Tuan Kejam Dan Gadis Misterius

Tuan Kejam Dan Gadis Misterius
Moment Dirga dan Maya


__ADS_3

"Tidak perlu di jelaskan toh aku tidak akan kembali ke kamu lagi. Hati aku sudah tertutup untuk pria sepertimu,"


"Tidak! Kamu hanya milikku Tari bukan milik pria itu ataupun pria lain. Kamu hanya milikku!" Bram menggila langsung menarik Maya namun baru saja menyentuh pergelangan tangan Maya bogem mentah mendarat sempurna di rahangnya


Bugh


"Jangan sekali-kali kamu menyentuh wanitaku"


"Hey bung kamu mau menerima bekas orang lain"


"Apa maksudnya?"


"Maksudku adalah wanita yang kamu lindungi itu adalah bekasku! Bahkan sudah menjadi sisaku," Kata Bram yang tersenyum licik.


Dirga yang mendengar itu langsung membulatkan mata menoleh ke arah Maya yang hanya diam melipat tangan di dada dengan wajah datar.


"Kenapa melihatku? Apa yang dia katakan adalah suatu kebenaran," Timpal Maya yang malah ikut membenarkan ucapan Bram tanpa mengelak sedikitpun.


"Sialan" Umpat Dirga yang langsung menghajar Bram.


Bugh


Bugh


"Sialan pergi kamu dari sini"


Dirga langsung menyeret Bram keluar namun berhenti karena Maya yang menghentikannya.


"Tumbuh! "


"Sayang......"


Maya hanya diam mendekat ke arah Bram hingga berhenti di depan pria yang sudah babak belur itu.


"Sampaikan salam ku pada kedua orang tuamu dan adik tercinta mu itu. Ah jangan lupa, untuk memberi peringatan pada mereka untuk jangan pernah mengusik aku lagi jika itu terjadi jangan salahkan aku jika aku merebut paksa ginjal ku yang terkubur di dalam tubuh adikmu. Kamu jelas tahu aku yang sekarang cukup mampu menghadapi kalian," Ucap Maya lembut namun penuh penekanan yang luar biasa.


Bruuk


"Pergi sana!"


Brak


Dirga tanpa perasaan langsung mendorong Bram hingga tersungkur di depan ruangan Maya.


Maya tanpa suara segera berjalan cepat menuju meja mengambil ponselnya lalu mengotak-atik benda persegi itu.


"Hallo"


"****"


"Awasi pergerakan pria itu dan kirim peringatan kepada wanita tua itu agar anak kesayangannya itu tidak mengusirku apalagi mengusik kehidupan sahabatku "


Setelah memberi perintah Maya langsung menutup teleponnya.


"Mereka harus segera dibeli pelajaran" Guman Maya.


Grep.


Maya yang baru selesai menelpon langsung kaget saat tiba-tiba Dirga memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Katakan padaku apa pria itu berbohong atau itu ada lah kebenarannya," Bisik Dirga di telinga Maya.


Mendengar pertanyaan Dirga membuat Maya terdiam cukup lama. Salah satu alasan kenapa dia tidak membuka hati karena alasan ini Maya terlalu takut tidak ada yang bisa menerimanya hingga Maya membangun tembok tinggi dalam hatinya namun Maya tak sanggup mempertahankan tembok itu saat sosok Dirga masuk dalam hidupnya. Sosok pria yang terkesan kaku namun entah kenapa Maya terpaut akan pesona dari pria itu. namun, sekarang apa Maya akan melepaskannya untuk pergi?


"Harusnya aku sadar diri dan membentengi hatiku lebih tinggi lagi agar aku tak mencintai dia sedalam ini" Kata Maya dalam hati.


"Sayang jawab benar atau bohong?" Tanya Dirga untuk kedua kalinya.


"Semua itu benar. Aku sudah rusak dan sudah tidak suci lagi. Jika kamu ingin pergi maka pergilah di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik dan pantas untuk kamu dibanding aku," Kata Maya datar.


Maya menutup mata saat pelukan Dirga di pinggangnya mulai melonggar hingga terlepas sempurna.


"Kali ini? Apa hatiku akan baik-baik saja? Apa aku akan bisa mencintai lagi? Namun pertanyaan sebenarnya adalah apakah aku mampu menghapus namanya dalam hatiku? Tuhan! Sebesar itukah kesalahanku hingga Aku tak punya kesempatan untuk merasakan kebahagiaan?" Kata Maya dalam hati.


Tak ada air mata karena Maya sudah tahu hal ini akan terjadi namun Maya tidak menyangka jika akan terjadi begitu cepat. Bahkan kebenaran itu diketahui dari orang lain. Maya tidak tahu apa akan di benci oleh Dirga atau tidak.


Sret


Cup


Mata Maya langsung terbuka sempurna saat merasakan benda kenyal menyambar bibirnya.


"Dir... Dirga kamu..."


"Kamu pikir aku akan pergi? Tidak akan! Aku tidak peduli kamu mau suci atau tidak yang aku tahu kamu adalah wanitaku," Ucap Dirga yang langsung menyambar bibir Maya.


"Kamu hanya milikku Maya!" Ucap Dirga di sela-sela ciumannya yang semakin menuntut.


Maya hanya tersenyum kecil dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Sayang kamu menangis? Apa kamu..."


"Namun kamu sudah membuatku kesal maka dari itu kamu harus aku hukum," Kata Dirga datar yang langsung mengangkat tubuh ramping Maya lalu diberikannya di sofa dalam ruangan itu.


Cup


Tanpa aba-aba Dirga kembali memanggut bibir ranum Maya yang selalu menggodanya. Tak puas memainkan bibir sang kekasih kini ciuman Dirga turun menyambar ke area dagu lalu berakhir di leher maya. Tangan Dirga tak mau kalah terus bergerak menyentuh setiap bagian sensitif sang kekasih hingga tanpa Maya sadari kancing baju yang dikenakannya telah terbuka sempurna.


Glek


Dirga menelan ludah melihat dua gunung yang begitu menantang di depannya yang masih terbungkus oleh pembungkusnya.


"Sa.... sayang"


Deg


"Ulangi" pinta Dirga yang mulai mencium bahu polos Maya.


"Sah....yang" ucap Maya terbata-bata menahan gelayer yang mulai menyerang dirinya.


"Aku menyukainya" bisik juga di telinga Maya memberi gigitan kecil di sana.


"Shhh Dirga..."


"No Dirga but sayang"


Entah siapa yang memulai kini pakaian atasan keduanya telah terbuka sempurna.


"Ah sayang"

__ADS_1


"Kamu tahu aku sangat kesal saat kamu pernah mencintai b******* tengik itu" kata Dirga yang langsung menggendong Maya bridal style membawanya di ruangan rahasia dalam ruangan Maya.


Brak


Sampai di sana tanpa aba-aba Dirga langsung melempar Maya di atas ranjang begitu saja membuat Maya kaget.


"Sayang Apa yang kamu lakukan?"


Mendengar pertanyaan sang kekasih Dirga hanya acuh dengan membuka pelan ikat pinggang dan celana panjangnya dengan cepat.


"Yang mau aku lakukan.....?"


Dirga sengaja menjeda perkataannya mulai berjalan dan menaiki tubuh Maya hingga berada di bawah kukungannya.


"Yang mau aku lakukan adalah membuatmu mengandung anakku," Bisik Dirga yang menatap Mata Maya penuh cinta kasih sayang dan gairah.


"Kamu tahu? aku mencintaimu lebih dari apa yang kamu tahu Maya. Kamu pikir aku diam saja ketika ada orang yang terang-terangan ingin merebutmu dariku? Tidak akan! Walau kamu sendiri yang meminta untuk di lepaskan Kamu tidak akan pernah aku lepaskan. Jadi nikmatilah penjara cintaku" Bisik Dirga di telinga Maya menggigit dan meniup sensual telinga Maya.


Maya yang mendengar penuturan Dirga langsung tertegun. Penuturan Dirga barusan benar-benar membuatnya hangat namun mayat tidak langsung percaya begitu saja.


Maya mendongak menatap mata Dirga mencari kebohongan namun Maya Tak menemukan adanya kebohongan di sana titik di mata Dirga hanya ada tatapan keseriusan dan kesungguhan membuat Maya ikut tersenyum.


"Aku mencintaimu"


Jleb


Aaa


"Maaf aku menyakitimu "


"Kamu...."


"Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku sayang.vjika aku bilang kamu mengandung anakku maka akan aku lakukan"


"Tapi...."


"Aku akan menikahimu sayang aku tidak mungkin akan tidak memberikanmu sebuah status" Ucap Dirga lembut mengecup kening Maya penuh cinta.


Cup


"Mulai malam ini dan seterusnya kamu milikku dan Aku milikmu," bisik Dirga penuh penekanan.


Nyanyian shadow dan bisikan penuh cinta terus saling bersahutan dalam kamar itu. Dinginnya AC tak berpengaruh pada kedua orang yang telah dibanjiri peluh itu. Dirga terus mencumbu setiap inci kulit wanita yang begitu dia cintai tak ada tempat yang di lewati oleh Dirga hingga mereka tak menyadari jika malam semakin larut.


"Sayang aku......"


"Bersama sayang" Sahut Dirga yang mempercepat tempo hingga beberapa saat terdengar keduanya mendesah panjang dengan menyebut nama masing-masing.


"Terima kasih, tidurlah" Bisik Dirga yang mengecup kening Maya.


Maya yang lelah hanya mengangguk kepala masuk dalam pelukan Dirga menutup Mata menuju alam mimpi.


"Aku tidak peduli kamu pernah bersama dan apa yang kalian lalui di masa lalu yang aku tahu kamu adalah milikku," kata Dirga dalam hati menatap dalam wajah damai wanita yang ada dalam pelukannya sekarang.


"Lebih baik besok aku bicarakan ini pada Tuan. Aku harus segera menikahinya jika tidak maka pria b******* itu akan terus berusaha mendekati Maya,"


Dirga telah memutuskan untuk menikahi Mayang dalam waktu yang secepatnya minimal ke Catatan sipil terlebih dahulu mengenai pesta akan Dirga pikirkan nanti.


Dirga terus menatap wajah damai Maya hingga lama-kelamaan rasa ngantuk itu mulai menghampirinya hingga Dirga tertidur dengan memeluk Maya.

__ADS_1


__ADS_2