Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Amarah tertahan Kenzo


__ADS_3

Tak


Tak


tak


suara langkah kaki Kenzo menggema di setiap lorong yang ia lewati. Kenzo Terus berlari dengan Langkah lebar menyusuri setiap lorong rumah sakit itu hingga sampai di ruangan inap Alisya Namun nafas Kenzo tercekat saat melihat jika ruangan itu kosong tidak ada satu orang pun menghuninya membuatnya Semakin takut Cemas khawatir semua campur aduk menjadi satu. Degup jantungnya bagaikan dentuman peluru membuatnya kalut saat tidak menemukan Alisya di ruang inap.


dengan nafas yang masih terengah-engah dan tangan yang gemetar Kenzo merogo saku celana panjangnya lalu mengambil ponsel dan mulai mengotak-atik benda canggih itu lalu mendekatkan ke telinga


" Hallo...Kalian dimana " Kata Kenzo dengan Khawatir.


" Kami di IGD tuan...."


Kenzo langsung berlari keluar setelah mendengar perkataan Ariana. dengan setengah berlari Kenzo menuju ruangan IGD. sampai di sana ternyata sudah ada Maya dan kedua bawahannya yang diperintahkan untuk menjaga wanitanya.


" bagaimana keadaannya " Tanya Kenzo masih mengatur napas.


" Tidak tahu Tuan....dokter belum keluar " Jawab Ariana memberi hormat kepada Kenzo.


Kenzo langsung terduduk lalu meremas rambutnya. sungguh demi apapun sekarang ini ketakutan, takut akan segala kemungkinan yang terjadi kepada Alisya di dalam. Kenzo kejam sadis dan tak berperasaan bahkan membunuh seorang wanita hamil pun pernah dilakukan. menyerang markas lawan hanya seorang diri melawan 200 orang musuh tetap membuatnya gencar sedikit pun bahkan Di saat dia harus menerima 5 peluru pun di dalam tubuhnya tak membuatnya takut akan kematian namun untuk sekarang dia benar-benar takut bahkan sampai sampai bergetar karena ketakutannya akan kehilangan sosok yang sangat dicintainya.


POV Kenzo


tanganku dingin, kakiku lemas, tubuhku bergetar, dan nafasku tercekat menyaksikan dia terbaring lemah di sana. setiap sendiku Rasanya tak berfungsi menyaksikan dia berjuang antara hidup dan mati.


CINTA! adalah sesuatu hal yang tak pernah aku percaya. banyak orang yang selalu mengatakan cinta akan tetapi mereka juga terus menyakiti. bagaimana bisa aku percaya akan cinta sedangkan bukti nyata ada di kehidupan nyata aku sendiri. dimana Aku menyaksikan sendiri, wanita itu, wanita yang melahirkanku di dunia ini dengan tega ia meninggalkan aku dan ayah ku yang sedang terpuruk lalu pergi mengikuti pria lain yang lebih kaya dari ayahku pada saat itu.


bermula dari sana aku bertekad untuk menjadi orang sukses agar tidak ada satu orang pun yang bisa menghina dan merendahkan aku lagi. Bahkan aku bertekad untuk tidak menikah seumur hidupku namun semua itu berubah di saat aku pertama kali menatap mata itu. mata yang memancarkan keteduhan, ketenangan, kedamaian dan ketulusan hanya dengan mata nya mampu membuat dadaku berdasarkan aneh.


Takut!!! aku tak pernah merasakan akan ketakutan bahkan di saat tubuhku ini penuh luka dan peluru tapi sekarang untuk pertama kalinya aku merasa akan namanya ketakutan. takut keadaannya yang akan memburuk, takut dia tidak akan bangun dan takut dia akan pergi meninggalkan aku.


TUHAN....... hal yang tak pernah aku percaya akan keberadaannya tapi untuk kali ini aku mencoba untuk percaya.

__ADS_1


Tuhan selama ini aku tak pernah meminta apapun kepadamu tapi kali ini aku mau minta dengan amat tolong selamatkan dia, sadarkan dia, dan kembalikan kepadaku.


POV end


konsep terduduk termenung menatap kosong pintu IGD yang masih tertutup tanpa ada tanda-tanda dokter akan keluar. memikirkan keadaan Alisya yang mungkin saja tambah kritis membuat pikiran Kenzo kalut hingga berdiri lalu memukul tembok


BUGH


BUGH


" dasar bodoh kau Kenzo... harusnya tadi aku tidak meninggalkan kamu pasti ini semua tidak akan terjadi " Kenzo merutuki dan menyalahkan dirinya akan kebodohannya yang meninggalkan Alisya.


Ceklek


"dokter Bagaimana keadaannya "Kenzo langsung bertanya saat melihat Dokter membuka pintu


"syukurlah semua baik-baik saja. pasien telah melewati masa kritis dan dapat dipastikan pasien akan sadar satu atau dua hari ke depan "ungkap dokter itu sambil tersenyum ramah.


"syukurlah "syukur semua orang


"bisa tapi kami pindahkan dulu ke ruang inap. Selain itu tolong ajak komunikasi pasien agar ia cepat sadar usahakan membicarakan tentang hal-hal yang memiliki ikatan kuat atau orang-orang yang disayang oleh pasien "jelas dokter itu lalu kembali masuk untuk membawa keluar Alisya menuju ruang inap.


20 menit kemudian


kini semua orang sedang berada di ruangan inap Alisya termasuk Dirga yang baru 5 menit lalu masuk.


Kenzo menatap tajam gadis yang tertunduk dalam di hadapannya itu. amarahnya meledak saat mengetahui jika wanita di depannya ini hampir membuat wanita yang dia cintai pergi. wanita itu Adalah tak bukan dan tak lain adalah Maya Sedangkan untuk Maya wanita itu hanya tertunduk menyesali apa yang dia berbuat sungguh ia tidak berpikir bawah dampak dari perkataannya akan membuat kondisi Alisya seperti tadi.


" Apa yang kamu katakan ha...." Kenzo berkata dengan datar kepada wanita di depannya ini. jika wanita ini bukan sahabat Alisya sudah Kenzo habisi dari tadi. karna ulah kecerobohan wanita ini hampir membuat Alisya dalam bahaya.


" Maaf Tu... tuan sa....saya hanya ingin Alisya cepat sadar " Kata Maya pelan dengan kepala yang tertunduk dalamnya. Sungguh! Ia juga begitu menyesali tindakan kecerobohan yang dia buat hampir membuat Alisya celaka. Ia benar-benar menyesal karna hal itu.


" Apa yang kamu katakan " Kenzo berusaha untuk meredam amarahnya agar tak wanita di depannya ini.

__ADS_1


" Sa......saya...." suara Maya langsung tercekat di tenggorokan rasanya saat akan mengucapkan itu.


" KATAKAN " bentak Kenzo membuat Maya terlonjat kaget dan seketika bergetar karna takut.


" Sa...saya me...mengatakan itu.......A......Alexa akan mem.....bongkar ma....makan Kakek dan Neneknya " dengan terbata-bata Maya mengucapkannya


" APA......" Kenzo menarik Rambutnya Frutasi lalu menatap tajam Maya tapi ia tidak bisa apa-apa karna jika ia menyakiti Maya maka Alisya akan membenci dirinya karna dari cerita Maya dapat Kenzo simpulkan Alisya hanya mempunyai satu sahabat dan orang itu adalah gadis di depannya ini.


" Jaga Dia " Perintah Kenzo menunjuk ke arah Ariana dan Alya.


Kenzo berjalan keluar dari ruangan Alisya dengan perasaan menahan amarah. Dirga yang mihat Tuannya keluar langsung berjalan mengikutinya dari belakangn.


Brak


Kenzo yang masih emosipun masuk ke dalam mobil lalu menutup pintu dengan keras untuk melampiaskan amarahnya


" Markas "


Dirga langsung memacukan kuda empat roda itu membela jalanan. hanya butuh beberapa menit akhirnya mereka sampai di markas. Kenzo lalu masuk dengan penuh aurah menahan amarah membuat para anggota yang sedang berjaga dan berpapasan dengan Kenzo langsung memberikan hormat dengan tubuh yang getar karna takut.


" Salam Tuan...".


Kenzo hanya berjalan acuh memasang wajah tanpa ekspresi melewati para anggotanya hingga berhenti di sebua ruangan dengan pintuh Merah kehitaman dan di atasnya ada tulisa Ruangan Penyiksaan.


Dengan langkah lebar Kenzo masuk dalam Ruangan itu Sedangkan di luar Ruangan sudah berkumpul ke empat bawahan kepercayaannya yaitu Dirga Alvaro Ramos dan Kris.Baru 2 menit Kenzo masuk tapi Sekarang Ruangan itu di penuhi dengan suara Teriakan kesakitan yang memilukan di susul dengan suara robek-robekan yang dapat di pastikan itu adalah suara robekan daging manusia yang di siksa oleh Kenzo membuat ke empat bawahannya yang dari tadi ada di depan pintu langsung bergidik ngeri.


Drt


Drt


Drt


" Hallo...."

__ADS_1


" APA "


Hay Hay Hay para Reader tercinta🥰 Ayo Vote dan tinggalkan jejak kalian di komentar agar Author semangat untuk Up-nya. Eiitssssss jangan lupa Follow akun IG Author ( Inayaar011 ) Follow ya😄😄😄😄🙏


__ADS_2