Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Mencari mati


__ADS_3

Sosok cantik membuka pelan matanya setelah berapa jam berapa menit. Telinganya mendengar samar-samar suara tangisan yang begitu menyayat hati. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Alisya yang tersadar dari pingsannya.


Alisya membuka matanya secara sempurna hal yang pertama di lihatnya adalah sesosok pria yang tengah duduk di sampingnya dengan terus menangis dan mengucapkan kata maaf berulang kali. Sosok pria yang menangis tersebut adalah Kenzo selaku sang suami.


"Baby maafkan aku..... Harusnya aku sadar lebih cepat atau..... Atau kamu tidak membutuhkan ku lagi." Ucap Kenzo dengan suara yang bergetar menahan tangis air mata itu telah jatuh dari kelopak mata tajamnya.


"Habby...." Lirih Alisya menatap Kenzo dengan mata berkaca-kaca.


Kenzo yang sedang menunduk langsung mendongak saat mendengar panggilan akrab itu.


"Baby kamu sudah sadar! Syukurlah Tuhan." Ucap Kenzo yang penuh akan rasa syukur.


Grep


Alisya langsung bangun dan memeluk Kenzo erat dengan air mata yang mengalir deras di pipinya. Kenzo memeluk sang istri mencurahkan semua kerinduannya yang tertahan selama 2 minggu ini.


Dada Kenzo begitu sesak saat melihat dan dengar tangisan wanita yang di cintainya begitu menyayat hati.


"Jangan menangis baby." Pinta Kenzo yang menjauhkan Alisya dan menghapus air mata sang istri.


"Hiks hiks aku ... Merindukan ka.....kamu hiks."


Tak tahan melihat wanita yang di cintainya terus menangis. Kenzo langsung menarik tengkuk Alisya menyatukan bibir mereka yang sudah 2 Minggu lebih tidak saling bersentuhan.


Cup


Ciuman yang awalnya lembut kini lama kelamaan ciuman itu semakin dalam dan menuntut. Tangan Kenzo terus bergerilya menyentuh dan memijit setiap lekuk tubuh sensitif sang istri.


Ah


Alisya mendesah kecil saat Kenzo dengan nakalnya menjilat dan mengigit kecil telinganya. Tak cukup sampai disana Kenzo menurunkan ciumannya ke arah leher sang sang istri.


Kecupan,jilatan dan gigitan kecil terus di berikan Kenzo kepada Alisya membuat wanita hamil itu terus bergerak gelisah di bawah kukungan tubuh lebar Kenzo.


Sret


Hanya butuh satu kali tarikan baju yang di kenakan Alisya langsung terangkat hingga memperlihatkan gunung kembar yang begitu menantang dan terus menggoda nya.


Cup


"I....ini semakin berisi baby." Ucap Kenzo dengan suara berat dan mata yang mengkilat penuh gairah.

__ADS_1


Cup


Kenzo mengecup lembut bahu terbuka sang istri dengan tangan yang melepaskan pengait bra yang menutup gunung kembar favorit Kenzo.


Cup


Kenzo bagaikan bayi kelaparan langsung menyerang ****** kemerahan itu membuat Alisya semakin memerah. Tangan Kenzo terus bermain turun ke bawah hingga sampai di lembah itu.


Di saat gairah Kenzo berada di ubun-ubun dan butuh pelepasan tiba-tiba kalimat Kris lewat di pikirannya.


Hamil


Hamil


Hamil


Kenzo yang tersadar jika Alisya kini tengah mengandung langsung membuka mata dan menjauh dari tubuh polos Alisya.


Alisya yang tidak merasakan tidak adanya pergerakan dari Kenzo langsung membuka matanya. Alisya menatap Kenzo yang kini menatapnya dengan diam dan tatapan yang sulit di artikan.


Sedangkan Kenzo hanya diam dengan tatapan yang terus terarah pada perut rata Alisya yang di dalamnya telah hadir nyawa baru sebagai bagian dari dirinya.


"Byy kenapa berhenti?" Tanya Alisya dengan lembut.


Cup


"Kamu sedang hamil baby... Aku tidak ingin melukai kamu dan calon bayi kita. Aku tidak akan melakukannya sebelum kita ke periksa ke dokter." Terang Kenzo yang mengecup kening Alisya.


Kenzo membuka bajunya lalu masuk ke dalam selimut yang sama dengan Alisya. Tangannya terulur memindahkan kepala Alisya untuk berbantalkan lengannya.


Alisya yang mendengar alasan dari Kenzo sehingga tidak melakukan hal itu hanya bisa tersenyum. Walau dia juga terpancing tapi saat ini keamanan dan keselamatan bayi Mereka adalah yang nomor satu.


"Kamu kemana saja..... Aku dan anggota yang lain mencarimu tapi tidak menemukan jejak apa-apa." Kata Alisya yang berada dalam pelukan Kenzo.


"Ceritanya panjang baby waktu itu aku di tabrak oleh seseorang menyebabkan aku jatuh ke jurang. Syukur ada seseorang yang menolongku dan merawatku di rumahnya selama 2 minggu full. Selama dua Minggu itu pula aku mengalami koma dan saat aku tersadar aku tidak mengingat apa-apa." Terus terang Kenzo.


"Tidak mengingat apa-apa?" Beo Alisya dengan suara yang tercekat di tenggorokan.


"Benar baby, aku tidak mengingat apa-apa satu-satunya hal yang aku ingat adalah nama dan wajah kamu." Ucapkan tersenyum tipis memberi kecupan ringan di kening sang istri.


Deg

__ADS_1


Alisya yang mendengar penuturan dari tersenyum haru. Ternyata Kenzo begitu mencintainya hingga dalam keadaan apapun Hanya namanya dan wajahnya yang di ingatnya.


"Aku sadar tiga hari yang lalu, mengenai kalian yang tidak bisa mendapatkan jejak apapun. Itu karena orang yang menolongku tidak tinggal di perkotaan melainkan di dalam hutan yang jaraknya lumayan jauh dengan tempat ledakan di mana aku jatuh. Sampai di kota ini aku tidak tahu mengapa kakiku menuntunku untuk datang ke alamat ini. Secara aku tidak mengingat apa-apa mungkin karena hatiku yang telah terpaut denganmu dan ikatan batin antara aku, kamu dan si kecil di dalam sini yang menuntunku untuk datang ke sini." Jelas Kenzo yang mengelus perut rata Alisya dengan lembut.


"Aku berfikir Aku tidak akan bertemu denganmu lagi." Ucap Alisya yang nyaris seperti bisikan namun masih di dengar jelas oleh Kenzo.


"Ssst Aku tidak akan mati semudah itu. Bagaimana bisa aku meninggalkan bidadari secantik kamu untuk menjadi rebutan para pria di luaran sana." Balas Kenzo yang di campur dengan godaan.


"Dasar gombal."


"Aku tidak menggombal baby Aku benar-benar serius. Hanya kamu satu-satunya wanita yang akan bertahta di hatiku untuk selamanya. Baik di kehidupan ini ataupun jika ada kehidupan selanjutnya."


Alisya yang merasakan wajahnya memerah karena malu palsu memasukkan dan menyembunyikan wajahnya di dada Kenzo.


Sedangkan di lantai bawa semua orang berkumpul di ruang tamu termasuk Paman Robert.


"Apa yang dilakukan oleh kanebo kering itu? Kenapa sudah selama ini tapi my little girl belum juga keluar? Jangan-jangan kan Ibu kering itu mau buat anak lagi? Sialan! Ini tidak bisa dibiarkan aku harus menghentikan kanebo kering itu." Gerutu Kevin yang berbalik untuk naik ke lantai atas.


Bruk


Baru saja membalik badan Kevin langsung tersungkur kembali ke lantai lantaran Dirga dan Kris berdiri di belakangnya. Hingga saat dia berbalik tak sengaja justru menabrak kedua pria bertubuh kekar itu membuat dirinya tersungkur di lantai dengan tidak etis.


"Sialan," Umpat Kevin yang menepuk-nepuk pantatnya yang sakit.


Kevin mendongak dan melihat pelaku yang membuatnya tersungkur dengan tidak etisnya dan membuat pantatnya sakit. Dengan kekesalan yang berada di ubun-ubun Kevin bangun dan berdiri berkacak pinggang di depan Kris dan Dirga.


"Apa yang kalian lakukan sialan? Kalian menghalangiku untuk menemui my little girl?" Sentak Kevin menggabung-gabuk menatap tajam kedua pria berwajah datar di depannya itu.


"Bukankah sudah aku ingatkan, untuk tidak mengganggu Kenzo dan Alisya. Mereka berdua butuh waktu untuk melepas kerinduan mereka masing-masing." Ucap Kris dengan nada datar dan dingin.


"Dasar bodoh! Kamu itu dokter atau bukan ha....? Kamu tidak lupa bukan jika my little girl sedang mengandung? Bagaimana jika kanebo kering itu malah mengajaknya untuk main kuda-kudaan? Itu akan membahayakan bayinya sialan!" Teriak Kevin yang benar-benar kesal dengan pria yang berprofesi dokter itu akan tetapi menurutnya begitu bodoh dan ceroboh.


"ASTAGA AKU MELUPAKAN ITU." Pekik Kris yang langsung berbalik berlari menaiki tangga menuju lantai atas.


Sampai di lantai atas Kris langsung menuju kamar utama selaku kamar Kenzo dan Alisya. Tanpa ba-bi-bu dengan bar-bar-nya Kris langsung menendang pintu kamar hingga terbuka dengan kasar.


BRAK....


"Tuan........"


"APA YANG KAMU LAKUKAN HA.....?"

__ADS_1


"Tu.......Tuan sa...saya..."


"KELUAR.....!"


__ADS_2