Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Penghianatan di depan mata


__ADS_3

"Iya. Siapa lagi kan hanya kamu yang mangap-mangap gitu" jawab Alisya.


"Dasar nih anak. sekali balik malah ngeselin" batin Maya dengan kesal.


"Lucu" batin Dirga menatap dalam wajah Maya yang sedang cemberut.


"Dirga pesan makanan!" perintah Kenzo datar.


"Baik Tuan" jawab Dirga yang tidak bisa apa-apa.


"Oh ya! aku sudah menemukan keberadaan ketua Black Dragon sebenarnya" Kata Maya antusias.


"Dimana?" tanya Alisya yang langsung dingin dan datar.


"Buset kemana sifat manjanya tadi?" batin Maya tanpa menyadari jika sedang di tatap tajam oelh Kenzo.


"Kok dingin ya?" guman Maya yang merasakan hawa dingin di seluruh tubuhnya.


"Dimana Maya?" tekan Alisya membuat Maya tersentak.


"Eh itu...... David mendirikan sebuah Mension di tepi pantai bagian selatan Italy. David tinggal disana bersama 200 orang pengawal tingkat tinggi dan selain itu David juga ternyata mempunyai cucu angkat perempuan. Wanita itu juga adalah salah satu wanita yang menggilai Tuan Kenzo bahkan bisa di katakan terobsesi" pungkas Maya.


"Benarkan?" kata Alisya dengan seringaian licik di bibirnya.


"Yah 100% yakin." Jawab Maya yakin.


Mendengar itu Alisya tersenyum miring lalu menoleh ke arah Kenzo dengan senyum manisnya.


"Ada apa baby?" tanya Kenzo lembut.


"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk" batin Kenzo melihat senyum manis Alisya.


"Tidak ada by" jawab Alisya dengan santai namun tidak akan ada yang menyangka dengan apa yang di pikirkan di otaknya.


"Maya tugas mu cari tahu informasi tentang Cucu keparat itu!" perintah Alisya datar.


"Baik" jawab Maya patuh.


"Sama ayang aja lembut sama sahabat sendiri datar katak tripleks" lanjut Maya dalam hati.


Beberapa menit kemudian pesanan yang mereka pesan akhirnya datang. Maya dan Alisya dengan antusias mulai makan satu persatu makanan itu tanpa mengajak atau memperdulikan Kenzo dan Dirga.


Mereka berdua makan tanpa ada anggun-anggunnya sama sekali membuat Kenzo dan Dirga diam-diam terkekeh dalam hati.


Dirga? dari awal Dirga sudah merasa tertarik dengan Maya hanya saja fakta itu ia sembunyikan lantaran berfikir jangan sampai Maya adalah mata-mata atau pihak musuh.


"Sebentar malah mau lihat kejutan gak?" tanya Alisya yang sudah menyelesaikan Makannya.


"Kejutan apa?" tanya balik Maya.


"Kejutan kecil" jawab Alisya dengan senyum manis.


"Cih tidak tahu saja kejutan kecil menurut mu itu malah menggemparkan" kata Maya dalam hati.


"Aku akan ikut baby" kata Kenzo tiba-tiba.


"Dasar bucin" guman Maya memutar bola mata malas.


Malam harinya, seperti yang di janjikan Alisya kini mereka berempat (Alisya, Kenzo, Dirga' dan Maya) masuk mengendap-endap di dalam rumah Alexa.

__ADS_1


"Alisya tidak bisakah kita masuk saja langsung kenapa harus mengendap-endap seperti pencuri seperti ini" omel Maya kepada Alisya.


Bagaimana tidak mau kesal? bukan hanya mengendap-endap biasa tapi mereka mengendap-endap dalam kegelapan yang membuat Maya beberapa kali terbentur sesuatu membuatnya menjadi kesal.


"Diam dulu apa susahnya sih May. ayo kesana pertunjukannya di ruang sana" kata Alisya lalu menarik tangan Maya.


Sampai di ruangan itu yang ternyata ruangan kerja Edric. Alisya membuka sedikit pintu itu hingga dapat di lihat dan terdengar apa yang di lakukan di dalam.


Mata mereka semua langsung terbelalak kecuali Alisya melihat pemandangan di depan mata.


"Astaga mereka Ayah dan Anak kok bisa mereka gituan" bisik Maya syok melihat Edric dan Alexa yang sedang melakukan hubungan intim dengan begitu panas dan liar.


"Sudah ayo ikut. Sebentar lagi sasaran akan menuju kesini" kata Alisya lalu mencari persembunyian yang tidak jauh dari ruang kerja Edric.


Seperti yang di katakan Alisya hanya beberapa menit berselang terlihat Reva berjalan tergesa-gesa menuju ruangan kerja suaminya di ikuti Anna di belakangnya. melihat itu Alisya langsung tersenyum miring.


"Baby rencana mu jauh dari ekspektasiku" ucap Kenzo dalam hati.


BRAK


"ALEXA EDRIC ........." teriak Reva membahana di seluruh ruangan melihat anak dan suaminya sedang bersetubuh dengan liar.


"EDRIC GENTIKAN" teriak Reva lagi.


Bukannya menghentikan Edric malah semakin gila menghujam dan menyodorkan batangnya semakin dalam di lembah Alexa.


"Ah...... kau sungguh nikmat baby" racau Edric yang semakin mendorong semakin dalam burungnya untuk semakin masuk.


"Aku bilang hentikan" teriak Reva menarik lengan Edric.


"Lepas wanita gila!" teriak Edric yang menghempaskan Reva hingga terjungkal ke belakang.


"Ah Da........ Daddy da...... datang!"


Edric semakin mempercepat hujamannya hingga membuat Alexa terpekik-pekik dan tubuhnya terguncang -guncang.


Edric dan Alexa tengah asyik mengejar puncak mereka masing-masing tanpa menghiraukan Reva yang sedang menangis histeris di sudut ruangan.


"Berhentilah menangis wanita gila! tenang saja setelah ini aku juga akan memberikan kamu juga" teriak Edric di tengah-tengah kenikmatannya.


Beberapa menit kemudian Edric langsung memuntahkan cairannya di dalam lembah Alexa.


"Sekarang giliranmu" ucap Edric mendekati Reva yang sedang menangis.


"A..... Apa yang kau lakukan Edric" kata Reva gugup melihat mata suaminya yang sangat asing untuknya. Tidak ada lagi cinta di mata itu yang ada hanya nafsu dan kebencian.


"Memberikan apa yang kamu inginkan" kata Edric lalu menarik Reva dengan kasar.


"AAAAAAA apa yang kamu lakukan Edric lepaskan aku" teriak Reva memberontak.


"Diam. dasar wanita gila" bentak Edric yang melempar Reva di sofa ruang kerjanya.


"Edric hentikan" Reva terus memberontak membuat Edric emosi hingga melayangkan tamparan di wajah Reva.


Plak


"Diam saja wanita gila" sentak Edric lalu merobek seluruh pakaian yang di kenakan Reva.


Jleb

__ADS_1


"Aaaaa hentikan Edric ini sakit" jerit Reva merasakan sakit dan perih di **** * nya karna Edric memasukinya tanpa pemanasan.


Jleb


Jleb


Jleb


"Bukankah ini yang kau inginkan ha.....?" Edric semakin kasar menghujani Reva.


Sedangkan tidak jauh dari ruang kerja Maya merinding dan menatap ngeri Alisya yang hanya memasang wajah penuh senyuman.


"Alisya apa yang kamu senyumkan ha......? lebih baik kita segera pergi teriakan itu membuatku takut hingga merinding" kata Maya bergidik ngeri mendengar teriakan kesakitan Reva dan suara ******* Edric.


"Aku tidak akan mau melakukan itu jika sesakit itu. Tidak akan!" kata Maya.


"Aku juga" timpal Alisya.


Deg


Jantung Kenzo dan Dirga langsung disko tubuh keduanya menegang mendengar penuturan wanita di depan mereka itu.


"Jika seperti itu pasangan anda akan mencari pelampiasan di luar Nona" kata Dirga mencoba menyelamatkan Tuannya tidak tahu saja jika itu menjadi bumerang untuk keduanya.


"Akan aku potong dan pangkas sampai rata burungnya" balas Alisya menatap tajam sesuatu di tengah-tengah pangkal paha Kenzo.


Sontak Kenzo langsung menutup barangnya dengan kedua tangannya menatap memelas kepada Alisya yang sedang menatapnya tajam setajam silet.


"Aku tidak akan mencari pelampiasan baby. Suer" kata Kenzo memelas mengangkat tangan membentuk huruf V.


"Dirga sialan bukannya membantu kamu malah membuat Jhon ku hampir di pangkas" batin Kenzo menatap tajam Dirga.


"Astaga Tuan" batin Dirga benar-benar tertekan untuk saat ini.


"Kayaknya aku juga akan melakukan hal yang sama pada kekasihku nanti" timpal Mata tiba-tiba membuat Dirga semakin lemas.


"Nona" panggil Anna yang langsung membungkuk kepada Alisya.


"Berikan ini pada setiap minuman Alexa" kata Alisya memberikan botol kecil pada Anna.


"Baik Nona" jawab Anna patuh.


"Kita pergi"


Akhirnya Alisya dan yang lainnya keluar dari rumah itu di antar oleh Anna.


"Itu botol apaan Lis?" tanya Maya saat mereka sudah di mobil.


"Mencegah datang bulan" jawab santai Alisya.


"What! untuk apa di cegah datang bulannya?"


"Agar ia berfikir ia hamil lalu yang akan menjadi kambing hitamnya adalah Leon"


"Maksud kamu Alexa akan hamil dan menikah dengan Leon namun belum tentu itu anak Leon"


"Alexa tidak akan hamil hanya saja dia tidak akan mengalami siklus menstruasi dan selama 4 bulan perutnya akan seperti orang hamil di saat 4 bulan dia akan mengalami seperti orang yang keguguran"


"Ha......... enak donk nasibnya si Alexa kan dia nikah mah Leon"

__ADS_1


"Kata siapa? kamu tidak mengetahui bagaimana sifat keluarga Sward itu. mereka bahkan hampir sama dengan Edric itu. lagipula botol yang ku berikan tadi mempunyai efek samping yaitu penggunanya tidak akan pernah mengandung dengan kata lain mandul"


__ADS_2