Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Perdebatan Bumil


__ADS_3

Dua orang pria berdiri di depan sebuah mension mewah. Kedua pria itu tidak masuk hanya berdiri hanya menatap mension itu dengan pandangan bingun dan pandangan dalam yang begitu sulit di artikan.


Kedua sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Kenzo dan Robert yang berdiri di depan mansion yang di tinggali oleh Alisya.


"Sebenarnya Kenapa kamu ingin ke mension ini Kenzo? Dan kenapa bisa kamu mengetahui letak mension ini yang begitu strategi dan terbilang cukup jauh dari keramaian?" Robert yang tak tahan dengan rasa penasarannya langsung bertanya kepada Kenzo


"Aku tidak tahu Paman, tapi entahlah hati dan pikiranku menuntunku untuk ke sini" jawab Kenzo yang juga tidak mengerti.


Kenzo tidak pernah berpikir untuk ke tempat yang di pijakinnya sekarang. Entah kenapa kakinya membawanya di sebuah tempat ini. Namun ada hal lain yang membuat Kenzo merasa aneh.


Jantung....


Jantungnya berdebar kencang matanya yang mulai memerah dan sebuah rasa yang terus bergejolak dalam dada.


"Hais cepat pakai masker mu." Perintah Robert yang di gerbang mansion itu.


"Permisi Pak." Robert segera mendekati salah satu satpam yang berjaga di gerbang.


"Iya, Ada apa Tuan?" Respon Balik pak satpam.


"Apa pemilik mention ada? Aku ingin bertemu dan membicarakan sesuatu yang penting." Kata Robert kepada satpam yang sedang berjaga.


Satpam itu sempat berpikir sebentar menatap penuh selidik pria paruh baya yang tak lain adalah Robert dengan pandangan penuh selidik.


"Tunggu disini akan kami panggil dulu"


Salah satu satpam itu berlari masuk menuju mansion untuk memberi kabar kepada Alisya selaku tuan rumah.


Sedangkan di tempat lain Kevin pagi-pagi buta telah bangun dan berperang dengan alat dapur. pria itu sudah 3 hari menjelma seperti seorang pelayan, seorang kakak, udah makan seperti suami yang siaga untuk Alisya


Pagi-pagi buta Kevin akan bangun bahkan bersamaan dengan bangunnya para pelayan lain. Sudah tidak hari Kevin tidak mengizinkan siapapun untuk memasarkan menu yang akan dimakan oleh Alisya. Semua makanan yang dimakan Alisa adalah hasil dari masakannya.


Walau begitu niat baiknya itu terus di waspadai oleh Alisya dan yang lainnya. Berulang kali menerima penolakan Pak membuat Kevin berhenti melakukan hal yang sama.


Kevin yang dulu hanya terobsesi dengan dendam kepada Kenzo. Kini pria itu terlihat lebih hidup saat hidup di bawah satu atap dengan Alisya. Kevin merasakan adanya kebahagiaan saat memberi perhatian kecil terhadap Alisya. Rasanya seperti memberi perhatian kepada adiknya sendiri.


"KEPIN............ AKU LAPAR.... LAPAR......!"


Bugh


"Astaga Nyai Ratu telah bangun." Guman Kevin yang dengan gerakan cepat segera menuangkan masakannya ke mangkuk.


Sedangkan di meja makan Alisya seperti anak kecil yang memukul-mukul meja menggunakan sendok dan garpu. Maya dan Dirga yang melihat tingkah Alisya hany bisa menghela napas.


Sejak hamil Alisya berperilaku layaknya seperti anak kecil. Akan tetapi jangan tertipu dengan tampang polos itu karena di balik itu tersembunyi iblis yang bisa kapan saja mengoyak hidup orang yang mengusiknya.


Berat badan yang dulunya sempat turun kini berat badan Alisya kembali normal bahkan pipinya sudah mulai tembem.

__ADS_1


"Syukurlah, setidaknya kehadiran pria itu membawa sebuah warna baru untukmu." Kata Maya dalam hati yang mengukir senyum tipis melihat binar kebahagiaan dalam mata Alisya.


"KEPIN........!"


Teriakan kali ini lebih keras dan menggelegar dibanding teriakan yang pertama. Bahkan suara dentingan sendok dan garpu sudah menggema di meja makan itu.


"Yuhuu........ Makanannya tiba!" Teriak Kevin yang berjalan cepat dari dapur menuju meja makan.


Kevin segera meletakkan nampan kecil di depan Alisya. Alisya yang melihat menu masakan Kevin langsung berbinar. Dengan tak sabaran Alisya menyendok sup di depannya itu akan tetapi langsung terhenti saat Maya Menepis tangannya.


Tap


"Dasar ratu makan, dicek dulu jangan sampai ada racunnya." Ucap Maya dengan sinis menatap ke arah Kevin yang hanya duduk diam dengan santai tanpa tersinggung sedikit pun.


Maya mengambil sebuah sendok lalu menyendok air sup dan tanpa ragu langsung memasukkan ke dalam mulutnya.


"Sayang...!" Pekik Dirga yang terkejut dengan apa yang di lakukan oleh istrinya itu.


"Apa yang kamu lakukan? Kamu membahayakan diri kamu sendiri dan juga baik kita!" Sentak Dirga yang berdiri menatap tajam Maya.


"Aman, makanlah!" Ucap Maya yang kembali menyodorkan mangkuk sup itu di depan Alisya.


Maya menoleh ke arah Dirga yang masih berdiri menatap dirinya tajam. Maya dengan lembut menggenggam tangan Dirga lalu menuntunnya duduk kembali di sampingnya.


"Makanlah aku tidak apa-apa." Bisikmaya lagi menyenangkan Dirga.


"Kepin aku mau udang." Kata Alisya yang melirik udang yang begitu menggoda selera.


Kevin yang baru saja memasukkan 3 suap makanan ke dalam mulutnya langsung menghentikan acara makannya. Di ambilnya beberapa ekor udang di atas sebuah piring baru. Dengan telaten Kevin membuka kulit-kulit udang itu setelah selesai Kevin meletakkan daging udang di atas piring Alisya.


"Makanlah." Ucap Kevin lembut .


Alisya dengan senang hati mulai menyantap makanannya. Sedangkan Kevin melanjutkan acara membuka kulit udang.


"Semoga masalah ini tidak menimbulkan cinta segitiga di antara mereka." Kata Maya dalam hati yang menatap Kevin dan Alisya secara bergantian.


Maya hanya bisa berharap semoga perhatian Kevin bukan perhatian sebagai seorang pria kepada wanita yang di cintainya. Maya hanya takut karena perhatian itu membuat Kevin mencintai Alisya. Maya percaya kepada Alisya yang tidak akan pernah berpaling dari Kenzo akan tetapi Maya tidak percaya kepada Kevin yang akan bisa menjaga perasaannya tidak mencintai Alisya.


"Nyonya muda.... Di depan ada seorang pria paruh baya yang ingin bertemu dengan anda." Ucap seorang satpam dengan nafas yang ngos-ngosan.


Alisya yang sedang menyantap makanannya itu segera mendongak melihat satpam yang bekerja menjaga gerbang datang melapor kepadanya.


"Biarkan mereka masuk akan tetapi jangan bawa mereka ke dalam mention tunggu di depan pintu!" Kata Alisya datar.


"Cih satpam sialan, dia membuat mood little girl ku menjadi buruk" umpat Kevin yang menatap tajam satpam itu.


"Baik Nyonya muda." Satpam itu segera undur diri.

__ADS_1


"Makan dengan sayuran Alisya! Itu baik untuk bayimu jangan hanya makan daging terus menerus." Omel Kevin.


Alisya memang lebih suka makan daging di banding sayuran. Membuat Kevin sudah seperti ibu-ibu yang terus mengomel-omel.


"Itu tidak enak." Kata Alisya ketus yang memalingkan muka karna Kevin meletakan sebuah brokoli di atas piring Alisya.


"Kamu harus makan Alisya. Lihat! Sahabat kamu itu makan lahap dengan sayurnya kenapa kamu tidak bisa makan sayuran." Gerutu Kevin yang menunjuk Maya yang tenang memakan sayur-sayuran.


"Dia kan kambing jadi makan rumput." Balas Alisya santai.


Uhuukkk uhuukkk


Maya yang sedang makan langsung tersedak saat Alisya menyamakannya dengan seekor kambing.


"Minum dulu sayang." Dirga dengan sigap memberi minum kepada Maya.


Glek glek


Gelas air yang di sodorkan Dirga langsung habis hanya 2 kali tegukan oleh Maya. Maya dengan kesal meletakkan gelas kosong itu dengan sedikit keras di atas meja. Matanya menatap tajam Alisya yang sedang enak-enaknya makan ayam goreng tanpa memperdulikannya yang hampir mati tersedak gara-gara ulahnya.


"Alisya kutu kupret.... Berani kamu menyamakan aku dengan kambing ha....?"


"Lah kan yang suka itu rumput cuma kambing."


"Ini bukan rumput Alisya.... Idiot! Ini itu sayur.....!"


"Cih itu rumput, kamu tidak lihat itu hijau."


"Astaga..... Terserah kamu!"


Maya dengan kesal kembali duduk lalu mulai makan kembali. Namun, kali ini Maya tidak makan lagi sayur karna takut di samakan lagi dengan sapi.


"Alisya....."


"Tidak mau....! Kamu lihat, Maya juga sudah tidak makan itu rumput." Potong Alisya yang menunjuk Maya yang kini sedang makan udang.


"Siapa juga yang mau makan? Yang ada dia akan menyamakan aku dengan sapi nanti." Gerutu Maya.


Kedua bumil itu selalu berdebat dan tak ingin kalah tapi semenjak hamil Alisya benar-benar menyebalkan menurut Maya. Begitu pula Alisya yang menganggap Maya begitu menyebalkan. Maya dan Alisya saling lirik namun di detik berikutnya kedua bumil itu saling membuang muka.


Dirga dan Kevin yang melihat perdebatan dan tingkah abstruk kedua bumil itu hanya bisa memijit pelipis masing-masing. Kejadian seperti itu sudah menjadi rutinitas mereka dan menyaksikan itu setiap hari dan setiap saat.


Setelah menyelesaikan acara sarapan mereka semua langsung menuju ke pintu menemui tamu yang di maksud oleh satpam tadi.


Ceklek


Deg

__ADS_1


__ADS_2