Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kembar?


__ADS_3

Waktu terus berjalan tak terasa kehamilan Alisya sudah 4 bulan begitu pula Maya yang hanya beda 3 Minggu dari Alisya.


Alisya menjalani hari-harinya selama 4 bulan dengan damai dan tentram. Suami yang selalu siaga dan perhatian kepadanya.


Maya dan Dirga sudah pindah sejak 2 bulan lalu hanya Kevin yang tidak mau pindah walaupun Kenzo sudah berulang kali mengusir pria itu. Akan tetapi Kevin terus berisi keras untuk tinggal di mension itu dengan alasan untuk membantu Kenzo menjaga Alisya.


Awalnya Kenzo keberatan Dan tidak setuju dengan tinggalnya Kevin di mensionnya. Akan tetapi setelah mendengar alasan dari pria itu Kenzo segera mengiyakan Kevin untuk tetap tinggal di mansionnya. Dengan catatan Kevin tidak boleh terlalu dekat dengan Alisya.


Kevin tetap mengiyakan yang penting dia masih berada di mension itu. Walau tidak terlalu dekat istilahnya dia bisa menjadi teman untuk Alisya mengobrol nanti. Walau banyak apesnya yang harus menuruti keinginan aneh dari si ibu hamil itu.


"Aku ikut!" Ucap Kevin yang menatap tajam Kenzo.


"Tidak bisa! Kamu tunggu saja disini." Balas Kenzo.


"Tidak! Aku mau ikut titik nggak pake koma."


"Tidak bisa. Aku suaminya maka aku yang harus mengantarnya."


"Tapi aku kakaknya!"


Kedua pria itu sibuk terus bertengkar dan berargumen merebutkan siapa yang akan mengantar Alisya ke rumah sakit Untuk melakukan check up dan USG bayinya.


Baik Kenzo maupun Kevin kedua pria itu tidak ada yang mengalah pada ucapan mereka masing-masing. Kenzo yang tidak memperbolehkan Kevin untuk ikut dengannya sedangkan Kevin yang tetap ngotot untuk ikut bersama Kenzo dan Alisya melakukan pemeriksaan.


Kedua pria itu sibuk melempar tatapan tajam dan ucapan pedas di mulut mereka hingga tak menyadari jika orang yang mereka tunggu-tunggu kini tengah menatap mereka dengan tajam.


"Apa yang kalian lakukan ha...?"


Suara geraman Alisya membuat perdebatan kedua pria itu terhenti. Dengan kepala yang patah-patah Kenzo dan Kevin menoleh ke arah asal suara.


Glek


Sontak Kenzo dan Kevin langsung menelan ludah saat melihat tatapan tajam Sang bumil. Tatapan tajam yang sudah seperti seekor singa yang sedang mengintai mangsanya membuat Kenzo dan Kevin saling melirik satu sama lain dengan bergidik nyeri.


Bagi keduanya Alisya semakin terlihat menaklukkan saat marah saat dia tengah mengandung. Bahkan pernah kejadian beberapa bulan lalu saat Kenzo dan Alisya sedang berbelanja di supermarket. Kasir yang menjaga supermarket itu mencoba merayu Kenzo di depan Alisya. Alisya yang melihat suaminya digoda secara terang-terangan langsung memberi pelajaran wanita yang berani menggoda suaminya itu.


Tak tanggung-tanggung Alisya memberi pelajaran wanita itu dengan berupa beberapa tamparan dan cakaran di wajahnya yang tebal akan make up. Tak hanya itu Alisya juga membuat wanita itu besar dari pekerjaannya hari itu juga.


Alisya yang kesal karena Kenzo hanya diam saat di goda oleh wanita itu langsung memberi hukuman yang begitu melakukan bagi Kenzo. Bagaimana tidak Alisya memberi hukuman kepadanya dengan mengusirnya dari kamar mereka. Alhasil Kenzo tidur di kamar yang lain tidak hanya itu bahkan Alisya mendiami dirinya 3 malam 3 hari cuman masalah sepele itu.


Sejak saat itu Kenzo tidak lagi berani membuat kesal apalagi marah istrinya itu. Kenzo tidak ingin berakhir tidur di luar apalagi di diami oleh Alisya.


"Baby kamu sudah datang?"


"Ayo kita berangkat." Kevin langsung berjalan dan memegang lengan Alisya.


"Hei.... Jauhkan tangan dari istriku!" Teriak Kenzo yang langsung membawa Alisya dalam pelukannya.


"Ck..... Aku hanya menyentuh sedikit." Ucap Kevin yang melepaskan tangannya dari lengan Alisya.


"Ayo kita berangkat baby." Kenzo segera menuntun sang istri untuk berjalan menuju Mobil.

__ADS_1


Sebenarnya Kenzo ingin menggendong Alisya tapi dia tidak ingin istrinya itu salah paham lagi. Jadi, Kenzo dengan setengah ikhlas hanya bisa memegang lengan istrinya berjaga-jaga jangan sampai Alisya terjatuh.


Klik


"Ngapain kamu?" Tuding Kenzo yang menatap tajam Kevin yang duduk enteng di jok belakang.


"Ikutlah!" Jawab Kevin dengan enteng.


"Keluar!" Ucap Kenzo datar dan menatap dingin Kevin.


"Tidak akan! Aku akan ikut titik." Balas Kevin.


"Kamu benar-benar mencari mati!" Geram Kenzo yang melepas sabuk pengamannya beranjak turun untuk menarik Kevin.


"Mau kemana?" Tanya Alisya dengan suara datar.


Deg


Kenzo yang baru membuka pintu langsung menutupnya kembali. Dengan kepala yang patah-patah Kenzo berbalik menatap Alisya yang kini telah berwajah merah sepertinya bumil itu sedang menahan kekesalannya.


"Mau turun baby..." Jawab Kenzo dengan tersenyum paksa.


"Duduk dan jalankan mobilnya atau aku tendang kalian berdua dari mobil ini!" Ucap Alisya yang menatap tajam keduanya.


"Siap baby!"


Kenzo langsung menstater dan melajukan mobilnya keluar dari gerbang. Kenzo lebih memilih Kevin ikut daripada harus membuat Alisya marah yang akan berdampak fatal baginya nantinya.


"Bersama ku dia seperti singa yang mengamuk tapi jika sudah dengan little girl dia akan menjelma menjadi kucing. Dasar suami takut istri." Ejek Kevin dengan suara rendah.


Namun seribu saya Alisya yang sejak tadi diam mendengar gumaman dari Kevin. Mata yang tadinya tertutup langsung melirik Kevin dengan tatapan membunuh.


"Dan kamu..... Jangan coba-coba membuat ulah atau aku gantung terbalik." Ancam Alisya yang menatap tajam Kevin lewat spion.


Glek


Kevin yang berada di jok belakang langsung menelan ludah. Kevin tahu ancaman Alisya tidak main-main karna dia pernah merasakannya beberapa hari yang lalu karna membuat Alisya kesal.


"Tidak kok, tenang saja." Jawab Kevin dengan gugup.


Kenzo yang melihat wajah pucat Kevin langsung menyeringai. Tentu Kenzo tahu apa yang di alami Kevin karna membuat Alisya kesal dengan membuat sendal bulu kesayangannya putus.


"Mengatakan aku suami takut istri? Lalu bagaimana denganmu?" Ucap Kenzo hanya menggerakkan bibir lewat spion mengejek Kevin.


Setelah berkendara selama beberapa menit kemudian akhirnya Kenzo sampai di rumah sakit yang menjadi tempat tujuan Alisya. Alisya masuk ke dalam rumah sakit dengan di apit Kenzo dan Kevin membuat bumil satu itu berdiri di tengah-tengah kedua pria gagah dan tampan itu.


Kevin bergidik ngeri melihat barisan para ibu hamil yang menunggu giliran. Ada yang perutnya masih sedikit buncit ada pula yang sudah besar seperti bola membuat Kevin menelan ludah. Syukur karna Kenzo sudah mengambilkan atau menggunakan kekuasaannya sehingga Alisya tidak harus menunggu dan mengantri beberapa jam.


Ceklek.


"Nyonya Alisya silahkan masuk!"

__ADS_1


Alisya hanya tersenyum dan masuk ke dalam ruangan pemeriksaan itu. Untuk melakukan USG pada kandungannya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Kenzo dengan datar menatap tajam Kevin.


"Aku mau masuk." Jawab Kevin.


"Kau....."


"Sudah jangan membuat ulah nanti little girl marah kita akan benar-benar habis." Potong Kevin yang menaik turunkan Alisya.


"Sial, nih orang satu benar-benar ingin aku ledakan kepalanya." Kata Kenzo dalam hati yang sudah sangat kesal dengan pria di depannya itu.


Setelah perdebatan panjang akhirnya Kenzo dan Kevin sepakat masuk bersama. Sang dokter langsung membulatkan mata saat melihat kedua pria itu masuk. Namun, Alisya menyenangkan sang Dokter.


"Stop! Apa yang kamu lakukan?" Pekik Kenzo dan Kevin yang panik saat melihat sebuah benda yang ingin di letakkan di atas perut Alisya.


"Jauhkan benda itu atau aku tembak kepalamu." Ancam Kenzo yang langsung menyodongkan pistol ke arah sang Dokter yang langsung bergetar ketakutan melihat pistol yang di todongkan Kenzo padanya.


Alisy yang melihat itu hanya bisa memijit pelipisnya. Kenapa suaminya itu justru membawa pistol di dalam rumah sakit dan lebih parahnya lagi di todongkan pada seorang Dokter.


"Diam atau kalian keluar!" Tekan Alisya yang menatap tajam Kevin dan Kenzo.


Kenzo yang melihat tatapan tajam dari Alisya langsung menurunkan pistolnya. Namun, Kenzo dan Kevin terus menatap tajam dokter itu.


"Lanjutkan saja Dok" ucap Alisya yang menyuruh sang Dokter untuk melanjutkan pekerjaannya.


Dokter itu dengan tangan gemetar menempel transducer pada kulit Alisya.


"Apa mau di perlihatkan jenis kelaminnya Nyonya?" Tanya sang Dokter.


"Iya!"


"Tidak!"


Kenzo dan Alisya berucap secara bersamaan Namun melihat tatapan tajam Alisya. Ke zo hanya bisa menghela napas.


"Tidak usah Dok" ucap Alisya lagi.


"Wah Selamat Nyonya Tu...Tuan Kalian akan mendapatkan bayi kembar." Ucap sang Dokter.


"Benarkah?" Seru Alisya dengan tatapan penuh binar.


"Benar Nyonya, Lihat! Ini ada dua kantung yang menandakan dua cabang bayi yang sedang berkembang." Terang Dokter.


"Syukurlah...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir di karya baru Othor ya😁


__ADS_1


__ADS_2