Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Esekusi


__ADS_3

"Ada apa ini?" Alisya berdiri di ujung tangga menatap mereka satu persatu dengan alis yang menyatu.


"Selamat pagi Nyonya muda"


"Cih lihat ini! Wanita yang sudah berstatus istri Tuan Kenzo tapi jam segini baru bangun. Bahkan tidak mempersiapkan kebutuhan Tuan Kenzo sampai-sampai harus aku yang memperbaiki dasinya yang miring. Tapi nggk apa-apa dengan begitu aku dengan puas memeluk Tuan Kenzo."


Brak


"Sialan!"


Alisya sangat tidak menyukai ada wanita lain yang memuji apalagi mendekati suaminya. Kenzo tanpa peduli langsung menendang Amara dengan keras hingga tersungkur.


Uhuukkk uhuukkk


Sret


"Sudah lama aku membiarkan hama seperti kamu berkeliaran di Mension ku. Sekarang saatnya aku membasmi hama itu" bisik Alisya yang terdengar mengerikan


"Lepaskan aku ******!" Teriak Amara yang meronta-ronta saat Alisya menarik rambutnya dengan kasar.


"Kau....beraninya kau mengataiku"


Brak


Brak


Brak


"Aaaa apa yang kau lakukan sialan," teriak Amara.


Memberimu pelajaran"


Brak


Brak


Alisya tanpa perasaan langsung membenturkan kepala Amara dengan lantai hingga kening Amara terluka dan berdarah.


"Nona...."


"Hah akhirnya kalian tiba" kata Alisya yang tersenyum misterius ke arah Alya dan Ariana yang baru muncul.


"Astaga apa yang akan Nona lakukan? Kenapa perasaan aku sekarang tidak enak?" Batin Ariana dan Alya yang secara bersamaan.


"Ambilkan aku pisau di dapur dari yang paling kecil hingga paling besar" kata Alisya yang menatap tajam Ariana dan Alya.


"Dan jangan lupakan Carikan aku garpu yang paling jelek hingga paling bagus. Sekarang kerjakan kenapa malah diam!" Sentak Alisya yang melototi Ariana dan Alya.


"Baik Nona" jawab Ariana dan Alya yang langsung berlari ke arah dapur.


Mereka masih sayang nyawa mereka di banding melihat pertunjukan apa yang akan Nona mereka lakukan.


"Hisk hiks hiks"


Alisya yang mendengar suara Isak tangis langsung menoleh ke arah asal suara yang ternyata Amara sedang menangis dengan air mata yang bercampur darah. Kening Amara telah terluka menganga dengan darah deras yang keluar dari luka itu.


"Utututu kenapa menangis baby? Ini belum mulai lho" kata Alisya yang menepuk-nepuk pipi Amara.


Sret


Alisya melepaskan hambakannya pada rambut Amara laku mencekram dagu Amara.

__ADS_1


"Ini akibatnya jika berani mengusikku. Aku tak akan membiarkan seekor tikus dan ular masuk dan keluar begitu saja dari rumahku seenaknya." Kata Alisya yang penuh penuh penekanan.


"Lepaskan aku, Tuan akan marah jika salah satu pelayan di......"


"Apa arti nyawamu bagi suamiku jika di hadapkan dengan diriku he....?" Sarkas Alisya yang tersenyum penuh kemenangan.


"Kamu...."


"Dan jangan coba-coba untuk membanggakan ayah brengs3k kamu itu." Potong Alisya cepat yang melepaskan cengkraman di dagu Amara.


"Kamu tahu sudah lama aku ingin membalas kelakuan ayahmu itu yang telah berani mengirimkan aku pembunuh bayaran untuk membunuhku. Tapi sayangnya kamu tidak terlihat selama beberapa Minggu terakhir ini. Sekarang tidak ada ampun lagi untukmu" kata Alisya yang tersenyum licik.


Beberapa hari yang lalu Alisya tiba-tiba di cegat oleh segerombol orang yang ternyata urusan dari Walikota untuk membunuhnya. Alisya yang mengetahui hal itu langsung kaget dan kesal secara bersamaan karna pria tua itu benar-benar mengusik kesenangannya.


Alisya yang tak di kawal oleh Alya dan Ariana lebih leluasa bergerak hingga membunuh hampir semua orang-orang itu. Setelah itu Alisya mencari-cari keberadaan Amara dalam mension namun Amara selama 2 Minggu tidak masuk kerja membuat Alisya hanya mampu bersabar.


Srett


"Hiks...


"Dan itu pasti karna kamu yang mengadu" bentak Alisya yang mencekram. "Sepertinya kamu sudah tidak sabar ya" smirk Alisya.


"Ariana! Alya!" Teriak Alisya yang menggelegar.


"Ih....ini No..... Nona"


Alya dan Ariana segera memberikan apa yang di inginkan oleh Alisya dengan napas yang ngos-ngosan.


"Ah ini sebenarnya kurang bagus tapi......yasudahlah kita lihat saja hasilnya" ucap Alisya yang memainkan pisau dapur itu.


"Kamu tidak sabar bukan? Akan aku kabulkan" kata Alisya yang mendekat ke arah Amara.


Amara yang melihat Alisya mendekatinya langsung mundur seperti mendapatkan Alarm berbahaya di kepalanya.


"Tidak bisa sayang aku sedang ingin bermain" balas Alisya yang malah berekspresi polos.


"Ti....tidak menjauh dariku! Ka..mu.....Aaaaa"


"Eh aku belum mulai lho" kata Alisya yang menatap polos Amara, "Tapi akan segera mulai" lanjut Alisya yang tersenyum miring.


Jleb


"Aaaah kakiku...!"


Jleb


"Aaaaaah!"


"Apa yang kamu lakukan sialan!?" Teriak Amara yang menahan sakit.


"Kamu buta? Kamu tidak lihat jika aku sedangenuauk kaki mu?" Balas Alisya santai.


"Dasar anak buangan...."


Sret


"Aah pipiku..."


"Ariana! Alya! Tahan tangannya" perintah Alisya dengan suara datar.


Alya dan Ariana tampak banyak tanya langsung menjalankan perintah dari Nona mereka. Kedua wanita kekar itu langsung menahan masing-masing tangan Amara. Hingga membuat Amara tak bisa berkutik.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan"


"Diam ******"


Jleb


AAAAAA


Alisya tanpa perasaan langsung menusuk-nusuk kaki Amara sampai lutut. Kaki jenjang yang dulunya begitu mulus kini kaki itu telah berlumurkan darah dengan luka yang menganga.


Apa sampai disana? Salah besar karena bukan hanya tusukan tapi saya kan diberikan juga Alisya pada betis mulus Amara. Kini luka memanjang dari di bawah lutut sampai ke mata kaki.


Sedangkan Amara tidak bisa melakukan apa-apa. Bukan pasrah akan tetapi tenaganya telah terkuras dengan memberontak dari kuncian Alya dan Ariana yang sama sekali bukan tandingannya. Ditambah dengan darah yang terus mengalir dari luka-luka di kedua kakinya membuat Amara semakin lemas dibuatnya.


Jleb


Hump


Uhukk uhukk


Amara langsung memuntahkan seteguk darah saat Alisya menusuk-nusuk perutnya.


"Ka......kamu ib...iblis" ucap Amara dengan terputus-putus karna napas tersengal-sengal.


"Kamu yang membangunkan sisi iblis ini sayang. Jadi, nikmati pelayanan yang di berikan iblis ini" balas Alisya yang tersenyum Devil.


Bukan hanya pelayan yang merasa ngeri akan tetapi Alya dan Ariana pun ikut merasa ngeri. Kedua wanita kekar itu tak menyangka jika gadis yang terlihat biasa saja itu menyimpan sisi lain yang bahkan seperti menyerupai Tuan mereka yakni Kenzo sebagai ketua kelompok mereka.


"Sudah karna aku malas bermain akan aku akhiri cepat"


Setelah berkata seperti itu Alisya langsung memainkan pisau di seluruh tubuh Amara. Menusuk dan menyayat terus dilakukan oleh Alisya hingga terakhir tanpa perasaan Alisya langsung membeda dada hingga ke perut Amara. Menarik dengan paksa jantung Amara membuat Amara langsung menutup mata untuk istrahat dalam artian istrahat selamanya.


Jleb


Sret


Sreek


"Cih syukur jantungnya tidak berbau busuk seperti orangnya" Guman Alisya yang mengendus jantung Amara seperti seekor anjing.


Uhuukkk uhuukkk


Alya dan Ariana langsung tersedak saliva sendiri saat mendengar gumanan Alisya. Ternyata Nona mereka itu walau terlihat kejam namun juga mempunyai sisi polos.


Class


Tak sampai di sana Alisya langsung memotong kepala Amara menggunakan pisau pemotong daging. Kepala Amara menggelinding di lantai dengan darah yang memuncrat ke mana-mana termasuk ke pakaian yang dikenakan oleh Alisya.


Lalu bagaimana kabar para pelayan? Jawabannya ada sebagian dari mereka yang bertahan. Ada pula yang sudah pingsan sih dari tadi karena tak tahan melihat aksi dari Nyonya muda mereka itu.


"Kalian berdua bereskan ini! Jantung dan kepalanya kirimkan kepada tua bangka itu. Sedangkan tubuhnya gantung terbalik di gerbang mansion." Alisya yang menunjuk Alya dan Ariana.


"Baik Nona" balas Ariana dan Alya secara serentak.


"Kepala pelayan ini bagaimana?" Tanya Alisya polos yang menatap ke arah kepala pelayan.


"Biar saya saja Nyonya muda. Lebih baik Nyonya muda membersihkan diri lalu turun sarapan" jawab kepala pelayan itu dengan kiku.


"Ah baiklah. Aku memang sedang lapar makanya suka marah-marah" ucap Alisya yang cengengesan sendiri.


Alisya langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya bersama Kenzo untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Sedangkan kepala pelayan langsung menyuruh wilayah yang lain untuk mengambil kain dan lain-lain untuk membersihkan jejak darah dari rekan mereka.


Di satu sisi Alya dan Ariana sedang menyeret tubuh Amara keluar mansion. Menggantungnya terbalik sesuai perintah dari Alisya.


__ADS_2