Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kedatangan Kakek Xu


__ADS_3

Waktu terus berlalu tak terasa sudah 1 Minggu kejadian itu berlalu sudah 1 Minggu pula Kenzo mencari Alisya seperti orang kesetanan.


Kenzo yang terawat, bersih dan selalu tampil sempurna kini terganti dengan Kenzo yang berwajah kusam, mata panda dengan lingkaran hitam di bawah mata, setiap hari Ke zo hanya akan terus marah-marah.


"Sudah kau dapatkan?"


Seperti biasa Kenzo akan bertanya pagi-pagi kepada Dirga tentang pencarian Alisya.


"Maaf Tuan belum ada tanda-tanda" jawab Dirga yang sama seperti hari-hari sebelumnya.


Mendengar laporan Dirga yang sama seperti hari-hari sebelumnya membuat Kenzo kembali mengamuk dan memukul meja.


BRAK


"BAGAIMANA CARA KERJA MU DIRGA KENAPA SAMPAI HARI INI KAMU BELUM BISA MENEMUKANNYA HA....?" bentak Kenzo menatap tajam Dirga.


"APA KAU LUPA JIKA NONA ALISYA LEBIH HEBAT DARI KU HA....? KAU HANYA TAU MARAH-MARAH SAJA INI SEMUA KARNA SALAH MU JIKA KAMU TIDAK MEMBELA NENEK LAMPIR ITU NONA ALISYA TIDAK AKAN PERGI S*ALAN......" balas Dirga meneriaki Kenzo balik.


"MAKANYA JADI PRIA ITU JANGAN PLIN PLAN DI TINGGALIN BARU MENGGILA" lanjut Dirga menatap sinis ke arah Kenzo.


Mendengar itu kenzo langsung diam dengan menundukkan kepala menyesali keputusannya yang di lakukan satu Minggu yang lalu.


"Kenapa diam? menyesal? percuma tidak ada gunanya. daripada kamu diam dan marah-marah nggak jelas lebih baik kamu rawat dirimu itu yang sudah seperti gembel itu. jika Nona Alisya kembali menurut Tuan dia akan mati bersanding dengan seorang gembel?"


"Siapa bilang cucu kesayangan ku akan bertanding dengan bocah tengik seperti nya?"


Tiba-tiba saja terdengar suara yang tidak setuju Alisya bersama Kenzo lalu masuklah seorang Kakek tua yang tak lain adalah Kakek XU Kakek angkat dari Alisya.


"Kakek" seru Kenzo berjalan untuk mendekati Kakek XU namun bukannya di sambut hangat Kakek XU malah memukul kenzo dengan tongkat emasnya.


Bugh


Bugh


Bugh


"Bocah tengil, gara-gara kamu cucu kesayangan ku kembali terluka harusnya dari dulu aku tidak membiarkannya mengenal mu apalagi menerima mu sebagai kekasihnya" gerutu Kakek XU yang terus menyerang Kenzo dengan membabi-buta menggunakan tongkat emasnya.

__ADS_1


Sedangkan Dirga dan Bimo hanya saling lirik lalu membiarkan Kakek XU memukuli Kenzo tanpa memisahkan mereka berdua.


Beberapa menit kemudian Kakek XU menghentikan pukulannya karna merasa lelah . napas kakek XU memburu dan tersengal-sengal.


Sedangkan Kenzo hanya berdiam diri dia akui memang pukulan kakek XU benar-benar keras apalagi tongkat itu terbuat dari emas dan kepala serta pelipis Kenzo sudah terluka dan berdarah namun tidak ada yang peduli padanya.


"Sial aku belum puas memukulinya tapia ku sudah lelah" kata Kakek XU dengan napas yang tersengal-sengal menatap tajam ke arah Kenzo.


"Bimo hajar dia. buat wajah yang dia banggakan karna tampan itu babak belur seperti babi jika perlu buat dia masuk rumah sakit dan koma" titah Kakek XU tanpa bantahan.


Sontak hal itu membuat Kenzo dan Dirga membulatkan mata. masuk rumah sakit? koma? apa menurut Kakek XU nyawa seseorang hanya untuk mainan pikir Kenzo dan Dirga menatap Kakek Xu dengan heran.


"Bimo lakukan...! walau aku bukan ketua mu lagi tapia ku sekarang sebagai kakek dari ketua mu memerintahkan mu untuk menghajar bocah tengik ini sampai mampus" sentak Kakek Xu menatap Bimo dengan tajam.


"Baik Kek" jawab patuh Bimo segera berjalan mendekati Kenzo.


Dirga yang melihat itu tidak tinggal diam langsung menghadang Bimo bagaimana pun juga Kenzo adalah atasan sekaligus sahabatnya jadi Dirga akan melindunginya.


"Minggirlah Tuan saya harus memberi pelajaran kepada pria yang membuat ketua ku sakit hati" kata Bimo menatap tajam Dirga.


"Jika begitu aku juga akan melindungi Tuan ku dengan cara ku" balas Dirga menatap tajam Bimo.


"Bimo.... apa yang kau lakukan ha....? kau ingin aku penggal kepala mu bocah tengik" teriak Kakek XU yang sudah mengangkat tongkatnya namun terhenti dengan kalimat Bimo berikutnya.


"Tapi aku akan membalas dendam kepada pria yang membuat Adik ku sakit hati. aku akan memberi pelajaran kepada pria yang membuat Adikku mengeluarkan air matanya" lanjut Bimo dengan tajam.


Deg


Dirga langsung tertegun apalagi saat merasakan aura intimidasi Bimo bahkan setara dengan Kenzo.


"Minggir" bentak Bimo membuat Dirga tersentak.


"Tidak akan" balas Dirga penuh penekanan walau punggungnya sudah banjir keringat dingin.


"Jika itu mau pun jangan salahkan aku" kata Bimo dengan hawa yang semakin mencekam.


"Apa maksud...." belum selesai kalimatnya Dirga merasakan tubuhnya di angkat lalu melayang.

__ADS_1


AAAAAA


BRUKK


Uhuk uhuk


Dirga yang belum siap langsung menghantam tembok dalam ruangan itu hingga batuk darah.


"Dia kuat sekali" Guman Dirga menatap ngeri Bimo yang berdiri di depannya.


"Sekarang giliran mu" desis Bimo menatap tajam Kenzo yang sudah berdiri tegak.


Bugh


Bugh


Bugh


Bimo menyerang Kenzo dengan membabi-buta sedangkan Kenzo hanya bisa bertahan dan menghindar sesekali ia akan menerima pukulan dari Bimo.


Beberapa menit kemudian baik Ke zo maupun Bimo kini keduanya telah babak belur walau Ke zo yang lebih parah karna ia tak mengeluarkan sepenuhnya kekuatannya bisa di katakan dia hanya mengeluarkan 90% saja.


"Dia lawan yang hampir setara dengan Tuan. aku yakin walau Tuan hanya tidak mengeluarkan kekuatannya semua namun ini sudah mendekati sempurna namun Tuan Bimo masih bertahan bahkan lukanya hanya luka luar. benar-benar menakutkan jika diam menjadi musuh kami eh.... dia memang sudah menjadi musuh dan itu semua karna kebodohan Tuan sendiri" kata Dirga yang menepuk jidatnya sendiri membuat Kakek XU yang sedang duduk langsung menatapnya heran.


"Hey Dirga lebih baik kamu menyuruh Tuan mu itu untuk mengeluarkan semua kemampuannya jika tidak ingin mati konyol tapi itu malah bagus jika dia mati aku bisa mencarikan pria lain untuk cucu ku" kata Kakek XU.


"Kenapa Kek? apa kakek takut jika bawahan Kakek itu kalah" kata Dirga menatap sinis Bimo.


"Cih itu hanya dalam mimpi mu saja, dia tidak akan kalah. jika Bimo mungkin dia akan kalah namun dia bukan Bimo" kata Kakek XU di sertai dengan senyum misterius menatap Bimo yang sedang kembali menyerang Kenzo .


Kenzo yang merasa Bimo benar-benar ingin membunuhnya langsung mengeluarkan semua kemampuannya dan membalas serangan Bimo yang bisa di katakan menyerang titik lemahnya hingga Ke zo benar-benar serius.


Baru kali ini Kenzo menemukan lawan yang begitu sepadan baik dari kekutan atau pun aura bahkan mereka sama-sama mengintimidasi.


"Apa maksud Kakek? jika dia bukan Bimo lalu dia siapa" tanya Dirga menatap ke arah Bimo.


"Dia Bima sang kepribadian lain dari Bimo. Monster yang menghancurkan siapapun yang di anggap sebagai musuh. karna dia terlahir dari rasa kesedihan, kesepian, dan kebencian" ujar Kakek XU.

__ADS_1


"APA........"


__ADS_2