Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Rencana pergi


__ADS_3

Dalam Apartemen dua orang wanita beda usia tengah berdebat dengan sengit dan saling menyalahkan.


"Ini semua salah bibi! Lihat tubuhku bahkan luka-luka seperti ini karna perbuatan anak bibi dan rencana bibi" teriak Yoona yang menatap tajam Melinda.


"Apanya yang salah bibi? Jelas-jelas itu salah kamu sendiri. Bagaimana bisa kamu tidak bisa merayu Kenzo padahal dia sudah terkena obat perangsang? Itu karna kebodohan kamu. Menggoda orang yang terkena perangsang saja tidak bisa" balas Melinda yang merasa tak bersalah.


"Aku nggk mau tahu pokoknya Kenzo harus menjadi milikku. Terserah bibi mau gimana rencananya terserah tapi jangan libatkan aku lagi. Aku hanya mau Kenzo menjadi milikku seutuhnya jika sampai bibi tidak bisa melakukan itu maka akan aku katakan apa yang terjadi padaku ada ulah bibi" ucap Yoona penuh akan ancaman mengancam Melinda.


"Sial. Anak ini sudah berani mengancam ku tapi mau gimana lagi? Di antara para keponakan suami ku hanya dia yang bisa di kendalikan. Selain itu hanya dia yang cantik dan menurut" kata Melinda yang pusing sendiri.


"Cih wanita tua itu terus memanfaatkan ku. Jika bukan karna dia ibu kandung dari pria yang ku cintai sudah lama aku singkirkan. Tapi sekarang tidak bisa selain dia ibu kandung Kenzo dia masih berguna untuk aku gunakan di masa depan" kata Yoona dalam hati.


Tanpa keduanya ketahui mereka sama-sama memanfaatkan satu sama lain. Melinda yang memanfaatkan Yoona untuk mendapatkan harta Kenzo sedangkan Yoona memanfaatkan Melinda untuk bisa memiliki.


Dua orang wanita yang memiliki tujuan berbeda saling memanfaatkan satu sama lain namun dengan hati yang sama yaitu sama-sama jahat dan licik.


Rupa-rupanya kejadian yang terus dialami oleh kedua wanita itu terutama Yoona tidak membuat gadis muda itu menyerah untuk mendapatkan Kenzo.


Walau begitu kedua orang itu lebih memilih untuk menjebak Kenzo daripada untuk mengusik Alisya. Baik Melinda maupun Yoona tidak berniat untuk singa yang tertidur itu. Cukup satu kali dia membuat masalah pikir kedua wanita itu.


"Yoona kamu mau kemana?" Teriak Melinda saat Yoona berbalik pergi.


"Aku akan membereskan barang-barang ku. Hari ini juga aku akan pulang ke Korea" kata Yoona yang menepis tangan Melinda.


Melinda yang mendengar penuturan dari Yonas untuk membulatkan mata kaget. Jika Yoona kembali ke Korea maka sama saja dengan melaporkannya. Maka dapat di pastikan jika keluarga Kim akan langsung menyalakannya karena membuat gadis kesayangan mereka terluka.


"Yoona Jika kamu kembali itu sama saja kamu membongkar semuanya. Otomatis mereka akan menyalakan bibi. Jika itu terjadi bibi tidak akan lagi membantu kamu untuk mendapatkan Kenzo" ucap Melinda dengan panik sekaligus memberi ultimatum ancaman kepada Yoona.


Mendengar itu Yoona langsung terdiam dia sampai lupa dan tidak berpikiran ke arah sana. Jika dia pulang dalam keadaan yang penuh luka dan memar seperti ini maka akan langsung di wawancarai oleh keluarga papanya dan otomatis mereka akan menyalakan Melinda.


Jika itu sampai terjadi maka Yoona tidak akan mempunyai kesempatan untuk mendekati Kenzo tanpa bantuan Melinda.


"Lalu kita harus bagaimana bibi? Kita tidak mungkin Terus tinggal di sini keberadaan kita di sini sudah terancam jika wanita itu mengetahui" kata Yoona dengan panik.


Kedua wanita itu baik Yoona maupun Melinda lebih menakuti Alisya di banding Kenzo. Jika Kenzo mereka akan selamat mengingat Melinda yang merupakan ibu kandung Kenzo sedangkan Yoona bisa berlindung di belakang Melinda.


Sedangkan bila berurusan dengan Alisya maka dapat dipastikan mereka akan langsung di babad habis oleh wanita itu. Mengingat bagaimana nekatnya Alisya waktu itu yang membakar hangus cabang perusahaan keluarga Kim yang berada di China.

__ADS_1


"Begini saja. Besok pagi kita akan terbang ke Korea akan tetapi jangan mengabari yang lain bahwa kita pulang besok pagi" ucap Melinda yang memberi usul.


"Itu artinya kita harus sembunyi-sembunyi?"


"Ya. sampai di Korea kita akan menginap di hotel untuk beberapa hari sampai luka di tubuhmu benar-benar sembuh. Selain itu memikirkan rencana bagaimana Bagaimana membuat Kenzo ke Korea"


"Baiklah"


Setelah membujuk Yoona untuk tetap bertahan mengikuti rencananya melindas segera menuju kamarnya.


"Sial. Kenapa sangat sulit menjebak anak itu? Ini tidak bisa di biarkan Aku harus bisa menguasai seluruh harta Kenzo bagaimanapun aku adalah ibunya. Aku berhak atas semua harta itu bukan anak buangan itu." Monolog Melinda yang mengepalkan kedua tangannya.


"Tunggu.... Bukankah mantan suamiku tercinta itu menginginkan Kenzo untuk menikah dengan anak sahabatnya tapi.......Sial."


"Eh bagaimana jika aku hanya memperlihatkan foto ibu dari gadis itu? Aku bisa mengatakan jika Yoona adalah anak kandung wanita itu yang di adopsi oleh ibunya sekarang."


"Hahahaha kamu benar-benar pintar Melinda"


Melinda tertawa bahagia saat mengingat kartu as yang berada di tangannya. Melinda sekarang yakin bisa menjerat Kenzo masuk dalam perangkapnya.


Melinda tahu Kenzo sangat menyayangi ayahnya maka dapat di pastikan Kenzo akan tunduk dengan apa yang di inginkan oleh almarhum ayahnya.


"Sayang kamu sudah sadar"


Dirga yang melihat jika sang istri membuka mata langsung mendekatinya.


"Aku di mana?"


"Kamu di rumah sakit"


"Rumah sakit.... Clarissa" pekik Maya.


"Tenanglah Maya ingat kamu punya kehidupan lain di dalam perut kamu" kata Alisya yang tiba-tiba muncul menetap datar Maya.


Maya yang mendengar penuturan dari Alisya langsung diam di atas brankar. Maya lupa jika di dalam perutnya sekarang ada kehidupan lain.


"Maafkan mama Nak, Mama melupakanmu" ucap Maya pelan yang mengelus perut datarnya.

__ADS_1


"Lain kali kamu harus berhati-hati" pesan Dirga yang mengulurkan tangannya untuk mengelus perut sang istri.


Tak


Maya yang melihat tangan Dirga dengan refleks langsung menipisnya dengan kasar.


"Jangan menyentuhnya. Aku tak ingin perutku di elus olehmu" ucap Maya datar yang langsung membuang muka.


Mayat tidak mengerti saat melihat tangan Dirga yang terulur tiba-tiba seperti ada perintah yang langsung menipis tangan sang suami. Maya tidak tahu apakah itu efek dari rasa kecewanya terhadap Dirga atau karena keinginan bayinya.


"Cih tadi nolak percaya bukan bayinya sekarang....."


"Baby sudah...." Potong Kenzo yang mengelus kepala Alisya.


"Cih awas saja jika kamu begitu aku akan benar-benar pergi meninggalkan mu" ancam Alisya.


"Aku tidak sebodoh kanebo kering itu baby" balas Kenzo yang menatap sinis Dirga.


Dari masalah Dirga dan Maya yang dapat di ambil hikmahnya adalah sebuah pernikahan adalah bersatunya dua orang asing yang saling melengkapi, saling mencintai, saling mengasihi, dan yang paling penting adalah saling mempercayai. Sebuah pernikahan rumah tangga di ibaratkan dengan sebuah rumah yang pondasinya adalah kepercayaan. Rumah itu akan Kokoh jika pondasinya kuat sama halnya dengan sebuah pernikahan. Pernikahan itu akan utuh dan awet apabila sebuah kepercayaan pada pasangan lebih di utamakan.


Dan Kenzo mengambil hikmah itu. Dari sana dia belajar jika di dalam sebuah pernikahan yang terpenting bukan hanya soal cinta tetapi juga soal kepercayaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ramos Anderson



Kim Clarissa



Kim Yoona



Melinda

__ADS_1



__ADS_2