Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Perkara rantang


__ADS_3

"Awas saja jika Alisya sampai marah padaku akan aku seret kalian berdua di hadapan istriku" Kata Kenzo dalam hati kesal terhadap Dirga.


"Sebenarnya rantang ini bukan milikku...."


"APAA..."


"Kenzo Devandra Keano berani kamu menerima perhatian dari wanita lain!" Ucap Alisya yang menatap tajam dan datar ke arah Kenzo.


Kenzo langsung gelagapan sendiri saat melihat jika sang ratu itu akan segera meledak.


"Baby dengarkan aku dulu aku ....... Dirga jelaskan," Teriak Kenzo panik menatap tajam Dirga.


"Ini memang bukan milik saya Nona namun milik kekasih saya," Terus terang Dirga.


Srett


Penuturan dari Dirga menghentikan pergerakan tangan Alisya yang ingin mencekik Kenzo.


"Selamat" Guman Kenzo yang bernafas lega.


"Kekasih?" Tanya Alisya yang berbalik menatap Dirga.


"Iya Nona saya dan Maya sudah menjadi sepasang kekasih ," Terang Dirga.


"Sejak kapan?" Tanya Alisya yang langsung mengguncang tumbuh Dirga.


"Sejak...."


"Dirga bodoh, Menjauh dari istriku!" Teriak Kenzo yang langsung berlari memeluk tubuh mungil sang istri dan mendorong Dirga.

__ADS_1


" Dasar bucin. bukan aku yang mendekati istrimu tapi aku juga yang kena getahnya," Gerutu Dirga dalam hati.


"Lepas dulu ih," Alisya yang melepas pelukan Kenzo lalu mendekati Dirga.


"Ayo katakan sejak kapan?" desak Alisya antusias.


"Sejak 2 minggu yang lalu Nona" Jawab Dirga cepat karena di belakang Alisya sendiri Kenzo tengah menatapnya sama setajam silet.


"Itu artinya aku sedang bulan madu tapi tak apa ternyata dia sudah bisa move on," Guman Alisya.


"Benar-benar"


"Katakan bagaimana kamu....."


"Maaf Nona, saya ingat jika mempunyai urusan penting saya undur diri dulu," Potong Dirga yang langsung berjalan cepat keluar dari ruangan itu tanpa mendengar balasan dari Alisya.


"Dasar budak cinta sedekat Itu saja marah. lagi pula aku sudah punya kekasih. Aku tidak akan merebut istri orang apalagi dari istri bos aku sendiri, aku masih sayang nyawa, " Guman Dirga.


"Kamu...."


"Tidak baby mana mungkin aku selingkuh dari kamu," Potong Kenzo mendekati istrinya lalu memeluk erat Alisya.


"Mustahil aku selingkuh baby, hidup dan duniaku adalah kamu," Lanjut Kenzo dalam hati.


Cup


"Aku tidak akan pernah menghianati kamu apapun yang terjadi l," Janji Kenzo yang langsung menyambar bibir pink alami sang istri yang begitu menggodanya.


Ciuman yang awalnya hanya kecupan biasa berubah menjadi ******* dan gigitan kecil yang tentunya membangkitkan sesuatu, sama seperti sekarang ini. Kenzo mulai menurunkan ciumannya ke daerah dagu, rahang, hingga berakhir di leher sang istri. kecupan dan gigitan kecil diberikan pada Alisya hingga nyanyian shadu itu keluar dari tersembunyiannya yang tentunya membuat Kenzo semakin terbakar namun Kenzo sadarmasi ada urusan yang perlu dia urus sekarang juga.

__ADS_1


"Cukup baby. Aku takut memakan kamu di sini. Jika itu terjadi maka aku akan lembur dalam beberapa hari dan itu tentunya tidak ingin terjadi jadi duduklah di sini dengan tenang menunggu suamimu ini bekerja," Ucap Kenzo dengan suara berat dan nafas yang terdengar memberat karena menahan sesuatu.


"Aku akan tidur di ruang pribadi kamu saja," ucap Alisya yang menatap mata Kenzo.


"Pergilah," Kata Kenzo yang melepaskan pinggang sang istri namun lehernya mana ditahan oleh Alisya yang sedang menatapnya begitu dalam namun Kenzo akan mabuk oleh tatapan itu.


"Jangan menatapku seperti itu, Kamu tahu aku sangat ingin memakan kamu sekarang juga namun....... Sudahlah pergi tidur saja sebelum kamu aku terekam tanda petik kata Kenzo.


"Baiklah" Balas Alisya yang melepaskan tangkulan tangannya pada leher sang suami.


"Huuuuh sabarlah John kamu akan masuk kandang kamu tidak sekarang. Aku tidak ingin lembur dan meninggalkan istriku sendiri "monolog Kenzo yang mirip sesuatu diantara pahanya yang telah menegang.


Tak mau memikirkan lagi, dan asal segera duduk di kursi kebersamaannya dan mulai mengerjakan berkas-berkas di atas meja dengan serius hingga langit berlalu menjadi jatuh namun Kenzo tidak sadar akan hal itu.


Tok


"Masuk"


"Tuan"


Kenzo yang sedang menunduk menatap berkas langsung mendongak saat mendengar suara orang yang sedang ditunggu-tunggunya sedari tadi.


"Duduklah"kata kenzone yang mempersilahkan sosok di depannya itu untuk duduk.


Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Ramos.


"Katakan!" Dita Kenzo yang tidak mengalihkan pandangannya pada berkas di tangannya.


" Dia sudah datang "

__ADS_1


Tak


__ADS_2