
"baby wake up" bisik Kenzo di telinga Alisya yang masih tertidur nyenyak di pelukan Kenzo.
"Masih ngantuk byy" Guman Alisya yang terdengar serak.
Bukannya bangun Alisya malah semakin menyelusukkan kepalanya dalam pelukan Kenzo.
"Baby jangan mancing" ucap Kenzo dengan suara berat menahan sesuatu.
Bagaimana tidak tubuh keduanya tak memakai apapun selain selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya. Namun Alisya dengan berani memeluk erat Kenzo hingga sesuatu yang kenyal itu menempel sempurna di dada bidang Kenzo.
"Baby aku menginginkannya"
"Tapi Aaa......."
Alisya yang baru mau protes langsung di gantikan dengan teriakan saat tubuh polosnya langsung di angkat oleh Kenzo.
"Lho byy mau kemana? Aku masih ngantuk byy" rengek Alisya yang memberontak untuk turun tapi tidak di hiraukan oleh kenzo.
"Kita mandi baby setelah itu kamu boleh tidur sepuasnya dan aku ada meeting penting di kantor" kata Kenzo yang menurunkan Alisya dalam bathtub yang telah terisi air.
Cup
"Katanya tadi mandi"
"Ada lebihnya baby kamu tidak merasakannya? Dia sudah terbangun" Kenzo menempelkan inti pusatnya pada perut Alisya.
"Tapi....."
"Hanya sebentar baby" kata Kenzo yang langsung menyambar bibir ranum sang istri.
Cup
Cup
Cup
Kenzo mulai mencium dan mencumbu bibir,dagu,kuping hingga leher jenjang sang istri. Tangannya tak mau kalau terus merambat sana sini menyentuh dan mengelus setiap lekuk tubuh Alisya
Ah
Alisya melenguh kecil saat Kenzo dengan piawainya memainkan sesuatu yang berada di dadanya.
Kenzo dengan semangat menyentuh dan menggigit kecil ****** kecil dada Alisya membuat Alisya bergerak gelisah.
"Byy" panggil Alisya dengan suara bergetar.
"Aku tau baby" jawab Kenzo yang masih betah mengemut benda kemerahan itu.
Aah.....
Keduanya mendesah saat kedua benda itu bertemu dan bersatu. Kenzo dengan pelan mulai menggerakkan tubuhnya. Lama kelamaan gerakan Kenzo semakin cepat dengan napas yang memburu hingga terdengar suara ******* panjang keluar dari bibir keduanya.
Aaaaaah
__ADS_1
"Aku mencintaimu baby"
Cup
Kenzo mengecup singkat bibir Alisya lalu mengecup kening Alisya begitu dalam. Sedangkan Alisya hanya diam menutup mata. Matanya memang sedari awal mengantuk kini bertambah mengantuk saja saat selesai bertempur di kamar mandi.
"Kamu begitu menggemaskan baby" Guman Kenzo yang melepaskan diri dari Alisya.
Kenzo yang melihat Alisya menutup mata hanya terkekeh lucu. Dengan gerakan cepat Kenzo membersihkan diri melilitkan sebuah handuk di pinggangnya. Setelah selesai kerja berbalik menghadap Alisya yang Sudah terlelap di bathtub. Tanpa ba-bi-bu kanza segera menyabumi dan menggosok pelan seluruh tubuh Alisya. Setelah merasa bersih Kenzo segera mengangkat dan memasangkan jubah mandi ke tubuh istri tercinta.
Dengan penuh kehati-hatian dan penuh kelembutan Kenzo membaringkan Alisya di tengah-tengah panjang lalu menyelimutinya sampai dada.
Melihat rambut basah sang istri Kenzo segera turun dari ranjang lalu mencari hair dryer untuk mengeringkan rambut basah Alisya.
Setelah mendapatkannya dengan penuh kelembutan Kenzo mengambil helai demi helai rambut Alisya lalu mengeringkannya menggunakan hair dryer. Beberapa menit kemudian merasa cukup segera menghentikan kegiatannya.
Kenzo segera berjalan menuju walk in close untuk memilih pakaian yang dia akan kenakan karena hari ini ada meeting penting yang harus di hadirinya.
Tak
Tak
Tak
"Selamat pagi Tuan muda" sapa para pelayan serempak.
"Pastikan tidak ada suara keras di mension ini istriku sedang tidur"
"Satu lagi, Kepala pelayan tolong 20 menit sekali cek istriku sudah terbangun atau tidak. Jika ia maka berikan makanan apapun yang dia inginkan"
"Mengerti Tuan muda"
Setelah memberi pesan kepada para pelayan dan kepala pelayan Kenzo segera melanjutkan langkahnya. Namun tiba-tiba di hentikan oleh salah satu pelayan.
"Tunggu Tuan...!" Seru salah satu pelayan yang menghentikan langkah kaki Kenzo.
"Ini...itu udah situang miring biar aku rapikan" kata pelayan itu yang berjalan mendekat ke arah Kenzo.
"Harusnya ini tugas wanita yang berstatus menjadi istri Tuan tapi..... Lihatlah makan hal kecil seperti ini tidak dia perhatikan. Harusnya Tuan mencari istri yang lebih kompeten" ucap pelayan muda itu yang menyodorkan tangan yang untuk meraih kerah baju Kenzo.
Bruuk
Tapi sayang seribu sayang sebelum tangan lentik itu menyentuh kerah baju Kenzo, Kenzo langsung memberikan tendangan kuat yang langsung menghantam perut pelayanan muda itu hingga terpental mengenai tiang.
Uhuukkk uhuukkk
"Dasar hama" umpat Kenzo yang segera melanjutkan langkahnya tanpa melirik sedikitpun kepada pelayan yang ditendangnya barusan.
"Aku kira hama itu telah pergi tidak tahunya masih ada juga. Sepertinya aku harus menyuruh istri tercintaku itu untuk segera mengesekusi wanita ondel-ondel itu" kata Kenzo dalam hati yang memikirkan cara untuk menyingkirkan amarah dari mensionnya.
Plak
Plak
__ADS_1
"Kenapa kamu menamparku?" Bentak Amara yang menatap tajam kepala pelayan yang telah berani memberi tamparan kepadanya.
"Sudah berapa kali aku katakan jangan pernah berpikir apalagi berniat untuk menggoda Tuan muda." Sentak kepala pelayan dengan penuh penekanan yang balik menatap tajam Amara.
"Ck Tuan muda hanya milikku wanita itu yang tiba-tiba hadir dan merebut semua ini" ucap Amara lantang.
Contoh para pelayan langsung berbisik satu sama lain menatap sinis Amara yang menurut mereka terlalu percaya diri. Selama mereka bekerja menjadi pelayan tak pernah satu kali pun Tuan mereka yaitu Kenzo memperlakukan Amara dengan spesial. Hanya Amara saja yang terlalu percaya dan terlalu berharap jika Tuan Kenzo mau meliriknya.
"Apa dia sudah gila?"
"Upik abu berharap menjadi putri"
"Dari mananya dia begitu percaya diri mengatakan jika Tuan muda adalah miliknya?"
"Apa yang bisa dia andalkan?"
"Tentu saja hanya tubuhnya"
"Upik abu ingin bersaing dengan putri raja! Apa dia butuh sehingga tidak bisa membedakan mana langit dan mana tanah"
"Sialan kalian semua! Lihat saja ketika aku sudah menjadi nyonya di rumah ini kalian semua akan memohon-mohon padaku." Teriak Amara yang penuh akan emosi yang berada di ubun-ubun.
Plak
"Jangan berteriak-teriak Amara! Jika sampai nyonya muda terbangun maka kamu akan tau akibatnya" sentak kepala pelayan dengan suara tertahan.
"Kau.... Kamu tahu siapa aku ha.....? Aku putri kesayangan Walikota. Aku akan membalas kalian semua dasar pelayan rendahan" Amara berdiri tegak menatap mereka dengan tajam.
"Cih kamu pikir kami takut? Bahkan jika kami membunuh mu disini Tuan muda akan melindungi kami" balas salah satu pelayan yang di balas anggukan kepala oleh pelayan lain.
"Lagi pula disini tidak perlu membanggakan status kamu yang hanya anak Walikota karna di mata Tuan Kenzo anda hanya babunya" timpal yang lain.
"Hanya anak wali kota saja Bangga lagipula apa artinya sebuah jabatan Walikota di mata Tuan Muda? Bahkan jika dia mau bisa dengan muda Tuan mudah membuat Ayah kebanggaan mu itu di pecat dengan tidak hormat."
"Yah kau benar. Di depan media begitu baik dan dermawan tapi di belakang itu semua dia hanyalah pria yang terus mengoleksi wanita-wanita muda sebagai simpanannya."
"Bahkan orang yang harus di panggil anak malah dia jadikan simpanannya"
"Sialan, apa yang kalian katakan berani sekali kalian semua memfitnah daddy ku ha.....?" Teriak Amara yang murka karna ayahnya di fitnah.
"Itu kenyataannya" balas pelayan yang seumuran dengan Alisya.
"Sialan! Mati kau" teriak Amara yang menyerang pelayan itu tapi di hentikan oleh suara yang tiba-tiba masuk dalam pendengarannya.
"Ada apa ini?" Alisya berdiri di ujung tangga menatap mereka satu persatu dengan alis yang menyatu.
"Selamat pagi Nyonya muda"
"Cih lihat ini! Wanita yang sudah berstatus istri Tuan Kenzo tapi jam segini baru bangun. Bahkan tidak mempersiapkan kebutuhan Tuan Kenzo sampai-sampai harus aku yang memperbaiki dasinya yang miring. Tapi nggk apa-apa dengan begitu aku dengan puas memeluk Tuan Kenzo."
Brak
"Sialan!"
__ADS_1