Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Keheranan Kenzo


__ADS_3

Pagi hari semua orang langsung siap-siap untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing begitu pula Alisya. yang baru saja keluar dari kamar mandi lengkap dengan bathrobes dan handuk kecil di kepalanya.


Alisya berjalan kecil menuju meja rias lalu mengambil Hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah. setelah Alisya rasa cukup Alisya menyimpannya kembali berdiri menuju walk in close lalu mencari setelan yang menurutnya pas setelah menemukannya Alisya langsung memakaikan.


30 menit kemudian Alisya sudah siap semua. Alisya menyambar tasnya lalu berjalan keluar dengan santai.


sampai di lobby Alisya langsung menyunggingkan senyum melihat mobil Ferarri hitam yang harganya selangit itu kini sudah ada di hadapan Alisya.


"Sempurna" kata Alisya menatap kagum mobil barunya.


"Ini kuncinya Nona"


"Hm pergilah" kata Alisya mengibaskan tangannya.


Dengan semangat Alisya masuk ke dalam mobilnya lalu menghidupkannya dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi.


"AAAAAA INI MENYENANGKAN" teriak Alisya di sepanjang jalan.


Suasana jalan yang tidak macet menjadi keuntungan besar untuk Alisya kebut-kebutan di jalan.


Alisya tiba-tiba menyerigai melihat mobil Bugatti di depannya.


Wush


Seperti angin Alisya langsung melewati mobil itu dengan tawa terbahak-bahak entah kenapa ini hari dia sangat merasa senang.


"Tuan itu sepertinya Nona Alisya" ucap Dirga yang melihat siluet Alisya lewat di depan mobil mereka.


"Mana" Kenzo yang dari tadi fokus pada iPad di tangannya langsung mengakar kepalanya ke depan.


"Mobil Ferarri itu Tuan" kata Dirga yang sedang mengejar Alisya.


Kenzo menatap mobil Ferrari hitam di depan sana. Kenzo langsung mengernyitkan alis melihat mobil harga milyaran itu. jika itu benar mobil Alisya lalu bagaimana bisa dia membelinya? Kenzo tahu betul keuangan Beatrix Company baru saja stabil tidak mungkin Alisya menggunakan uang perusahaan untuk membeli mobil seharga selangit itu. jikapun benar uang perusahaan pun tidak akan cukup.


"Bagaimana bisa Alisya memiliki mobil itu?" batin Kenzo penuh tanda tanya.


"Dirga cari kembali tentang Alisya!" perintah Kenzo.


"Cari kembali?" beo Dirga kaget menatap ngeri Tuannya lewat kaca spion.


"Yah cari sampai dapat!" perintah mutlak Kenzo yang tak ingin di bantah.


Mendengar itu Dirga hanya bisa menelan kembali protesnya.

__ADS_1


"Apa Tuan lupa jika Nona Alisya itu lebih hebat daripada aku" jerit Dirga dalam hati.


"Tidak perlu di kejar dia akan ke perusahaan" kata Kenzo.


"Baik Tuan" jawab Dirga patuh lalu segera belok kanan untuk menuju ke perusahaan KEANO GROUP.


Sedangkan Alisya kini sudah sampai di perusahaan dengan langkah tegas ai memasuki perusahaan.


"Selamat pagi Nona" sapa setiap karyawan yang di laluinya namun Alisya hanya membalas seperlunya atau hanya menganggukan kepala.


"Galang" panggil Alisya saat melihat Galang sang sekretaris di meja depan ruangan Alisya.


"Tolong pesankan sarapan untuk saya lalu bawah ke ruangan saya. menu yang sama seperti biasa ya!"


"Baik Nona" jawab Galang.


Galang sudah hafal betul menu yang sering di konsumsi oleh Nonanya itu. mengingat sudah 1 Minggu Alisya sarapan dan makan siang di kantor hanya memesan makanan lantaran kesibukkan.


Untuk panggilan, Alisya melarang para karyawannya untuk memanggilnya Ibu sebagai gantinya mereka hanya boleh memanggil Nona saja.


Sampai di ruangan Alisya langsung duduk di kursinya lalu menghidupkan leptop dan membaca satu persatu berkas di atas mejanya.


Sedangkan di tempat lain Alexa baru saja membuka matanya lalu melihat keadaan kamarnya yang sudah bersih bahkan kaca jendelanya pun sudah kembali seperti semula.


karna Alexa tahu yang menerornya selama ini pasti Alisya.


"Tunggu pembalasanku j*****" desis Alexa lalu beranjak berdiri dan masuk ke kamar mandi.


30 menit kemudian Alexa sudah rapi lalu keluar dari kamar menuju lantai satu untuk makan.


"Pagi Mom, Dad" ucap Alexa mengecup pipi kedua orang tuanya membuat Reva dan Edric langsung menatapnya heran.


"Ada apa Mom kok kalian liatin aku segitunya?" tanya Alexa.


"Seharusnya kita yang nanya Alexa kamu kenapa pagi-pagi sudah senyum-senyum sendiri bukannya tadi malam kamu habis teriak-teriak" kata Reva dengan sedikit nada kesal.


"Maaf Mom tadi malam itu.... ah sudahlah


Dad minta uang dong aku mau ke salon. muka aku kusam bangat nggak ke rawat" kata Alexa kepada Edric.


"Ya sudah nanti Daddy transfer yah tapi kamu harus irit keadaan kita nggak kaya dulu lagi" kata Edric menatap lembut putri kesayangannya itu.


"Loh kenapa Dad?" tanya Alexa kaget.

__ADS_1


"Perusahaan sudah di ambil alih oleh Alisya dan Daddy belum dapat juga pekerjaan sampai sekarang. kita hanya bisa bergantung pada uang yang masuk karna Daddy punya saham 15% disana" ungkap Edric membuat Alexa membulatkan mata.


Alexa memang tidak mengetahui apa-apa karna selama beberapa hari ini Alexa tak pernah mau keluar dari kamar lantaran takut apalagi terus di teror.


"Alisya kamu benar-benar harus di singkirkan. semua itu milikku hanya milikku sialan" umpat Alexa dalam hati. kedua tangannya mencengkram sendok yang dia pegang.


"Jadi Daddy nggak ada kerjaan?" tanya Alexa.


"Hari ini Daddy terpaksa mendatangi Alisya karna sepertinya Daddy tidak akan mendapatkan pekerjaan dimana pun mengingat usia Daddy yang tidak mudah lagi." terang Edric mulai memakan sarapannya.


"Jadi Daddy harap kalian berdua untuk sementara mengurangi belanjaan kalian jika masih ingin hidup enak" lanjut Edric lagi memberi peringatan kepada Reva dan Alexa selaku putri dan istrinya.


"Karna anak sialan itu aku harus menahan keinginan ku untuk membeli barang-barang branded" kata Reva dalam hati penuh benci kepada Alisya.


beberapa menit kemudian mereka semua telah menyelesaikan makanan mereka masing-masing.


"Alexa berangkat dulu Mom. jangan lupa di transfer Dad" pamit Alexa berjalan keluar.


"Mas yakin mau datang ke perusahaan?" tanya Reva.


"Mau gimana lagi aku tidak punya pilihan lain. semua perusahaan yang aku singgahi selalu menolakku bahkan mereka juga menghujatku karna anak sialan itu" kata Edric emosi karna setiap perusahaan yang dia datangi selalu menghujat atau menatapnya hina.


"Sudah. aku berangkat dulu" pamit Edric mengecup kening Reva lalu berjalan keluar.


Sampai di perusahaan Edric langsung masuk tak ada satu orang pun yang menghentikannya karna mengingat mereka mengingat jika pria paruh baya itu adalah ayah Nona mereka walau mereka tahu perlakuan tidak adil itu.


"Tuan Edric" Galang yang memang ruangannya berada di depan ruangan Alisya langsung melihat Edric baru keluar dari lift hingga dengan segera Galang berjalan ke arah mantan Atasannya itu


"Tuan Edric" sapa Galang menundukkan sedikit kepalanya.


"Kamu masih bekerja disini rupanya" ucap Edric menatap Sinis Galang.


"Minggir aku ingin menemui anak itu" lanjut Edric membentak Galang.


"Maaf Tuan, saat ini Nona sedang sibuk dan tak ingin di ganggu" kata Galang yang berusaha mencegah Edric masuk ke ruangan Alisya.


"Saya ini Daddy-nya bahkan perusahaan ini milikku jadi minggir" sentak Edric mendorong kasar Galan hingga mundur beberapa langkah.


"Masuklah jika ingin di amuk Nona" ucap Galang dalam hati menatap ngeri punggung Edric.


Ceklek


"Wah wah lihatlah! kau enak-enak duduk disini namun aku sebagai Daddy mu harus kesana Kemari mencari pekerjaan yang selalu di tolak dan di hujat karna mu ANAK PEMBAWA SIAL" teriak Edric menunjuk muka Alisya dengan telunjuknya

__ADS_1


__ADS_2