
"TUAN....." pekik Ramos dan Dirga yang melihat Kenzo keluar dari persembunyian.
"Sialan..... Keparat..... Dasar tua Bangka licik" Umpat Kenzo.
Kenzo benar-benar tidak menyangka jika di dalam mension inipun ada juga sistem keamanannya padahal dari luar juga ada.
"Tua Bangka itu benar-benar licik." kata Alisya lewat Earphone.
"Kau benar baby. kita harus berhati-hati" balas Kenzo.
"Tuan" Ramos dan Dirga langsung menghampiri Kenzo yang sedang bersembunyi di balik tembok.
"Kalian berpencar lalu cari asal peluru ini" Perintah Kenzo kepada kedua bawahannya.
"Baik Tuan" jawab Dirga Ramos serentak.
Dirga dan Ramos segera bergerak berpencar walau harus berlari menghindari peluru yang menghujam.
"Nona" Justin datang di depan Alisya lalu menekuk lututnya satu.
"Lindungi aku" kata Alisya dingin.
"Tapi Nona...." Justin terlihat ragu apalagi perkataan mantan Ketuanya terngiang-ngiang di telinganya.
#Flashback 1 jam sebelum keberangkatan.
"Tuan.... kamu akan menyerang hari ini" lapor Justin pada Kakek XU lewat telfon.
"Berangkatlah. pastikan Alexi tidak terluka sebisa mungkin lindungi dia" kata Kakek XU penuh permohonan.
"Saya akan menjaga dan melindungi Nona Tuan" kata Justin tegas.
"Saya pegang kata-kata mu Justin" balas Kakek XU lalu mematikan sepihak.
*Flashback end
"Nona mau kemana" tanya Justin kaget dengan refleks mencekal tangan Alisya.
"Naik di lantai dua" jawab Alisya datar menatap tajam lantai 2.
"Biar saya saja Nona" kata Justin segera berdiri.
"Diam dan lindungi aku." kata Alisya mutlak karna merasakan beberapa orang menuju kesini dan itu bukan dari anggotanya ataupun anggota Kenzo.
"Baik Nona"
Akhirnya Justin pasrah kepada perintah Alisya karna dia yakin peluru-peluru itu tidak akan melukai Nonanya.
"Baby bersiap kita akan kedatangan tamu" kata Kenzo tiba-tiba.
"Aku akan naik ke lantai dua" kata Alisya yang sontak membuat Kenzo kaget.
"BABY...."
Terlambat sebab Alisya sudah berlari menerobos secepat kilat menuju lantai dua walau harus main petak umpet dengan peluru.
Dor
Dor
Dor
"Sialan" umpat Kenzo saat mendengar adu tembakan di luar dapat di pastikan jika itu bala bantuan dari si tua Bangka David.
__ADS_1
"Tuan pergilah selesaikan masalah di luar biar saya yang berjaga disini." ucap Justin setengah berteriak.
Mendengar ucapan Justin, Kenzo langsung menatap ke arah Justin lalu mengangguk samar dan berlari keluar untuk membantu para anggotanya.
Sampai di luar Kenzo langsung melotot melihat anak buahnya banyak yang terluka karna pasukan bantuan milik David.
Dengan amarah yang sudah membuncah Kenzo langsung mengakar pistolnya dan menembak secara acak para musuh di depannya.
Dor
Dor
Dor
Hanya beberapa menit saja akhirnya pihak musuh jatuh tak berdaya dengan luka di tangan dan kaki.
"Kris obati yang luka. sisanya ikut aku masuk" kata Kenzo lalu berlari masuk kembali dalam mension.
Sedangkan di tempat lain Alisya mencari ruangan yang dia duga ruangan IT yaitu akar dari sistem keamanan di dalam mension itu.
Brak
"Akhirnya" guman Alisya melihat jejeran komputer dengan rekaman yang menunjukan kondisi di lantai satu.
Alisya langsung berlari lalu duduk di sebuah kursi lalu mulai memainkan tangannya di atas keyboard.
Tek
"Hanya keamanan rendah" ucap Alisya pelan dengan seny sinis di bibirnya.
"Nona Alisya"
Ramos dan Dirga langsung mematung melihat Alisya di dalam ruangan itu.
"Kita tidak punya waktu kita harus segera bergerak" kata Alisya lalu berlari keluar.
"Tapi Nona lantai....."
"Percuma di lantai atas tidak ada siapapun. bajingan itu berada di ruang bawah tanah" kata Alisya berlalu pergi.
Mendengar penuturan Alisya tentang ruang bawa tanah. Dirga dan Ramos saling lirik lalu berlari menyusul Alisya turun di lantai satu.
"Baby" Kenzo segera berlari memeluk Alisya.
"Kamu tidak terluka kan?" kata Kenzo khawatir memutar tubuh Alisya.
"Astaga dasar Bos Bucin" batin semua orang yang ada di situ terutama Ramos dan Dirga yang bisa memutar mata jengah akan kelakuan Tuan mereka itu.
"Kita tidak punya waktu By kita harus segera menangkap pria itu" kata Alisya dingin.
"Kemarilah" Kenzo segera menarik lembut tangan Alisya membawanya ke samping tangga.
krek
Kenzo menekan sesuatu di bawah tangga hingga terbukalah tangga yang menuju ke bawah yang dapat di pastikan jika itu ruang bawah tanah.
"Tetap waspada dan siaga" kata Kenzo kepada semua orang.
Kenzo berjalan paling depan dengan memegang tangan Alisya menyembunyikan tubuh Alisya ke belakang tubuhnya.
"Lepas aku mau......"
"Tetap di belakang ku baby" ucap Kenzo lembut namun terdengar tegas.
__ADS_1
Mendengar itu Alisya tidak lagi memaksa untuk berjalan di samping Kenzo. Alisya dengan terpaksa berjalan di belakang Kenzo namun walau seperti itu tidak menurunkan kewaspadaan Alisya terhadap keadaan sekitar.
"Tetap waspada walau itu dengan orang di samping kalian karna kita tidak tau pisau dan peluru berasal dari mana" kata Alisya tegas.
"Siap Nona" jawab Justin dan beberapa orang anggota Dark Devil.
Sedangkan anggota Kenzo mereka hanya diam karna menurut mereka Alisya bukan ketua mereka walau dia menjadi wanita Tuan mereka.
Kenzo mulai menuruni anak tangga di ikuti yang lain dengan senjata yang siap tempur.
"Berhenti" Ucap Kenzo dan Alisya secara bersamaan. Kenzo dan Alisya saling lirik lalu tersenyum.
Cup
"I love you" bisik Kenzo di telinga Alisya setelah melayangkan kecupan singkat di atas bibir Alisya.
"Dasar bucin" batin para anggota Kenzo maupun anggota Dark Devil.
"Justin atur formasi" kata Alisya tegas melirik Justin.
"Siap Nona" jawab Justin lalu Mengkode beberapa anggotanya.
Justin di ikuti beberapa orang di belakangnya segera berjalan ke depan berdiri paling depan.
Setelah mereka berjejer rapi Justin dan anggotanya segera berjalan di ikuti oleh yang lain. baru saja berjalan 5 menit mereka langsung di hujamkan peluru.
Dor
Dor
Dor
Dengan gesit Alisya dan Kenzo mencari persembunyian lalu mulai membalas tembakan musuh
Dor
Dor
Dor
Aaa
Bugh
Brak
Prok prok prok
Tiba-tiba saja terdengar tepuk tangan seseorang dari kegelapan membuat mereka semua menghentikan adu tembak.
"Tak ku sangka seorang Kenzo Devandra Keano mempunyai waktu luang untuk datang jauh-jauh mengunjungiku"
Seorang pria paruh baya muncul dari kegelapan berdiri di depan Kenzo dengan Arogant.
Kenzo yang melihat pria di depannya langsung menggertakkan giginya menatap tajam sosok pria di depannya. amarah Kenzo langsung membuncah sampai di ubun-ubun menatap pria di depannya yang tak lain dan tak bukan adalah pria yang hampir menodai Wanitanya.
"Tua Bangka sialan aku akan benar-benar mencincang tubuhmu" umpat Kenzo dalam hati.
"Hohoho ada apa dengan tatapanmu itu anak muda kenapa menatapku seperti itu?" tanya Pria itu yang menyulut emosi Kenzo.
"Tidak ada saya hanya ingin memberi hadia kecil kepada Tuan apa bisa?" kata Kenzo datar.
"Hoho dengan senang hati anak muda akan aku terima" balas pria itu.
__ADS_1
Mendengar itu Kenzo menyembunyikan senyum sinis di sudut bibirnya lalu berjalan ke arah pria itu dengan tatapan datar.
BUGH