat Kenzo memindahkannya di piring.
"Bawalah, sepertinya istri bapak sudah tidak sabar." kata Penjual jagung yang melirik Alisya.
"Terima kasih Pak."
Kenzo segera menghampiri Alisya yang terlihat menunggu dengan tenang pesanannya.
"loh kok kamu byy?" kaget Alisya yang melihat suaminya membawakan jagung bakar padanya.
"Aku sengaja membakarnya untukmu, makanlah." Ucap Kenzo yang meletakan nampang jagung bakar itu di depan Alisya. Alisya yang memang sudah menunggu sejak tadi langsung menyantap jagung bakar itu tanpa menawarkan kepada Kenzo.
"Sudah kenyang?" Tanya Kenzo yang setelah melihat jika Alisya menghabiskan 5 jagung bakar sekaligus.
"Kenyang Eh...... maaf byy aku lupa jika ada kamu hehehehe" Alisya hanya bisa cengengesan sendiri saat sadar jika ada Kenzo di depannya tapi jagung bakar itu telah ludes di makan olehnya.
"Tidak apa aku telah makan di dalam tadi." Kata Kenzo yang jelas berbohong.
Penjual yang mendengar penuturan dari Kenzo hanya tersenyum tipis. Ternyata pria itu sangat mencintai istrinya. Untuk menjaga perasaan bersalah istrinya pria itu lebih memilih berbohong daripada berkata jujur.
"Mau pulang?"
Alisya hanya tersenyum lalu beranjak berdiri keluar dari warung dan masuk ke dalam mobil sedangkan Kenzo langsung membayar jagung bakar yang di makan oleh Alisya.
__ADS_1
Kenzo masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya menuju Kembali pulang ke mension. Setelah berkendara beberapa menit akhirnya Kenzo memarkirkan mobilnya di depan mension. Kenzo menoleh ke arah Alisya yang ternyata tengah tertidur lelap.
Kenzo yang tidak tega membangunkan Alisya langsung menggendong wanita hamil itu berjalan masuk ke dalam mension. sampai di kamar Kenzo langsung menurunkan dan membaringkan sang istri di atas ranjang penuh dengan kehati-hatian. Setelah memastikan posisi tidur Alisya nyaman Kenzo langsung naik dan masuk ke dalam selimut yang sama bersama Alisya.