
" Tu...tuan ini..."
" Sekarang katakan siapa kamu sebenarnya " Kenzo menatap tajam ke arah Maya karna semua ini berawal dari gadis wanita di depannya ini.
" itu.....anu...Tuan.." Maya bingun harus bicara karna ia sudah berjanji untuk tidak membongkar identitas Alisya
" katakan Sialan " Bentak Kenzo menendang Meja kaca di depannya hingga pecah salah satu pecahannya mengenai Lengan Maya
" Aaa Ssst " Maya Mendesis melihat lengannya luka dengan susah payah Maya menekan sesuatu di jam tangannya
" Katakan siapa kau "
" Sa....saya Maya tuan sahabat Alisya dari kecil " Cicit Maya seperti sebuah bisikan namun bisa di dengar oleh mereka semua
Mendengar itu Kenzo manggut-manggut lalu menatap Maya dengan tatapan tajam miliknya namun Kenzo tidak menemukan kebohongan di mata Maya
" Kalau begitu ceritakan kisah Alisya "
" Sa.....saya tidak bisa tuan "
" Kenapa...."
" itu.....saya pokoknya tidak bisa Tuan "
" kau.....jangan membuat Kesabaranku habis hingga melukaimu " kata Kenzo namun Maya bum membuka suara sedikitpun Maya terus menatap pintu berharap Dewi penolongnya segera datang
__ADS_1
" Huu Ayo Maya kamu tidak boleh takut ini demi kebahagiaan Alisya kamu harus berani " Tekad Maya lalu mengangkat kepalanya menatap langsung ke arah Kenzo
" Anda berkuasa Tuan lalu mengapa mencari tau jati diri satu wanita saja anda tidak bisa " Ejek Maya membuat Semua orang kaget
" Kau....."
" atau cara kerja bawahan mu hanya seperti ini. Mafia nomor 1 di dunia apa sebatas ini mencari satu informasi saja tidak bisa " Potong Maya Sinis
" Sialan beraninya kau menghina kami "
BRAK
Ramos yang emosi karna ledekan Maya sontak menendang sisa pecahan meja dengan di ikuti Pistol yang di arahkan ke kepala Maya
" saya tidak lupa akan itu Tuan "
" hehe masih berani bicara rupanya. kau sudah berani merendahkan kamu lalu bagaimana jika aku menghancurkan kamu disini Baby " Bisik Ramos di telinga Maya Bahkan berani menjilati leher jenjang Maya
" Bagaimana jika kamu di gilir oleh para Bawahan ku yang kekar itu Nona " lanjut Ramos Melirik para anak buahnya yang berdiri di sudut ruangan
Dor
Dor
" MENJAUH DARINYA JIKA TIDAK INGIN MARKAS KALIAN INI HANCUR "
__ADS_1
Sontak mereka langsung menoleh ke asal suara mata mereka melotot melihat Gadis tadi yang mengamuk karna tidurnya di ganggu kini berdiri di depan mereka dengan peralatan senjata yang lengkap
" Dan kau....." Alisya berjalan mendekati Ramos yang sedang memegang perutnya karna terkena tembakan Alisya
" ingin menggilir sahabatku? Bagaimana jika saya membalikan keadaan " kata Alisya tersenyum manis Namun Ramos Seketika merasakan firasat buruk
" Apa yang AAAAAA" belum selesai bertanya Ramos langsung berteriak kesakitan bagaimana tidak kesakitan ia merasakan burungnya seperti di tarik paksa dari tempatnya
" Jangan membuatku marah karna kalian tidak tau apa yang kalian bangunkan Pemangsa atau rantai mangsa " Kata Alisya lalu beralih menatap Maya matanya langsung memerah melihat lengan Maya berdarah
Dor
Ssssst
Alisya tanpa perasaan menembak Kenzo di lengannya pula namun dengan pistol yang berbeda. Semua anggota Kenzo mengarahkan senjata mereka ke arah Alisya Namun di hentikan oleh Kenzo
" Jika ingin mencari tahu tentangku tidak perlu memaksa apalagi menyakiti orang yang ku sayang karna itu bisa menjadi Bom waktu " Kata Alisya membantu memapah Maya berdiri lalu berjalan ke arah Kenzo
" Kau mencintaiku bukan " Tanya Alisya mengelus wajah Kenzo
" Sangat " Jawab Kenzo menatap Alisya dengan dalam
" Maka buktikan " kata Alisya mengecup singkat dagu Kenzo lalu berjalan keluar dengan Maya di sampingnya
" Biarkan " kata Kenzo saat melihat Bawahannya menahan Alisya
__ADS_1