
"APA....KAKEK MAU MENJODOHKAN AKU DENGAN BIMO" teriak nyaring Alexi dari atas sana berlari turun.
"STOP ALEXI! JANGAN BERLARI NANTI KAMU JATUH" teriak pria tua itu panik menatap cucu semata wayangnya berlari dengan cepat menuruni tangga.
""KAKEK BENAR-BENAR AKAN MENJODOHKAN AKU DENGANNYA" tanya Alexi menggebu-gebu menunjuk Bimo yang tampak santai.
"Yah mau bagaimana lagi, kamu itu sangat suka tidur dan sangat susah untuk bangun mana ada yang mau menikah dengan Ratu tidur seperti kamu" Ujar Kakek menghela napas lega karna Alexi tidak kenapa-kenapa.
"Ya nggak bisa Kek! mana mau aku hidup sama tripleks kaya dia" protes Alexi menunjuk Bimo yang kini menatap Alexi dengan senyum tertekan.
"Saya juga mana tahan bisa memiliki istri seperti anda Nona yang hobinya tidur, belum lagi kalau lagi ngamuk seperti singa betina" teriak Frutasi Bimo dalam hati menatap memelas kepada Kakek tapi Kakek malah di salah Artikan.
"Lihat! dia malah memelas kepada Kakek untuk menjodohkan kalian" kata Kakek menunjuk Bimo yang seketika juga langsung membulatkan kedua matanya lalu menatap horor Nona mudanya yang sepertinya sudah keluar tanduk di kepalanya.
"Astaga Tuan besar benar-benar mau membuat aku mati kali ini" Batin Bimo semakin tertekan jika bisa Ia akan menghilang dan bersembunyi di lubang semut.
"Mau aku gorok kepalamu ha..." kata Alexi sambil menyeringai ke arah Bimo.
"Kan....baru ku bilang juga apa. Tuan besar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu kalau Nona muda itu lebih menyeramkan di banding dirinya" kata Bimo dalam hati.
"Tidak Nona Muda, saya hanya merasa tidak pantas untuk Nona muda" kata Bimo yang menyulut emosi Alexi.
"Jadi kalau kamu kata kamu mau sama saya" tanya Alexi lagi.
"Tentu tidak" kata Bimo spontan membuat senyum Alexi merekah tapi tidak dengan Kakek yang langsung menatap tajam bawahan kepercayaannya itu.
"Kau beraninya kau menolak Cucu tersayang ku" kata Kakek menatap tajam Bimo.
"Bu..bukan seperti itu Tu..an Besar" sanggah Bimo.
"Bersihkan kandang Miu dan Kiki selama 3 hari" kata Kakek mutlak membuat Bimo hanya bisa pasrah sedangkan Alexi nampak tersenyum puas.
"Sudah ayo kita makan" kata Kakek mengajak Alexi dan Bimo untuk makan. Mereka bertiga mulai makan layaknya keluarga.
Sedangkan di tempat Lain Ke zo kini di sibukkan dengan puluhan bahkan tumpukan berkas menggunung di meja kerjanya.
Tok
Tok
__ADS_1
tok
"Masuk" sahut Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di tangannya.
"Tuan sebentar lagi meetingnya akan di lakukan" kata Dirga mengingatkan Kenzo yang nampak fokus menatap berkas dan Leptop.
"Hm" Kenzo hanya Berdehem sebagai jawaban lalu beranjak berdiri dan berjalan terlebih dahulu di ikuti Dirga.
Sampai di ruang meeting ternyata para setiap divisi perusahaan sudah menunggunya di ruang meeting.
Ceklek
"Selamat Siang Tuan" semua orang langsung memberi hormat kepada Kenzo.
"Mari kita mulai meetingnya" kata Dirga mewakili Kenzo.
Satu persatu perwakilan devisi mulai menjelaskan atau menyerahkan berkas laporan pengeluaran dan pemasukan perbulan.
2 jam kemudian
Akhirnya setelah 2 jam semuanya beres dan meeting pun selesai. Ke zo berjalan keluar dari ruang meeting dengan wajah Datar dan Dingin.
"Dirga pesankan aku makan siang lalu bawah ke ruanganku" kata Kenzo sebelum masuk ke ruangan miliknya.
Kenzo melanjutkan langkahnya menuju Ruangannya.
"HAAAA.... Aku merindukan mu Sayang" Guman Kenzo yang di tujunhkan entah siapa.
Sedangkan di tempat lain Alexa sedang mengamuk di kamarnya.
BRAK BRUK
"Sial....kemana perginya ****** itu" Desis Alexa.
Awalnya ia tenang-tenang saja bahkan bersorak bahagia saat Alisya tidak pulang ke kediaman orang tua mereka tapi tiba-tiba dia ingat Jika waktu itu Alisya bersama Kenzo membuatnya kalut dan berusaha membayar orang untuk memata-matai Kenzo guna menemukan Alisya tapi sampai saat ini tidak ada laporan dari anak buahnya tentang keberadaan Alisya.
Apalagi selama seminggu ini Alexa tidak bisa bergerak liar atau mendekati Kenzo lantaran Leon terus menempel padanya membuat Alexa tak punya waktu untuk mendekati Kenzo.
"Jika dia tidak bersama Kenzo maka bisa kemungkinan dia tinggal bersama Maya" monolog Alexa menyerigai licik lalu mengotak Atik ponselnya.
__ADS_1
"Hallo"
"Berhenti mengikuti Kenzo sekarang kamu pergi ke Apartemen Maya akan aku kirim alamat dan fotonya, setelah itu ikuti kemanapun dia pergi, dengan siapa dia bertemu, dan apa kegiatannya" perintah Alexa kepada orang di sebrang telfon.
"Lakukan saja tugasmu dengan baik akan aku kirim bayaranmu" kata Alexa emosi.
"Bagaimana cara ku mendekati Kenzo sedangkan Leon terus menempel padaku....Sial" Umpat Alexa yang hanya bisa gigit jari karna dia tidak bisa mendekati Kenzo terang-terangan apalagi Alisya juga belum ia temukan keberadaannya membuat Alexa semakin Frutasi.
"Aku harus memikirkan cara agar Leon tidak menemui terus dan aku punya waktu untuk mendekati Kenzo mumpung Alisya tidak ada di sekitar Kenzo" Monolog Alexa yang di kepalanya tengah menyusun rencana untuk mendekati Kenzo kedepannya.
Di sisi lain terlihat 3 orang sedang duduk melingkar di sebuah meja bunda suasana yang begitu serius dan menegangkan. Pria tua itu menatap dalam gadis mudah di depannya dan seorang pria matang yang sekitar berusia 26 tahun yang tak lain dan tak bukan adalah Cucu dan orang kepercayaannya Yaitu Alexi dan Bimo.
"Katakan" Ucap pria tua itu menatap Dingin dan datar gadis mudah di depannya.
"Aku siap untuk mengambil dan menggantikan Kakek memimpin semuanya." kata Gadis mudah itu dengan tegas yang tak lain adalah Alexi.
"Kamu yakin" tanya Kakek menatap tajam Alexi.
"Kamu tahu jika kamu menggantikan aku itu artinya...." perkataan Kakek itu langsung di potong oleh Alexi.
"Aku tau Kek, sangat tahu. tapi aku sudah siap dengan semua konsekuensinya. aku sudah siap dan yakin untuk membalas dendam ku dan membalas dendam akan dendam Kakek, aku berjanji akan mencari dalang itu sampai ketemu. Akan aku seret dia ke hadapan Kakek untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di masa lalu" Kata Alexi dengan tegas kedua tangannya mengepal dengan erat menahan amarah.
Kilatan kebencian dan dendam yang membara berkobar besar di dalam matanya. Hati yang dulu begitu lembut dan tulus kini di tutupi akan kebencian dan dendam.
"Baiklah jika begitu Ikuti Kakek" kata Pria tua itu beranjak berdiri berjalan di sebuah patung singa lalu menekan kepala singa itu hingga tiba-tiba terbuka suatu tangga di dalam ruangan itu.
"Tangga" Beo Alexi kaget dia tidak menduga di ruang kerja kakeknya ada sebuah ruangan rahasia. sedangkan Bimo hanya tampak biasa saja seolah-olah dia sudah mengetahui akan hal itu.
Tanpa banyak bicara Kakek tua itu segera berjalan menuruni tangga dengan di bantu tongkatnya. sampai di bawah mereka langsung di sambut dengan puluhan orang yang berpakaian putih rapi.
"Selamat datang Ketua" ucap mereka serentak dengan menekuk satu kaki Mereke layaknya kesatria.
"Berdirilah" Ucap Kakek tua itu memerintahkan barisan semua orang untuk bangun.
"Terima kasih Ketua" ucap mereka lagi serentak lalu berdiri tegak menghadap kakek tua itu.
"Dengarkan baik-baik aku akan menyampaikan suatu hal yang penting" kata Kakek tua Lantang menatap tajam ke depan. Semua orang hanya diam menunggu apa yang akan di sampaikan kakek tua itu.
"Alexi kemari" kata Kakek tua itu tegas.
__ADS_1
Alexi dengan tanpa ragu melangkah kakinya mendekati Kakek itu hingga berdiri di sampingnya dengan tegak.
"Semuanya perkenalkan gadis mudah di samping sayang adalah ALEXI XU Cucu saya satu-satunya" ucap Kakek tua Lantang.