
"S*al. si pria kaku ini ternyata bisa juga bersikap romantis tapi tidak aman dan baik untuk jantung ku" kata Maya dalam hati.
"Sayang apa kamu akan terus melamun dan mematung seperti patung. makanlah" ucap Dirga lembut meletakkan sebuah daging di atas piring Maya.
"Maaf.... tadi aku hanya.... hanya sedikit memikirkan pekerjaan" kata Maya gugup dan jelas berbohong.
Maya dengan masih wajah memerah mulai makan begitu pula dengan Dirga. keduanya makan dalam kediaman tidak ada adegan suap-suapan karna semua sibuk mengisi perut masing-masing.
Beberapa menit kemudian semua makanan yang di bawah Maya telah habis ludes tak tersisa di makan oleh kedua musim yang sedang bersandar di kursi dengan mengelus perut masing-masing.
"Ada baiknya juga si Bos pergi berbulan madu karna aku bisa lebih dekat dan mendapat perhatian lebih kepada Maya." batin Dirga tersenyum tulus ke arah Maya yang masih sibuk mengelus perutnya yang sedikit buncit karna kebanyakan makan.
"Apa kamu sedang mwnghayalkan jika kamu sedang hamil anak ku jika iya aku tak keberatan untuk mewujudkannya sekarang juga" bisik Dirag di telinga Maya.
BUGH
"AAAAAA sayang"
Maya yang sedang enak-enaknya menikmati kekenyangan malah di bisik hal yang mesum.
"Dasar pria cabul, mesum, mau aku kebiri burung mu itu ha...." kata Maya yang melotot tajam kepada Dirga.
"Ya Tuhan aku kira setelah menjadi sepasang kekasih sifat bar-bar dan cerewetnya itu akan hilang minimal kepada ku saja tida taunya malah masih ngikut." batin Dirga yang tertekan.
"Yank tadi aku hanya becanda" kata Dirga seperti anak kecil yang takut mainannya di ambil.
"Becanda? kalau aku jantungan gimana? kalau aku mati gimana? jadi duda kau" ucap Maya sinis beranjak pergi lalu masuk di ruangan pribadi milik Dirga.
"Jadi Duda? bagaimana mau jadi Duda menikah saja dengan kamu belum bahkan si Jordy masih perjaka" ucap Dirga pelan.
__ADS_1
Dirga yang tersadar jika Maya sudah tidak ada segera berjalan menuju ruangan pribadi miliknya. sampai disana Dira langsung di hadapkan pemandangan Maya yang tengah tertidur lelap.
Melihat itu Dirga dengan pelan berjalan mendekati Maya lalu duduk di samping Maya.
"Jika sedang seperti ini kamu begitu sejuk, damai, tapi setelah mata ini bangun maka bibir ini akan terus mengoceh. entah setan apa yang merasuki ku hingga aku jatuh cinta pada gadis bar-bar seperti mu" ucap Dirga yang menatap penuh cinta wajah damai Maya yang tengah terlelap.
Karna tak ingin mengganggu tidur sang Kekasih Dirga beranjak berdiri lalu berjalan keluar membiarkan Maya untuk tidur.
Menjadi kekasih Maya beberapa hari Dirga baru mengetahui kebiasaan Maya yang akan tertidur sehabis makan.
Dirga berjalan menuju kursi kerjanya lalu kembali fokus pada pekerjaannya karn Adia berencana untuk mengajak dinner Maya malam ini.
Sedangkan di tempat lain Kenzo dan Alisya mendarat di Korea setelah melakukan perjalan hampir 5 jam lewat pesawat.
"KOREA I'M COMING......!" teriak Alisya yang baru saja turun dari pesawat pribadi milik sang suami.
Kenzo yang melihat tingkah Alisya bukannya merasa malu malah merasa bangga, bangga karna bisa membuat suatu hal yang membahagiakan bagi istrinya.
"Byyyyy....." teriak Alisya yang berlari ke arah Kenzo setelah berlari-lari kesana Kemari seperti bocah.
Grep
"Jangan berlari seperti tadi nanti kamu terjatuh" kata Kenzo yang langsung mengangkat Alisya menggendongnya seperti koala.
"Kita akan kemana?" tanya Alisya yang masih berada di gendongan Kenzo.
"Mungkin mencari hotel baby" ucap Kenzo yang mengecup kening Alisya.
"Tapi aku lapar" cicit Alisya yang mengerucutkan bibirnya seperti bebek.
__ADS_1
Cup
Kenzo yang gemes kepada bibir Alisya langsung mencium dan ******* kecil bibir tipis Alisya penuh akan cinta.
"Byyyyy di liatin banyak orang" kata Alisya yang menggerutu kesal lalu menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Kenzo.
"Itu hal biasa baby." jawab Kenzo santai yang malah mempererat pelukannya di pinggang Alisya.
"Tuan.."
Tiba-tiba pria berbaju hitam datang memanggil Kenzo lalu membawa Kenzo do sebuah mobil Ferarri hitam yang langsung di bukakan pintu.
"Eh mereka anggota kamu juga" tanya Alisya yang baru sadar jika ia di kelilingi oleh orang-orang yang berbaju hitam semua.
"Iya mereka semua anggota ku aku sengaja meminta Ramos untuk mengirimkan mereka untuk mengikuti kita" jawab Kenzo santai mendudukkan Alisya dengan nyaman di pangkuannya.
"Kenapa harus sebanyak itu sih" kata Alisya dengan kesal melirik ke belakang dimana mobil mereka sedang di ikuti walau orang awam akan berfikir tidak tapi Alisya tau jika mobil-mobil di belakang mereka itu sedang mengikuti mereka.
"Maaf baby jika itu membuat kamu kurang nyaman tapi untuk sekarang mengertilah dulu aku memiliki firasat buruk aku tak ingin kecolongan lagi jadi biarkan mereka mengikuti kita sampai kita benar-benar aman" kata Kenzo dengan lembut mengelus pipi dan menatap mata Alisya dengan keseriusan berharap istri tercinta itu mengerti.
"Jika sampai Alisya tidak nyaman maka aku harus dengan terpaksa menyuruh Ramos untuk menarik kembali mereka. walau tanpa mereka tapi aku akan menjaga mu dengan segenap jiwa dan ragaku walau harus mati sekalipun." kata Kenzo dalam hati.
Melihat Alisya yang masih terdiam Kenzo yakin jika istrinya itu tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Sedangkan di sisi Alisya, Alisya diam karna sedang berpikir.
"Kenzo juga merasakan firasat buruk sama seperti yang aku rasakan beberapa waktu lalu. tapi lebih baik aku tidak memberi tahu kepada Kenzo jika Kakek juga mengirim orang untuk membuntuti kami." kata Alisya dalam hati yang memutuskan untuk tidak memberi tahu jika ada anggota Dark Devil yang di kirim oleh Kakek Xu untuk membututi mereka.
Alisya tidak memberi tahu Kenzo tentang Anggota Dark Devil karna ada beberapa faktor salah satunya Alisya belum bisa percaya penuh kepada anggota Kenzo yang di katakan tidak mungkin ada penghianat, kedua Alisya tidak ingin mengekspos keberadaan Dark Devil ke dunia langsung karna kelompok mereka selama ini hanya di anggap kelompok legenda yang telah lama hilang jadi Alisya memilih lebih baik seperti itu karna di saat tersembunyi seperti ini akan mudah melacak keberadaan mereka yang di inginkan oleh Alisya.
"Jika kamu tidak nyaman aku akan......" kalimat Kenzo terhenti saat jari telunjuk Alisya menempel di bibirnya.
__ADS_1
"Biarkan saja ini untuk keselamatan kita juga apalagi disini bukan negara kita" potong Alisya.
"Syukurlah jika kamu mengerti" kata Kenzo.