
"Tuan"
Kenzo masuk dalam ruangan yang ternyata di dalamnya sudah ada 4 orang kepercayaannya yang tak lain adalah Alvaro Ramos Dirga dan Kris. Kenzo dengan wajah datar duduk di kursi depan keempat orang itu.
Tak
Kenzo melempar beberapa lembar foto ke atas meja membuat keempat orang itu bingung hingga mereka mengambil satu persatu foto di atas meja.
"Untuk ke depannya, butuh setiap pasukan untuk mengawasi bandara di seluruh negara ini" perintah Kenzo datar dengan menahan amarah.
"Tuan Dia....." Kris hanya menggantung ucapannya di udara saat melihat wajah Kenzo yang semakin datar.
"Benar. dia benar-benar wanita itu. Aku kira Wanita itu sudah bertobat Namun ternyata perkiraanku salah. orang yang serakah memang tetap akan serakah bahkan jika membawa kehancuran untuk dirinya sendiri sekalipun" tutur Kenzo menatap tajam ke depan sana tangannya mengepal dengan sempurna karena teringat masa lalu yang begitu kelam dan sakit secara bersamaan.
"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Kris.
"Tidak ada. jika kalian melihatnya cukup kalian awasi saja pergerakannya. sebenarnya sudah ada anak buahnya yang Ia utus mengikuti kami di negara ini namun orang itu tiba-tiba menghilang misterius saat tiba di negara ini" terang Kenzo.
"Apa kamu tidak akan bertindak?" tanya Ramos datar yang ikut nimbrung setelah diam dari tadi.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu Kenzo hanya mampu terdiam entah apa yang ada di fiqih Rania hanya dia sendiri yang mengerti dan Tuhan tentunya.
__ADS_1
"Aku sebenarnya malas untuk ikut campur namun aku hanya berpesan jangan korbankan apa yang kamu miliki sekarang hanya karena sebuah cerita masa lalu yang belum usai karena belum tentu dia kembali benar-benar karena dirimu atau ada hal lain. selain itu jika kamu sampai membuat Nona Alisya kecewa lagi apa Tuan pikir Nona Alisya akan kembali bersama Tuan" kata rumus panjang kali lebar namun terdengar pedas.
"Aku bukannya bermaksud diam hanya saja aku mau melihat rencana apa yang telah disusun oleh wanita tua itu?" balas Kenzo dengan seringaian licik.
"Ku harap keputusan tuan tidak akan berubah nanti" ucap Ramos yang membuang muka ke arah lain karena sesungguhnya membahas masalah seperti ini sebenarnya sangat membuat kamus menguap dan sakit hati secara bersamaan.
"Aku tidak akan mengubah keputusanku. lagipula aku tidak akan mengorbankan kebahagiaan aku yang sekarang hanya karena sebuah barang lama yang telah kembali" ucap Kenzo tegas dan yakin.
Bagaimana bisa Kenzo mengorbankan Alisya hanya untuk wanita itu walaupun wanita itu adalah orang yang melahirkannya sementara sekarang Alisya adalah dunia dan matahari Kenzo yang menyinari hidup Kenzo yang dulunya hanya diisi oleh kehidupan yang penuh kegelapan namun setelah kehadiran Alisya kegelapan itu mulai terang dalam warna baru.
"Kerjakan dengan sungguh-sungguh karena aku merasa wanita tua itu akan segera menuju ke negara ini apalagi anak buahnya yang menghilang secara kebetulan pasti wanita tua itu tengah khawatir sekarang" kata Kenzo menyeringai dingin dengan mata Yang mengkilat penuh akan aura permusuhan.
"Kami akan mengusahakan Tuan" jawab keempat orang itu dengan serentak.
"Dia tersenyum..." Guman Ramos dengan masih wajah bodoh miliknya.
"Hm. aku sudah beberapa kali melihat dia tersenyum asalkan tentang nona Alisya maka Tuan Kenzo akan langsung tersenyum senang seperti tadi bahkan akan lebih ceria dan hidup lagi asal ada Nona Alisya." ungkap Dirga.
"Cih Tuan Kenzo benar-benar bucin" timpal Alvaro yang ikut menimpali.
"Lalu bagaimana dengan dirimu yang seperti pengecut yang dengan bodoh memendam perasaan sendiri tanpa mengungkapkannya. saling dekat namun mengatasnamakan Kakak Adik benar-benar pengecut" kata Ramos penuh ejekan menetap Alvaro yang kini terdiam.
__ADS_1
HAHAHAHA
Sontak keempat orang itu langsung tertawa terbahak-bahak apalagi saat melihat wajah cemberut milik Alvaro yang sangat tertekan akan ucapan pedas Ramos.
"Makanya kalau cinta ya ungkapin, terima dan tidaknya itu urusan belakangan yang penting ungkapin dulu jangan sampai sudah menjadi milik orang lain baru menyesal" ucap Dirga bijak yang menepuk-nepuk bahu Alvaro.
"Berhenti sembunyi di balik topeng Kakak Adik itu segera keluar dari sana dan kejar dia secara terang-terangan" tahu Kris yang ikut nimbrung merangkul bahu Alvaro seperti saudara.
"Aku tidak tahu rasanya jatuh cinta itu seperti apa namun aku hanya mau bilang si cantik bukan milik si tampan tapi milik si pemberani." terang Ramos yang langsung disambut dengan tawa lepas.
HAHAHAHAHAHA
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
******Ada yang tau siapa wanita yang di cintai oleh Alvaro?
** Kita main tebak-tebakan yah😁
Jika ada yang menjawab tepat siapa wanita yang di sukai Alvaro Author kirimin pulsa yang 10K untuk 2 orang tercepat ya😉
Komen cukup satu kali nggk boleh lebih.
__ADS_1
Ayo pikirkan dan tulis di kolom komentar💪💪💪💪***