
"Telfon" perintah Kenzo dengan suara rendah.
"Ini juga sudah telfon Tuan saja yang tidak sabaran" Omel Dirga.
"Nona angkatlah....jika tidak maka hidupku akan tamat sampai disini lagi pula hal yang seperti itu kenapa harus di tanyakan tinggal bangunin apa susahnya" batin Dirga yang terus mengomel tanpa henti.
"Hallo ini siapa, aku lagi sibuk bisa nggak..."
"Nona Maya" potong Dirga dengan suara tertahan. sungguh demi burung Pipit yang baru menetas di telur ayam Dirga benar-benar kesal saat ini tak cukup hanya Bosnya saja yang mengomel tapi Wanita di telfonnya juga ini Cerewet tanpa membuatnya kesal.
"Tuan Dirga, ada apa Tuan" tanya Maya di ujung telpon.
"Itu.... bagaimana cara membangunkan Nona Alisya" Tanya Dirga dengan ragu karna sebentar lagi Maya akan menertawakan dirinya.
"Oh itu. tempelkan hp mu ke telinganya" kata Maya memberi instruksi.
Dirga mengernyitkan alis mendengar penuturan Maya namun dengan langkah ragu ia mendekati Alisya lalu melihat Kenzo yang sedang menatap tajam padanya.
Dirga hanya menelan Saliva dengan susah payah
"Ini saya sudah meletakkannya Nona" kata Dirga meletakkan ponselnya di dekat kuping Alisya yang masih tertidur lelap.
Di sebrang sana terdengar Maya menarik napas lalu membuangnya perlahan lalu menarik lagi.
"ALISYA RAMPOK, ALISYA AWAS....." teriak Maya sekuat tenaga
Sret
Nging.....
Bruk....
Dirga menutup mata saat merasakan sesuatu meleset seperti angin di samping kepalanya namun matanya langsung terbuka lalu melihat ke arah suara pesanan tadi.
"PONSELKU" pekik Dirga dalam hati menatap nalar ponselnya yang tidak berbentuk lagi karna hancur berkeping-keping.
"ALISYA TANGAN KAMU BERDARAH" teriak Kenzo panik melihat tangan Alisya bercucuran darah karna infus terlepas dengan paksa dan kasar saat Alisya terbangun tadi.
Sedangkan Alisya yang masih sepenuhnya sadar tidak merasakan sakit pada punggung tangannya hingga Kenzo mendekat lalu menekan tempat keluarnya darah.
"DIRGA PANGGIL DOKTER" Bentak Kenzo kepada Asistennya itu yang hanya berdiam diri meratap ponsel yang sudah hancur berkeping-keping itu.
__ADS_1
Mendengar bentakan Bosnya Dirga langsung tersadar lalu melirik ke arah Alisya sebentar lalu berlari keluar.
Beberapa menit kemudian Dirga kembali bersama seorang Dokter yang terengah-engah di belakangnya.
"Periksa dia" Perintah Kenzo datar kepada Dokter itu.
"Baik Tu..tuan" Dokter itu hanya bisa menjalankan tugasnya walau dengan tangan getar karna tatapan laser Kenzo yang sedang mengawasinya seakan-akan melukai gadis yang ia periksa.
"No..nona muda tida apa-apa Tuan" kata Dokter.
"Tidak apa-apa katamu. apa kamu buta ha... tangannya terluka sialan" Bentak Kenzo menyala-nyala kepada Dokter itu yang sudah gemetar ketakutan.
"Kapan saya bisa pulang" Tanya Alisya menyelamatkan dokter itu. padahal dia tau sendiri luka yang dia alami ini adalah luka kecil hanya sebuah jarum bukan pedang.
"Satu atau dua hari lagi Nona. Biasanya orang yang habis koma akan di izinkan pulang Palit cepat yaitu 1 Minggu saat sudah tersadar dari koma. tapi untuk nona, Nona bisa pulang besok atau Lusa karna sekarang keadaan anda baik-baik saja saya bahkan heran" kata Dokter itu terhenti dengan suara bariton milik Kenzo yang seperti menahan amarah.
"KELUAR" tekan Kenzo menatap tajam dokter pria yang seumuran dengannya itu.
"Berani sekali ia menatap dan mengajak wanitaku bicara" batin Kenzo menahan amarah.
"Baik Tuan...Nona Permisi" pamit Dokter itu langsung berjalan cepat keluar dari ruangan Alisya.
Sampai di luar Dokter itu bisa bernapas lega walau masih ada dua bodyguard yang sedang berjaga.
Sedangkan di dalam ruangan Kenzo masih menatap tajam pintu seolah-olah Dokter itu masih ada disana.
"Apa yang kamu lihat" tanya Alisya menyadarkan Kenzo dengan segera Kenzo menoleh ke arah Alisya. wajah yang tadinya begitu datar, tatapan mata yang tajam kini telah berganti dengan senyum hangat
Kenzo berjalan mendekati Alisya tangannya terulur mengusap ubun-ubun Alisya dengan lembut.
"Lain kali jangan seperti itu. kau membuat ku takut, jangan pernah menyakiti diri kamu sendiri." kata Kenzo dengan lembut.
"Hm Aku..."
Kryuuk
Kryuuk
"Perut sialan...bikin malu saja" umpat Alisya dalam hati menahan malu karna perutnya berbunyi.
Sedangkan Kenzo hanya bisa terkekeh kecil lalu beralih membuka Box yang ia bawah tadi. Alisya yang memang pada dasarnya sudah lapar saat mencium bau sedap makanan cacing di perutnya langsung berdemo minta di kasih makan.
__ADS_1
"Apa itu" Tanya Alisya yang sudah bersandar di kepala ranjang. matanya menatap binar pada setiap makanan yang di buka satu persatu oleh Kenzo.
Kenzo hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Alisya. Kenzo lalu meletakkan meja kecil di depan Alisya lalu memindahkan makanan itu satu persatu di meja Alisya.
"Makanlah" Kata Kenzo mengelus Surai hitam Alisya.
"Ini semua untukku" tanya Alisya dengan mata penuh binar bahkan air liurnya sudah meronta-ronta untuk keluar.
"Apapun untuk Mu Queen" jawab Kenzo membuat Alisya dengan senang hati mulai menyantap makanan itu satu persatu.
Bukan makanan mewah tapi mampu membuat lidah Alisya melayang karna rasa makanan itu.
Sedangkan Dirga hanya bisa melongo melihat kelakuan Tuannya yang semakin hari semakin gila karna gadis yang sedang Asyik makan itu.
"Apapun untuk My Queen, jadi kalau dia minta nyawa mu akan kamu berikan juga begitu. Dasar bodoh, Bos Bucin" kata Dirga dalam hati menatap ngeri Kenzo lalu Alisya
"PONSELKU. ingin sekali aku melabrak gadis ini bagaimana dia begitu tenang di saat dia baru saja merusak milik orang lain.bahkan Ponsel itu belum ku lunasi tapi sudah rusak" gerutu Dirga dalam hati menatap pecahan ponselnya lalu menatap Alisya tajam.
"Tidak perlu menatap ku tajam seperti itu, seakan-akan kau akan menelanku hidup-hidup. jika kau tidak ikhlas ponselmu di hancurkan kau bisa meminta kepada Kenzo untuk menggantikannya." kata Alisya tiba-tiba membuat Dirga langsung membulatkan kedua matanya, wajahnya langsung memucat saat melihat Kenzo menatap dirinya tajam.
"Bu...bukan begitu Nona Tapi....ponsel itu belum ku lunasi" kata Dirga menelan ludah.
"Salahmu sendiri siapa suruh kau menyimpan ponselmu di telingaku" jawab Alisya santai.
"Tapi Nona..."
"Cih lunasi ponsel jelekmu itu lalu ambil yang baru lagi. aku bahkan masih sanggup membelikan kamu dengan tokohnya sekaligus jika kamu mau" kata Kenzo Sinis dan tersematkan nada sombong.
"Ya yah orang kaya memang bebas, mau beli apa aja tinggal gesek" batin Dirga.
"Tunggu apalagi sama pergi" Usir Kenzo kepada Dirga.
"Tapi Tuan... Taun harus ke kantor karna ada pertemuan dengan..."
"Apa gunanya kamu menjadi Asisten pribadiku hal semacam itu tak bisa di atasi" potong Kenzo.
"Tapi Tuan...."
"Kau berani membantah"
"Tidak Tuan...saya akan segera pergi ke kantor. saya permisi" Dirga langsung berjalan cepat keluar dari ruangan Alisya dengan hati yang dongkol.
__ADS_1
"Dasar Bos Edan, sudah gila malah Bucin lagi entah kemana perginya Tuanku yang kejam kenapa malah terlahir menjadi Budak cinta Nona Alisya" batin Dirga.
Dulunya mereka berdua adalah si raja kerja tapi sekarang, mungkin yang akan menjadi raja kerja hanya tinggal Dirga. Kenzo? mungkin dia akan segera menjadi budak Cinta.