Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Pertengkaran Alexa dan Leon


__ADS_3

"Anak pembawa sial...... Keluarkan aku dari sini. Hahahaha" teriak Reva di iringi tawa menakutkan.


Sontak Kenzo langsung menatap heran kedua manusia di depannya ini yang terlihat berantakan terutama Reva yang terus tertawa.


"Apa yang di berikan Alisya hingga membuat kedua orang ini menjadi tidak waras seperti ini" kata Kenzo dalam hati bertanya-tanya.


Karna tak mendapatkan apa yang dia cari Kenzo segera berjalan keluar dari tepat itu. Kenzo melanjutkan langkahnya untuk mencari kekasih nakalnya itu hingga dia berpapasan dengan kedua anggota kepercayaannya.


"TUAN"


Ramos dan Alvaro segera membungkuk sedikit memberi hormat pada Ketua KL itu.


"Apa kalian melihat Alisya?"


Kenzo bertanya dengan wajah datar kepada kedua bawahannya itu karna sebenarnya Kenzo masih cukup malu mengingat apa yang terjadi beberapa jam lalu.


"Nona Alisya sudah pulang Tuan" jawab Ramos.


Sontak Kenzo langsung terkejut namun sesegera di tutupi dengan wajah datarnya itu.


"Kapan?"


"Sekitar 30 menit yang lalu Tuan" jawab Ramos garuk-garuk kepala soalnya ia mulai merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya.


Mendengar itu Kenzo langsung mengeluarkan hawa dingin. Kenzo benar-benar kesal dengan ulah kekasihnya itu yang bahkan pergi tanpa pamit padanya.


"Dia pulang naik apa?" tanya Kenzo yang sudah lebih datar dan dingin.


"Jangan sampai di jemput sama pria kaku itu" lanjut Kenzo dalam hati yang sudah kebakaran jenggot.


"Eem itu Nona Alisya naik mobil hitam katanya itu mobilnya" jawab Ramos.


Mendengar itu Kenzo segera berbalik dan berjalan meninggalkan kedua bawahannya.


Sedangkan di tempat lain Alexa baru saja sampai di kediaman Sward yaitu kediaman suaminya Leon.


Alexa dengan langkah pasti mengayunkan kakinya untuk masuk ke dalam mension itu. Sampai di dalam Alexa langsung di perlihatkan dengan adegan Sang mertua sedang duduk bersantai di ruang tamu berserta Leon.


"Daddy sudah pulang?" tanya Alexa karna memang Ayah mertuanya saat masuk rumah sakit sedang berada di luar kota.


"Oh Alexa. Daddy sudah pulang tadi malam" jawab Wijaya acuh sangat berbeda dengan perlakuan mereka beberapa hari terakhir ini.


"Kamu sudah sehat?" Lanjut Wijaya menatap menantunya itu dengan pandangan yang sulit untuk di artikan.


"Sudah Dad" jawab Alexa lalu menoleh ke arah Leon yang nampak santai tanpa memperdulikan keberadaannya.


"Leon kenapa kamu tidak menjemputku di rumah sakit. Kamu tahu aku naik taksi dari rumah sakit untuk kesini" kata Alexa yang menahan kekesalannya karna suaminya itu tidak menjemputnya.


Leon yang mendengar pertanyaan Alexa langsung mengangkat pandangannya dan menatap Alexa.


Baru saja Leon membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Alexa nun ke buru sang Mommy yang menimpalinya.


"Nggak usah manja deh Alexa. Leon itu sibuk ngurus perusahaan kamu itu bukan anak kecil lagi yang mau di jemput sana sini" kata Marissa menatap sinis Alexa.


Sedangkan Alexa yang mendengar penuturan Marissa hanya bisa diam mematung dengan tangan yang mengepal erat.

__ADS_1


"Sudahlah. Alexa duduklah ada hal yang ingin Daddy tanyakan" kata Wijaya.


Mendengar itu Alexa hanya bisa menelan kembali apa yang ingin ia utarakan hingga Alexa dengan patuh segera duduk di depan Ayah mertuanya.


"Apa kamu benar-benar keguguran?" Wijaya bertanya dengan nada yang tidak bersahabat serta mata yang menatap tajam Alexa.


Glek


Alexa langsung menelan ludah dengan susah payah saat ayah mertuanya bertanya seperti ingin menelannya bulat-bulat.


"Maaf Dad" cicit Alexa menundukan kepalanya.


Melihat itu Wijaya menghela napas berat sepertinya menantunya itu juga merasakan hal yang sama yaitu kesedihan mendalam namun tanpa sepengetahuan Wijaya dan semua orang tangan Alexa mengremas ujung pakaian miliknya dengan erat.


Alexa sengaja menunduk untuk menyembunyikan wajahnya karna bisa saja ia tidak bisa menahan dan mengendalikan diri karna amarahnya yang meluap-luap.


"Daddy tidak mau tahu pokoknya dalam 1 bulan kamu harus kembali hamil"


Sontak membuat Alexa langsung mengangkat kepalanya lalu melihat ayah mertuanya itu dengan intens.


"Tapi Dad Alexa baru saja keguguran bagaimana bisa......" perkataan Alexa langsung di potong kembali.


"Daddy tidak mau tahu bulan depan kamu harus hamil jika tidak terimah konsekuensinya." potong Wijaya datar dan penuh akan tekananan setiap kalimatnya.


"Bagaimana ini? aku tak mungkin bisa hamil secepat itu apalagi selama menikah Leon tak pernah sekalipun menyentuhku lagi selain malam itu" kata Alexa dalam hati begitu frutasi.


"Leon, Alexa kalian pikirkan bagaimana pun caranya bulan depan Alexa harus sudah hamil" kata Wijaya beranjak pergi.


"Cih karna ketidak Patuhan kamu aku kehilangan calon cucu ku" ucap Marissa sinis lalu mengikuti suaminya.


"Lihat karna ulahmu Daddy lagi lagi kembali menyalahkan aku lagi" kata Leon beranjak meninggalkan Alexa.


Melihat itu Alexa langsung berdiri dan mengejar Leon yang menaiki tangga.


"Kamu nggak bisa terus menyalahkan aku seperti ini Leon." sentak Alexa saat dirinya dan Leon berada di dalam kamar mereka.


"Jadi salah siapa? Mommy gitu?" Leon membalas sentakan Alexa.


"Semua ini memang berawal dari Mommy jika Mommy kamu tidak memaksa aku untuk ke salon aku tidak akan keguguran dan kehilangan bayi aku" teriak Alexa frutasi karna terus di sudutkan semua orang.


"Kenapa kamu tidak menolak jika kamu memang tidak ingin" teriak Leon.


"Sudah berapa kali aku katakan aku sudah menolak bahkan berulang kali tapi mommy kamu itu terus memaksaku Leon" teriak Alexa di depan wajah Leon.


"Yang menjadi penyebab aku keguguran itu adalah Mommy tercinta kamu itu asal kau tau. Mommy kamu itu secara tak langsung menjadi pembunuh bayiku"lanjut Alexa.


PLAK......


"Jangan sekali-kali kamu menyebut Mommy ku dengan kata Pembunuh sialan" bentak Leon berlalu pergi.


Brak


"Leon sialan........ berani sekali kamu menampar aku." kata Alexa dengan tangan yang mengepal erat.


"Ini benar-benar membahayakan semua orang di rumah ini akan membenci aku kembali"

__ADS_1


"Aku harus memikirkan cara supaya bisa hamil dalam 1 bulan aku tidak ingin kembali lagi di rumah itu. Daddy dan Mommy seperti orang asing untuk ku yang terus menyiksa ku secara fisik dan batin tanpa ampun"


Alexa hanya bisa berjalan mondar mandir dengan menggigit jari karna posisinya di rumah ini juga terancam.


Kedua mertuanya akan mulai membenci dia kembali seperti awal pernikahannyadengan Leon dan jika keluar dari rumah ini dimana dia harus pergi tidak mungkin dia kembali pada rumah kedua orang tuanya pikir Alexa.


"Sialan...... bagaimana caraku bisa hamil dalam waktu dekat dan bahkan hubungan aku dan Leon malah renggang seperti ini." teriak Alexa.


Karna merasa lelah dengan pikirannya Alexa memutuskan untuk tidur besok pagi dia akan memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


Perputaran Surya begitu cepat hingga tak terasa sinar jingga sudah muncul di sebelah timur.


Tidak jauh dari kediaman Leon sebuah mobil hitam terus mengawasi pergerakan di halaman kediaman Leon dengan seksama.


"Kerjakan" perintah sosok itu menekan Earphone di telinganya hingga terdengar sahutan dari sebrang sana.


"Laksanakan" jawab di sebrang sana.


Mendengar itu sosok itu tersenyum miring menatap kediaman Leon dengan tatapan yang begitu dalam namun tersirat senyum licik di sudut bibirnya.


"Penderitaan mu akan segera hadir Kakak sepupuku tersayang" ucap sosok itu yang tak lain dan tak bukan adalah Alisya.


Tok


Tok


Tok


"Siapa sih pagi-pagi buta sudah bertamu di rumah orang." gerutu Leon berjalan menuju Pintu.


Setelah pertengkaran dirinya dan Alexa Leon memutuskan untuk pergi ke bar hingga dia pulang larut malam dalam keadaan mabuk dan memutuskan untuk tidur di ruang tamu.


Ceklek


"Mana sih orangnya?"


Leon celinguk kiri dan kanan namun tidak menemukan siapapun hingga memutuskan untuk masuk kembali namun terhenti saat melihat kotak putih di depan pintu.


"Kotak?" guman Leon lalu berjongkok dan mengambil kotak itu.


"Mungkin kurirnya lagi buru-buru hingga tak sempat menunggu"


Leon membolak balik kotak itu namun tidak menemukan nama penerima disana hanya di tunjukan untuk Keluarga Sward karna merasa malas pusing Leon membawa kotak itu dalam rumah.


Tak


Leon meletakkan kotak putih itu di atas meja lalu membaringkan kembali dirinya di sofa namun belum cukup 1 menit Leon kembali bangun mengambil kotak itu lalu membukanya.


Kedua mata Leon langsung terbelalak melihat isi di dalam kotak itu apa. matanya menajam bagaikan silet, napasnya memburu dengan amarah yang sudah di ubun-ubun, kedua tangannya mengepal dan meremas kotak itu dengan kasar.


"ALEXA..........!"


...----------------...


Ada yang bisa tebak apa isi dalam kotak itu?πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2