
"Bukankah kalian eh salah mereka membuang diriku lalu hanya fokus padamu bahkan kamu ikut andil dalam hal ini" balas Alisya menatap sengit Alexa
"Kamu...."
Bruk
"MAS......" Pekik Reva saat tubuh Edric ambruk di lantai.
Sontak Karna pekikan Reva membuat Alexa yang sedang berfokus kepada Alisya langsung menoleh ke arah Reva. kedua matanya langsung membulat saat melihat Daddy-nya sedang berbaring di lantai dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.
"Daddy" teriak Alexa berlari menghampiri Edric.
"Mom."
"Tuan....tolong bantu kami" pinta Alexa menatap memelas kepada Kenzo.
"Cih" Kenzo hanya berdesis membuang muka lalu dengan langkah malas ia berjalan keluar.
Sedangkan Alisya langsung tersenyum miring melihat Edric yang terkapar di lantai dengan darah merah kehitaman yang terus keluar hingga mengenai lantai.
"1:0" batin Alisya tersenyum miring.
"Kenapa kau tersenyum melihat Daddy pingsan Alisya" kata Alexa saat tidak sengaja melihat senyum miring Alisya membuat Alexa merinding tapi ia masih berusaha memberanikan diri untuk bertanya dengan begitu maka Alisya akan semakin di benci oleh Reva.
"Dasar anak tak tahu malu" kata Reva menatap tajam Alisya.
"Lebih baik pikirkan untuk menanganinya karna racun yang di pake Kenzo tak main-main. aku takut ia malah mati dengan Cepat." kata Alisya dengan santai.
"ALISYA" Bentak Reva menatap Nyalang Alisya lalu berdiri berjalan ke arah Alisya yang nampak santai membenarkan selimutnya.
"Tetap disana" Suara dingin itu menghentikan Reva yang ingin menghampiri Alisya.
"Silahkan bawah Tua Bangka itu keluar jika tidak ia akan segera mati" kata Alisya.
Mendengar itu mereka semua segera bergegas membawa Edric keluar. Alexa menoleh ke arah Kenzo masih berharap pria itu mau ikut bersamanya Keluar.
"Tu...tuan tidak ingin ikut bersamaku memastikan keadaan Daddy-ku" Alexa bertanya dengan menunjukan muka memelas berharap Kenzo mau bersimpati padanya.
"Untuk apa? Wanitaku berada disini" balas Kenzo dingin menatap lembut Alisya membuat Alexa mengepalkan kedua tangannya dengan keras. hatinya begitu iri dan cemburu melihat cara Kenzo menatap Alisya begitu lembut.
"Kalau begitu aku pergi dulu" pamit Alexa namun di acuhkan oleh kedua insan itu. Alexa menggeram kesal lalu dengan perasaan kesal ia berjalan keluar lalu menutup kasar pintu ruang inap Alisya.
__ADS_1
"Mau minum" tawar Kenzo mengelus lembut ubun-ubun Alisya.
"Tidak" balas Alisya singkat.
"Tidurlah. jangan ragu aku tidak akan pergi meninggalkan mu. Tidak Akan!" kata Kenzo menggenggam lembut tangan Alisya. Kenzo paham jika Alisya belum sepenuhnya percaya akan dirinya dan Kenzo memahami itu. karna bagaimana pun juga mungkin Alisya sedikit trauma akan kisah masa lalunya dengan Leon dulu.
Mendengar penuturan Kenzo yang terlihat sungguh-sungguh Alisya hanya bisa pasrah lalu menutup mata. beberapa menit Kemudian hembusan nafas Alisya terdengar teratur menandakan dirinya sudah terlelap.
"Bagaimana aku pergi, dari awal yang aku cari dirimu bukan dia ataupun orang lain" Batin Kenzo menatap lembut wajah Alisya yang terlihat begitu mempesona. Kenzo bahkan tak bosan-bosan memandang wajah wanita yang begitu ia puja dan cintai itu. lama-kelamaan mata Kenzo mulai terasa berat tanda ngantuk itu mulai menghampiri, dengan pelan Kenzo naik di atas Brankar Alisya lalu menyelipkan lengannya di bawah leher Alisya sehingga Lengannya menjadi bantal untuk Alisya.
"Good Night Baby, Sweet Dream" Ucap Kenzo pelan lalu mengecup pelipis Alisya.
******
Seorang pria begitu tenang menatap wajah damai wanita yang sedang tertidur pulas di pelukannya itu.
Kenzo!
Pria itu tak bukan dan tak lain adalah Kenzo, Ia sudah terbangun dari 30 menit yang lalu tapi ia tak beranjak dari tidurnya sama sekali. Ia begitu damai melihat wajah orang yang ia cintai adalah wajah orang pertama yang ia lihat saat membuka mata.
"Emh.."
Terlihat Alisya menggeliat kecil di pelukan Kenzo sambil mencari posisi yang nyaman bahkan kepalanya semakin ia masukan di dekapan Kenzo membuat Kenzo terkekeh kecil melihat ulah Alisya.
Ceklek
"ALISYA"
Sontak teriakan itu membuat Alisya terlonjat kaget hingga membuat kedua matanya bulat-bulat lalu menatap ke arah pelaku utama yang menganggu tidur nyenyak-nya.
"Dasar Nenek lampir. ganggu aja! nggak tahu apa aku tuh lagi enak-enak tidur" gerutu dalam hati Alisya.
"Apa yang kamu lakukan kamu berani tidur dengan Ken...Tuan Kenzo itupun di rumah sakit" kata Alexa yang hampir memanggil nama Kenzo tanpa embel-embel Tuan tapi keburu Kenzo menatapnya dengan tajam dan penuh dengan kemarahan.
Bukan marah karna Alexa memanggil Namanya tanpa embel-embel Tuan padahal yang sesungguhnya terjadi adalah Kenzo benar-benar marah karna tidur wanitanya di ganggu Medusa di depannya.
"Kenapa tidak? Kau juga bahkan sering tidur satu kamar bersama Leon" Alisya berkata dengan senyum miring tercetak jelas di bibirnya mampu membuat siapapun menggigil ketakutan termasuk Alexa.
"Itu Karna kami....." Alexa meremas kedua tangannya dengan gugup.
"Karna kalian tunangan begitu" kata Alisya.
__ADS_1
"Bukan. bukan seperti itu...." Elak Alexa cepat.
"Sial. Alisya beraninya kamu melawanku." umpat Alexa dalam hati.
"Masih mau mengelak rupanya" Batin Alisya tersenyum miring.
"Sudahlah Alexa kenapa harus di sembunyikan sih kalian itu resmi bertunangan"
"Tidak. aku hanya menggantikan kamu Alisya. Maafkan aku Alisya jika aku menyakiti hati kamu karna Leon tapi percayalah aku dan Leon hanya seperti kakak adik. Aku.... aku menjaga Leon untuk kamu" kata Alexa menatap tulus ke Alisya membuat Alisya ingin muntah rasanya.
"Cih menjaga katanya, kau dan kedua orang tua sialan mu itu mengirim aku dengan paksa di luar negeri Sialan....." Umpat Alisya dalam hati tangannya meremas selimut yang ia kenakan dengan kasar.
"Keluar"
Satu kata yang Kenzo keluarkan namun membuyarkan lamunan saudari kembar itu. Saudari kembar? sebutan itu tidak cocok untuk mereka lebih tepatnya musuh bebuyutan bahkan mungkin dari dalam kandungan mereka sudah bermusuhan.
"Ken..." Kalimat Alexa terpotong
"Tuan" Tekan Kenzo menatap tajam Alexa yang kini diam mematung.
"Tuan Kenzo" Cicit Alexa meremas ujung gaunnya.
"Keluar wanitaku masih mengantuk" Usir Kenzo.
Alexa hanya bisa mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. selama ia hidup tak pernah ia mendapat perlakuan seperti ini. Harga dirinya seperti di injak-injak dan di rendahkan secara bersamaan, matanya memerah menatap tajam Alisya yang masih terus menguap sepertinya gadis itu memang masih mengantuk. Dengan masih menahan amarah Alexa berjalan keluar dari ruang inap Alisya.
"Hoamm" Alisya menguap dengan malas lalu menarik selimutnya guna untuk melanjutkan tidurnya.
Jangan lupa jika Alisya memang pada dasarnya suka tidur. karna itu pula Maya sahabatnya memberikan nama julukan KEBO kepada Alisya karna suka tidur sampai kesiangan seperti ini.
"Tidurlah yang nyenyak aku keluar sebentar Cup...." Bisik Kenzo mengecup ubun-ubun Alisya. Entah bisikan itu di dengar oleh Alisya atau tidak nyatanya gadis itu tak bergerak sama sekali saat Kenzo mengelus kepalanya.
Kenzo hanya terkekeh melihat bagaimana Alisya yang tanpa memperdulikan penampilannya dan bahkan hanya asyik tidur. Kenzo lalu berjalan keluar.
Ceklek
"Jaga dia" perintah Kenzo kepada kedua pria kekar yang berpakaian hitam di depan ruangan Alisya
"Baik Tuan" jawab patuh keduanya.
"Jangan biarkan siapapun masuk selain saya"
__ADS_1
"Baik Tuan" jawab keduanya lagi lagi hanya bisa patuh.