
Ramos memang berbeda dengan Dirga atau Alvaro dan Kris. Ramos sama seperti Kenzo, yang memang tidak tahu apa itu cinta namun saat merasakan rasa tertarik itu Ramos langsung yakin jika itu cinta.
Hidup Ramos di kelilingi wanita dari segala macam spesies. Dari yang cantik,seksi, bahkan biasa saja pernah masuk dalam kehidupan malam pria dengan sebutan Casanova itu.
Walau begitu Ramos tak pernah merasa rasa kasian apalagi perasaan tertarik sampai membuat dadanya berdebar kencang hanya mengingat wajahnya. Wajahnya yang hadis di setiap dia menutup mata.
"Kau jatuh cinta padaku sejak kapan?"
"Sejak pertemuan pertama kita. Saat kamu menolong Nona Alisya dari anak buah Kevin"
HAHAHAHAHA
"Apa ada yang lucu? Kenapa kamu tertawa?" Tanya Ramos dengan menatap heran Clarissa yang tengah tertawa terbahak-bahak.
"Jika untuk wanita yang mempercayai cinta itu sangat mengharukan. Jatuh cinta pada pandangan pertama itu pasti membuat mereka terharu dan sangat merasa senang. Sayangnya kamu salah mengungkapkan bahkan memberikan hatimu kepada orang yang tidak mempercayai cinta sepertiku" ucap Clarissa dengan sinis.
"Kenapa? Kenapa kamu tidak percaya cinta?" Ramos bertanya dengan nada datar dan menatap tajam Clarissa yang tengah terbaring.
"Apa telinga anda tuli? Bukankah aku sudah menceritakan tentang masalah laluku?"
"Lalu apa masalahnya dengan masa lalu? Masa lalu tidak bisa di lupakan tapi bukan berarti kita tidak bisa melangkah jauh ke depan sana?"
"Karna aku melihat itu dari Tuan Kenzo. Dulu Tuan Kenzo seperti orang yang hidup tapi bagaikan tak punya nyawa dan tak punya tujuan hidup. Hingga Nona Alisya hadir mengubah segalanya. Aku juga ingin merasakan kebahagiaan itu bersama mu Clarissa" kata Ramos dalam hati yang menatap sendu Clarissa yang sepertinya benar-benar tidak percaya akan cinta.
"Kamu yakin? Kamu yakin jika kamu mencintaiku?" Tanya Clarissa yang menatap Ramos dalam.
"Aku sangat yakin. Aku tak pernah merasakan hal ini pada siapa pun. Pada puluhan mungkin ratusan wanita yang berada di sekitarku." Jawab Ramos tegas.
"Sampai kapan? Apa kamu bisa menjamin sampai kapan kamu mencintaiku? 1 tahun? 5 tahun? Atau 10 tahun?"
Ramos yang mendengar pertanyaan dari Clarissa langsung tertegun. Ramos tidak tahu sampai kapan rasa bisa bertahan berada di sekitar Clarissa. Tapi Ramos pastikan dia akan mencintai wanita di depannya itu selagi nyawa dan napasnya masih berada di badannya.
__ADS_1
"Dulu di saat umurku 10 tahun aku menjadi saksi bagaimana Appa ku begitu memuja dan mencintai Omma ku hingga di umur 14 tahun. Aku melihat perubahan besar pada papa ku yang mulai berbicara kasar dan berlalu kasar pada Omma ku. Dulu ku pikir itu hanya masalah sepele orang dewasa hingga.... Di umur ku 16 tahun badai itu datang. Appa membawa wanita lain dan anak lain di rumah kami. Tanpa perasaan mengusir kami dari rumah tanpa memberi uang sedikitpun," Cerita Clarissa yang membuka luka lama yang berusaha dia sambungkan namun sampai detik ini luka itu masih terus menganga dalam hatinya.
"Sekarang kamu mengatakan mencintaiku. Katakan sampai kapan perasaan cinta yang kamu katakan itu akan bertahan di tambah dengan dirimu yang Casanova itu?"
Deg
Mendengar cerita Clarissa membuat Ramos benar-benar bungkam bukan karna tak ingin menjawab. Tapi di banding kisahnya dan Kenzo dimana ibu mereka yang pergi karna pria lain. Kisah Clarissa bahkan lebih tragis.
"Bahkan sekarang juga kamu diam. Semua pria sa.....hump"
Cup
Ramos yang malas mendengar ocehan Clarissa langsung membungkam bibir Clarissa dengan bibirnya. Ramos memang banyak diam, banyak mengenal wanita di banding yang lain tapi pria itu sama seperti Kenzo dan Dirga tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat wanita mereka langsung menyukai mereka. Ramos selalu mendahulukan tindakan di bandingkan dengan berbicara.
"Kau......"
"Tenang saja bibir ku suci. Mungkin aku pria brengsek yang selalu bergonta-ganti pasangan setiap malam. Tapi percayalah aku tak pernah membiarkan diriku di sentuh" bisik Ramos di depan wajah Clarissa.
"Karna cara bercintaku berbeda dengan orang lain. Aku lebih tertarik dan bergairah saat mendengar mereka berteriak karna kesakitan. Sedangkan si Jonhy paling hanya masuk dalam mulut mereka " kata Ramos yang malah tersenyum devil.
Ramos yang menghadapi kekeras kepalaan Clarissa langsung menarik tangan gadis itu. Meletakkannya di atas dada kirinya tempat jantungnya berada.
"Kamu dengar jantung ku bahkan berdebar seperti ingin keluar dari tempatnya. Aku memang tidak bisa menjamin sampai kapan cinta ini akan bertahan di dunia ini. Namun aku pastikan selagi aku hidup dan bernapas hanya satu nama dan satu orang yang akan aku cintai bahkan di kehidupan aku selanjutnya yaitu kamu Kim Clarissa" bisik Ramos yang langsung mengecup lagi bibir tipis Clarissa.
Deg
Deg
Deg
"Sial, apa ini?" Batin Clarissa yang melotot horor.
__ADS_1
"Hanya butuh sedikit usaha dan sedikit waktu setelah itu kamu akan menjadi milikku Sweet" kata Ramos dalam hati menyembunyikan senyum di sudut bibirnya.
Ramos tahu akan sangat sulit membuat dan meyakinkan Clarissa tentang perasaanya. Karna Clarissa dan dirinya sama-sama tidak mempercayai apa itu cinta. Tapi Ramos mulai memahami sedikit demi sedikit saat melihat orang di sekitarnya yang bahagia karna sesuatu yang hanya karna Cinta.
Kenzo dan Dirga adalah Contoh yang di ambil Ramos. Membuat dirinya yang dulu menutup rapat dan membenci wanita mulai memikirkan wanita yang akan menjadi pelabuhan hatinya.
"Kisah mu dan kisah ku tidak berbeda jauh. Sama-sama korban dari penghianatan atau perselingkuhan orang tua."
"Aku tidak mau tahu kamu harus sembuh agar aku bisa membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu dan.... Jangan pernah coba-coba untuk kabur! Karna jika itu terjadi jangan salahkan aku di hari itu juga aku membuat kamu mengandung anakku" kata Ramos yang penuh penekanan.
Setelah berkata seperti itu Ramos segera beranjak keluar dari ruangan Clarissa. Namun baru beberapa langkah melangkah Ramos kembali berbalik mendekati Clarissa.
Cup
"Istrahalah sweet aku akan membereskan sesuatu dulu" kata Ramos yang langsung pergi.
Ceklek
Ramos langsung merubah wajahnya menjadi datar saat berad di luar. Ternyata di depan ruangan Clarissa Maya dan Alisya masih setia menunggu dengan di temani Alya dan Ariana.
"Ariana suruh beberapa anggota untuk berjaga di depan ruangan ini!"
"Baik Tuan"
"Untuk apa?" Tanya Maya yang ikut penasaran.
"Menjaga agar dia tidak kabur" jawab Ramos yang langsung pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya Kris yang tiba-tiba datang.
"Memberi pelajaran pada hama yang membuat wanitaku sengsara" jawab Ramos dari kejauhan sana.
__ADS_1
"Hama...? siapa lagi?" guman Kris yang terlihat bingun.
"Mampus tuh dua nenek Lampir" semprot Maya yang berdiri lalu berjalan masuk dalam ruangan Clarissa bersama Alisya.