Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kakak Adik


__ADS_3

"Aku akan menjodohkan Alexi dengan Bimo"


"APA....." teriak Kenzo melototkan kedua matanya.


"Sudah ku duga" guman Alisya memijit pelipisnya lalu duduk kembali memakan makanannya.


"Saya tidak akan pernah membiarkan wanita saya bersanding dengan pria lain selain saya. Tidak akan pernah!" Kenzo berucap dengan nada datar dan menahan amarah.


"Jangan kau lupa jika aku ini adalah Kakek dia. aku berhak menentukan kebahagiaan cucu ku sendiri" balas Kakek XU.


"Saya tidak peduli jika anda adalah kakek dari Wanita saya atau pun ayah dari wanita saya tetapi jika anda berani memisahkan saya dari Alisya saya tidak akan segan-segan untuk melawan jika perlu saya akan membunuh siapapun yang menjadi target anda"


Kali ini Kenzo tidak main-main lagi ia berbicara dengan menggunakan bahasa formal kepada Kakek Xu. Kenzo tidak peduli jika harus berhadapan dengan siapapun termasuk Kakek XU namun jika mereka berani memisahkannya dari Alisya maka Kenzo tidak keberatan untuk menghancurkan orang-orang itu.


"Cih apa kamu mampu?" ucap Kakek XU dengan menatap sinis Kenzo.


"Seorang Kenzo Devandra Keano akan melakukan apapun itu jika dia menginginkan sesuatu maka harus dia dapatkan." balas Kenzo.


"Lagi pula saya cukup dan mampu untuk melindungi apalagi menyingkirkan semut-semut kecil yang akan anda kirimkan untuk memisahkan saya dengan wanita saya." lanjut Kenzo.


Sedangkan Kakek XU kini terdiam mematung dengan menatap Kenzo dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Kamu anak dari Ardan Sardin Keano?" ucap Kakek XU pelan.


Sontak hal itu langsung membuat Kenzo terkejut hingga memicingkan mata ke arah Kakek XU.

__ADS_1


"Darimana Anda tau nama Ayah saya?" tanya Kenzo.


"Tidak perlu tau." jawab Kakek XU acuh tak acuh lalu berlalu pergi. namun baru beberapa langkah Kakek XU kembali membalik


"Alexi kamu ikut Kakek"


Alexi yang masih asyik makan langsung menghentikan kan kunyahannya lalu mengangkat kepalanya menatap Kakek Xu.


"Baik Kek" balas Alisya beranjak berdiri namun saat melewati Kenzo tangannya di cekal oleh Kenzo.


"Baby" Kenzo mencekal tangan Alisya lalu menunjukan wajah penuh permohonan.


"Jangan pergi, aku takut kamu tidak kembali" ucap Kenzo pelan.


"Tidak apa-apa Kakek tidak akan melukai aku" balas Alisya mengggenggam tangan Kenzo.


"Alexi!" tekan Kakek XU.


Mendengar nada Kakeknya yang sudah seperti mau perang Alisya langsung melepaskan tangan Kenzo lalu berjalan menuju kakek XU.


"Ayo kek" kata Alisya.


Alisya membawa Kakek XU keluar dari ruangan itu di ikuti oleh Maya di belakangnya meninggalkan Kenzo yang langsung terduduk di sofa dengan lesu.


"Kakek tua itu benar-benar mau memisahkan aku dari Alisya" guman Kenzo memijit kepalanya yang berdenyut nyeri.

__ADS_1


Kenzo sangat mencintai Alisya lebih dari apapun lalu bagaimana jika Alisya pergi darinya? bagaimana hidupnya tanpa Alisya Kenzo yakin walaupun dia hidup tapi itu hanya hidup tanpa raga.


Sedangkan di tempat lain Alisya bersama Kakek XU dan Maya berjalan menuju ruangan yang di yakini adalah ruang tempat Bimo di rawat.


Ceklek


"Alisya......" Bimo langsung bangun dan duduk lalu merentangkan tangannya meminta pelukan dari Alisya yang Barus masuk.


Alisya yang melihat itu langsung berjalan lalu memeluk Bimo tanpa menyadari jika ada pria tua yang sudah kebakaran jenggot.


"Ekhem" Kakek XU sengaja berdehem dengan keras membuat pelukan Bimo dan Alexi terlepas.


"Tuan.." seru Bimo yang bergegas untuk turun dari ranjang namun di hentikan Alisya.


"Apa yang Kakak lakukan ayo duduk diam nanti luka kakak malah terbuka" kata Alisya yang menghentikan pergerakan Bimo.


"Tapi....."


"KAKAK?" pekik Kakek XU menatap Alisya dan Bimo penuh pertanyaan.


"Iya Alexi dan kak Bimo sudah setuju akan menjadi Kakak adik" kata Alisya santai namun tidak dengan Kakek XU.


"Bocah ini......? masalah keturunan Ardan saja belum selesai sekarang Bocah ini juga mau berebut perhatian denganku....? Apa dia bosan hidup he? lihat saja hukuman seperti apa yang akan aku berikan padamu Bocah" kata Kakek XU dalam hati menatap tajam Bimo.


"Gawat sepertinya Tuan cemburu karna Alexi akan berbagi perhatian denganku. tamat sudah riwayatku harusnya ku tahu Tuan sangat tidak ingin Alexi memperhatikan orang lain selain dirinya"

__ADS_1


Bimo hanya bisa membatin menyesali keputusannya yang tadi meminta peluk kepada Alexi/Alisya


__ADS_2