Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Teror Alexa


__ADS_3

Akhirnya selesai juga" ucap Alisya merenggangkan kedua tangannya lalu lehernya hingga terdengar seperti tulang yang retak.


Krek


Krek


Krek


"Capek" tanya Kenzo mengambil tangan lentik Alisya lalu mengecupnya dengan lembut dan mesra.


"Hm sudah. makasih karna kamu sudah mau membantuku untu menyelesaikan berkas-berkas yang membuat sakit kepala itu. " ucap Alisya menunjuk berkas yang berada di meja sofa yang di selesaikan oleh Kenzo.


"Apapun untukmu." ucap Kenzo menatap lembut Alisya. "Sudah ayo pulang aku antar" lanjut Kenzo.


Akhirnya Alisya dan Kenzo segera keluar dari ruangan Alisya. sepanjang jalan mereka bergandengan tangan suasana kantor yang sepi karna sudah larut membuat Alisya bisa menghela napas lega karna tak mendengar ocehan para karyawan yang membuat telinganya sakit.


"Eh aku sudah tinggal di apartemen sendiri" kata Alisya.


"Sebutkan saja"


"Jalan Xx"


Setelah berkendara 30 memit akhirnya mobil Kenzo sampai di depan gedung yang di tunjuk oleh Alisya.


"Kamu tinggal disini?" Ke zo mengernyitkan dahi menatap gedung di depannya.


"Iya. kenapa?" tanya Alisya.


"Tidak ada. turunlah dan segera istirahat okey" kata Kenzo lembut.


"Kamu tidak ingin mampir"


Kenzo melihat jam yang melingkar di tangannya lalu mendesah kasar.


"Lain kali saja baby. ini sudah terlalu larut kamu butuh istirahat" tolak Kenzo.


Sebenarnya Ke zo ingin mampir di apartemen kekasihnya itu namun apalah daya malam yang sudah larut selain masih ada beberapa urusan yang harus ia kerjakan dan selesaikan.


"Baiklah jika begitu aku masuk dulu" pamit Alisya lalu membalik tubuhnya berjalan ke depan namun hanya lima langkah Alisya di kagetkan dengan Kenzo yang menarik tangannya hingga karna kaget membuat Alisya langsung menubruk dada bidang Kenzo.


Cup


Kenzo ******* kecil bibir Alisya lalu melepaskannya.

__ADS_1


"Selamat malam dan mimpi indah baby" ucap Kenzo mesra. Kenzo segera masuk ke mobil dan meninggalkan Alisya yang masih terdiam mematung di tempatnya.


"Dia.... mencium aku lagi" Guman Alisya yang seketika wajahnya langsung memerah sampai ke telinga.


"Sial" umpat Alisya berbalik lalu berlari menuju lift.


Sedangkan tanpa Alisya ketahui tidak jauh dari tempatnya berdiri seorang pria yang menyaksikan semua kejadian itu secara keseluruhan. Pria itu hanya bisa mengepalkan kedua tangannya erat-erat dan menatap tajam tempat dimana Alisya berlari.


"Sampai kapan pun kamu hanya akan menjadi milikku Alisya" desis pria itu yang tak lain dan bukan adalah Leon.


Leon tadi datang ke perusahaan Alisya dengan tujuan menjemput gadis itu tapi Leon tidak sangka jika Kenzo ada bersamanya. Leon kira waktu itu Kenzo dan Alisya hanya melakukan sandiwara mengingat Kenzo yang tak pernah mau berurusan dengan wanita apalagi bila harus memiliki hubungan khusus tapi sekarang Leon benar-benar percaya jika ada kemungkinan Alisya dan Kenzo memang sepasang kekasih setelah melihat apa yang terjadi di depan matanya.


"Sial" umpat Leon pergi meninggalkan tempat itu dengan kesal serta menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.


"Ini semua karna Alexa dan kedua orang tuanya aku harus kehilangan Alisya dan lebih parahnya lagi aku ikut membenci gadis itu." kata Leon sedangkan di dalam hatinya Leon sedang Mengumpati keluarga Alexa dengan nama hewan di kebun binatang.


****************


Tok


Tok


"Siapa itu" teriak gadis di bawah selimut.


Tok


Tok


Tok


"PERGI"


BRAK


"AAAAAAAAA" teriak histeris gadis itu berlari keluar menuju sebuah ruangan.


BRAK


BRAK


BRAK


"MOMMY, DADDY TOLONGIN ALEXA, MOM......" teriak gadis itu yang ternyata adalah Alexa.

__ADS_1


Alexa menggedor-gedor pintu kamar orang tuanya dengan tidak sabaran. seluruh tubuhnya gemetar takut, keringat dingin mulai membanjiri punggung dan dahi Alexa.


Ceklek


"Ada apa lagi Alexa? Mommy capek mau istirahat kenapa kamu selalu mengganggu tidur mommy dan Daddy kamu Alexa?" tanya Reva yang mulai kesal dengan perangkaian Alexa beberapa hari terakhir ini.


"Mom aku takut, ada orang yang terus mengetok jendela kamar aku dan orang itu juga bahkan memecahkan kaca jendela aku Mom" kata Alexa dengan menggeram frutasi.


"Cukup Alexa! Daddy itu capek dari pagi sampai sore cari kerja sana sini dan waktu istirahat Daddy bahkan kamu ganggu kita tidak seperti dulu lagi Alexa. jika kamu seperti ini terus Daddy akan benar-benar membawa kamu ke rumah sakit jiwa." bentak Edric menarik Reva lalu menutup pintu dengan kencang hampir mengenai wajah Alexa yang berniat mencegah Edric menutup pintu.


BRAK


"DADDY" teriak Alexa histeris menggedor-gedor pintu namun tak di bukakan lagi oleh kedua orang tuanya.


Alexa melihat ke sekelilingnya yang tidak ada siapa-siapa dan sepi karna ini sudah larut malam waktunya para pelayan istirahat. dengan tubuh yang gemetar Alexa lalu berjalan kembali ke kamarnya.


Sampai di kamar dengan pelan Alexa membuka pintu kamarnya lalu masuk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan hingga matanya terhenti di dekat jendela yang kacanya benar-benar pecah dan ada sebuah kertas di dekat jendela itu.


Dengan ragu Alexa mengambil kertas itu dengan tangan gemetar lalu membukanya, mata Alexa langsung membulat tubuhnya semakin gemetar membaca tulisan di kertas itu.


"Dasar pembunuh"


"Tidak..... aku bukan pembunuh! aku bukan pembunuh, yah aku bukan pembunuh" Guman Alexa yang terus menyakinkan diri jika dia bukan pembunuh.


"Siapa yang terus menerorku seperti ini? aku bisa gila jika harus seperti ini terus. aku harus memikirkan cara agar aku bisa mengetahui siapa sang peneror ini." ucap Alexa pelan.


"ALISYA" kata Alexa "Pasti dia! Karna saat di tempat kejadian hanya ada dia dan aku." lanjut Alexa menggertakkan gigi.


TOK


."Aaaaa" teriak Alexa langsung loncat di atas ranjang lalu menyembunyikan dirinya di balik selimut.


"Semoga kamu cepat gila gadis sampah" umpat seseorang yang mengintip Alexa.


Sedangkan di tempat lain Kenzo dengan konsentrasi penuh menatap Leptop di depannya lalu membubuhi tanda tangan miliknya di berkas yang ia pegang.


"Inilah akibatnya jika Bos Bucin bukan hanya bos yang sengsara tapi bawahan pun ikut sengsara. dengan enteng mengatakan pekerjaan semua telah selesai kepada Nona Alisya tap lihat sekarang bahkan dapat di pastikan malam ini aku tidak akan tidur hanya karna tumpukan berkas ini" gerutu Dirga dalam hati menatap Kenzo lalu menatap kesal tumpukan berkas yang berada di depannya membuatnya tambah meradang.


"Berhenti mengumpat dan selesaikan cepat berkas itu" ucap Kenzo tanpa melihat ke arah Dirga.


"Ini juga karna Tuan. dasar budak cinta" umpat Dirga.


"Berhenti mengumpat ku atau aku kirim kamu di kutub Utara" ucap Kenzo datar menatap tajam Dirga.

__ADS_1


"Maaf Tuan" Dirga langsung mengambil berkas di depannya lalu mulai serius mengerjakannya demi apapun bisa mati kedinginan jika dia di kirim disana.


__ADS_2