Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Kedatangan Dirga


__ADS_3

Maya yang sedang sibuk pada laptopnya di kagetkan dengan suara ketukan yang berada di luar.


"Masuk" Sahut Maya.


"Tari"


Deg


Maya langsung memegang saat nama itu disematkan untuknya. Maya sangat mengetahui siapa yang memanggilnya dengan sebutan itu dan Maya sangat mengenal suara itu.


"Tari"


Sekali lagi terdengar panggilan itu membuat Maya mau tidak mau harus mendongak melihat sosok di depannya. Sosok yang dulu begitu ia rindukan dan cintai, sosok yang mengajarkannya untuk mencintai namun sosok itu pula yang menorehkan luka yang amat begitu sakit dan dalam.


Kim Bramata


Sosok pria masa lalu Maya pria yang menjadi cinta pertama Maya di masa itu.


Untuk sesaat Maya terpaku menatap sosok yang berdiri tegak di depannya itu.


"Bram, ada apa?" Tanya Maya menatap datar Sang mantan.


"Tari, Aku merindukan kamu" Ucap Bram yang langsung memeluk Tari.


Maya yang dipeluk tiba-tiba kaget hingga Raffles mematung namun hanya beberapa saat sebelum Maya mendorong dan melepaskan pelukan drum.


"Aku tidak berdebar lagi" Guman Maya yang tersenyum tipis karena sekarang dia yakin sudah tidak ada lagi sisa rasa untuk Bram dalam hatinya.


" Jangan memelukku "ucap Maya dingin.


Aku tahu kamu marah sayang namun aku mempunyai kabar baik untuk kamu dan untukku," Kata Bram dengan senyum bahagia.


"Aku mencintaimu jadi mari kita mulai dari awal ya,"


"Tidak bisa" tolak Maya tegas.


"Kenapa tidak bisa? Kamu tenang saja aku pasti bisa meyakinkan kedua....."


"Stop!" Teriak Maya yang sudah sangat kesal.


Pekerjaannya menumpuk Namun karena orang di depannya itu dia harus menunda nya.


"DENGAR BAIK-BAIK DULU......"


Teriak Maya yang menatap tajam Bram dengan wajah datar dan dingin. Sedangkan Bram yang masih ingin berbicara langsung terdiam saat raut wajah Maya yang sepertinya sedang menahan emosi. Untuk sesaat Bram tertegun, Maya yang dikenalnya dulu tak pernah menunjukkan wajah seperti itu, dulu Maya tak pernah menatapnya datar seperti itu semarah apapun Maya kepadanya.


"Aku begitu mencintaimu dan memuja mu demi kamu, demi cinta ku ke kamu aku bahkan rela melepaskan ginjal ku satu untuk adikmu hanya demi aku mendapat restu dari orang tua mu, tapi apa? Bahkan luka jahitan belum kering kamu menghianati aku di depan mata aku sendiri," kata Maya dengan suara yang tercekat.


Maya tak ingin membuka luka lama itu lagi namun apa daya pria ini muncul kembali di hidupnya setelah hatinya telah tertata rapi.

__ADS_1


"Aku melakukan itu karna dia mendonorkan ginjalnya untuk adikku"


"ITU AKU BUKAN DIA" Teriak Maya


"Waktu itu aku tidak mengetahuinya Tari" Bela Bram.


"Tidak mengetahuinya atau pura-pura tidak mengetahuinya?" Ucap Maya sinis


"A.....apa maksud kamu Tari? Aku benar-benar tidak mengetahui hal itu"


"Berhenti mengatakan omong kosong si4l4n. jelas-jelas saat proses persetujuan pencangkokan itu kamu ada"


"Tari aku...."


"Kamu memang tidak keluar namun aku tau jika kamu ada disana"


"Kenapa tidak katakan sejujurnya saja?"


"Mengatakan apa Tari? aku tidak mengerti"


"Kamu pikir aku tidak tahu, jika kamu mau bertunangan dengannya karna di coret dari ahli waris. aku mencintai mu sampai rela mengorbankan apapun namun, Cinta dan pengorbanan ku akan tetap kalah jika di bandingkan dengan uang dan tahta" kata Maya dengan tajam.


"Tari aku bisa jelaskan ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan. sekarang kita bisa bersama, aku sudah memegang perusahan dan aku yakin Daddy dan juga Mommy akan merestui kita di tambah kamu sudah sukses tidak seperti dulu"


"Tidak perlu. aku tidak akan kembali padamu karna aku sudah mencintai pria lain. Pria yang mau menerima aku apa adanya tanpa aku harus berpura-pura menjadi orang lain,"


"Kamu......"


Ceklek


"Sayang..."


Deg


Maya yang tadinya acuh pada orang yang membuka pintu sekarang langsung memegang saat mendengar suara itu.


"Dir....Dirga ini...."


Nyatanya kalimat Maya langsung terhenti saat bibirnya di bungkam begitu saja oleh sosok yang kini tengah memeluk erat pinggangnya.


"Dirga......"


"Kenapa tidak menyambut kedatanganku? Lalu siapa pria ini? Kenapa para karyawan kamu begitu semangat membicarakannya?" Ucap Dirga terdengar lembut namun Maya tahu kekasihnya itu sedang menuntut sebuah penjelasan.


"Harusnya aku yang bertanya Kamu siapa? Datang-datang langsung memeluk bahkan mencium calon istriku di depan mataku sendiri!" Bentak Bram menatap nyalang ke arah Dirga.


"Calon istri?"


"Ya! Dia calon istriku"

__ADS_1


Dirga yang sudah menahan emosi sedari tadi ingin sekali menghajar pria brengsek di depannya itu ia mengklaim kekasihnya sebagai calon istrinya.


"Dia bukan calon istrimu sialan! Dia kekasihku wanitaku," Ucap Dirga datar penuh penekanan setiap katanya menatap tajam Bram.


Bram yang mendengar penuturan dari pria di depannya langsung kaget Bram tidak menduga jika Maya telah memiliki seorang kekasih namun tiba-tiba Bram tersenyum sinar ke arah Dirga.


"Apa benar dia kekasihmu Tari? Atau dia hanya sebagai pria bayaran yang kau bayar untuk berpura-pura menjadi kekasihmu Lestari?" Tanya Bram dengan menekan nama belakang Maya yaitu Lestari.


"Kau....."


"Bukankah dulu kamu sering melakukannya? Dengan alasan agar aku pergi dari hidupmu namun kali ini kamu tidak perlu berlindung di belakang pria bayaranmu ini Tari," Ucap Bram santai.


"Sudah berapa kali aku katakan Maya adalah kekasihku wanitaku bukan calon istrimu. Lagi, aku bukan pria bayaran sialan! Aku cukup kaya bahkan bisa membeli harga dirimu "


"Benarkah? lalu kenapa kamu tidak mengetahui jika Tari tidak menyukai bunga mawar namun menyukai bunga tulip? "


Deg


Dirga langsung memegang memiliki arah Maya yang menjauh darinya dan menatap datar buket bunga yang ada di tangannya. jadi ini alasan kenapa mau tidak mengambil bunga itu dari tangannya.


"Sayang kenapa kamu....."


"Menjauh...? Jelas karena bunga yang kamu miliki adalah bunga yang paling dibenci oleh Tari bahkan itu membuat ingatan kelamnya kembali" Potong Bram dengan sinis.


"Sayang aku......"


Srettt


"Kata siapa aku tidak menyukai bunga mawar? Kamu lupa jika aku dulu sangat menyukai bunga mawar hingga kejadian naas itu terjadi" Ucap Maya yang tiba-tiba mengambil buket bunga itu.


Maya menatap Bram datar dengan bunga mawar yang berada di pelukannya.


"Kamu....... Sudah sembuh? "


"Kenapa tidak? Kejadian itu juga sudah lama terjadi untuk apa di ingat-ingat"


"Jadi benar dia adalah kekasihmu?" Tanya dengan nada tercepat di tenggorokan.


"Apa kejadian barusan yang terjadi di depan matamu tidak dapat membuktikan Jika Kami adalah sepasang kekasih? Namun baiklah akan aku tegaskan. Perkenalkan dia Dirga kekasihku," Ungkap Maya penuh penekanan saat mengucapkan kata kekasihku.


"Tidak! Kamu tidak bisa melakukan itu padaku Tari. mana janji kamu yang akan menungguku sampai aku mendapatkan semuanya?" Teriak Bram yang menatap tajam Tari/Maya.


"Menunggumu? Hahaha entah aku yang terlalu naif atau kamu yang terlalu egois?" Ucap Maya dengan nada datar meletakkan bunga mawar itu dalam sebuah box.


"Apa maksudmu?"


Maksudku adalah aku terlalu naif menunggumu selama 2 tahun tanpa kepastian sedangkan kamu? Kamu terlena bahkan mengkhianati aku dengan menikahi wanita itu"


Deg

__ADS_1


Bram langsung membulatkan mata saat mendengar Maya yang mengetahui kebenaran itu padahal dia sudah menghapus berita itu dari publik.


"Maya aku..... Aku bisa menjelaskan ini...."


__ADS_2