
"Kamu tau apa bedanya kamu dan Kak Bimo?" tanya Alisya sinis.
Kenzo tidak mampu berkata-kata ia hanya mampu melihat Anatasya yang sudah terbujur kaku lalu melirik Alisya.
"Kak Bimo tanpa ragu atau bertanya apa alasannya langsung menembaknya sedangkan kamu? terlihat sepele namun perbedaan kalian itu sangatlah jauh" ucap Alisya lantang
"Jika di suruh milih pun aku akan memilih Bimo di banding kamu"
Deg
Jantung Kenzo seperti de remas-remas saat mendengar ucapan Alisya yang begitu menohok hatinya bahkan kakinya pun tak sanggup ia gerakkan untuk menghentikan kepergian Alisya.
"Tuan.... ada apa dengan Nona Anatasya kenapa dia bersumpah darah? dia masih hidup atau sudah mati?" tanya Dirga dengan nada semangat menatap sinis Anatasya yang sedang tengkurap hingga Dirga tidak bisa melihat luka Anatasya.
Dirga memang tidak melihat apa yang di lakukan oleh Bimo karna saat melihat Alisya menembak Kenzo, Dirga langsung berlari keluar dari ruang CCTV namun sampai disini dia hanya melihat tubuh Anatasya yang terbaring tengkurap.
"Tuan...." kalimat Dirga langsung di potong oelh suara datar mik Kenzo.
"Apa orang yang di tembak otak dan jantungnya bisa hidup kembali" kata Kenzo sinis menatap mayat Anatasya dengan pandangan tajam dan kedua tangan yang mengepal erat.
"Berarti dia mati" guman Dirga.
"Syukurin nih nenek lampir dah mati tapi siapa yang tembak mati apa Alisya jika Tuan itu hal mustahil mengingat selama ini Tuan selalu melindungi Nona Anatasya atau jangan-jangan......." Dirga hanya bisa membatin dan dapat menebak siapa yang menembak mati Anatasya yang tak lain dan tak buka adalah Bimo sang tangan kanan Alisya.
"Bereskan semuanya" titah Kenzo berlalu pergi meninggalkan Dirga.
"Kenapa selalu aku yang dapat getahnya. yang mencari masalah dan perkara adalah orang lain tapi yang membereskan semua kekacauan nya adalah aku." batin Dirga
"Apa yang kalian lihat....! BUBAR....." teriak Dirga menatap tajam kerumunan itu.
"S*al.... bahkan di saat kau sudah mati pun tetap saja merepotkan ku. kamu tau..... jika saja Tuan tidak melindungi mu dari dulu, sudah dari lama aku membunuh mu tau. dan sekarang di saat kau sudah mati aku begitu senang karna tidak ada lagi parasit dalam hidup Tuan namun lagi lagi kau merepotkan ku." gerutu Dirga menunjuk-nunjuk Anatasya yang sudah terbujur kaku.
__ADS_1
Dengan perasaan kesal Dirga menelfon anggota KL untuk datang membereskan semuanya.
BRAKK
BUGH
PYARR
AAAAAAAAA
Kenzo jatuh terduduk dengan lemas di dalam ruangnya matanya memerah karna air mata. Kenzo adalah sosok yang tidak pernah menangis namun untuk satu ini Kenzo menangis.
"Bodoh bodoh bodoh kau sungguh begi Kenzo" Rutuk Kenzo yang terus memukul kepalanya sendiri.
Bugh
Bugh
Bugh
Kenzo hanya bisa merenungi dan menyesali keputusannya yang begitu saja membela Anatasya tanpa mengetahui kejadian sebenarnya. harusnya sebagai kekasih Kenzo harus mempercayai Alisya bukan malah membuatnya terpojok.
"Maafkan aku Baby, harusnya aku membela dan mempercayai mu bukan malah menyalahkan mu. maafkan aku Baby" kata Kenzo menatap dalam cincin yang dulunya di pasangkan di jari Alisya kini cincin itu telah terlepas dari jari wanita yang dia cintai.
"Tak peduli berapa sulitnya aku akan berusaha membuatmu kembali padaku. maafkan aku baby" kata Kenzo menunduk dalam menatap cincin itu lalu menciumnya penuh cinta.
Ceklek
Dirga berjalan masuk dalam ruangan Sang Atasan yaitu ruangan Kenzo yang telah menjadi kapal pecah.
"Bagaimana? apa enak rasanya di tinggalin? sakit nggak tuh?"
__ADS_1
Bukannya iba Dirga malah memberi pertanyaan yang mampu membuat Kenzo semakin menyesali keputusannya.
Dirga bukannya tidak peduli pada Kenzo bagaimana pun mereka telah lama bersama dan menjadi sebagai sahabat dan atasan bawahan hanya saja Dirga benar-benar kesal Karna kelakuan Kenzo.
Dirga fikir di saat ada Alisya Kenzo tidak akan lagi memikirkan wanita yang bernama Anatasya itu mengingat bagaimana Kenzo mencintai Alisya tapi nyatanya Kenzo masih belum berubah.
Jika bisa memilih Dirga ingin sekali membela otak Tuannya itu lalu melihat apa saja isi di dalamnya namun itu tidak mungkin terjadi. memberi sedikit pelajaran .tidak apa-apa bukan pikir Dirga.
"Apa yang di inginkan wanita seperti Nona Alisya cukup simpel Tuan yaitu cukup kepercayaan dan kesetiaan bukan harta atau tahta. wanita yang memiliki prinsip seperti Nona Alisya hanya ingin prianya orang di cintanya selalu mengutamakan dirinya terlebih dahulu daripada apapun." ucap Dirga membuat Kenzo mengangkat kepalanya menatap Dirga.
"Mungkin sebagian orang akan beranggapan jika Nona Alisya egois karna tak ingin prianya mempunyai sahabat seorang wanita. tapi jika kita lihat dari sudut pandang yang berbeda apa yang Nona Alisya lakukan adalah sebagai bentuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya. tidak mudah bagi Nona Alisya yang harus mencintai pria lain lagi di saat dia pernah di khianati begitu dalam orang yang sangat dia cintai dari kecil yaitu Tuan Leon."
"Apa yang di lakukan oleh Nona Alisya adalah semata-mata untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya sekaligus menguji cinta dan kepercayaan Tuan kepadanya." ucap Dirga bijak.
Deg
"Menguji kepercayaan?" beo Kenzo.
"Dan anda gagal dalam hal itu Tuan. menurut Tuan apa Nona Alisya mau menghabiskan hidupnya bersama orang yang tidak memiliki kepercayaan penuh padanya? jawabannya pasti TIDAK"
Deg
Jantung Kenzo sepertinya mau loncat dari tempatnya saat mendengar penuturan Dirga yang sangat mengenai ulu hatinya. ternyata kesalahannya ini begitu fatal dan tak termaafkan karna secara langsung Kenzo telah mengkhianati Alisya secara terang-terangan pikir Kenzo.
"Lagi pula apa yang di katakan Nona Alisya benar Tidak ada persahabatan murni antara pria dan wanita dewasa karna salah satunya akan ada yang menyukai bahkan mencintai seperti Nona Anatasya yang menginginkan anda menjadi miliknya" kata Dirga dengan sinis dan menekan beberapa kata kalimatnya.
Mendengar itu Kenzo langsung tertegun selama ini dia memang menganggap Anatasya sebagai teman dan ada wasiat yang harus dia jalankan yaitu menjaga dan melindunginya tanpa memikirkan jika Anatasya bisa mencintainya jika dia tau seperti ini dia tidak akan membiarkan Anatasya berada di sekitarnya.
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang Kakek tua yang sedang marah-marah dengan menghentak-hentakan tongkatnya di lantai dengan keras dan mulutnya dari tadi terus berkomat-kamit entah apa yang dia ucapkan.
Kakek tua itu tak lain dan tak buka. adalah Kakek dari Alisya atau Alexi yaitu Kakek XU yang baru saja mendapat kabar dari Bimo jika Kenzo membuat cucu kesayangannya kecewa membuat Kakek tua itu langsung marah-marah.
__ADS_1
"Dasar bocah tengil berani sekali dia membuat cucu kesayangan ku menangis. awas saja kamu bocah tengik aku akan mendatangi mu dan memukul kepala dan pantat mu dengan tongkat emas ku berani-berani sekali membuat cucu ku tersakiti" gerutu Kakek XU mondar mandir karna kesal