
"Aku mencintai mu. I Love you more" ungkap Dirga menatap penuh cinta Maya.
"I Love you too" balas Maya.
Dirga menarik Maya masuk ke dalam dekapannya. dipeluknya sang kekasih dengan begitu erat namun tak membuat sang kekasih sesak nafas.
"Apa kamu ingin pulang sekarang?" tanya Dirga yang masih memeluk Maya.
"Emm aku akan menemani kamu bekerja" jawab Maya.
"Tapi nanti kamu bosan sayang"
"Tidak apa-apa aku bisa membaca koran atau menonton Drakor di ponsel ku"
"Kamu yakin?"
"Ya aku yakin"
"baiklah akan aku usahakan tidak akan larut malam" kata Dirga yang mengecup kening Maya lalu melepaskan pelukannya beranjak berdiri lalu berjalan ke kursi kerjanya.
Dirga dengan serius duduk di kursi Kebesarannya laku mulai mengambil satu persatu berkas di atas mejanya lalu mulai membacanya dengan mencoretkan tanda tangannya di berkas-berkas itu.
Sedangkan Maya langsung mengeluarkan ponselnya lalu mulai mengotak atik ponselnya hingga beberapa menit kemudian Maya tersenyum-senyum sendiri menatap ponselnya sedangkan Dirga yang mendengar cekikikan sang kekasih mengangkat pandangannya melirik Maya yang sedang cekikikan sendiri.
Haaaaah
"Kenapa semua mahluk yang namanya wanita di dunia ini harus selalu tergila-gila dengan pria yang di sebut oppa-oppa Korea itu" batin Dirga dengan kepala yang di geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Dirga hanya bisa menghela napas saat melihat Maya yang terus menatap ponselnya dengan bibir yang terus tersenyum. Dirga hanya menatap dalam wajah sang kekasih sebelum kembali fokus di berkas di depannya.
Hingga beberapa menit kemudian Dirga tidak lagi mendengar suara Maya sehingga Dirga mengangkat kepalanya menatap ke arah sofa tempat Maya ada namun ternyata yang Dirga temukan adalah Maya yang tengah tertidur pulas di atas sofa.
Dirga berdiri lalu berjalan mendekati Maya mengelus sejenak kepala Maya sebelum menggendong nya apa bridal style lalu membawanya di ruangan pribadinya.
Dengan hati-hati Dirga menurunkan dan membaringkan tubuh sang Kekasih di kasur empuk miliknya lalu menarik selimut menyelimuti Maya sampai dada.
"Terima kasih sudah mau memahami ku jika wanita lain mungkin aku sudah di tinggalkan. aku berjanji setelah ini selesai aku akan memperbanyak waktu sedikit kepada mu" ucap Dirga pelan lalu menunduk untuk mengecup kening dan bibir Maya sejenak.
"Selamat tidur siang sayang" bisik Dirga lalu beranjak pergi kembali ke ruangan kerjanya.
"Aku benar-benar gila dulu aku sering mengejek Tuan terlalu Bucin kepada Nona Alisya sekarang lihat...! aku bahkan sama bucin nya dengan si Tuan" Dirga geleng-geleng kepala dengan senyum bodoh di bibirnya.
Tak mau memikirkan tingkahnya yang semakin gila Dirga langsung kembali fokus kepada pekerjaannya dengan mengerjakan berkas-berkas di depannya dengan serius karna dia ingin cepat selesai setidaknya tidak membuta kekasihnya Maya itu bosan menunggu.
"Ayo baby" Kenzo menarik tangan sang istri membawanya ke sebuah mobil hitam yang sedang terparkir tidak jauh dari mereka.
"Silahkan Tuan"
Sampai di mobil itu seorang pria langsung membukakan pintu mobil untuknya. Kenzo langsung mendorong lembut Alisya untuk masuk ke dalam mobil lalu di ikuti dia.
"Byy kita cari makan dulu ini sudah siang aku lapar" kata Alisya yang bersandar di bahu Kenzo.
"Kalian dengarkan?" kata Kenzo datar kepada dua orang di depannya.
"Dengar Tuan" jawab kedua orang di jok depan salah satunya sang supir.
__ADS_1
Supir itu mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang karna sedang mencari restoran atau kafe. hingga beberapa menit kemudian mobil yang di tumpangi Kenzo dan Alisya langsung berhenti di sebuah depan restoran.
"Kita sudah sampai Tuan, Nyonya" kata Sang supir yang keduanya langsung turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Alisya dan Kenzo.
Alisya yang sudah lapar langsung turun kalau bergegas masuk tanpa menunggu Kenzo sedangkan Kenzo hanya bisa menghela napas pasrah tidak disini tidak di Korea Istrinya itu terus meninggalkannya jika sedang lapar dia akan melupakannya seperti sekarang.
"Silahkan Tuan"
suara dari anak buahnya membuat Kenzo sadar lalu mulai melangkah kan kakinya memasuki restoran. sampai di dalam restoran Kenzo mengedarkan pandangannya mencari sosok istrinya itu hingga Kenzo temukan jika Alisya duduk di meja belakang dekat dengan dinding kaca.
"Kamu sudah memesan baby?" tanya Kenzo saat duduk di depan Alisya.
"Sudah byy" jawab Alisya acuh karna matanya terus melihat ke arah datangnya para pelayan membawa makanan.
Hingga beberapa menit kemudian 3 orang pelayan datang membawa makanan dan minuman pesanan Alisya.
"Silahkan di nikmati Tuan dan Nyonya" ungkap ketiga pelayan itu.
"Terima kasih" balas Alisya dengan penuh senyuman.
"Makanlah byy" kata Alisya yang mulai mengambil makanan.
Kenzo hanya menurut tidak protes lagi karna masih mengingat jelas bagaimana beberapa hari kemarin saat karna dia memprotes makan yang di pesan sang istri justru membuat sang istri marah hingga Alisya membuatnya harus memakan semua makan yang di pesan oleh sang istri.
Kenzo dengan segera makan bersama Alisya hingga beberapa saat kemudian makanan yang di pesan oleh Alisya habis.
"Aku bayar dulu kamu langsung ke mobil ya" kata Kenzo.
__ADS_1
"Baiklah" Alisya beranjak pergi lalu sampai di mobil Alisya langsung masuk ke mobil hingga beberapa saat kemudian Kenzo juga masuk ke dalam mobil.