Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Di sidang


__ADS_3

BRAK


Baru saja Alisya membuka berkas tiba-tiba ruangannya di buka Dengan keras hingga membuat dia kaget apalagi Justin yang dari tadi melamun.


"Manusia yang sudah tidak sayang nyawa"


"Entah setan darimana yang muncul namun aku akan benar-benar memenggal kepalanya"


Alisya dan Justin secara kompak menoleh ke pintu dengan pandangan tajam.


"Dasar cucu nakal, berani-beraninya kamu menghilang dan tidak memberi kabar kepada Kakek ha....?"


Alisya yang siap untuk mengeluarkan sumpah serapahnya langsung terdiam saat mendengar suara omelan yang amat sangat dia kenal.


" kaget " beo Alisya menatap tak percaya ke arah kakek tua yang baru saja masuk ke dalam ruangannya diikuti dengan pria kekar di belakangnya yang tak lain dan tak bukan adalah Bimo.


sedangkan Justin yang melihat bahwa yang masuk ke dalam ruangan adalah mantan ketuanya di Dark Devil langsung menelan ludah.


"syukur aku belum mengeluarkan suara jika sudah kepalaku pasti langsung dipenggal oleh mantan ketua "kata Justin dalam hati menatap ngeri ke arah kakek XU.


"loh kakek ngapain Di sini?" tanya Alisya bingun.


"dasar cucuk tidak tahu diri. kakek jauh-jauh datang ke sini karena khawatir akan keadaanmu tapi kamu malah bukannya menyambut kedatangan kakek dengan sukacita kamu malah membuat kepala kakek tambah pusing" gerutu kakek XU menunjukkan sang cucu menggunakan tongkat emasnya.


"Lah kan Alexi nggak minta kakek datang" balas Alisya santai.


"lalu Kenapa menghilang tanpa kabar dan bersembunyi dari semua orang bahkan Kakek pun tidak kamu beritahu. kamu tahu Kakek cemas akan keadaanmu tapi kamu malah cuek bebek kepada kakek"


"Eh kak Bimo tolong bantu ales sih kerjakan tumpukan berkas-berkas ini ya" kata Alisya mengedip mengedipkan matanya ke arah Bimo.


Bimo yang melihat tingkah Alisya hanya bisa tersenyum tipis dengan menggeleng-gelengkan kepala entah apa yang merasuki kepala adik angkatnya itu pikir Bimo.


Bimo sangat mengetahui jika Alisya sangat tidak menyukai tumpukan kertas itu maka dari itu Bima tidak keberatan untuk membantu Adik angkatnya itu.


"Bagaimana sudah menemukan lokasinya" tanya Kenzo kepada Dirga.


"Sudah tuan Nona Alisya sekarang berada di perusahaan Beatrix Company" jawab Dirga tegas.


" Ya sudah tunggu apa lagi Ayo berangkat" kata Kenzo beranjak berdiri lalu berjalan cepat keluar dari ruangan.


dengan langkah lebar Kenzo berjalan keluar dari perusahaan diikuti oleh duitnya di belakangnya. sampai di mobil Kenzo langsung masuk tanpa menunggu Dirga membukakan pintu mobil untuknya melihat itu gerga langsung masuk ke jok depan bagian kemudi menghidupkan mobil dan menjalankannya meninggalkan area perusahaan.


setelah berkendara beberapa menit akhirnya diregang memparkirkan mobilnya di depan perusahaan Beatrix Company.


Kenzo dengan buru-buru langsung membuka pintu mobil dan turun berjalan masuk ke dalam perusahaan.


"kakek dan kabimo habis menghajar Kenzo ya " tanya Alisya kepada Kakek Xu dengan Bimo.

__ADS_1


"kok kamu tahu.?" Kaget Kakek XU menatap tajam Alisya.


"Ya tau lah harusnya Kakek suruh Kak Bimo buat patahin kakinya sekalian biar lumpuh gitu" kata Alisya ikut protes karena Bimo hanya menghajar Kenzo sampai babak belur namun tidak membuatnya patah tulang.


"Apa kamu sedang mengibarkan bendera perang dengan mafia King Lucifer kamu nggak lupa kan kalau Kenzo adalah ketua dari mafia itu" resep Bimo melirik Alisya.


BRAK


Alisya yang baru baru saja membuka mulut untuk membalas ucapan Bimo langsung berhenti di tenggorokan saat lagi Dan lagi pintu ruangannya dibuka secara kasar dari luar membuat kekesalan alisya semakin berada di puncaknya.


"SIAPA LAGI YANG MENGGANGGU WAKTU TENANG KU?" teriak Alisya.


"Baby.."


"STOP DISITU" teriak Kakek Xu menatap tajam sosok yang baru saja masuk dalam ruangan Alisya yang tak lain adalah Kenzo.


"Kakek" ucap Kenzo pelan.


"Untuk apa kamu kesini bocah tengik? untuk menemui Cucu ku lagi ya....? tidak akan aku biarkan" kata Kakek XU yang berdiri berkacak pinggang menatap tajam Kenzo.


"Kek biarkan aku bicara empat mata dengan Alisya" kata Kenzo berjalan dekat dengan Kakek XU.


"Untuk apa? menyakinkan dia jika kamu tidak sengaja?" ucap Bimo tiba-tiba.


"Justin bawah Alexi keluar" perintah Bimo kepada Justin yang dari tadi duduk.


Justin membawa Alisya keluar dari ruangan itu walau awalnya Kenzo tidak setuju namun karma kemauan juga Alisya akhirnya kenzo tidak bisa apa-apa selain pasrah membiarkan Alisya keluar.


Kini di dalam ruangan tinggal empat orang yang saling menatap tajam satu sama lain. Kenzo duduk langsung berhadapan langsung dengan Kenzo.


"Jika kamu tidak bisa tegas lebih baik lepaskan Alexi" kata Bimo dingin.


"Siapa kamu....."


"Aku kakaknya bahkan aku lebih dulu mengenalnya di banding kamu" potong Bimo menatap sinis Kenzo.


"Aku tidak bermaksud untuk menyakiti Alisya tapi dia sudah......"


"Apa asisten bodoh mu itu tidak menunjukan rekaman CCTV nya hingga kamu masih berani membela j*l*ngg itu" potong Bimo lagi.


Sontak mendengar itu Kenzo langsung menoleh ke arah Dirga meminta penjelasan terkait rekaman itu yang memang belum ia cek.


"Nona Anatasya yang memulai Tuan" jawab Dirga santai seakan tanpa Beben.


"Sudah dengar bukan? jika wanita itu yang memulai" ucap Bimo dengan nada meremehkan.


"S*al apa yang aku lakukan dengan membentak Alisya seperti itu" kata Kenzo dalam hati mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Demi sebuah janji, demi melindungi wanita itu kamu membuat perasaan orang yang kamu cintai sendiri terluka, membuatnya kecewa menurut mu apa itu bisa menjadi bukti cinta kamu?" tanya Bimo sinis.


Deg


"Jawabannya jelas tidak kamu bahkan menunjukan betapa mudahnya kepercayaan kamu goyah. lalu menurut mu apa Adik ku mau menghabiskan seumur hidupnya dengan pria yang tidak memiliki pendirian teguh seperti mu?"


Deg


"Jika Adik ku bersedia maka aku yang tidak bersedia"


Deg


"Kamu tahu hidup aku dan Tuan XU dulu bagaikan hidup tanpa jiwa hingga dia muncul memberi warna baru di hidup kami berdua. menurut mu apa kami berdua akan membiarkannya bersama dengan orang yang bahkan tidak bisa mempercayainya? jawabannya adalah tidak."


"Mau ku beri 1 rahasia?" tanya Bimo menatap tajam ke arah Kenzo.


Kenzo yang mendengar pertanyaan Bimo hanya diam karna dia benar-benar menyesali apa yang telah dia lakukan.


"Alexi pernah mencintai dan mengagumi seseorang begitu dalam sampai siang dan malam dia akan menceritakan sosok itu hingga suatu hari harapan dan Cintanya di patahkan begitu dalam. harapannya, Cintanya semua di patahkan dengan sebuah Penghianatan yang begitu besar. bisa kamu bayangkan berapa sakitnya saat orang yang kamu percayai dan cintai dari kecil dengan entengnya menghianati dirinya. apa menurut mu dia bisa dengan mudah mempercayai sebuah cinta lagi?" ucap Bimo lantang.


"Dari cerita itu apa kamu yakin dia sudah bisa menerima mu apalagi mencintai mu? harusnya sekarang kamu memikirkan apa dia masih bisa berada di sisi mu atau tidak"


Deg


Jantung Kenzo berpacu dengan begitu kencang saat mendengar penuturan Bimo yang membuatnya sadar jika Alisya bisa saja meninggalkannya kapan pun dia mau.


Luka dalam yang begitu membekas Kenzo tau tidak mungkin bisa secepat itu melupakannya walau sudah bertahun-tahun namun cinta yang tumbuh sejak kecil tidak ada mudah terkuburkan.


Dada Kenzo semakin bergetar saat mengingat-ingat kebersamaannya bersama Alisya. Kenzo semakin takut Alisya meninggalkannya mengingat jika Alisya selaku mengalami Sindrom Peter pan saat bersamanya yang memungkinkan jika Alisya menganggapnya sebagai seorang figur Ayah bukan seorang kekasih. mengingat itu Kenzo meremas dadanya yang terasa sesak.


"Kenapa diam? menyesal? percuma itu tidak ada lagi gunanya." kata Kakek XU kesal.


"Berikan saya kesempatan satu kali lagi, saya akan membuktikan saya benar-benar mencintainya. saya akan menjaga perasaannya, saya janji" kata Kenzo yang berlutut di hadapan Bimo dan Kakek XU.


"Tuan.....! apa yang......" Dirga langsung menelan kembali suaranya saat melihat kode Kenzo.


"Apa kamu bisa menjamin tidak akan melukai perasaannya lagi.?"


"Saya jamin Tuan"


"Cih aku butuh jaminan jika kamu tidak akan meninggalkan atau mencampakkan Cucu ku"


"Saya akan berikan apapun asal jangan pisahin saya dengan Alisya"


"Apapun itu?"


"Ya apapun itu" jawab Kenzo tegas dan yakin.

__ADS_1


__ADS_2