Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Bantuan


__ADS_3

"keluar" Teriak orang dari luar yang menggedor-gedor kaca mobil.


"Tak perlu berteriak kami akan keluar" Kata Alisa yang bersandar santai di badan mobil.


"Wanita?" Mereka semua saat melihat jika orang dalam mobil adalah seorang wanita.


"Ternyata Bos sangat baik mengirimkan kita tiga wanita cantik ini yang akan menjadi ****** kita malam ini."


Hahahaha


Uhuukkk uhuukkk


Fiuuu


Alisya meniup ujung pistolnya dengan santai setelah menembak ke arah leher pria yang mengatainya ******.


"Kau..... Beraninya kau membunuh rekan kami? "


"Kenapa tidak? Salahkan saja rekan kalian yang menyebut kami sebagai ******"


"Brengsek. Kalian semua ayo kita habisi ketiga wanita Sunda ini!"


Di tempat sunyi itu suara tembakan saling bersahutan satu sama lain antara dua kubu. Ariana dan Alisya begitu beringas dalam menghajar musuh sedangkan Alya walau dia juga lincah namun dia belum bisa menandingi kecepatan dan kelincahan Ariana dan Alisya yang dalam menyerang musuh.


Dor


Bugh


Sret


Dor


Brak


Beberapa menit berlalu keadaan Alisya mulai terdesak di kepung musuh. Alisya menatap tajam orang-orang di depan mereka semua, melirik pistolnya yang pasti hanya tersisa beberapa peluru saja.


"Di mana para rekan kami?" Batin Ariana dan Alya yang bertanya-tanya.


"Sial, aku tidak punya pilihan lain lagi" Guman Alisya.


Baru saja Alisya mengambil ancang-ancang untuk memberi kode pada bawahannya. Namun terhenti saat tiba-tiba sebuah motor hitam melaju dengan kecepatan tinggi menabrak orang-orang yang mengepung mereka dengan gila bahkan tanpa ragu pengendara motor itu menembak musuh mereka.


AAAAA


"Menghindar cepat!"


Namun sosok sang pengendara motor itu tanpa ampun menembak mereka satu persatu sehingga banyak yang terluka.


Ckittt


"Ambillah" kata pengendara motor itu yang ternyata menyodorkan tiga pistol ke arah Alisya yang langsung diterima.


"Mati kalian sialan!" Teriak Alisya yang langsung menyerang musuh dengan brutal.


Ariana dan Alya saling melirik saat memperhatikan jika pengendara motor itu terus berusaha melindungi Alisya dari serangan musuh dari belakang.


Alya dan Ariana Saling mengangguk samar lalu ikut membantu Alisya dan pengendara motor itu membabat habis musuh.


Dor


Bugh


Beberapa menit berlalu anggota Kenzo datang yang di bawa kepemimpinan Ramos langsung.


"Maaf rona kami terlambat" Kata Ramos yang mendekat ke arah Alisya setelah membabat habis semua musuhnya.


Sebenarnya Kenzo telah menyebarkan pengawal bayangan di sekitar Alisya hanya saja mereka juga dapat serangan dari anggota Kevin sehingga tidak bisa bergerak untuk melindungi Alisya.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui jika salah satu anggota Kevin belum mati hingga dia menyodongkan pistol ke arah Alisya.


Dor


"NONA AWAS...!"


Srett


"Hump"


Belum sempat Alisya bergerak tiba-tiba seseorang memeluknya hingga peluru itu tidak mengenainya. Namun sebagai gantinya orang yang memeluknya tertembak di bagian bahu.


" Syukurlah" Guman sosok itu yang langsung berbalik menghadap ke orang yang menembaknya menembaknya.


Dor


Dor


Dor


"Kamu menggores kulitku maka nyawamu aku renggut" Ucap sosok itu yang memuntahkan seluruh isi peluru pistolnya ke arah pria itu.


Setelah melihat jika keadaan sudah aman sosok itu bersiap untuk pergi. Namun langsung di cegah oleh Alisa.


" Tunggu!" Kata Alisya yang mencekal tangan sosok itu.


"Siapa kamu?" Tanya Alisya yang menatap sosok di depannya itu dengan penuh selidik.


Sosok itu menaikkan kaca helmnya hingga hanya matanya yang dapat di lihat.


"Yang jelas Aku bukan musuh mu. Namun aku juga tidak mengatakan bahwa aku teman mu" Jawab sosok itu dengan ambigu.


"Kamu terluka!" Pekik Alisya saat tangannya di aliri darah dari sosok yang menolongnya itu.


"Tak apa Aku tidak akan mati secepat itu hanya karena sebuah peluru ini. Masih banyak tugas yang harus aku lakukan dan selesaikan" kata sosok itu dengan tersenyum.


"salah satunya kamu. Sisa umurku hanya sedikit lagi setidaknya aku bisa membuat sebuah kebaikan dengan cara melindungi kamu dari orang-orang hina itu" lanjut sosok itu dalam hati.


"Jagalah Nona kalian, karena kedepannya akan muncul banyak masalah yang datang" tambah sosok itu yang menoleh ke arah Ramos sehingga mata keduanya tak sengaja bertubrukan.


Deg


Ramos terpaku menatap bola mata teduh milik sosok di depannya yang dapat Ramos tebak dia seorang wanita.


Brumm


Ramos tidak sadar jika sosok itu telah pergi dari hadapannya. Hingga di sadarkan dengan tepukan tangan Alisya di bahunya.


"Nona..."


"Kamu kenapa?"


"Tidak ada Nona" Jawab Ramos yang masih celingukan kanan kiri mencari sosok itu.


"Dia sudah pergi," kata Alisya seakan mengerti apa yang di cari oleh Ramos.


"Nona akan lebih baik jika Nona segera kembali Tuan pasti akan menggila jika tahu jika nona di serang" kata Ramos yang mengiring Alisya masuk ke dalam mobil.


"Kalian antar Nona Alisya ke perusahaan Tuan!" perintah Ramos pada Alya dan Ariana yang langsung mengangguk masuk dalam mobil menuju ke perusahaan Tuan mereka KEANO GROUP.


Ariana dan Alya bersyukur walau mereka di serang setidaknya Alisya tidak tergores sedikitpun. Maka dapat di pastikan mereka tidak akan dapat hukuman.


"Terima kasih" batin keduanya mengucapkan ungkapan terima kasih pada sosok yang membantu mereka tadi. Mereka tidak tahu apakah dia kawan atau musuh. Namun untuk sekarang mereka memutuskan untuk berterima kasih kepada sosok itu.


"Bereskan ini semua lalu kirim mayat mereka ke markas Kevin b******* itu!" perintah Ramos dengan menahan amarah.


"Aku tidak menduga jika si brengsek itu akan bergerak secepat ini. Benar-benar di luar dugaan" kata Ramos dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain terlihat sang pengendara motor yang menolong Alisya tengah memasuki sebuah apartemen miliknya.


"Shhh sebentar lagi" Guman sosok itu yang melirik bahunya yang robek karena peluru.


Sosok itu langsung menuju meja yang buka kotak P3K membuka helmnya hingga terlihatlah wajah mungil yang menjadi salah satu ciri khas penduduk Korea. Wajah dan bibirnya sedikit pucat namun tak mengurangi kecantikan alami yang ada pada wajah gadis itu. Gadis itu tak lain dan tak bukan adalah Clarissa


Clarissa awalnya tidak ingin menampakan diri di depan Alisya. Namun melihat mereka yang terpojok membuat Clarissa tak punya pilihan lain selain muncul di depan semua orang.


"Hahhh aku lupa membeli alkohol dan obat bius Sial," Umpat Clarissa tak punya pilihan lain lagi selain memakai apa yang ada.


Clarissa segera menghidupkan lilin memanaskan sebuah belati. Setelah merasa panas Clarissa segera mengangkat belati itu lalu mengarahkannya pada luka di bahunya.


Sret


Srett


Tak


Hanya dua kali sayatan dan satu kali cungkilan peluru itu berhasil dikeluarkan dari dalam daging bahunya. Tak cukup sampai di sana Clarissa segera mengambil jarum jahit lalu menjahit lukanya tanpa bius sedikitpun.


"Hosh hosh i..ini sa..sangat sa...sakit namun kamu tidak boleh mati sekarang Risa" Guman Clarissa yang menyemangati dirinya sendiri di sela-sela rasa sakit yang dia rasakan.


Clarissa terus melampiaskan rasa sakitnya dengan menggigit bibirnya hingga berdarah.


"Huhhh akhirnya selesai juga" Guman Clarissa yang bernafas lega.


"Sepertinya aku harus pindah. Aku harus mencari tempat yang lebih aman dari Apartemen ini. Apartemen ini sudah tidak lagi aman untuk aku tinggali" monolog Clarissa.


Clarissa yakin setelah insiden ini baik dari pihak Alisya maupun dari pihak orang-orang itu pasti akan mencari dirinya.


Dengan langkah gontai Clarissa berjalan menuju kamarnya, tubuhnya lelak butuh istirahat tanpa peduli jika hari sudah sore ataupun malam sekalipun.


Di sisi lain Kenzo seperti orang gila yang menunggu kedatangan istrinya di depan perusahaan. Beberapa menit lalu Kenzo yang baru selesai meeting langsung di kagetkan dengan pesan tentang penyerangan yang di lakukan kepada istrinya Alisya. Namun beberapa menit kemudian Ramos mengirim pesan yang mengatakan jika Alisya sedang menuju ke perusahaan.


Sudah 10 menit Kenzo berdiri berjalan mondar-mandir di depan gerbang hingga tubuhnya menegang saat melihat mobil yang amat dia kenali sedang mendekat ke arahnya.


"Byy.."


Grep


Alisya baru turun dari mobil langsung tertegun saat mendapatkan pelukan tiba-tiba dari sang suami.


"Byy.."


Alisya menepuk-nepus bahu Kenzo yang sedikit bergetar. Dapat Alisya tebak jika suami datarnya itu pasti sedang menangis.


Tak mau membuat wibawa sang suami jatuh Alisya kembali masuk dalam mobil dan memberi kode kepada Alya dan Ariana untuk keluar dari mobil.


Kedua wanita itu segera keluar dari mobil meninggalkan Alisya dan Kenzo yang berada dalam mobil itu.


"Byy Kamu kenapa menangis?"


"Baby aku mohon jangan tinggalkan aku" ucap Kenzo dengan nada penuh permohonan.


"Aku tidak akan meninggalkan kamu Byy. Mungkin...... Kamu yang akan meninggalkan aku nanti" ucap Alisya Sendu.


Alisya tahu Kenzo sangat mencintainya. Namun kali ini lawan yang harus di lawan adalah ibu kandung dari suaminya. besar kemungkinan Kenzo akan memihak pada ibunya di banding dirinya yang hanya sebagai istri.


"Baby kamu....."


"Aku tahu wanita itu maksudnya ibumu telah kembali aku takut jika......."


"Apa yang kamu takutkan? Takut aku pergi? Aku tidak akan pergi baby Kamu adalah hidup jiwa dan ragaku mana mungkin aku pergi"


"Tapi....."


"Dengar baby memang ada hal yang harus aku urus ini mengenai wasiat Papa. Namun aku belum bisa memberitahumu. Tapi Aku berani bersumpah Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Jika pun suatu saat nanti kita berpisah aku berharap di kehidupan selanjutnya juga kamu akan menjadi pemilikku yang sesungguhnya "

__ADS_1


__ADS_2