
"Baby apa yang kamu lakukan?" kaget Kenzo melihat Alisya yang duduk di pangkuannya begitu saja.
"Byy kamu diam deh lihat tuh mereka sudah dekat" kata Alisya menunjuk Spion.
"Jika kamu sudah tau mereka dekat segera kembali ke kursi kamu baby" kata Kenzo.
"Play the game" bisik Alisya dengan sebuah smirk di ujung bibirnya.
WUSSSH
"Baby....!" teriak Kenzo saat tiba-tiba mobil melesat dengan cepat.
"Byy kita cari jalan sepi ya" kata Alisya mengedipkan mata ke arah Kenzo.
"Baby jangan aneh-aneh kita tidak punya senjata sedangkan mereka ada" kata Kenzo memeluk erat pinggang Alisya bukan karna takut karna kecepatan mobil Kenzo malah takut nanti Alisya terkena stir atau terlempar ke depan.
"Mobil ini anti peluru kan?" tanya Alisya santai.
"Bukan baby," jawab Kenzo.
"Oh tidak apa-apa kita buat saja mereka meledak tapi kita cari dulu tempat sepi" ucap Alisya santai mulai membelokkan mobilnya hingga menuju jalanan dekat hutan.
Sedangkan Kenzo? Kenzo hanya bisa melongo mendengar respon Alisya yang begitu santai jika wanita lain mungkin mereka sudah histeris ketakutan tapi Alisya wanitanya ini malah berencana meledakkan mereka.
Rasanya Kenzo seperti menelan sebuah bakso tanpa kunyahan tenggorokannya benarseperti tersumbat karna aksi gila Wanita di depan eh ralat di pangkuannya dan sialnya Skill Alisya lebih bagus daripada dirinya.
"Apa dia juga sering balapan mobil tapi bukankah kata sahabatnya dia hanya ikut balapan eh..... Haaah sepertinya aku kalah skill dengan mu baby" kata Kenzo dalam hati menatap takjub bagaimana Alisya memainkan Gas, Rem, dan setir secara bersamaan begitu mudah.
Alisya dengan mata yang bersinar penuh binar, bibir yang terus melengkung, dan kedua tangannya terus bermain di atas stir mobil.
"Byy tolong lihat berapa mobil yang mengikuti kita" kata Alisya tanpa melirik Kenzo.
Kenzo yang sedang asik bersandar di bahu Alisya mencium aroma lavender yang begitu memanjakannya harus terpaksa berhenti sejenak karna harus melihat spion untuk mengetahui jumlah yang mengikuti mereka.
"Ada 4 mobil baby" kata Kenzo yang kembali menyandarkan kepalanya di ceruk leher Alisya.
"Byy menurut kamu siapa pelakunya?" Alisya bertanya dengan santai.
__ADS_1
"Aku tidak tau baby bahkan mereka tidak membiarkan kita untuk hidup tenang biar sebentar saja." kata Kenzo dengan nada kesal.
"Byy tolong pasangkan sabuk pengaman di tubuhku" kata Alisya tiba-tiba serius.
Mendengar itu tanpa bertanya Kenzo langsung melepaskan sabuk pengamannya lalu mengalungkan di tubuh Alisya hingga kini mereka berdua menggunakan sabuk pengaman yang sama.
Dahi Kenzo langsung mengerut saat Alisya menambah kecepatan mobil mereka. mata Kenzo melotot melihat jurang di depannya.
"Baby awas ada jurang....!" teriak Kenzo yang langsung panik.
Bukannya mengurangi kecepatan Alisya malah tersenyum miring lalu semakin mempercepat laju mobil.
"BABY....."
WUSSH
BRAKK
"Satu"
"Dua"
"Bom"
BOM
Baru saja Alisya selesai berhitung terdengar ledekan keras di belakang mereka sana. Kenzo hanya bisa melongo akan lagi lagi ia terkagum-kagum dengan skill Alisya yang bisa di katakan tingkat dewa.
"Bagaimana jika aku membawa kamu di balapan antar Mafia bulan depan baby" kata Kenzo dengan smirk di bibirnya.
"Balapan apa?" respon Alisya malah terlihat Antusias.
"Eh itu balapan antar kelompok" jawab Kenzo sedikit ragu.
"Wow kelompok apa? apa kelompok mafia? tapi aku tidak mungkin mengekspos Dark Devil mereka tidak ingin terlibat dengan dunia luar apalagi mereka punya kehidupan yang masing-masing bisa di katakan rata-rata aparat negara.
Alisya tidak berbohong memang rata-rata Anggota Dark Devil menjadi aparat negara dan mengabdikan diri untuk negara. seperti menjadi guru, pengacara, polisi dan tentara bahkan hampir 30% anggota Drak Devil adalah seorang tentara.
__ADS_1
"Kamu bisa masuk di kelompokku baby" balas Kenzo.
"Benarkah?" Alisya menoleh ke belakang menatap Kenzo.
"Apapun untukmu" balas Kenzo yang langsung mengecup bibir Alisya singkat.
"Dua" guman Alisya yang langsung menginjak rem hingga bunyi ban yang bergeser dengan aspal terdengar nyata.
Karna Alisya mengerem mendadak maka orang-orang di belakangnya juga itu berhenti tapi sayangnya Alisya tak memberi mereka waktu Jedah langsung menambrak mobil yang tidak jauh dari mereka hingga terdorong ke depan yang kebetulan di arah berlawanan ada truk hingga mobil itu langsung terpental dan menabrak pembatas jalan.
BRUMMM
BRUMM
BRUMM
Alisya tersenyum miring lalu mulai melajukan kembali mobil dengan kecepatan tinggi yang langsung di ikuti kedua mobil di belakangnya.
Ckitt
"$ht hampir saja" guman Kenzo memeluk erat pinggang Alisya yang hampir terjungkal ke depan.
Kenzo menatap tajam mobil hitam yang mencekal mereka di depan hingga hampir membuat Alisya luka.
"Kalian ingin bermain-main rupanya" kata Kenzo dalam hati tersenyum miring.
Klik
"Kamu tunggu di dalam mobil oke" kata Kenzo lembut namun matanya melirik tajam mobil di depan mereka.
Cup
"Aku akan segera kembali" ujar Kenzo setelah mengecup bibir Alisya, Kenzo langsung membuka pintu mobil.
"Black Rose" guman Kenzo melihat tato bunga mawar di leher orang-orang di sekelilingnya.
"Berani sekali kalian membuat kesayangan ku hampir terluka. kalian tak akan aku biarkan melihat matahari esok"
__ADS_1