Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Sadarnya Clarissa


__ADS_3

"Terima kasih Tuhan" ucap Ramos penuh rasa syukur mengecup kening Clarissa.


"Aku senang akhirnya kamu bangun Sweet" ucap Ramos yang lagi-lagi mengecup bibir pucat Clarissa


"Ha....aus" ucap Clarissa dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Kamu haus?" Tanya Ramos yang langsung di balas anggukan kepala oleh Clarissa.


"Maaf aku sampai lupa saking senangnya" ucap Ramos lembut.


Ramos segera berbalik mengambilkan minuman untuk Clarissa tak lupa lengkap dengan sedotannya.


"Mau nambah?" Tanya Ramos lagi saat minuman di gelas pertama habis di minum oleh Clarissa. Tapi Clarissa langsung menggelengkan kepala.


"Kamu diam dulu ya aku panggil dokter dulu" kata Ramos yang beranjak pergi tapi tangannya di tahan oleh Clarissa.


Ramos langsung berbalik, "Ada apa sweet?" Ramos bertanya dengan nada lembut.


"Itu tekan saja tombol sana" kata Clarissa yang menunjuk sebuah tombol di samping brankarnya.


"Aish maaf sweet aku bahkan mendadak bodoh"


Ramos menggaruk tengkuknya yang hanya bisa cengengesan sendiri. Ramos menekan tombol hingga beberapa menit kemudian Kris muncul dengan ngos-ngosan.


"Ah....ada ah...ahpa?" Tanya Kris yang dengan napas ngos-ngosan karna berlari menuju ruangan itu.


"Gimana sudah menyerah untuk melepaskan dia pergi?"


Bugh


"Mau mati kau ha....?" Sentak Ramos yang langsung menghadiahi Kris dengan bogem mentah.


"Aduh bro sabar Napa. Aku hanya memberi kamu nasehat agar gadis ini bisa pergi te..... Astaga setan.....!" Teriak Kris yang kaget langsung memeluk Ramos.


Bruk


Ramos tanpa perasaan langsung mendorong Kris hingga sampai tersungkur di lantai dengan tidak elitnya.


"Banyak bacot kau. Cepat kesini dan periksa wanitaku!" Kata Ramos yang menatap tajam Kris.


"Ra....Ramos sadar Woy.... Ini....."


"Kamu yang sadar! Dasar penakut. Ini bukan hantu apalagi setan wanitaku masih hidup, cepat kemari!" Perintah Ramos yang tak sabaran.


Kris yang mendengar penuturan dari Ramos tidak memperdulikan itu. Kakinya seakan ragu untuk melangkah di depan sana.


"Sialan, benar-benar penakut. Lihat ini!"


Cup


Ramos tanpa aba-aba langsung menarik pelan dagu Clarissa lalu melabuhkan bibirnya di atas bibir pucat sang gadis.


"Sialan, minggir! Kalian selalu membuatku iri. Tidak hanya Tuan Kenzo, Dirga dan sekarang kamu juga" Gerutu Kris yang memulai mengecek nadi Clarissa tak lupa mengambil stempel darah sang gadis untuk di uni kesehatannya.


"Makanya jangan main kucing-kucingan Mulu kaya perampok tahu!" Ejek Ramos yang duduk di sisi brankar Clarissa.


"Cih lihat saja nanti...."


"Nanti kapan..... Punya nyali kau hadapi si Alvaro heeee?"


"Sudah jaga wanita baik-baik. Sekarang dia baik-baik saja tinggal pemulihan" kata Kris yang menatap kesal Ramos.


Kabar Clarissa yang telah sadar sampai di telinga Maya termaksud Alisya yang baru saja bangun. Tapi sudah mendapat Notif dari Maya jika Clarissa sudah sadar.

__ADS_1


Alisya dan Maya berencana untuk menjenguk gadis itu siang nanti. Namun Alisya yang baru terbangun langsung kaget pasalnya sudah siang. Dengan langkah kaki lebar Alisya berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian terlihat Alisya yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja. Alisya dengan santai berjalan menuju walk in Close untuk memilih pakaian yang di kenakan olehnya.


Sedangkan di tempat lain tengah terjadi perdebatan sengit antara suami dan istri. Kedua sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Maya dan Dirga.


"Aku nggak mau tahu pokoknya siang ini aku jenguk Clarissa!" Tekan Maya yang duduk di sofa sambil bersedekap dada.


Dirga yang melihat sifat keras kepala Maya hanya bisa memijit kepalanya yang berdenyut sakit. Sejak hamil istrinya itu bertambah keras kepala belum emosi sang istri yang meledak-ledak.


"Tapi aku sibuk sayang" ucap Dirga yang berharap sang istri mau mengerti.


"Aku tidak pergi bersama mu" balas Maya sinis.


"Lalu kau pergi bersama siapa sayang?" Tanya Dirga yang gregetan dengan sifat Maya. Di satu sisi ia gemas dengan cara ngambek dan nada ketus sang istri tapi di lain sisi sifat keras kepala dan menyebarkannya itu bertambah parah saja.


" Aku pergi bersama Alisya lah"


Haah


Lagi lagi hanya bisa menghela napas melihat sifat Maya yang seperti bocah saja.


"Tak apalah dia pergi bersama Nona. Lagipula mereka sahabat Nona Alisya pasti bisa menjaga keamanan Istriku" kata Dirga dalam hati.


"Yasudah kamu boleh pergi bersama Nona Alisya tapi kamu tunggu disini" kata Dirga yang mengalah.


"Ck tidak mau!"


"Hah...? Apalagi sayang?"


"Kamu harus mengantarku ke mension Tuan Kenzo s.e.k.a.r.a.n.g juga titik" kata Maya yang penuh penekanan.


"Oke oke ayo sekarang kita berangkat" ucap Dirga yang mengulurkan tangannya pada sang istri.


"Ya Tuhan..... Apa semua wanita hamil seperti ini? Tapi perasaan istri yang sedang hamil biasa manja pada suaminya tapi kenapa istriku tidak." Guman Dirga yang meremas rambutnya frutasi.


"DIRGA......!"


"Astaga"


"Aku datang sayang...."


Dirga langsung mempercepat langkahnya menyusul sang istri yang begitu menyebalkan saat kehamilannya itu.


"Tommy pastikan kalian melukai wanita itu. Jika punya kesempatan bunuh saja dia!" Kata Kevin yang penuh penekanan menatap penuh permusuhan pada potret Alisya.


"Tidak di culik Bos?" Tommy bertanya dengan heran bukankah kemarin dia bilang ingin menculik Alisya.


"Tidak. Bunuh saja dengan begitu Kenzo akan menderita sama sepertiku dan sama seperti kmu yang kehilangan wanita yang di cintainya." Terang Kevin yang tersenyum miring.


"Bunuh jika aku membunuhnya maka akan lebih baik jika aku........."


"Apa yang kamu pikirkan bodoh!" Sentak Kevin yang melihat Tommy Tersenyum-senyum sendiri.


"Ti...tidak ada Bos. Aku hanya memikirkan melihat bajingan Kenzo itu menangis darah saat mendapatkan jasad istrinya. Bukankah itu menyenangkan?" Ucap Tommy yang jelas berbohong.


Tapi dengan bodohnya Kevin justru mempercayai ucapan Tommy tanpa menaruh curiga sedikitpun pada orang kepercayaannya itu.


"Hah..... Kau benar pasti si bajingan itu akan menangis darah" balas Kevin yang tersenyum miring.


"Dasar bodoh! Mudah sekali di bohongi" kata Tommy dalam hati yang mengejek Kevin.


"Siapkan semuanya. Ingat pastikan wanita itu terluka parah" ucap Kevin yang mengingatkan Tommy.

__ADS_1


"Siap Bos! Lalu bagaimana dengan Kenzo?"


"Cih keparat itu biarkan aku saja yang mengurusnya kamu cukup mengurus wanita murahan itu!"


"Baguslah. Dengan begitu nyawaku masih banyak kemungkinan akan terampuni. Tapi jika kamu yang maju sendiri maka bajingan itu akan langsung membunuhmu. Lalu aku...... Aku mendapatkan semua yang kamu miliki perusahaan, Kekuasaan dan uang semuanya milikku" kata Tommy dalam hati yang penuh rencana licik.


"Jika begitu saya undur diri Bos untuk mempersiapkan semuanya" ucap Tommy.


"Pergilah jangan membuatku kecewa" balas Kevin yang mengusir Tommy.


"Dasar laki-laki bodoh tapi tak apa dengan begitu aku tak perlu susah-susah paya untuk menggulingkannya. Mengenai wanita itu..... Lihat saja nanti cantik"


Tidak tahukah Tommy jika wanita yang ingin dia lenyapkan adalah perwujudan Dewi kematian. Bagaimana bisa dirinya beranggapan jika Alisya lemah sedangkan Kenzo sang Raja mafia saja sampai merinding melihat keganasan Alisya membabat habis musuh.


"Ngapain saja sih dari tadi nunggu sampai kesemutan nih kaki" gerutu Maya yang kesal saat Alisya dengan santai turun dari tangga.


"Lah itu bukan urusanku kan kaki kamu yang kesemutan" balas Alisya santai yang berjalan meninggalkan Maya yang tengah terbengong-bengong akan balasan santai dari sang sahabat.


"Ish Alisya Napa menyebalkan sih" gerutu Maya yang mendumel kesal.


"Mau sampai kapan berdiri disana? Sampai kambing lahiran? Kalau iya aku tinggal nih'' teriak Alisya yang berada di depan pintu.


"Iya iya dasar bawel. Yang hamil siapa yang bikin kesal siapa?" Dengan mulut yang komat-kamit Maya berjalan menuju Alisya.


"Nona..." Alya dan Ariana yang telah sedia di samping mobil langsung membungkuk hormat saat melihat Alisya.


"Ayo kita ke rumah sakit!" Ucap Alisya yang masuk ke dalam mobil.


"Hii Alisya kamu itu menyebalkan" kaya Maya yang duduk di samping Alisya jok belakang.


"Bodoh amat. Eh sebelum ke rumah sakit Carikan aku buah kedondong" ucap Alisya santai.


"Itu buah apa?" Tanya Maya yang mewakili Alya dan Ariana.


"Buah apa ya....? Aku nggak tahu yang penting aku lihat di internet jadi aku pengen makan dan harus sekarang juga. Aku lapar tapi harus makan itu"


"APA.......?"


"KENAPA BERTERIAK KAU MEMBUAT TELINGAKU SAKIT!"


"Kamu gila atau bodoh. Kamu mau makan tapi kecuali buah ke...kedodo itu...."


"Kedondong yang benar" potong Alisya sinis.


"Aish yah buah kedondong. Itupun kamu lihat di internet. Apa otak mu tidak terbalik? Atau kamu sudah tidak waras?"


"Pokoknya buah itu harus dapat kalau nggak aku gorok kalian berdua eh salah bertiga dengan kau" tunjuk Alisya kepada Maya.


Ckit


Bruk


"Ariana apa kamu bosan hidup ha....? Kau membuat jidat cantikku terbentur dengan jok kursi jelek ini!" Teriak Alisya kesal.


"Ma....maaf Nona tapi.... Itu di depan ada segerombolan orang" kata Ariana sedikit ragu karna jumlah mereka yang banyak.


"Sialan, siapa yang mengganggu perjalanan ku he....!"


Tanpa aba-aba Alisya langsung membuka pintu mobil lalu keluar dan maju berkacak pinggang di hadapan orang-orang itu.


"Hey preman abal-abal minggir nggak? Kalian tahu aku lapar dan kian mengganggu perjalananku! Mau aku jadikan perkedel ha..!?" Teriak Alisya yang bar-bar.


Maya yang melihat sifat bar-bar Alisya hanya bisa melongo dengan mata membulat sempurna. Sejak menjadi kekasih dari seorang Kenzo tak pernah lagi Maya melihat sifat bar-bar dari sahabatnya itu. Dan sekarang entah setan apa yang memasuki sahabatnya itu hingga sifat itu muncul lagi.

__ADS_1


"Tenanglah baby aku hanya ingin kamu ikut dengan ku maka aku tidak.....


__ADS_2