
Di dalam ruangan seorang pria tengah fokus mengerjakan beberapa berias lebih tepatnya bukan beberapa berkas namun beberapa tumpukan berkas yang menggunung di mejanya.
Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Dirga yang tengah mengerjakan berkas di depannya namun mulutnya terus komat Kamit mengeluarkan kicauan seperti burung beo.
"Benar-benar sial aku mendapat Bos gila seperti Tuan Kenzo itu. bagaimana bisa dia sedang enak-enaknya belah duren sedangkan aku harus berperang dengan berkas sialan ini" gerutu Dirga yang entah sudah berapa kali dia Mengumpati Bosnya itu.
Sedangkan tidak jauh dari tempat Dirga seorang gadis menatap jengah Dirga yang terus mengomel tiada henti membuat telinganya panas. sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Maya, Maya yang ingin pulang tiba-tiba di paksa Dirga untuk menemaninya di kantor dan mau tidak mau Maya terpaksa mengikuti keinginan Sang kekasih.
Namun Maya berdengus kesal saat sampai di kantor sudah hampir 3 jam namun Dirga belum selesai dengan pekerjaannya, belum lagi Dirga tidak menyiapkan apa-apa untuk Maya di tambah suara omelan Dirga yang sudah seperti Radio rusak membuat Maya bertambah kesal saja.
"Dirga berhenti mengomel kamu membuat telinga ku panas tau. kamu menyebutku dengan apa...? burung beo? radio rusak? sekarang lihat siapa yang menjadi burung beo dan radio rusak sekarang. sudah hampir 3 jam tapi kamu tiada henti-hentinya mengomel dan Mengumpati Tuan Kenzo. kamu bahkan tidak menyiapkan aku apapun bahkan air minum saja. kamu tau aku lapar dan haus dodol aku kelaparan karna menunggu mu disini dan kamu.... kamu malah asyik mengomel di depan berkas itu. kamu mau membuat aku mati kelaparan ha....?"
Nah kan keluar sudah jiwa bar-bar seorang Maya yang telah dia tahan-tahan dari tadi. Maya yang sudah kehausan dan kelaparan tanpa ba-bi-bu langsung mengeluarkan ultimatum kepada Dirga sedangkan Dirga yang mendengar penuturan Maya hanya bisa diam dengan garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Kenapa aku bisa lupa jika ada Maya bersama ku" kata Dirga dalam hati
"Kenapa malah diam Dirga....! katanya mau jadi pria romantis tapi apa ini...? belum apa-apa kamu sudah membuat aku kelaparan tau..." teriak Maya yang sudah kelewat kesal langsung berdiri berkacak pinggang menatap tajam Maya.
"Cepat pesankan aku makanan..! jangan membuat ku marah dan kesal Karna aku bisa Menpora-porandakan ruangan kamu ini menjadi kapal pecah."
Maya memang mempunyai kebiasaan buruk yaitu jika sudah kelaparan otaknya tidak akan bekerja dengan baik. Maya bahkan bukan satu atau dua kali dia menghancurkan ruangannya karna kelaparan.
Jika Maya kesal dalam keadaan marah Maya hanya bisa melampiaskan kekesalannya dengan Menpora-porandakan sesuatu.
"O....oke" Dirga dengan gugup meraih ponselnya lalu memesan makanan melalui online.
"Jangan sampai deh Maya pora-porandakan nih ruangan jika itu terjadi bisa berabe nanti. bisa-bisa aku lembur tiga hari tiga malam." kata Dirga dalam hati bergidik ngeri membayangkan akan lembur selama itu.
"Kamu duduk dulu ya nanti pesanannya tiba kok" ucap Dirga yang mendekati Maya menariknya lalu mendudukkannya di sofa.
__ADS_1
Di tempat lain Kenzo dan Alisya baru sampai di mension yang akan mereka tinggali ke depannya.
"Mulai sekarang dan kedepannya kita akan tinggal disini hingga kita punya anak dan menua disini" ungkap Kenzo yang memeluk Alisya dari belakang.
"Ayo kita masuk" ucap Kenzo menarik tangan Alisya lalu menggenggamnya membawanya masuk memasuki mension super mewah itu.
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang wanita paruh baya yang tengah menonton Tv hingga tiba-tiba Tv menayangkan acara pernikahan seorang Raja bisnis yaitu Kenzo Devandra Keano dan Alisya Arkana Demian yang begitu mewah.
"Kenzo? Keano" Guman sosok wanita paruh baya itu.
Sosok wanita paruh baya itu terlihat mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya otaknya terus berfikir hingga tiba-tiba wanita itu tersenyum lebih tepatnya seringaian.
"Ternyata anak itu sudah sukses" Guman wanita paruh baya tersenyum miring.
HAHAHAHA
"Ternyata kamu berhasil mendidiknya menjadi pria sukses. tunggu aku kembali aku akan kembali menjadi wanita paling kaya hahahah" wanita paruh baya itu tertawa jahat melihat Tayangan Kenzo dengan mata tajamnya sebelum sebuah smirk muncul di bibir yang di poles dengan lipstik merah menyalah itu.
Deg
Alisya yang sedang berada di taman belakang mension tiba-tiba merasakan firasat buruk mengenai hubungannya dengan Kenzo.
"Apalagi ini...? tidak bisakah aku merasakan kebahagiaan sedikit lama kenapa aku merasa akan ada yang terjadi" guman Alisya.
Di tempat lain yaitu di ruangan Kerja Kenzo, Kenzo pun merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan oleh Alisya.
Kenzo meraba dadanya yang tiba-tiba berdetak cepat namun firasatnya akan ada lagi sesuatu yang menguji hubungannya dengan Alisya ke depannya.
"Ada apa ini kenapa firasat ku tidak enak seperti ini dan aku merasakan hubungan kita akan di terpa badai lagi baby" ucap Kenzo mengelus foto Alisya yang berada di atas meja kerjanya.
__ADS_1
"Tapi kamu tenang saja baby, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi apapun masalahnya aku akan selalu mempercayai mu tanpa aku tau alasannya. aku tidak peduli apapun ujiannya di masa depan aku akan tetap berusaha mempertahankan kamu di sisi ku kecuali napas ku telah terputus dari raga ku maka aku minta maaf baby karna saat itu adalah akhir dari perjuangan ku" kata Kenzo menatap dan mencium foto Alisya dengan penuh Cinta.
"Aku akan menjaga mu, menjaga cinta kita agar tetap utuh selamanya"
Kenzo memeluk bingkai foto Alisya begitu erat seakan-akan yang dia peluk adalah Alisya.
Selepas membuat perasaannya tenang Ke zo segera meraih ponselnya lalu mengotak Atik beda itu hingga menit berikutnya benda itu kembali di simpan.
"Dengan begini keamanan Alisya akan terjamin. aku jadi merindukannya lebih baik aku keluar untuk mencarinya" guman Kenzo yang langsung bergegas keluar dari ruang kerjanya.
Kenzo turun di lantai satu mencari keberadaan Sang istri tapi tidak ia temukan tak pantang arang Kenzo segera menuju dapur mungkin Alisya sedang memasak namun yang di dapur hanya pelayan yang sedang memasak.
"Tuan perlu bantuan" ucap pelayan yang menghampiri Kenzo dengan mencuri-curi pandang ke arah Kenzo.
Kenzo yang melihat pelayan mudah di depannya mengerutkan dahi dalam dengan Alisya yang terangkat ke atas.
"Kamu masih hidup?" tanya Kenzo yang ternyata pelayan mudah di depannya adalah Amara.
Masih ingat Amara? itu lho pelayan yang menyukai Kenzo dan yang Alisya kasih pelajaran di episode sebelumnya namun ternyata dia tidak mati walau mendapatkan luka cukup serius tapi tak membuatnya mati entah berapa nyawa di tubuhnya.
"Saya masih hidup Tuan pukulan seperti itu tidak akan membuat saya mati" ucap Amara dengan tersenyum bangga memperlihatkan jika adalah wanita tangguh.
Namun senyum Amara pudar saat mendengar kalimat Kenzo berikutnya yang sangat jauh dari ekspetasinya.
"Jika begitu lain kali aku akan menyuruh istri ku langsung menembakkan pistol di kepala mu" kata Kenzo datar dan dingin.
Kenzo yang berniat bertanya akan ke beradaan Alisya kepada pelayan langsung malas hingga tanpa bertanya Kenzo langsung berbalik pergi meninggalkan dapur.
Amara yang melihat kepergian Kenzo begitu saja tanpa meliriknya menjadi marah dan mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"S*alan. semua ini gara-gara j*l4ng itu. andaikan dia tidak hadir Tuan Kenzo pasti sudah menjadi milik ku. aku harus segera menyingkirkan hama itu lagi pula ada baiknya mereka tinggal di mension ini dengan begitu akan mempermudah aku untuk menyingkirkan wanita j*l4ng murahan itu" kata Amara tersenyum jahat dalam hati menyusun rencana membuat Alisya tersingkir dari hidup Kenzo