
"Ambillah dan buka kamu akan melihat seberapa J*l*ngnya adik kesayangannya kamu ini" kata Kenzo menatap rendah Khanza yang kini hanya bisa menunduk dan menggigit bibirnya.
Kevin merogoh saku celananya lalu mengambil ponselnya dan melihat jika Kenzo mengirimkannya sebuah video. Kevin dengan segala ke inginan tahuannya yang besar segera menekan kata play hingga kedua matanya membulat.
"KHANZAAAAAA" bentak Kevin menatap tajam adik semata wayangnya itu.
"Ini apa...?" tanya Kevin dengan amarah di ubun-ubun menyerahkan ponselnya.
Dengan takut-takut Khanza mengambil ponsel kecil lalu melihat apa isi di dalamnya. Mata Khanza menyipit melihat video yang belum di putar tapi Khanza yakin itu video panas.
"Jika ini aku dan Kenzo, lalu kenapa Kak Kevin marah dan kenapa Kenzo harus menyimpan video panas kami. apa mungkin Kenzo sengaja karna begitu puas dengan pelayanan yang ku berikan" kata Khanza dalam hati berbunga-bunga namun dia tak ingin terlihat bahagia.
"Ini apa kak?" tanya Khanza
"Buka dan kamu lihat sendiri" ucap Kevin menatap tajam Khanza.
Dengan hati yang berbunga-bunga Khanza menekan tanda segitiga di layar hingga video mulai berjalan senyuman Khanza luntur saat melihat dirinya bukan melakukan kepada Kenzo malah dia di gilir bahkan Khanza bisa melihat jika dia begitu menikmati permainan orang-orang itu.
"Tidak.....! Kak Kevin itu bukan Khanza Kak. Kenzo itu bukan aku bagaimana aku bisa melakukannya dengan orang lain di saat aku hanya menginginkan mu" kata Khanza yang gelagapan sendiri.
"Kurang jelas? kamu pikir aku akan percaya? tidak akan" kata Kenzo sinis berbalik untuk pergi.
Khanza yang melihat Jika Kenzo berbalik hendak pergi langsung menariknya.
"Kamu harus percaya sama aku Kenzo" ucap Khanza memohon namun di abaikan oleh Kenzo.
"BAGAIMANA ITU BISA TERJADI JELAS-JELAS AKU SENDIRI YANA MEMASUKAN OBAT PERANGSANG DI MINUMAN KAMU LALU JIKA BUKAN AKU SIAPA PELAMPIASAN KAMU...." teriak Khanza dengan amarah yang sudah berada di puncaknya.
Khanza yang panik tidak sadar telah mengucapkan suatu fakta yang menjadi bumerang dirinya sendiri.
PLAK.....
"APA KAKAK PERNAH AJARKAN UNTUK BERBUAT SEPERTI ITU KHANZA?" bentak Kevin.
Mendengar bentakan Kakaknya Khanza hanya bisa berdiri diam dengan kepala yang menunduk dalam.
Kenzo yang tidak ingin melihat pertengkaran kakak adik yang tidak berguna untuknya langsung pergi tanpa pamit.
__ADS_1
Seminggu berlalu Khanza yang mengetahui jika dirinya hamil bukan anak Kenzo dan lebih parahnya lagi dia tidak tahu pasti siapa ayah dari bayi dalam kandungannya membuatnya depresi dan mengurung diri di kamar.
Hingga suatu hari Kevin yang merasa kwatir akan keadaan adiknya itu memilih untuk menjenguknya di kamarnya.
Sampai di kamar Kevin membuka pintu kamar Khanza menggunakan kunci cadangan namun sampai di dalam kamar Khanza kedua mata Kevin membola melihat Khanza telah terkapar dengan busa di mulutnya dan botol obat-obatan yang berhamburan di lantai.
"Aku tidak akan pernah membuat hidup kamu bahagia Kenzo Devandra Keano" desis Kevin.
kedua tangan Kevin mengepal setiap saat mengingat kematian Khanza yang Budi dirih karna ulah dari Kenzo.
Padahal jelas-jelas yang salah tuh sih Khanza tapi Si Kevin malah dendam ke Kenzo.
Sedangkan di tempat lain Senyum Kenzo tak pernah luntur setelah pulang dari taman kota. kedua tangan dua insan yang baru saja mengikat hubungan serius itu tak pernah lepas dari tautan satu sama lain.
Kenzo menggenggam tangan Alisya begitu erat namun lembut sesekali Kenzo akan mengecup punggung tangan Alisya dengan mesra.
"Malam ini kamu tidur di mension ku ya" kata Kenzo dengan lembut menatap Alisya yang kini ikut menatapnya.
"Kamu mau 'kan baby?" tanya Kenzo dengan penuh harap.
Alisya terdiam cukup lama mendengar permintaan Kenzo yang menginginkannya untuk menginap di mension miliknya.
"Aku mau kok" jawab Alisya dengan senyum manis di bibirnya.
Senyum Kenzo semakin lebar mendengar jawaban Alisya namun hanya beberapa saat sebelum mobilnya di tabrak dari belakang membuatnya kaget.
BRAKK
BRAKK
"Sial.... siapa lagi yang menganggu ku tidak bisakah mereka diam dulu" umpat Kenzo dalam hati menatap tajam mobil di belakangnya lewat kaca spion.
"Baby kamu tenang ya....? kamu percaya sama aku, aku tidak akan membuat kamu celaka" ucap Kenzo lembut.
"Aku percaya Kok" balas Alisya masih dengan senyum di wajahnya.
Kenzo yang melihat dan kepercayaan penuh Alisya tidak tahan langsung menarik tengkuk Alisya hingga bibirnya mendarat sempurna di atas bibir tipis Alisya.
__ADS_1
"Berpegangan baby" kata Kenzo.
Setelah melihat Alisya sudah berpegangan Kenzo langsung menginjak pegal Gas hingga aksi kejar-kejaran pun di mulai.
Dor
"$ht aku tidak membawa senjata apapun dan mobil ini juga bukan anti peluru" kata Kenzo dalam hati melirik Spion.
"Byy kita tukaran ya?" ujar Alisya tiba-tiba.
Sontak Kenzo langsung melotot saat Alisya dengan enteng meminta untuk tukar posisi.
"Baby diamlah ini aksi berbahaya" kata Kenzo lembut.
"Cih tidak tahu saja aku di China selalu melakukan balapan bahkan balapan liar sekalipun" ucap Alisya pelan namun masih di dengar oleh Kenzo.
Ckit......
"BALAPAN LIAR BABY..." pekik Kenzo menatap tak percaya kepada Alisya.
"Hm aku selalu mengikutinya bahkan tanpa sepengetahuan Kakek" balas Alisya enteng.
Klik
Alisya langsung melepas sabuk pengaman miliknya lalu segera berpindah di pangkuan Kenzo.
"Baby apa yang kamu lakukan?" kaget Kenzo melihat Alisya yang duduk di pangkuannya begitu saja.
"Byy kamu diam deh lihat tuh mereka sudah dekat" kata Alisya menunjuk Spion.
"Jika kamu sudah tau mereka dekat segera kembali ke kursi kamu baby" kata Kenzo.
"Play the game" bisik Alisya dengan sebuah smirk di ujung bibirnya.
WUSSSH
"Baby....!"
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya di episode berikutnya😉😉😉