Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kemarahan Kenzo


__ADS_3

"Baby kamu ingin bulan madu dimana?" Kenzo bertanya wajah Alisya yang berada di pelukannya itu.


"Bulan madu?" beo Alisya yang mengernyit bingun.


"Iya bulan madu. kamu mau di negara mana?" tanya Kenzo lagi dengan tangan yang terulur mengelus pipi Alisya dengan lembut.


"Apa kamu tidak sibuk?" tanya Alisya balik.


"Tenang saja ada Dirga yang mengurus semuanya" kata Kenzo santai.


Haaachi


"Siapa lagi yang menyebut nama ku dengan maksa tertentu" gerutu Dirga yang baru saja bersin.


"Apa tidak apa-apa membuat Dirga mengurus semuanya?" kata Alisya lagi yang kurang enak kepada Dirga.


"Itu memang tugasnya baby. lagipula Dirga sudah biasa berpacaran dengan tumpukan kertas" balas Kenzo dengan enteng.


Mendengar itu Alisya perlahan mulai mengukir senyum manis di bibirnya. Kenzo yang tidak tahan dengan godaan bibir pink merah mudah Alami itu langsung menempelkan bibirnya di atas bibir sang istri.


Cup


"Katakan kamu ingin bulan madu di mana aku akan mengabulkannya sekalipun itu di luar angkasa" kata Kenzo yang terlihat sungguh-sungguh.


Mendengar penuturan Kenzo entah bagaimana bibir Alisya berkedut menahan senyum suaminya itu begitu mencintainya saking cintanya ia akan terlihat seperti orang bodoh.


"Bagaimana jika di Korea" kata Alisya dengan berbinar.


"Korea.... hm boleh juga" balas Kenzo yang mengecup kening Alisya.


Kenzo yang hanya cium kening mana puas oleh karena itu Kenzo berniat melabuhkan bibirnya di atas benda kenyal itu.


Tok


Tok


Tok


Kenzo yang sudah mendekati bibir pink alami Alisya langsung mengumpat kesal saat pintu kamar mereka di ketok dengan tidak sabaran dari luar.


"$hit apa pelayan di rumah ini sudah tidak punya otak" umpat Kenzo yang beranjak turun dari ranjang menuju pintu dengan wajah datar yang memerah menahan amarah.


Ceklek

__ADS_1


"Tuan..."


Wajah datar Kenzo semakin datar seperti tembok saat menyadari jika di depannya ini adalah pelayan yang membuat darahnya mendidih bukan karna nafsu tapi mendidih karna ingin memenggal kepalanya sekarang juga.


"Apa sopan santun mu sudah hilang? apa otak kecil mu itu telah hilang hingga tidak bisa mengingat jika cukup 3 kali ketukan?" kata Kenzo dengan suara rendah menahan amarah.


Kenzo menatap tajam pelayan di depannya yang tak lain adalah Amara. jika tatapan bisa menelan mungkin Kenzo sudah telan bulat-bulat wanita di depannya itu.


"Maaf Tuan saya...."


" Banyak omong..!" potong Kenzo yang langsung menutup pintu dengan kencang.


BRUKK


Amara yang berada di depan pintu hanya bisa menggertakkan gigi dengan mengepal kuat tangannya.


"Semua ini pasti karna wanita penggoda itu yang membuat Tuan memarahi aku" kata Amara yang semakin membenci Alisya.


Amara pergi dari kamar Kenzo dengan menahan amarah dalam dirinya sampai wajahnya pun ikut memerah karna kemarahan.


"Tuan Kenzo dimana Amara?" tanya kepala pelayan.


"Di kamar" jawab Amara ketus.


"Bukan urusan mu" balas Amara yang ikut menatap tajam kepala pelayan itu.


"Jelas itu urusan ku jika kamu sampai kamu mengganggu atau mengusik Nyonya maka aku tidak akan segan-segan memerintahkan para pengawal untuk menghukum kamu. kamu masih ingat kan bagaimana hukuman seorang pelayan untuk keluarga Keano?" Kepala pelayan itu bertanya sinis dengan senyum miring ke arah Amara yang kini terdiam.


"Si tua Bangka ini benar-benar membuat ku kesal tapia ku tidak bisa apa-apa akan sangat beresiko jika aku menyingkirkan pak tua ini" kata Amara dalam hati mengepalkan kedua tangannya.


"Kalian semua jangan pernah coba-coba untuk meniru kelakuan wanita ini. kalian harus ingat kalian itu hanya seorang pelayan sedangkan Tuan Kenzo majikan kalian" kata kepala pelayan tegas.


"Cih emang apa pantasnya wanita penggoda itu untuk Tuan Kenzo dia hanyalah anak buangan" kata Amara yang memang tidak tau apa-apa apalagi Amara bukan pecinta berita maka dia tidak tahu berita terbaru Alisya.


"Sekarang kembali ke barisan kalian masing-masing. kamu juga Amara jangan buat ulah lagi jika tidak ingin di hukum." ucap kepala pelayan yang memberi ultimatum kepada Amara.


Amara yang tidak bisa melawan perintah dari sang kepala pelayan hanya bisa menurut berjalan menuju posisi masing-masing.


Amara yang baru berbalik langsung mengepalkan kedua tangannya dengan erat saat melihat Kenzo turun dengan menggendong Alisya bridal style.


"Kamu mau makan apa baby biar aku ambilkan" kata Kenzo yang sudah mendudukkan Alisya di kursi.


"Cih seperti tidak punya kaki dan tangan saja. Tuan Kenzo itu Tuan Rumah sedangkan situ hanya orang numpang"

__ADS_1


TUK


AAAAAAA


Baru saja selesai bicara garpu pelayang dan menancap tepat di atas kaki Amara tak sampai disitu tiba-tiba saja wajah Amara menoleh ke kiri saat sebuah tamparan melayang di wajahnya.


"Siapa kamu ha.....? hanya seorang pelayan berani menghina istri ku. yang menumpang itu kamu sendiri dasar pelayan rendahan" bentak Kenzo.


Kenzo memang kejam tapi tidak pernah melihat seseorang dari kastanya tapi saat istrinya di hina membuat amarahnya tidak bisa terbendung lagi.


"Tuan aku AAAAAAAA" kalimat Amara langsung berganti teriakan saat garpu yang masih menancap di punggung kakinya malah di injak oelh Kenzo hingga garpu itu semakin menusuk dalam.


"Hen.....henti....kan Tu...tuan am....ampuni sa...saya" kata Amara terbata-bata meminta pengampunan.


"Minta maaf kepada istri ku s*alan." bentak Kenzo yang menyala-nyala seperti ingin membakar orang hidup-hidup.


Pelayan lain yang melihat nasib Amara ada yang bersimpati ada pula yang bersyukur karna Amara di perlakukan seperti itu namun mereka hanya bisa diam dengan tangan yang gemetar menahan takut.


"Kenapa diam cepat MINTA MAAF" bentak Kenzo yang sudah kesal sampai di ubun-ubun.


Amara yang bentakan dari Kenzo langsung berjalan dengan kaki menahan sakit ke arah Alisya yang sedang duduk enteng di kursinya menyaksikan drama yang baru saja terjadi.


"Maafkan saya Nona" ucap Amara tidak ikhlas.


"Panggil dia Nyonya" teriak Kenzo dari belakang Amara.


"Maafkan saya Nyonya" ulang Amara dengan mengepalkan tangan.


"Hm" Alisya hanya berdehem sebagai jawaban ya v tentunya membuat Amara semakin kesal dan marah tentunya.


"Semua ini gara-gara kamu s*alan, karna mu aku harus di perlakukan seperti ini. Nonya? cih hanya aku yang pantas menjadi Nyonya Keano wanita buangan seperti kamu mana bisa" hina Amara dalam hati menatap tajam Alisya.


"Sebenarnya tangan ku sudah gatal untuk mencincang tubuh pelayan ini tapi jika aku mengesekusinya nanti aku tidak akan punya mainan saat pulang dari bulan madu" kata Alisya dalam hati yang meremas kedua tangannya.


"Apalagi yang kamu tunggu pergi sama" bentak Kenzo kepada Amara.


"Byy berhenti berteriak kau membuat telinga ku sakit tau" kata Alisya menatap tajam Kenzo.


Kenzo yang mendapat tatapan tajam sang istri langsung melembutkan wajahnya lalu cengengesan tidak jelas.


"Maaf baby tadi aku hanya sedikit kesal" balas Kenzo dengan menggaruk-garuk kepalanya.


"Sudahlah ayo duduk biar aku ambilkan makanan" kata Alisya datar.

__ADS_1


__ADS_2