
"Tapi kamu masih sakit Sayang." kata Kenzo menyematkan kata sayang di akhir kalimatnya.
"Tapi aku tidak menyukainya rasanya hambar." Kata Alisya dengan memajukan bibirnya seperti bebek. melihat itu Kenzo malah merasa gemas lalu mengulurkan tangannya mengelus pipi Alisya, ingin mencubitnya tapi Ia sadar kondisi Alisya belum membaik saat ini.
"Tapi kamu harus makan" kata Kenzo membujuk Alisya.
"Kalau begitu... bagaimana kalau buburnya di ganti jadi bubur ayam" kata Alisya menarik-narik tangan Kenzo sudah sama seperti gadis kecil yang meminta sesuatu kepada ayahnya.
"Tapi...."
"Ayo perintahkan suster-suster itu untuk membuang bubur itu. tidak akan ada orang yang berani membatah perkataan mu. Perkataan Seorang Kenzo adalah sebuah perintah" Potong Alisya berbicara panjang kali lebar lalu membicarakan Kenzo entah berupa pujian atau ledekan hanya Alisya yang tahu.
Mendengar ucapan Alisya tentang kekuasaannya, membuat Kenzo seketika garuk-garuk kepala. tidak tahu harus berbuat apa karna ini semua juga demi kebaikan Alisya sendiri.
"Sayang ini demi kebaikan kamu...." Kata Kenzo mencoba memberi pengertian Alisya
"Nggak mau. katanya Sayang dan cinta gitu aja nggak bisa di turuti" Kata Alisya menatap sinis.
Kenzo langsung menatap tajam Alisya sungguh ia merasa terusik dengan perkataan Alisya yang mempertanyakan Cinta dan ketulusannya.
"kamu nggak percaya...."
"Kenapa aku harus percaya....orang yang aku kenal dari kecil bahkan tumbuh bersama saja bisa mengkhianati aku apalagi kamu yang bahkan aku nggak kenal sama sekali"
Degh
Kenzo untuk sesaat tertegun mendengar penuturan Alisya. Kenzo menatap Alisya yang sedang menatap kosong kedua tangan Kenzo langsung mengepal dengan Erat lalu dengan datar ia berkata.
"Dirga pergi beli makanan yang di inginkan Alisya SEKARANG" Hardik Kenzo.
Dirga yang lagi asyik duduk langsung terlonjat kaget karna suara Kenzo yang menggelegar di ruangan itu membuat semuanya kaget termasuk Maya dan Alisya.
"Baik Tuan" jawab Dirga patuh lalu segera keluar tapi terhenti.
"Tunggu.....aku ikut. Aku tahu restoran yang jadi langganan Alisya" Maya segera mengikuti Dirga tanpa mendengar jawaban dari Dirga. Mana mau dia jadi obat nyamuk untuk kedua orang itu.
__ADS_1
Setelah kepergian Maya dan Dirga kini ruang itu senyap bahkan suara tarikan dan hembusan nafas terdengar saking sunyinya.
"HAAAAAA" Kenzo menghela napas lalu duduk di kursi samping ranjang Alisya.
"Aku tahu kamu pernah terluka, pernah merasa di khianati, aku tahu sampai saat ini kamu masih belum bisa mencintai aku dan aku tidak memaksa akan hal itu. Biarlah perasaan mu berkembang seiringnya waktu untuk aku Tapi aku sangat meminta jangan pernah ragukan perasaan aku" Ungkap Kenzo dengan lembut menggenggam tangan Alisya.
"Tapi kamu dan Alexa....."
"Ssst. Aku memang selalu mengirim hadiah dan membiarkan dia di dekatku karna aku sedang menyakinkan hatinya apa dia orang ya ng aku cari atau bukan. Aku bahkan berani bersumpah aku tak pernah menyentuhnya walau hanya dengan bersentuhan tangan TIDAK PERNAH "
" Karna apa? karna aku merasa dia bukan gadis yang aku temui di hutan itu. dada ini tidak bergetar kencang seperti ini bila ada dia di dekatku malahan hanya rasa jijik yang aku rasakan." Kata Kenzo dengan sungguh-sungguh lalu membawa telapak tangan Alisya di dadanya yang sedang berdegup kencang.
"Kau merasakannya bukan? Jadi percayalah padaku aku tidak akan pernah menghianati kamu apalagi menduakan kamu" Kenzo mengecup telapak tangan Alisya dengan mesra. Kenzo berbicara berusaha untuk menyakinkan Alisya tentang perasaannya.
"Apa kau benar-benar mencintaiku" tanya Alisya lirih nyaris seperti bisikan namun Kenzo masih bisa mendengarnya dengan jelas.
Kenzo menatap lekat Alisya yang sedang menatapnya pula hingga mereka jadi saling memandang satu sama lain. Sungguh! mata itu mampu menariknya dari awal bertemu. tatapan mata yang begitu teduh berani dan ketulusan terlihat jelas di binar pandangan matanya.
Saat itu Kenzo hanya menepis perasaan itu lalu menganggap sebagai rasa kagum karna keberanian gadis itu menyelamatkannya di saat orang-orang itu lengkap dengan senjata. Namun lama kelamaan perasaan itu semakin membuncah membuatnya Frutasi.
Untuk mengalihkan pikirannya dari gadis itu Kenzo bahkan rela gila kerja 1 Minggu full tanpa berhenti bahkan tidurpun tidak tapi perasaannya malah semakin menggila. Sejak saat itu Kenzo mulai melakukan pencarian bahkan bisa di bilang pencarian gila-gilaan lalu saat sudah ketemu apa masih pantas di pertanyakan akan perasaannya itu.
"Jadi aku harap kamu jangan meragukan perasaanku. aku tidak memaksamu untuk mencintaiku karna aku yang akan berusaha membuat mu mencintaiku tugasmu hanyalah izinkan aku untuk mengejar mu, mengejar Cintamu"
Deg
Deg
Deg
"Ada apa dengan jantungku....kenapa berdetak kencang..." Batin Alisya.
"Kamu mengizinkan aku untuk mengejar mu bukan?" Pinta Kenzo lagi.
Alisya terdiam cukup lama pikiran dan hatinya tidak sejalan. Hatinya menginginkan memberi kesempatan kepada Kenzo tapi pikirannya menolak akan hal itu membuat Alisya dalam keadaan dilema.
__ADS_1
"Baiklah aku percaya padamu" Cicit Alisya membuang muka entah kenapa ia merasakan hawa panas menjalar di pipinya.
Mendengar itu sontak membuat Kenzo langsung sumringah lalu menagkup kedua sisi pipi Alisya sehingga kini jarak keduanya hanya berjarak 5cm.
"Benarkah? benarkah kau mengijinkan aku untuk mengejar mu" Ulang Kenzo dengan pancaran binar Bahagia di matanya.
"Yah kamu boleh mengejar ku"
Cup
Karna terlalu bahagia Kenzo bahkan mendaratkan satu kecupan di bibir pucat Alisya membuat kedua mata Alisya langsung membulat.
"Maaf Sayang....aku hanya terlalu bahagia" Ungkap Kenzo karna melihat Alisya sepertinya kaget akan ulahnya.
" Hm " Alisya hanya bisa berdehem untuk menutupi kegugupannya sedangkan Kenzo. Jangan di tanya sebahagia apa dia. andaikan ia bisa berteriak maka dia akan berteriak dan meloncat-loncat sekarang juga ini.
Kryuk
Kryuk
Kryuk
"Pffft" Kenzo menahan tawa mendengar suara perut Alisya yang meminta makan sedangkan Alisya kini hanya bisa tertunduk malu.
"Dasar perut sialan....Cacing nggak sabaran bikin malu saja" Umpat Alisya dalam hati Mengumpati cacing-cacing dalam perutnya yang terus berdemo meminta makanan.
"Buburnya..." Guman Alisya pelan dengan memeluk perutnya membuat Kenzo yang menahan tawa langsung berganti dengan raut cemas.
" Kenapa...." Tanya Kenzo khawatir kepada Alisya yang seperti menahan lapar dengan memeluk perutnya
" Aku lapar " Kata Alisya dengan suara memelas serta tatapan mata berkaca-kaca menatap Kenzo yang langsung panik saat melihat wanitanya akan menangis.
"Astaga kenapa di saat bersamaan dia terlihat menggemaskan dengan keadaan yang tak berdaya itu." Batin Kenzo.
"Sabar yah sebentar lagi oke" Hibur Kenzo sambil mengelus perut Alisya dari luar.
__ADS_1
"Dirga Sialan......" Umpat Kenzo Mengumpati Asistennya.
Ceklek