Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Firasat


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Maya penasaran


"Si Alexa masuk Rumah sakit"


"Kok bisa? terlalu capek atau pusing tuh Mak lampir atau pingsan karna di genjot mah bapaknya?" Cecar Maya tanpa filter.


"Ha.....?"


Ucapan Maya membuat Alvaro, Kris, dan Ramos menoleh dan menatap Maya penuh tanda tanya.


"Di amuk sama Nenek Sihir" jawab Alisya yang melanjutkan makannya.


"Di amuk bagaimana?"


"Nggak tahu yang jelas kata Anna kepala Alexa bosor"


"Wah bagus dong moga aja cepat mati tuh orang"


"Kalau dia mati kamu mau jadi mainanku?"


Deg


Dengan pelan Maya menoleh ke Alisya yang sedang menatapnya dengan senyum miring di bibirnya.


"Hehe nggak deh makasi" balas Maya dengan senyum kaku.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" teriak Ramos.


Ceklek


Terlihat beberapa orang masuk dengan beberapa krisek di tangan masing-masing.


"Makanannya Tuan" kata salah satu anggota itu membungkuk kepada Kenzo.


"Letakkan saja" kata Kenzo datar.


Beberapa orang itu segera meletakkan bawaan mereka di atas meja lalu berjalan keluar dari ruangan itu.


"Makanlah"


Bukan Kenzo yang berkata melainkan Alisya yang dengan seenak jidatnya menyuruh Maya untuk makan.


"Queen memang beda" batin bawahan kepercayaan Kenzo.


Sedangkan di tempat lain Edric dan Reva menunggu dengan cemas kondisi Alexa lebih tepatnya hanya Edric yang khawatir sedangkan Reva hanya diam dan menatap benci pintu ruangan Alexa.

__ADS_1


"Dasar anak tidak tahu di untung. ******!" umpat Reva yang bisa di dengar Edric namun Edric tidak bisa apa-apa karna disini dia memang bersalah.


"Bagaimana bisa aku tidak bisa menahan hasratku dan malah menyerang Alexa harusnya aku mencari dia bukan malah melampiaskan kepada putriku sendiri." Edric menarik dan mengacak rambutnya kasar saking frutasinya dirinya.


Ceklek


Edric langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka lalu muncullah seorang pria yang berprofesi sebagai Dokter.


"Bagaimana dengan keadaan putri saya Dok" tanya Edric dengan cemas.


"Putri Tuan baik-baik saja hanya saja luka di kepalanya kami jahit 8 jahitan karna lukanya terbilang besar dan dalam" jelas Dokter membuat Edric tertegun.


"Apa saya boleh masuk?" tanya Edric.


"Silahkan Tuan" jawab sang Dokter.


Mendengar itu Edric langsung masuk di ikuti dengan Reva walau dalam hati Reva sangat ingin mencekik Alexa yang sedang terbaring lemah itu.


"Lihat! Karna ulah perbuatan mu kepala Alexa harus di jahit." sentak Edric dengan suara tertekan menatap tajam Reva.


"Cih aku tidak bersalah tapi kalian yang bermasalah bagaimana kau bisa melakukan itu dengan putri kandung mu sendiri Edric." balas Reva dengan menatap sengit Edric.


"Bahkan kau juga menggauli ku layaknya binatang tanpa pemanasan dan kelembutan sama sekali" lanjut Reva sinis.


Deg


Lagi lagi Edric langsung diam mendengar akan hal itu. Edric sendiri juga Merutuki akan kebodohannya yang menggagahi putrinya sendiri.


"Dan juga Alexa tidak menolak saat aku menyerangnya malah membalas tidak kalah liarnya dari seranganku" lanjut Edric dalam hati.


"Kalian berdua benar-benar menjijikan" sarkas Reva.


******


"Baby?"


"Hm"


"Kamu yakin rencana ini akan berhasil?" tanya Kenzo yang sedang memeluk Alisya dari belakang.


"Aku yakin by" jawab Alisya dengan yakin sambil bersandar di dada bidang Kenzo.


"Aku hanya berharap semua ini segera berakhir agar aku bisa menghabiskan waktuku denganmu dengan tenang tanpa memikirkan musuh-musuh yang mengintai" kata Kenzo dengan menghela napas.


"Semua akan segera berakhir" kata Alisya berbalik lalu menggemamkan wajahnya di dada Kenzo.


"Ku harap begitu." guman Kenzo mengecup ubun-ubun Alisya.


"Walau aku tahu masih banyak musuh yang bersembunyi di kegelapan sana namun aku yakin kamu cukup kuat untuk menghadapi para hama seperti mereka. Lagipula aku akan melindungi kamu semampuku." lanjut Ke zo dalam hati mengeratkan pelukannya pada tubuh Alisya.


"Berjanjilah baby kamu tidak akan meninggalkan aku dan selalu percaya padaku" pinta Kenzo menjauhkan sedikit tubuh Alisya lalu menatap dalam mata Alisya.

__ADS_1


Entah kenapa Kenzo merasakan sesuatu hal yang besar akan terjadi dan akan mengguncang hubungannya dengan Alisya dan hal itu mengganggu Kenzo.


"Berjanjilah baby" pinta Kenzo ulang dengan wajah serius.


"Aku tidak bisa berjanji. aku bisa memaafkan segala kesalahan kamu,aku juga bisa menerima kekurangan mu namun aku tidak akan memaafkan atau memberimu kesempatan jika kamu berani menghianati kepercayaan dan cinta tulusku" kata Alisya menatap balas mata Kenzo.


"TIDAK AKAN WALAU ITU PENGHIANATAN KECIL SEKALIPUN" tekan Alisya datar dan dingin.


Deg


"Aku tidak akan pernah menghianati kamu apalagi menduakan kamu tidak akan pernah." kata Kenzo memeluk erat Alisya.


"Jikapun aku mati aku akan tetap membawa cintaku untukmu. Namun aku hanya takut masalah di masa depan membuat kamu meninggalkanku. Aku benar-benar tidak akan hidup tanpa kamu di sisiku aku akan benar-benar gila jika itu terjadi" kata Kenzo dalam hati.


"Kamu tidak akan menghianati aku kan by?" tiba-tiba Alisya mendongak menatap Kenzo yang sedang menatapnya juga.


Cup


Karna tak tahan Kenzo langsung menarik tengkuk Alisya lalu mencium dan ******* lembut bibir tipis Alisya. dia begitu merindukan dan candu akan bibir Alisya yang sudah beberapa hari ini ia tidak rasakan.


"Percaya padaku! Sampai mati aku tidak akan menghianati kamu apapun yang terjadi nanti kamu akan tetap menjadi ratu yang bertahta di hatiku" kata Kenzo dengan tegas dan yakin.


"Benarkah?" tanya Alisya yang kurang percaya.


"Lihat dan akan aku buktikan" kata Kenzo.


Setelah berkata seperti itu Kenzo langsung menarik kembali tengkuk Alisya lalu mempertemukan kedua bibir mereka. Kenzo menarik lembut pinggang Alisya dan mulai menyesap bibir atas dan bawah Alisya secara bergantian.


Alisya juga tidak ingin ketinggalan membalas ciuman Kenzo dengan mengalunkan tangannya di leher Kenzo.


Enguhhh


Lenguh Alisya saat Kenzo membelit lidahnya dengan lidah Kenzo di tambah lagi dengan tangan Kenzo yang mengelus lembut naik turun punggung Alisya.


Beberapa menit kemudian Kenzo melepaskan ciumannya dari bibir Alisya saat merasakan kekasihnya itu butuh oksigen.


Hah hah hah


Alisya segera meraup oksigen sebanyak-banyaknya saat Kenzo melepaskan ciumannya.


"Kamu terlihat seksi dengan bibir bengkak ini" bisik Kenzo tepat di depan bibir Alisya yang membengkak karna ulahnya yang nakal.


"Kamu..........." Alisya menatap kesal Kenzo yang hanya tersenyum manis ke arahnya.


Sret


"Aaaaa Kenzo turunkan aku." kata Alisya memberontak dalam gendongan Kenzo.


"Diam atau aku cium di depan para anggotaku" ancam Kenzo.


Sontak mendengar itu Alisya langsung berhenti memberontak lalu mengedarkan pandangannya ternyata banyak pasang mata sedang mengawasi mereka.

__ADS_1


"Sial kenapa aku bisa lupa jika ini adalah markas kenzo" rutuk Alisya dalam hati.


__ADS_2