
Ckitt......
Suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal berbunyi dengan keras lantaran sang pengemudi memberhentikan mobil dengan paksa atau dengan kata lain menginjak rem hingga mobil berhenti tiba-tiba.
"Yaaaak kamu mau membuat ku mati mudah ya.....? jika mau mati ya mati saja sendiri kagak usah ajak-ajak juga. aku masih perawan, belum pernah pacaran, belum rasain gimana malam pertama, aku masih mau hidup lebih lama lagi. jika mau bunuh diri bilang donk biar aku turun terus kamu bisa lanjutkan bunuh diri kamu yang konyol itu. dasar pria kaku."
Penumpang wanita di dalam mobil untuk mengomel dengan panjang kali lebar menyemprot sosok pria di sampingnya sebagai pengemudi. sosok yang mengomel itu tak lain adalah Maya sedangkan di sampingnya yang mengemudi mobil adalah Dirga.
Sedangkan Dirga yang mendengar gerutu Maya ingin sekali tertawa saat mendengar Maya menyinggung soal pacaran dan malam pertama entah kenapa Dirga merasa lucu akan dua hal itu
"Nona berhentilah mengomel dan Mengumpati saya. asal Anda tahu telinga saya sakit karna teriakan anda yang membahana itu" balas Dirga memutar mata jengah.
"Kau......"
"Lihatlah di depan Nona" potong Dirga cepat saat melihat jika Maya akan melanjutkan lagi kecerewetannya.
"Ada apa dengan di depan kau pasti ingin bunuh diri kan? dasar gila, pria kaku, aku tidak mau mati muda......"
"Maya berhenti mengomel atau aku bungkam mulut beo mu itu dengan mulutku" potong Dirga dengan nada mengancam menatap tajam Maya.
Kicep?
Sontak Maya yang ingin mengeluarkan suaranya langsung di telan kembali dalam tenggorokan saat mendengar ancaman Dirga yang sepertinya tidak main-main.
"Gila...! kenapa ancamannya ciuman sih" Guman Maya dalam hati.
"Lihatlah ke depan dan kamu akan tau kenapa aku berhenti mendadak aku tidak mungkin mau bunuh diri" ungkap Dirga menahan kesal dalam hati.
Maya yang telah di ancam tidak mengeluarkan sepatah kata pun lagi langsung melihat ke arah depan.
"Eh...itu orang ngapain diam di tengah-tengah jalan gitu. mau mati atau bunuh diri ya..." gerutu Maya yang melupakan ancaman Dirga saat melihat motor berada di depan mobil mereka.
"Entah kenapa aku kesal namun aku juga merasa bahagia melihat semua tingkah mu" batin Dirga yang memerhatikan Maya yang tengah mengomel layaknya emak-emak.
TING.........
Suara Klason motor itu begitu keras memekikan telinga dan lampu sorotnya pun menyoroti Dirga dan Maya hingga tidak bisa melihat ke arah depan.
"$hit siapa yang berani mencari masalah" kata Dirga kesal yang bersiap untuk turun tapi sudah di dahului oleh Maya.
Brak
__ADS_1
Maya menutup pintu mobil kasar lalu berjalan cepat ke arah orang yang sedang duduk tenang di tas motor.
"Gadis itu....... jangan sampai musuh dari KL bisa-bisa dia tewas" kata Dirga yang langsung berlari untuk menghentikan Maya.
BRAK
Maya yang sudah sampai di depan sang pengendara motor langsung menendang ban motor itu.
"Woy jika mau mati nih minum racun tikus kagak usah mau bunuh diri di tengah jalan yang mati bukan hanya kau tapi orang lain juga. punya otak pikir ngapa...?" teriak Maya yang langsung semprot.
"Aku tuh lagi kalap cari sahabat aku yang entah kemana, entah masih hidup atau sudah mati, entah masuk surga apa masuk neraka" lanjut Maya dengan teriakan.
Dirga yang berada di belakang Maya hanya bisa menepuk jidat dengan terus siaga jangan sampai jika mengendara ini adalah musuh.
Pak
Maya yang kesal pun mengepak kepala sang pengendara motor walau terhalang helm yang di gunakan ya.
"Bisu ya.....? dari tadi diam Mulu." kata Maya tanpa filter membuat Dirga hanya bisa pasrah.
"Berani kamu bilangin aku Bisu ha....?"
Maya langsung melototkan kedua matanya menatap horor sang pengendara motor itu.
Sedangkan Dirga yang melihat tubuh Maya menegang langsung siaga mendekati Maya namun apa yang di lakukan Maya selanjutnya membuat Dirga membulatkan mata.
Sret
Maya yang mendengar Suara itu langsung menarik helm di kepala orang itu hingga terlepas memperlihatkan wajah sang pengendara yang menatapnya datar dan tajam.
Grep
Maya yang sudah bisa melihat wajah orang itu langsung memeluknya dengan erat.
"Kamu kemana aja Lis...? kalau mau pergi setidaknya bilang-bilang jangan membuat orang cemas. kamu tau aku benar-benar takut kamu kenapa-kenapa" kata Maya di balik pelukan itu.
Sang pengendara itu adalah Alisya,Alisya sengaja menghadang mobil Dirga karna Alisya tau jika di dalam mobil ada Maya yang sedang mencarinya.
Bagaimana Alisya Tau?
Jawabannya Alisya tau dari orang-orang yang dia sebarkan dan di orang-orang yang mengawasi Maya melaporkan jika Maya ikut mencarinya.
__ADS_1
Maya juga menjadi salah satu alasan Alisya memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya.
"Aku kira kamu tidak akan mencari ku" balas Alisya yang terkekeh kecil.
"Sembarangan..... kamu sahabat sekaligus adik ku jadi aku akan mencari mu walau harus berkeliling dunia sekalipun" kata Maya yang melepas pelukannya dari Alisya.
"Kamu kemana saja selama ini kenapa tidak bilang jika pria kulkas 19 pintu itu membuat mu sakit biar aku yang memberinya pelajaran" gerutu Maya.
"Hanya jalan-jalan mencari tempat refreshing untuk otak" ucap Alisya santai.
"Benarkah....? pantas kamu sedikit terlihat berisi terbukti dari pipi mu yang sedikit tembem" kata Maya yang mencubit pipi Alisya.
"Aihs lepaskan...! itu sakit" teriak Alisya menatap tajam Maya.
"Hehehe habisnya muka kamu imut" kata Maya dengan kekehan kecil.
"EHEM"
Dirga yang dari tadi di cueki langsung berdehem keras membuat kedua gadis itu menoleh ke arahnya.
"APA.....?" semprot Maya menatap tajam Dirga.
"Tidak ada" jawab Dirga yang hanya bisa menggaruk tengkuknya.
"Emmm Nona Alisya bisa anda ikut saya pulang menjenguk Tuan Kenzo karna keadaan Tuan begitu memprihatinkan setelah di hajar oleh Bimo" kata Dirga.
"Aku yakin Tuan akan sangat berterima kasih kepadaku karna sudah membuat rencana sebagus ini dan Tuan pasti menaikan gaji ku menjadi 2 kali lipat hahaha" lanjut Dirga tertawa senang dalam hati.
Namun kalimat dari Alisya selanjutnya membuat senyum dan binar mata Dirga langsung pudar.
"Cih harusnya mereka membuatnya patah tulang dan menjadi lumpuh" balas Alisya pedas.
Entah kenapa Alisya merasa kesal sendiri akan kelakuan Kenzo membuat Alisya selalu ingin memukul kepala pria itu.
"Harusnya Bimo menghajarnya sampai koma jika aku yang menghajarnya akan aku bela otaknya itu dan ku lihat apa isinya kenapa bisa sebodoh itu" timpal Maya yang ikut menimpali.
Glek
Dirga hanya bisa menelan ludah mendengar penuturan kedua gadis itu yang sangat jauh dari ekspetasinya.
"Bagaimana bisa Tuan mencintai gadis sekejam Nona Alisya dan mungkin selanjutnya adalah aku yang mencintai gadis bar-bar ini" batin Dirga menatap Alisya lalu melirik Maya.
__ADS_1