
Di sebuah perusahaan lebih tepatnya perusahaan Leon kini semua staff dan karyawan tengan di sibukkan dengan puluhan informasi rahasia perusahaan tersebar di publich alias internet dengan begitu pesat.
Di ruang Leon kini ia tengah mengamuk menghancurkan segala sesuatu di dalam ruangan hingga ruangan yang dulu rapi dan bersih kini telah penuh dengan pecahan barang dan hamburan kertas. Ruangan yang di gunakan untuk CEO itu kini berantakan layaknya kapal pecah.
"S****N BAGAIMANA BISA DATA-DATA PERUSAHAAN BISA SAMPAI BOCOR SEPERTI INI"
Leon hanya bisa mengamuk dan mengamuk tanpa harus melakukan apa karna dia sendiri juga bingun tidak tau harus bagaimana. Leon hanya bisa terus memerintah anak buahnya untuk bisa menyelesaikan segala sesuatunya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" teriak Leon.
Ceklek
"Tuan..... Ini gawat Tuan" ucap yang Baru saja masuk dalam ruangan Leon.
"APALAGI...? TIDAKKAH KALIAN PUNYA OTAK UNTUK MENYELESAIKAN SEMUA INI DENGAN CEPAT...!" bentak Leon memendam amarah.
"Ma....maaf Tu....tuan ta....tapi para pemegam saham ingin mengadakan ra...rapat da...dadakan" kata pria itu dengan keringat dingin.
"APA.......?" teriak Leon kaget.
Leon menoleh ke pria yang melaporkan berita itu dengan mata yang melotot tajam. Rahangnya mengeras dengan kepalan tangan yang semakin terkepal kuat.
"Bagaimana bisa mereka ingin mengadakan rapat di saat situasi perusahaan sedang kacau seperti ini" bentak Leon kepada karyawan di depannya.
"Saya tidak tahu Tuan ta...tapi mereka sudah berada di ruang meeting" kata orang itu lagi.
Leon yang sedang menenangkan diri langsung tersentak kaget saat mendengar jika para pemegang saham itu sudah di ruang meeting.
__ADS_1
Leon yang emosi pun menggebrak dan menendang Meja dengan amarah yang membuncah di dalam hati dan pikirannya.
Dengan emosi yang menggebu-gebu Leon berjalan keluar dari ruangannya dengan keadaan yang berantakan, rambut acak-acakan, dasinya yang longgar dan miring, jas yang di lepas, terakhir kemeja yang di lipat sampai siku.
Brak
Leon menendang pintu ruang meeting lalu masuk dalam ruangan yang langsung menatap tajam sekitar 4 orang pemegang saham di perusahaannya.
"Apa yang kalian lakukan dengan mengadakan rapat dadakan seperti ini di saat keadaan Perusahaan tidak stabil bahkan terancam gulung tikar ha.....?" teriak Leon mengeluarkan kekesalannya.
"Justru itu Tuan Leon saya ingin menarik saham saya dari perusahaan anda karna saya tak ingin rugi" kata pria 1.
"Saya juga Tuan, saya akan menarik saham saya karna saya tidak ingin mengalami kerugian atau setidaknya Tuan Leon jual saja perusahaan ini kepada pengusaha lain agar tidak bangkrut" terang pria 2.
"Saya setuju daripada bangkrut dan membuat ratusan orang tidak punya pekerjaan lebih baik anda jual saja perusahaan in" Timpal pria 3.
"Apa yang di katakan oleh mereka bertiga Tuan.... Lebih baik anda jual saja perusahaan ini jika tidak maka kami semua akan menarik kembali saham kami dan tentunya anda akan mengalami ganti rugi yang besar" Pria ke 4 ikut mengeluarkan pendapatnya.
Tanpa mereka ketahui jika saran yang mereka ajukan malah menambah bensin di dalam lautan api. dengan emosi yang sudah berada di puncaknya Leon langsung menggebrak meja.
"APA KALIAN TIDAK BISA MEMBERIKAN SARAN YANG SEDIKIT MENGUNTUNGKAN HA....? PE CVRUSAHAAN INI MILIKKU AKU TIDAK AKAN MENJUALNYA, TIDAK AKAN." kata Leon dengan penuh penekanan dan suara yang tinggi.00
"Kalau begitu kami akan menarik saham pp semua" balas pria 1 yang langsung di setujui yang lain membuat Leon kalang kabut.
"Apa kalian tidak bisa memberi aku kelonggaran untuk menstabilkan ini ha....? ini hanya sementara waktu kalian hanya perlu sabar dan menunggu" kata Leon dengan emosi.
"Tidak bisa! daripada saya rugi lebih baik saya jual saham saya kepada Tuan Kenzo" kata Pria 1 dengan tegas.
Deg
Kedua mata Leon elotot saat mendengar nama Kenzo di sebutkan oleh pria di depannya membuat Leon menelan ludah dengan kedua tangannya mengepal menahan amarah.
"Jadi ini ada sangkut pautnya dengan dia. S****n... Pasti perkara data yang bocor ini kerjaan Tuan Kenzo. Apa dia tau jika aku berencana untuk mendekati Alisya kembali? S****n bagaimana ini?" kata Leon yang ketar ketir sendiri dalam hati.
__ADS_1
"Tuan saya mohon berikan saya kesempatan...." ucap Leon dengan nada memohon.
Leon memohon kepada para pemegang saham namun para pemegang saham hanya mengabaikan apalagi saat di beri saran untuk penjual perusahaan Leon menolak dengan keras membuat para pemegang saham semakin muak hingga membuat mereka segera beranjak pergi meninggalkan ruang rapat.
Di tempat lain Kenzo menatap tajam Dirga yang hanya bisa menunduk di depannya.
"Apalagi salahku kenapa tatapan Tuan sudah seperti mau menerkamku?" guman Dirga merasa ngeri dengan tatapan Kenzo.
"Kamu yakin mereka akan melepas saham mereka untuk kita beli Dirga?" Kenzo bertanya dengan datar dan dingin.
"Yakin Tuan saya sudah memberi mereka peringatan" jawab Dirga.
"Terus tekan perusahaan itu hingga benar-benar tidak ada yang mau membantu mereka. ancam semua perusahaan yang di targetkan si b******n itu."perintah Kenzo.
"Tapi.... Tu...tuan mengapa kita harus melakukan ini bukankah Nona Alisya tidak ingin kita terlibat jauh." kata Dirga yang masih mengingat dengan jelas perkataan Alisya kemarin yang tak ingin Kenzo terlibat lebih jauh lagi.
"Aku tidak berjanji padanya untuk tidak ikut campur Dirga lagi pula aku melakukan ini agar pria B*******n itu tak lagi punya pendukung untuk mendekati Wanitaku dengan dia bangkrut maka dia akan berfikir dirinya tidak pantas untuk Alisya" ucap Kenzo dengan menatap tajam ke depan seakan-akan Leon berada di depannya.
"Yang salah siapa? yang kena getahnya siapa? Leon singa itu benar-benar membuatku dalam masalah besar bahkan si kulkas ini sudah cemburu duluan sebelum si Leon itu bergerak" kata Dirga dalam hati yang benar-benar sudah cukup kesal dengan pria yang bernama Leon itu yang hari ini dirinya harus menjadi sasaran amukan Kenzo karna kesal dengan pria bernama Leon.
"Lalu bagaimana jika Nona tahu akan hal ini Tuan?" tanya Dirga ragu-ragu karna jika Alisya mengetahui ini maka dapat di pastikan calon Nyonya-nya itu akan mengamuk dan dia tidak ingin kena getah dari perbuatan Bos somplaknya itu.
"Cukup Trio macan (Ramos, Kris, dan Alvaro) yang menjadi bahan latihan Nona saya juga tidak ingin" lanjut Dirga dalam hati.
"Alisya tidak akan mengetahuinya jika kamu tidak membuka mulut" kata Ke zo penuh penekanan.
"Baik Tuan saya akan menutup mulut rapat-rapat" balas Dirga.
"Sudah sana keluar!" usir Kenzo.
"Permisi Tuan"
Dirga mengbungkukkan badanya sedikit lalu berbalik berjalan menuju pintu.
__ADS_1
"Jika kamu tak ingin aku membantumu terang-terangan maka aku akan membantumu secara sembunyi-sembunyi baby." guman Kenzo menatap foto Alisya yang berada di atas mejanya.
"Lagipula itu juga sebagai pelajaran buat dia, siapa suruh dia berencana merebutmu dari sisiku" lanjut Kenzo.