
"Kamu tidak marah?" tanya Maya.
"Untuk apa aku marah? Aku...... aku mengerti apa yang kamu rasakan jika pun aku jadi kamu maka aku juga akan melakukan hal yang sama" kata Durga tegas yang membenarkan tindakan sang kekasih.
"Kamu tau?"
Dirga membalik Maya untuk menghadap dirinya hingga keduanya saling berhadapan.
"Hal yang sangat aku syukuri dari Tuhan salah satunya adalah mengirimkan wanita sebaik dan pengertian kamu" ungkap Dirga yang menetap Maya penuh cinta.
Kedua mata mereka bertemu saling mencurahkan perasaan yang membuncah di dada. tatapan mata Dirga jatuh dan terpaku pada bibir pink Maya yang begitu menggoda imannya.
Bagai terpanggil Dirga mendekatkan wajahnya ke wajah Maya hingga entah siapa yang memulai kini kedua bibir itu saling bertemu dan menyesap. Dirga begitu lihai memainkan bibir Maya. Menyesap dan menggigit terus Dirga lakukan hingga Dirga mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut Maya menjelajahi rongga dan memainkan lidahnya di dalam sana. lidah keduanya saling membelit satu sama lain ciuman yang awalnya lembut ini telah berubah menjadi ciuman dan ******* yang menuntut.
Merasa tak puas dengan bibir Maya, Dirga menurunkan ciumannya ke dagu, Rahang, hingga mulai merambat ke leher. tubuh keduanya mulai memanas saling memeluk dengan erat. Maya yang mulai mengeluarkan nyanyian yang begitu terdengar syahdu di telinga Dirga.
"$h!t. aku harus hentikan semua ini" umpat Dirga dalam hati.
Dirga dengan setengah rela dan ikhlas menjauhkan wajahnya dari leher Maya matanya naik menatap mata sayu sang kekasih.
"Aku harus pulang. Aku tak ingin merusak dan menodai Cinta Kita hanya dengan sebuah nafsu semata." ucap Dirga yang begitu lembut kepada Maya walaupun suaranya terdengar begitu berat menahan sesuatu.
Maya tidak menjawab namun hanya menganggukkan kepala saja sebagai tanda setuju.
"Aku pergi" pamit Dirga.
Cup
Cup
Dirga mengecup singkat kening dan bibir Maya sebelum segera berjalan cepat menuju pintu keluar, meninggalkan Maya yang diam mematung.
"AAAAAAA INI GILA...." teriak Maya yang langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.
BRUKK
__ADS_1
Sampai di dalam kamar Maya langsung melemparkan dirinya di atas ranjang lalu mulai berguling-guling tidak jelas.
"Maya sadar... jangan seperti anak ABG saja yang baru saja jatuh cinta" gerutu Maya yang menepuk-nepuk wajahnya yang masih terasa panas.
"Lebih baik aku mandi sekarang" Guman Maya yang segera turun dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi.
Sampai di dalam kamar mandi Maya langsung membuka semua pakaiannya namun matanya melotot saat tanpa sengaja melihat pantulan dirinya di cermin yang ada dalam kamar mandi miliknya.
"Ini..... Kenapa Dirga buat tanda ini di sini? Ini'kan dapat di lihat. masa iya aku besok pakai syal kan aneh" gerutu Maya yang meraba tanda merah yang ada di lehernya yang di tinggalkan oleh sang kekasih.
"Bibir aku bahkan sampai bengkak" guman Maya yang meraba bibirnya yang memang terasa tebal karena bengkak akibat ulah Dirga yang menggigit dan menyesatnya dengan kuat.
Maya yang teringat dengan apa yang di lakukan bersama Dirga sontak langsung memerah seperti buah tomat.
"ASTAGA.... STOP INGAT ITU MAYA. sekarang waktunya mandi" monolog Maya yang melanjutkan acara mandinya yang sempat tertunda tadi.
Sedangkan di tempat lain Dirga sedang mengguyur tubuhnya di bawah pancuran air shower. Dirga yang merasakan tubuhnya yang gerah tidak lagi kembali ke Apartemen miliknya melainkan check in di hotel terdekat alhasil sekarang Dirga berada di hotel lebih tepatnya kamar mandi hotel sedang mandi di bawah guyuran air shower.
"Si4l. bagaimana bisa kamu bangun? Aku hanya mengicip sedikit tapi kamu bahkan sudah menegang siap tempur" gerutu Dirga yang menatap kesal sesuatu yang ada di bawah sana yang sudah memegang sempurna seakan siap tempur Namun sayang masih belum ada sarangnya.
"Maya sayang kamu membuat aku gila" desis Dirga yang tak punya pilihan lain selain solo karir dengan sabun.
Hingga beberapa menit kemudian terdengar suara nafas panjang Dirga yang mendesahkan nama Maya.
"Akhirnya selesai juga" kata Dirga yang menghela nafas lega karena sudah melepaskan sesuatu yang membuatnya sengsara dari tadi.
tega lalu membersihkan diri kembali membilas tubuhnya sampai bersih setelah itu baru keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya menutup area terlarang miliknya.
Dirga yang dari kamar mandi bukannya mencari pakaian malah berjalan menuju ranjang. naik di atas ranjang lalu menarik selimut membaringkan diri dan menutup mata untuk menuju alam mimpi.
Baru saja Dirga menutup Mata tiba-tiba terdengar nada dering yang berasal dari ponselnya yang sangat Dirga kenal siapa yang menelpon.
"Ada apalagi Tuan Kenzo menelpon di jam tidur seperti ini?" teriak Dirga kesal karena memang yang menelpon itu adalah Kenzo kentara dari nada dering panggilannya yang terdengar seram.
"Hallo Tuan"
__ADS_1
"Ke Markas sekarang"
Perintah di ujung sana bagaikan sambaran petir yang mengenai Dirga padahal Dirga sudah membayangkan malam ini akan tertidur lelap.
Tut
Dirga turun Dari ranjang dengan langkah malas dan wajah kusut Dirga mengambil paber bag yang dia beli tadi sebelum meluncur ke sini.
Sedangkan di tempat lain Kenzo baru saja selesai menelpon di kagetkan dengan sepasang tangan lentik nan putih memeluk nya dari belakang membuat senyum simpul Kenzo terbit membalik badan memeluk sosok itu dengan penuh cinta di bawah rembulan malam.
"Kau bangun?" papar Kenzo yang semakin memeluk erat tubuh sang istri takut akan masuk angin.
"Hm. Apa kamu akan keluar?" tanya Alisya.
"Hanya sebentar. ada beberapa masalah dengan markas namun kamu tenang saja aku tidak akan lama" balas Kenzo yang mengecup ubun-ubun sang istri.
"Maafkan aku baby, aku terpaksa berbohong, Aku tak ingin membuat kamu khawatir apalagi merasa cemas karena yang kita hadapi sekarang bukan penjahat namun manusia yang berhati iblis aku takut kamu pergi meninggalkan ku karena wanita itu pasti akan mengusik kehidupan rumah tangga kita" kata Kenzo dalam hati merasa bersalah kepada Alisya karna harus berbohong seperti ini.
Kenzo tidak ingin membuat sang istri banyak pikiran biarlah derita Kenzo hadapi sendiri. biarkan hanya kebahagiaan yang dia bagi dengan sang istri.
"Baiklah kamu hati-hati"
"Pasti"
"Sudah ayo tidur kembali. aku akan pergi setelah kamu tertidur." ucap Kenzo yang segera menggendong Alisya bridal style lalu membawanya ke atas ranjang menyelimutinya sampai dada lalu memeluknya.
Hingga beberapa menit kemudian Alisya terlelap tidur Kenzo langsung turun dari ranjang dengan pelan takut membentang sang istri.
"Maafkan aku Baby" batin Kenzo menatap sendu Alisya.
Cup
Sebelum pergi Kenzo masih sempat mengajukan n sama istri. kanza berjalan pelan ke arah pintu dengan dibukanya pelan lalu keluar sampai di luar kamar wajah Kenzo yang tadinya panik berganti wajah datar seperti tembok.
Kenzo langsung berjalan cepat menuju mobil lalu pergi meninggalkan mension memang itu. setelah berkendara beberapa menit kemudian Kenzo sampai di markas mereka. Kenzo langsung masuk dalam markas Yang di sambut penuh hormat oleh semua anggota Kenzo yang langsung menundukkan kepala mereka sebagai penanda penghormatan kepada ketua/Bos mereka.
__ADS_1
"Tuan"