
" panggilkan Ramos "perintah Kenzo
" baik Tuan "jawab Dirga lalu langsung pergi menjalankan perintah Kenzo
beberapa menit kemudian Dirga muncul di ikuti sosok Ramos yang berjalan pincang di belakang Dirga. melihat itu membuat Kenzo tersenyum sinis kepada salah satu orang kepercayaannya itu tapi sayang dia begitu gila akan wanita
" Ada apa dengan jalan mu Ramos "tanya Kenzo dengan penuh ledekan
" tidak ada Tuan "jawab Ramos sambil berusaha duduk dengan posisi yang aman untuknya.
"makanya kurangi hobi mu yang suka menjelajahi hutan rimba Bung "ledek pria yang tiba-tiba masuk
" kau lagi dasar perjaka tua "ngeledek balik keramas kepada pria itu.
"Ramos"sontak Ramos langsung berkeringat dingin. dia baru ingat kalau ketiga pria di depannya ini semuanya mereka masih perjaka
" mampus "batin Ramos. lalu melihat ke arah mereka satu persatu yang sedang menatap tajam dirinya.
" hehe bercanda Bos "kata Ramos yang hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"sekali lagi lo bilang tentang keperjakaan habis loh "kata pria yang berambut gondrong.
mendengar itu kamu hanya mampu diam karena jika ia membuka suara lagi maka dapat dipastikan ia akan mendapat hukuman tambahan dan tentunya dia tidak ingin hal itu terjadi kepada dirinya cukup hukumannya yang saat ini saja sudah sangat sakit dan menderita bagi dirinya yang sudah tak bisa merasakan lubang wanita lagi.
"saya mengumpulkan kalian di sini karena ada hal penting yang harus disampaikan oleh Tuan "kata Dirga setelah menerima kode Kenzo kepadanya
"kamu Ramos cari tahu semua tentang keluarga Beatrix " perintah Kenzo menunjuk Ramos karena Ramos merupakan orang kedua di bidang retas-meretasi
"dan kamu Alvaro suruh beberapa anak buah kita untuk mengawasi kediaman Beatrix Jika perlu utus anggota kita yang tingkat S untuk masuk menyamar dalam kediaman itu "kata Kenzo menunjuk pria yang berambut gondrong.
"Untuk apa kita mengawasi keluarga itu Tuan setahuku mereka tidak mengusik kita sama sekali " sahut Alvaro. Alvaro sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi selama 3 bulan ini karena ia baru balik dari Jepang karena mengurus markas cabang di negara itu.
" "lakukan saja. dan awasi terus gadis yang bernama Alisya di rumah itu. aku tidak peduli Jika ia pembantu atau kelainan sekalipun yang aku mau kalian Awasi dia dan pastikan dia tetap aman dari orang-orang yang ingin menyakitinya. lalu laporkan segala kegiatannya padaku "kata cancel panjang kali lebar.
__ADS_1
"itu Kenzo "kata Alvaro dalam hati tidak percaya. pasalnya Kenzo yang dia kenal selama ini tidak pernah berbicara panjang sedangkan Kenzo di depannya berbicara begitu panjang dan lebar. sedangkan Dirga dan Ramos tidak terluka kaget mengingat Kenzo yang mulai bicara panjang jika menyangkut gadis bercadar. tapi ramus bertanya-tanya dalam hati. apakah Kenzo akan berhenti mencari gadis bercadar dan memikirkan gadis yang bernama Alisya itu pikir Ramos
setelah memberi perintah kepada anak buahnya yang selalu beranjak berdiri dan berjalan keluar dari markas
"ingat melakukan tugas kalian dengan benar. dan kamu Farah ingat baik-baik lindungi gadis bernama ALISYA ITU DAN PASTIKAN IA AMAN DAN BERHENTI MENERKA-NERKA "kata Dirga memberi peringatan kepada Rama dan Alvaro dan menekan beberapa kata yang ditunjukkan kepada Alvaro.
Setelah semuanya selesai Dirga lalu Beranjak Pergi menyusul Kenzo.
"MOS lo tau gadis yang bernama Alisya itu anak petik tanya Alvaro menatap Ramos dengan penuh harap
"kagak. gak sama sekali gua nggak tahu siapa itu Alisya. masalah gadis bercadar saja belum selesai muncul lagi lagi wanita lain lain "grup tuh Ramos kesal karena kondisinya yang begini masih disuruh kerja
"dasar tak keprimanusiaan " Jerit hati Ramos
" gadis bercadar "human Alvaro
"siapa lagi Itu Ramos "tanya Alvaro kepo
"Terus di mana gadis itu "tanya Alvaro lagi
" kagak ada "jawab Ramos yang sudah mulai kesal
"kok bisa nggak ada. Emang kalian nggak cari "tanya Alvaro
"dicari goblok bahkan ini sudah 3 bulan Tuan Kenzo mencari garis itu bahkan mungkin di seluruh dunia tapi Gadis itu tidak ditemukan seperti menghilang ditelan bumi "ucap Ramos dengan lantang lalu segera pergi meninggalkan Alvaro. karena jika tidak segera pergi maka dapat dipastikan Alvaro akan bertanya sampai ia menemukan atau merasa puas akan jawaban yang diterima, jika tidak maka akan selalu bertanya.
"hilang telang bumi Masa sih? kan ada si Dirga yang King hacker saat kau sudah menyerah MOS" kata Alvaro belum menyadari Jika kamu sudah pergi meninggalkannya.
"terus si tuan nyerah gitu menemukan gadis bercadar itu "tanya Alvaro namun tidak ada sahutan dari Ramos
" Ramos jawab " kata Alvaro
"Ramos "
__ADS_1
"Ram.......os " panggil Alvaro
"Ramos kampret kebiasaan sekali tinggalin gue lagi terus Nanya "gerutu Alvaro
"sudahlah susul saja dia di kamar "monolog Alvaro lalu berdiri dan menuju kamar Ramos yang berada di ujung. Sesampainya di sana dia langsung menyedot pintu kamar Ramos
Tok
Tok
Tok
Alvaro terus mengedor-ngedor pintu berharap Ramos mau membukakan pintu untuknya.
"selalu saja begini "monolog Alvaro kesal lalu pergi dari depan pintu kamar Ramos
" akhirnya Pergi juga tuh manusia cerewet "gumam Ramos menghela nafas lega.
sedangkan di tempat lain seorang pria paruh baya sedang tertawa bahagia dengan sekretarisnya di dalam ruangan.
"hahaha akhirnya perusahaanku akan tambah maju dengan terjadinya kerjasama antara perusahaan Beatrix Company dengan perusahaan KEANO GROUP, perusahaan terbesar di dunia hahaha "tawa pria paruh baya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Edric Kaif Beatrix ayah kandung Alisya dan Alexa yang baru saja mendapatkan telepon dari perusahaan KEANO GROUP jika perusahaan mereka setuju untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan Edric. Selain itu ingin makan malam di kediaman Beatrix malam ini membuat edri tambah bahagia.
"Martin kau handal semua pekerjaan kantor hari ini. aku akan pulang dulu ke rumah untuk menyiapkan segala kebutuhan dan keperluan untuk makan malam nanti malam bersama Tuan Kenzo "kata edrik memberi perintah kepada sekretarisnya.
"baik Tuan "jawab Martin sekretaris Edric di perusahaan
Edric dengan muka bahagia dan senyum yang tak pernah pudar dari wajahnya berjalan keluar dari ruangannya menuju lebih perusahaan bahkan setiap karyawan dan karyawati yang dijumpainya atau berpapasan dengannya dia akan selalu tersenyum.
"Ada apa dengan tuan edric " begitulah pikir Setiap karyawan dan karyawati Yang berpapasan dengan Edric.
Sesampainya di kediaman Beatrix, Edric langsung berlari masuk mencari keberadaan istri dan anaknya karena tadi edrich telah menyuruh mereka untuk segera berada di rumah
"sayang......Alexa " teriak Edric saat melihat Revalina dan alexa sedang duduk di ruang tamu menunggu dirinya
__ADS_1